
Mei Lian merasa aneh dengan anjing yang di pegangnya, bagaimana tidak anjing itu sedari tadi menggonggong beberapa kali, dia juga samar-samar mendengar sesuatu. Dia lalu keluar dari kamarnya.
"Yin Xia! kalian sudah kembali kah?!" Teriak Mei Lian tapi tidak ada yang membalasnya.
"Fang YingJun! jangan bercanda lagi, kenapa kau sangat keterlaluan." Teriak gadis itu sambil berusaha menuruni tangga.
Aaahhh!!!
Mei Lian sangat terkejut ketika melihat beberapa mayat hidup berada di depannya, hal itu juga membuatnya menjatuhkan lilin ditangannya hingga jatuh kebawah. Sekilas lilin itu menyoroti beberapa mayat hidup yang ternyata jumlahnya diluar dugaannya sebelum lilin itu mati membuat seluruh ruangan menjadi gelap gulita.
Dia lari dan sembunyi di ruangan paling ujung. Dan berharap seseorang segera datang menolong nya.
Beberapa saat kemudian suara geraman lemah mayat hidup tadi semakin mendekat membuat gadis itu menutup mulut anjing kecil ditangannya agar tidak bersuara. Gadis itu terlihat memejamkan matanya dengan ketakutan.
Pikirannya saat ini benar-benar kalut, dia berpikir mungkin ada mayat yang sudah berada di dekatnya dan dia tidak menyadarinya karena kegelapan. Benar saja sebuah barang terdengar jatuh tidak jauh darinya, hal itu membuatnya menjerit ketakutan.
Karena mendengar suara itu, mayat hidup yang sedari tadi mencari Mei Lian langsung mendekat kearahnya. Mei Lian meletakan anjing kecil tadi disampingnya membuat anjing itu menggonggong tiada hentinya. Dia menarik pedang dari selongsongnya bersiap untuk menyerang. Dua atau tiga mayat di depannya langsung tumbang seketika karena seseorang dari belakang telah menancapkan jarum beracun dengan tepat.
"Yin Xia kau sudah kembali," ucap Mei Lian senang dan sedikit lega ketika melihat gadis cantik berjubah merah itu datang di waktu yang tepat.
"Cepat! kita harus kesana," ucap Yin Xia.
"Baiklah!" ucap Mei Lian pelan.
Di bawah, sekitar tiga lilin telah menyala menampilkan Zhang BingJie dan Liu Changhai yang sedang menyerang mayat hidup yang jumlahnya semakin banyak.
"Kenapa kau tidak turun?!" tanya Mei Lian ketika dia melihat Yin Xia berhenti di depan tangga dan tidak melanjutkan menuruni tangga.
"Aku bisa menyerang dari sini kenapa harus turun." ucap Yin Xia sambil melemparkan beberapa jarum beracun sekaligus.
Lemparan jarum beracun Yin Xia cukup bagus hingga bisa menumbangkan beberapa mayat hidup sekaligus tanpa meleset sedikitpun.
"Sebenarnya apa yang terjadi?! kenapa kau sendirian di mana Fang YingJun?" tanya Yin Xia tanpa menganggu konsentrasi nya sedikitpun.
Mei Lian lalu menceritakan dengan ringkas kejadian yang sebenarnya. Mendengar pemaparan itu, Yin Xia terlihat berpikir sejenak tapi tidak lama setelahnya dia memusatkan perhatiannya kembali untuk menghabisi para mayat hidup yang di bawah.
Zhang BingJie dan Liu Changhai merasa sangat terbantu dengan keberadaan Yin Xia, hingga satu mayat hidup terakhir yang tersisa berhasil di habisi oleh Liu Changhai.
"Itu adalah tanda peringatan dari Sekte Yun Lian," ucap Liu Changhai lalu mulai berlarian kecil untuk mencari sumber suara itu.
Ketiga kultivator itu juga mengikutinya. Kembang api tadi adalah kembang api yang di buat Sheng Huang karena dia melihat beberapa temannya yang mulai kelelahan dan tidak sempat mengeluarkan kembang api pertolongan untuk meminta tolong ke Tetua Liu Changhai, sedangkan dirinya sedari tadi hanya berdiri dibalik Fang YingJun dan hanya menyerang dengan talisman jika di butuhkan saja.
