
Laki-laki yang sekarang terikat kedua tangannya kini tidak mencoba kabur lagi, ketika Liu Changhai memasang sihir yang membuatnya tidak bisa bergerak sama sekali. Meski hal tadi tidak akan menahannya dalam waktu lama.
Liu Changhai yang sedari tadi di situ langsung menatap ke arah Fang YingJun dan Zhang BingJie yang baru saja datang.
Fang YingJun memandang sejenak ke arah kultivator berumur dua puluh tiga tahunan yang sedang berdiam dan memalingkan muka ke sampingnya. Fang YingJun berusaha melontarkan beberapa pertanyaan tapi laki-laki itu hanya diam dan tidak menjawabnya.
Meski Fang YingJun masih belum menyerah, dia lalu melakukan beberapa cara namun akhirnya hasilnya tetap sama seperti tadi, hingga Liu Changhai mengatakan, "Percuma saja, orang-orang sepertinya tidak akan membuka mulut dengan mudahnya."
Dari arah belakang sekelompok murid dari Sekte Yun Lian dan dua gadis kultivator yang baru saja membereskan masalah mayat hidup di desa, terlihat datang ke arah mereka. Sekelompok kultivator itu langsung memandang ke arah laki-laki tadi yang juga memandang dengan dingin ke arah mereka.
Para murid dari Sekte Yun Lian memberi hormat ke arah Liu Changhai maupun kedua senior di situ. Lan Jinzu lalu menjelaskan semuanya yang membuat beberapa kultivator itu bisa merasa bernafas dengan lega.
"Lalu apa rencana Tetua Liu selanjutnya?" tanya Zhang BingJie.
" Setelah ini aku berniat membawa orang itu ke Sekte Yun Lian untuk di introgasi lebih lanjut dan sisa masalah ini biarkan kami dari Sekte Yun Lian yang membereskannya. Jadi kami sangat berterimakasih atas semuanya."
Fang YingJun dan teman-temannya langsung mengangguk pelan sebelum melangkah pergi mencari tempat penginapan karena memang sudah hampir larut malam dan karena tujuan mereka selanjutnya akan jauh. Tidak lama setelahnya giliran sekelompok kultivator dari Sekte Yun Lian yang membawa laki-laki tadi untuk segera kembali ke sekte.
**
Di sebuah pinggiran dermaga Xiliang, terlihat beberapa perahu berjejer dengan rapih, Fang YingJun dan Mei Lian masih berusaha berdebat mencari kesepakatan harga sewa perahu yang lebih murah. Karena harga sewa perahu yang ditawarkan para pemilik penyewaan perahu di Xiliang sangatlah mahal di bandingkan umumnya.
Sampai beberapa saat kemudian si pemilik mulai setuju dengan pengajuan Fang YingJun, mereka akhirnya dapat menyewa dua buah perahu yang memang lebih pas membawa empat orang penumpang menyeberangi danau.
Fang YingJun dan Mei Lian terdorong sampai menaiki perahu di depannya secara terpaksa. Mereka terlihat kesal sambil berusaha mencari tau siapa orang di baliknya yang ternyata seseorang berbadan gemuk yang baru saja berlari. Karena melihat orang tadi pergi begitu saja tanpa berusaha meminta maaf kedua kultivator tadi terlihat masih mengeluh dan marah-marah, bahkan sampai Fang YingJun berdebat dengan Mei Lian karena mereka saling menyalahkan.
Zhang BingJie yang masih melihat itu berpikir kedua kultivator itu ingin menaiki perahu yang sama jadi dia langsung menaiki perahu yang satunya. Hal yang di pikirkan Yin Xia juga tidak jauh berbeda dengan Zhang BingJie, tadinya gadis itu berpikir akan bersama dengan Mei Lian atau yang paling parah dengan Fang YingJun, tapi dia tidak pernah terpikirkan jika dia dengan Zhang BingJie.
Zhang BingJie mulai mendayung perahu yang di naikinya, sedangkan gadis yang ada di belakangnya hanya terdiam terduduk karena alat yang di gunakan untuk mendayung hanya ada satu saja.
