True Cultivators In The Mortal Realm

True Cultivators In The Mortal Realm
Chp. 4 - Restoran Xinyue



Salah satu warga lalu menceritakan bahwa saat itu tidak ada yang berani memasuki Bukit Luzhao karena di sana terdapat wilayah terlarang yang memiliki kabut beracun, namun kultivator berjubah merah itu bersikeras untuk masuk, setelah dua hari kemudian, orang itu tidak kunjung kembali, beberapa orang berpikir dia sudah mati tapi tidak disangka dia akhirnya kembali dalam keadaan baik-baik saja.


Sejak saat itu dia pergi ke Bukit Luzhao cukup sering, meski sikapnya agak aneh tapi karena tidak mengganggu para warga desa, jadi para warga yang awalnya khawatir menjadi tidak terlalu memikirkannya lagi.


Sampai kultivator itu membawa seseorang pemuda berjubah hitam yang terlihat terluka parah, beberapa hari setelahnya kabut beracun yang awalnya hanya berada di wilayah terlarang kini perlahan turun hampir di kaki bukit.


Membuat di sekitar Bukit Luzhao sampai sekarang tanpa kehidupan sedikit pun, bahkan sungai di bawah Bukit Luzhao yang biasanya dijadikan sumber air minum warga menjadi beracun dan ikan-ikan pun ikut mati.


Namun anehnya dua cultivator tadi masih bisa keluar masuk seperti biasannya, membuat beberapa orang menjulukinya iblis di Bukit Luzhao.


Hal itu di perkuat saat dulu sekelompok bandit yang terkenal kuat dan keji mulai memasuki desa kami. Mereka mulai merampas harta, memperkosa gadis-gadis di Desa Luzhao, yang paling mengerikan mereka terkadang memakan orang yang sudah dibunuhnya.


Beberapa kultivator yang sedang berkelana juga datang membantu kami, tapi tidak sedikit dari mereka yang tidak kembali lagi, jika kembali mereka pasti dalam keadaan terluka parah. Hal itu karena beberapa bandit itu berkultivasi di jalan sesat.


Sampai suatu malam beberapa warga dari kejauhan melihat sekelompok bandit itu menghadang si pemuda kultivator berjubah hitam.


Pemuda itu terlihat begitu arogan dan tidak menuruti sekelompok bandit itu, tidak lama setelahnya mereka akhirnya bertarung.


Dari segi kekuatan pemuda tadi jauh lebih unggul karena berhasil membunuh dua bandit sekaligus. Namun setelahnya, karena sekelompok bandit itu menyerang secara bersamaan membuat pemuda tadi sedikit kewalahan.


Sampai kultivator berjubah merah membantu pemuda tadi. Tidak lama setelahnya mereka berdua berhasil membunuh sekelompok bandit itu tanpa tersisa.


Setelah kedua kultivator itu pergi, beberapa warga yang melihat pertarungan itu begitu senang dan akhirnya mendekat untuk sekedar melihat lebih jelas lagi.


Mereka begitu terkejut melihat pemandangan di depannya. Terlihat beberapa mayat bandit menghitam dengan darah pekat keluar dari lubang hidung, mata, mulut dan telinganya.


Sisanya beberapa anggota tubuh mayat bandit itu sudah tidak utuh, yang memang karena tebasan pedang pemuda tadi.


"Dan satu hal ... seorang warga pernah tidak sengaja melihat wajah kultivator berjubah merah, dia mengatakan wajahnya terlihat hitam dan mengerikan," ucap seorang warga lainya.


Setelah mendengar cerita itu Fang YingJun langsung berkomentar, "Kalau begitu, penyakit aneh yang dialami warga desa pasti ada hubungannya dengan kultivator berjubah merah itu, bisa di katakan dia pasti memiliki penawarnya."


"Aku sudah tau penawarnya," ucap Mei Lian membuat beberapa orang langsung memandang kearahnya.


"Tadi saat aku baru ke sana, ada seseorang yang mencoba membunuh kedua warga yang terkena penyakit itu, " dengan nada menyesal dia melanjutkan, "dan seorang pemuda telah meninggal yang hanya menyisakan Paman itu sekarang. Untuk membantunya aku membutuhkan orang yang sangat dekat dengannya atau mungkin keluarganya."


"Laki-laki itu bernama Luo BingYun, dia hidup sebatang kara, seluruh keluarganya telah meninggal beberapa tahun silam, sejak saat itu dia agak menarik diri dari kehidupan di desa, jadi kami juga tidak tau siapa orang terdekatnya lagi, " ucap Kepala Desa Luzhao.


