
Saat baru saja selesai mengobati beberapa warga yang terkena penyakit, Yin Xia berjalan kembali untuk mengembalikan beberapa peralatan pengobatan ke Mei Lian. Beberapa langkah sebelum masuk dia melihat ke arah dalam ruangan itu.
Langkah kakinya terhenti, maniknya memandang Fang YingJun dan Mei Lian yang terlihat sangat senang karena temannya telah bangun meski, tubuhnya masih terbujur lemas di atas ranjang. Tiba-tiba pikirannya memandunya mengingat masa lalu di kehidupannya.
Ekor mata Fang YingJun menyadari melihat Yin Xia yang sedang berdiri diluar. "Eh, Yin Xia kenapa kau berdiri disitu?" tanya Fang YingJun lalu mulai berjalan kearahnya, dia menarik tangan gadis itu. Namun gadis itu hanya berdiri sambil memandangi tangannya yang ditarik Fang YingJun.
" A-haha ... aku minta maaf." Ucap Fang YingJun yang baru menyadari kelakuannya.
"Yin Xia bagaimana keadaan mereka?" tanya Mei Lian.
"Kondisi warga yang lain sudah membaik, sekarang hanya tinggal menunggu waktu saja. Luo BingYun ini aku juga tidak tau harus bagaimana lagi, racunnya sudah menyebar ke tubuhnya, tapi beberapa ramuan yang kau buat cukup membantunya, jadi untuk kondisi akhirnya kita hanya bisa bertaruh," jawab gadis itu dengan yakin.
"Kau sudah membantu banyak hal, Yin Xia kau istirahat dulu!," ucap Fang YingJun.
"Tapi dimana? bukankah hanya ada dua kamar yang di sediakan warga desa untuk kita..." Ucap Mei Lian.
"Tak perlu, aku akan pergi sekarang." Potong Yin Xia dengan suara datar.
"Ini hampir tengah malam, tempat penginapan di sekitar sini juga agak jauh. Ah, bagaimana jika kau tidur di kamar dengan Zhang BingJie, biar Fang YingJun yang tidur diluar, dia sudah sangat terbiasa," ucap Mei Lian.
"Tidak bisa! bagaimana kamu..." Ucap Fang YingJun.
"Tidak perlu, aku sudah terbiasa tidak tidur berhari-hari, aku masih ingin meneliti lebih lanjut tentang racunnya dan juga belati itu," ucap Yin Xia lalu kembali ke tempat semula.
"Oh, tentang belati itu kenapa kau sangat ingin tau tentang orang di baliknya." Tanya Fang YingJun.
Yin Xia menatap tanpa ekspresi ke manik cerah pemuda itu, lalu mengatakan bahwa belati itu sangat mirip dengan miliknya. Bahkan beberapa orang akan mengatakan itu adalah belati yang sama seperti miliknya, namun sebenarnya ada perbedaan kecil yang memang hanya dirinya yang tau.
Karena dulu, saat pertama kali dia memesan ke pandai besi yang terkenal di Ibu kota Huangdian. Dia meminta si pengrajin untuk membuat belati yang berbeda dari lainya dan dengan beberapa ukiran rumit, namun di setiap tampilan belatinya harus ada perbedaan yang hanya dia yang mampu membedakannya.
"Jadi kau berpikir ada seseorang yang berusaha menjebakmu?!" Fang YingJun menyimpulkan pemikiran gadis di depannya, yang kemudian gadis itu langsung mengangguk pelan.
"Tapi apa tujuannya ... kenapa sampai melibatkan begitu banyak orang?" Tanya Mei Lian yang sedari tadi masih di situ.
"Entahlah, mungkin saja orang di baliknya memiliki dendam pribadi denganmu Yin Xia atau..." Ucap Fang YingJun.
"Tidak mungkin! aku selalu mengasingkan diri dan berusaha tertutup di Jianghu, bahkan aku selalu memakai topeng saat di manapun seharusnya hanya kau dan Xiao Yang yang pernah melihat wajahku."
"Apakah mungkin bocah licik itu?" ucap Mei Lian pelan.
Yin Xia menggelengkan kepala dengan yakin.
"Kenapa begitu?" tanya Fang YingJun singkat.
"Jika waktunya memang sama seperti yang kau katakan kemarin, seharusnya itu bukan Xiao Yang karena waktu itu dia sedang berada di kota Hua Yi."
"Kenapa kau bisa tau, seharusnya waktu itu kau tidak sedang berada di sana kan." Tanya Mei Lian.