Liu Changhai dan lainnya akhirnya berhasil menemui keberadaan Fang YingJun dan murid-murid dari Sekte Yun Lian. Mereka melihat beberapa tumpukan mayat hidup di ruangan itu dan sisanya yang juga jumlahnya masih banyak. Tempat itu sebelumnya adalah tempat para kultivator itu memakamkan mayat para warga sehingga jumlah mayat hidup disitu tentu jauh lebih banyak dari tempat lainnya.
Keempat kultivator itu langsung membantu menghabisi mayat-mayat itu. Setelah satu jam mereka akhirnya bisa menghabisi semua mayat hidup yang ada di tempat itu. Terlihat beberapa murid dari Sekte Yun Lian langsung terjatuh kebawah karena merasa sangat kelelahan. Bahkan tanpa memikirkan kondisi di sekitar nya yang di penuhi bercak darah dan beberapa potongan tubuh mayat hidup tadi.
"Kalian tidak apa-apa kan," tanya Liu Changhai ke sekelompok murid itu.
Fang YingJun melihat beberapa murid itu menggelengkan kepala tapi dia jelas tau tadi ada seseorang yang terkena gigitan di tangannya.
"Jangan bohong! jika tidak segera diobati kalian bisa seperti mayat-mayat hidup tadi!"
"Aku tadi terluka," ucap Lu JingYi pelan dan sedikit khawatir ketika mendengar perkataan Fang YingJun.
"Kita harus mencegah mayat-mayat itu pergi ke pemukiman warga," ucap Zhang BingJie ke kultivator di situ.
Jadi ketiga kultivator itu mulai pergi berusaha menghabisi mayat-mayat hidup yang tersisa dan mulai menelusuri ke jalan yang menghubungkan ke pemukiman warga.
Para murid itu kembali ke ruangan yang kemarin, mereka tinggal bersama Mei Lian dan Yin Xia. Saat itu Yin Xia meskipun sudah bertarung cukup lama, gadis itu tidak terlihat kelelahan dan ekspresi nya tidak berubah sedikitpun tapi bagi Yin Xia itu memang sedikit melelahkan tapi dia berusaha menutupinya, jika saja kekuatannya utuh seperti dulu dia mungkin bisa tiga kali lipat lebih baik dari sekarang.
Beberapa murid yang melihat cara bertarung Yin Xia kini terlihat berbisik memuji gadis itu dan beberapa lainnya memandang gadis itu dengan waspada karena mereka yakin jika jarum beracun itu menancap ke kulit seseorang yang masih hidup, pasti sudah mengubah orang itu lebih mengerikan di banding wujud mayat hidup tadi.
Beberapa murid yang baru sampai langsung terkejut ketika melihat beberapa mayat hidup yang tergeletak di lantai rumah itu juga tidak sedikit.
Lan Jinzu langsung mengingat sesuatu dan melihat ke arah Mei Lian lalu berkata, "Kak Mei kau tadi tidak apa-apa kan?"
"Tidak apa-apa bagaimana kenapa kalian begitu lama sekali ... kau tau aku ...."
"Kami benar-benar minta maaf " ucap Shang Ann pelan.
Lalu Lan Jinzu mengatakan hal yang sebenarnya membuat emosi Mei Lian yang meluap-luap tadi mulai mereda. Yin Xia lalu memerintahkan murid yang tidak terluka untuk membantunya menyingkirkan mayat-mayat yang di situ, meskipun merasa tidak ingin melakukannya beberapa murid itu terpaksa mengiyakan perintah Yin Xia ketika melihat Yin Xia dengan cara berbeda di bandingkan saat pertama kali bertemu. Hal itu juga membuat Lu JingYi tersenyum pelan melihat teman-teman nya tadi.
Dulu para murid mengira Yin Xia adalah gadis yang cantik, sedikit pemberani dan lumayan pintar tapi ketika melihat hal tadi sepertinya definisi gadis itu harus di tambah kata 'sangat' di depannya dan juga di tambah definisi lainnya.