Mendengar jawaban itu Mei Lian merasa sedih dan tidak tau harus bagaimana lagi, secara tidak sengaja dia melihat ke arah sampingnya dan melangkah mendekatinya.


"Ini?...."


"Itu monster tadi." Jawab Fang YingJun sambil mendekat kearah Mei Lian.


"Bukan! belati ini ... sangat mirip dengan belati yang menyerang...."


"Jadi ... sekarang permasalahan nya, bukankah menjadi lebih rumit, " potong Fang YingJun.


Beberapa saat kemudian pemuda yang di tugaskan menjaga Luo BingYun yang terkena penyakit, berlarian dengan wajah cemas dan mengatakan Luo BingYun tadi mengamuk lalu mengigit seseorang yang kemudian membuat orang itu tidak sadarkan diri.


Sedangkan Fang YingJun dan Zhang BingJie mencoba menangani Luo BingYun yang masih mengamuk.


Mei Lian mengatakan pada semua orang bahwa orang itu memiliki gejala yang hampir sama dengan Luo BingYun meski kondisinya tidak separah Luo BingYun.


Mendengar hal itu Kepala Desa panik yang kemudian memohon ke Fang YingJun dan Zhang BingJie untuk membantu mendapatkan penawarnya, karena merasa iba, kedua pemuda itu pun setuju dan berniat menyusun rencana agar bisa masuk ke Bukit Luzhao.


Ke esokkan harinya Fang YingJun dan Zhang BingJie pergi ke sebuah tempat yaitu Restoran Xinyue yang tidak terlalu jauh dari Desa Luzhao.


Meskipun tidak terletak di Ibu kota, restauran itu cukup besar dan mewah. Beberapa kultivator dari sekte besar, bahkan bangsawan juga sering mengunjungi tempat itu.


"Apa kau yakin tempat ini?" Tanya Fang YingJun ragu, karena tempat yang di lihatnya berbeda dari bayangannya sebelumnya.


Zhang BingJie yang pernah ke tempat itu menganggukan kepalanya dengan yakin.


Mereka lalu masuk dan duduk di meja terdekat yang masih kosong, saat itu juga Fang YingJun terkesima melihat Restauran Xinyue yang berbanding terbalik dari yang dia lihat sebelumnya.


Karena saat dia memandangnya dari luar bangunan Restoran Xinyue tampak sangat sederhana, tapi jika masuk kedalam, restoran itu di penuhi dengan beberapa barang mewah, pelayan disitu juga nampak lebih berkelas dibandingkan pelayan dari restauran lainnya.


Tidak lama setelahnya seorang gadis belia menghampiri mereka, yang merupakan salah satu pelayan di Restoran Xinyue. Dengan tersenyum, dia menyodorkan menu makan ke depan Fang YingJun.


Saat itu juga Fang YingJun membelalakkan matanya, ketika melihat menu di depannya yang begitu mahal.


Bahakan untuk air putih biasa harganya lima kali lipat dari lainnya.


"Uhmm ... kami kesini tidak untuk makan, maksudnya___"


Tiba-tiba Zhang BingJie mengatakan sesuatu yang rumit dengan pelan, yang memang merupakan sebuah kode rahasia ketika seseorang ingin membeli informasi dari Restoran Xinyue, beberapa saat kemudian pelayan itu menganggukkan kepala dengan pelan.


Pelayan itu lalu mengantar mereka menaiki tangga. Setelah naik sampai lantai keempat, pelayan tadi berhenti di sebuah ruangan yang agak luas.


"Masuklah! sebentar lagi seseorang akan menemui kalian."


"Baiklah, terimakasih, " ucap Fang YingJun singkat.


Mereka lalu masuk dan duduk di sebuah kursi yang memang sudah di siapkan sebelumnya.


Fang YingJun memandangi di sekeliling ruangan itu. Terlihat ruangan itu tampak bersih dan di tata sedemikian rupa sehingga meninggalkan kesan mewah dan elegan, hanya saja ruangan itu begitu tertutup tanpa jendela atau sekadar lubang kecil.


Beberapa saat kemudian pintu terbuka menampilkan seseorang pria berumur sekitar tiga puluhan tahun. Dia berjalan ke arah dua kultivator tadi.


Dengan tersenyum ramah pria itu duduk di depan Fang YingJun dan Zhang BingJie, yang hanya di pisahkan oleh meja agak besar di tengahnya.


"Zhangda Guang ... suatu kehormatan bisa bertemu denganmu."


(Zhāngdà guāng 张大光  berarti Cahaya Agung Zhang yaitu julukan untuk Zhang BingJie, karena ia terkenal sebagai Bhiksu yang paling berbakat dan sering membantu tanpa memandang latar belakang, sekte, atau reputasi, sejak usia belasan tahun.)