Setelah melihat perahu kedua kultivator tadi mulai berjalan, Mei Lian menatap dengan kesal begitu juga Fang YingJun. Tadinya Fang YingJun ingin sekali membicarakan beberapa hal dengan bhiksu tadi, khususnya menyangkut tentang Pedang Lingchen miliknya, jadi dia berniat menaiki perahu yang sama, tapi nyatanya dia harus terpaksa menaiki perahu dengan teman seperguruannya yang memang tidak cocok sifatnya.
Jadi di sepanjang jalan Fang YingJun dan Mei Lian hanya saling beradu mulut dan melakukan pertengkaran kecil atau jika mereka sudah lelah mereka akan berdiskusi tentang bagaimana suasana di perahu Zhang BingJie dan Mei Lian.
Perlu dua jam mereka menghabiskan di permukaan air hingga sampai di Kota Xiliang yang memiliki dua julukan di Jianghu yaitu 'Kota malam' dan 'Kota Dunia Bawah'.
Meskipun demikian yang pertama kali orang lihat ketika sampai di kota Xiliang hanyalah sebuah gurun berpasir dengan terik matahari dengan esensitas yang tinggi, belum lagi badai pasir yang biasanya datang secara tiba-tiba atau beberapa bandit yang suka merampas barang-barang di perjalanan. Jadi sangat sulit menemui beberapa orang di situ dan jarang sekali menemui seseorang yang bermukim di gurun itu.
Sebelumnya Fang YingJun menyuruh Zhang BingJie untuk mengganti tampilannya agar tidak ada orang yang mengira Zhang BingJie sebagai bhiksu, apalagi sebagai salah satu bhiksu dari Biara Hongyun. Bagaimana tidak Xiliang adalah tempat di mana orang-orang seperti Fang YingJun, Zhang BingJie dan lainnya yang tidak seharusnya untuk di datangi kecuali alasannya benar-benar sangat serius.
Tujuan mereka yang pertama adalah mencari suatu tempat yang di namakan Dunia Bawah tanah, nama itu bukanlah sebuah nama belaka, melainkan memang berada di bawah tanah. Sebenarnya agak tidak logis jika beberapa orang yang baru mengenal namanya, tapi jika sudah pernah ke tempat itu mereka harus terpaksa percaya karena memang tempat itu benar-benar ada.
Sayang sekali tempat itu bukanlah tempat yang bisa masuk dan keluar dengan mudah, bahkan untuk menemukan pintu masuknya juga cukup sulit sedangkan beberapa kultivator yang sebelumnya pernah ke situ terkadang selalu merahasiakan pintu masuknya.
Beruntung Fang YingJun dan kedua temannya ketika mengetahui Yin Xia sebelumnya pernah mengatakan pernah mengunjungi tempat itu sekali, meski sudah cukup lama.
Mereka baru saja berjalan sekitar satu jam tapi sejauh mata memandang hanya sebuah hamparan pasir berwarna kuning kecoklatan, tidak ada sebuah tanda dari pintu masuk yang di katakan Yin Xia yang katanya terlihat seperti batu yang tertata aneh.
Sengatan matahari mulai menyiksa kulit mereka, Mei Lian yang tidak tahan lagi meminta untuk beristirahat sebentar yang lalu di setujui teman-temanya.
Bagaimanapun para kultivator itu masih layaknya seperti seorang manusia hanya saja kultivator jauh lebih kuat di bandingkan manusia biasa dan tentang panjangnya umur kultivator yang katanya bisa sampai ratusan tahun, itu jelas hanya omong kosong belaka, kecuali mereka menghindari permusuhan yang membuat mereka saling membunuh dan hanya fokus memakan beberapa tumbuhan herbal juga berlatih kekuatan spiritual.
"Kita sebaiknya menghem____ eh, Mei Lian jangan kau habisi air minum mu itu!" ujar Fang YingJun saat tadi matanya tidak sengaja menatap ke arah Mei Lian.
Mendengar hal itu Mei Lian langsung berhenti menegak minumnya," Aku tidak menghabiskan, lihat masih ada kan?!"
"Kau bahkan hanya menyisahkan setengah dari botol itu, jangan harap aku akan memberi air minum ku nanti!" Fang YingJun terlihat kesal.
"Aku juga tidak mengharap seperti itu." ucap Mei Lian keras kepala.
"Kau___"
"Kenapa kalian selalu seperti anak kecil?!" potong Yin Xia karena geram.