Yin Xia hanya berdiam tidak menjawab, beberapa saat kemudian dia mengatakan," Sudahlah, aku akan kembali dan peralatan pengobatanmu ini aku meminjamnya lagi."
"Eh, Yin Xia." Panggil Fang Yingjun membuat langkah gadis itu berhenti.
"Kenapa kau begitu terlihat dekat dengan Xiao Yang apa jangan-jangan kau..." Goda Fang Yingjun sambil tertawa kecil.
Sedangkan Yin Xia tidak menunggu lagi pemuda itu menyelesaikan kata-katanya, dia pergi dengan beberapa hal yang masih dipikirannya.
"Sudahlah biarkan saja dia." Ucap Mei Lian.
**
Gadis berjubah merah itu terlihat sedang duduk sambil mencampurkan beberapa obat dari dua botol yang berbeda, dengan sangat teliti dia memperhatikan setiap tetes obat yang di campur nya.
"Yin Xia!" panggil Fang YingJun dengan tiba-tiba dari belakang.
"Kenapa kau tidak mengetuk pintunya!." Ucap gadis itu dengan kesal ke pemilik suara yang di kenalnya itu.
"Kenapa kau begitu pemarah, apa kau tau, jika kau marah terlihat seperti...." Pemuda itu tidak melanjutkan kata-katanya, saat melihat beberapa cairan obat berceceran dan tumpah di meja depan Yin Xia.
Melihat hal itu dia langsung mengerti, jadi saat tadi dari belakang dia mengira gadis itu sedang melakukan apa karena terlihat sangat fokus. Saat itu juga Fang YingJun berusaha menahan untuk tertawa sampai bunyi 'peffft' terdengar keluar dari mulutnya.
"Aku minta maaf, aku tidak tau...ohh, betullah, makanlah tidak ada yang akan melihat wajah mahalmu itu." Ucapnya sambil tertawa kecil.
"Kenapa kau mengatakan itu."
"Itu ... bukankah memang seperti itu...memangnya apa alasanmu selalu memakai topeng itu, apa jangan-jangan..."
"Pergilah, kenapa kau selalu ingin tau apapun." Ucap Yin Xia sambil membersihkan kekacauan yang terjadi di mejanya.
"Jika aku tidak ingin tau apapun, bagaimana bisa aku bisa secerdas se...Ah, Yin Xia apa kau menggunakan sihir di matamu ... baiklah aku akan pergi." Sebelum itu dia meletakan semangkuk sup yang dibawanya.
Setelah Fang YingJun pergi, tangan Yin Xia berhenti bergerak, dia melihat kearah sup daging yang masih panas itu.
Dari kegelapan seseorang terlihat sedang mengintip gadis berjubah merah dari lubang kecil di dinding.
"Memang benar-benar orang yang aneh....Ahh!" Seekor nyamuk baru saja hinggap di tangannya, setelah pemilik tangan itu kesakitan, nyamuk itu langsung terbang dengan bagian perut yang mengembung berwarna merah.
"Siapa!" bentak Yin Xia sambil bangkit dan mencoba menemukan sumber suara tadi.
"Astaga! aku sudah ketauan," bisiknya lalu dia mencoba membalikan tubuhnya dan melangkah pelan-pelan.
"Ternyata kamu?!" Ucap Yin Xia dari belakang.
"A-haha ... aku sedang__sedang....Uhmm." Orang itu terlihat kebingungan, tangannya menggaruk rambut yang dekat dengan pelipisnya.
"Apa?" Tanya Yin Xia dengan dingin.
"Aku tidak bisa tidur malam ini, jadi aku ingin kesini membantumu."
Yin Xia hanya menjawab dengan 'Oh' lalu kembali ketempat semula di ikuti Mei Lian dari belakang. Saat itu juga Yin Xia melanjutkan pekerjaannya.
"Kenapa kau tidak memakan sup itu, kau tau bagaimana susahnya Fang YingJun mendapatkannya tengah malam begini."
"Kenapa? apa dia mencari bahan-bahan nya tengah malam lalu memasak nya untuk ku"
"Itu___bagaimana aku tau, aku baru saja kesini setelah beberapa menit di kamar."
"Lalu bagaimana kau tau, sup itu dari Fang Yingjun, apa kau tadi berusaha memata-matai ku?" Ucap Yin Xia dengan nada dingin membuat Mei Lian sedikit merasa takut.
"Bu-bukan seperti itu...aih, tapi Fang Yingjun meski di luar memiliki sifat yang menyebalkan tapi dia sebenarnya sangat baik dan perhatian dengan semua orang, setidaknya kau hargai dia."