
Terlihat di atas langit malam, bulan purnama bergelantungan di awan, membuat gelap gulita di Desa Beican samar-samar menampilkan siluet tengkorak yang tampak hancur berhamburan di setiap jalan, rumah yang sudah di tinggalkan menyisakan debu dan sarang laba-laba. Suara gagak terdengar beberapa kali memecahkan kesunyian.
Fang YingJun dan Zhang BingJie berusaha mengetuk beberapa pintu rumah, berharap seorang manusia membukanya meski dalam hati mereka itu tidak mungkin, karena di Desa Beican mungkin hanya dua pemuda itu yang pantas disebut manusia.
Setelah beberapa saat mereka memutuskan untuk masuk ke rumah yang sedikit lebih layak di banding lainnya. Dari luar rumah itu terlihat cukup besar.
Saat pintu itu baru dibuka, suara berderit mengerikan terdengar, namun dua pemuda tadi sama sekali tidak terlihat takut bahkan terlihat tenang dan biasa saja.
Pemuda berumur dua puluh lima tahun dengan pedang di belakang punggungnya mencoba mengeluarkan talisman dari kelepak jubah hitamnya, dan mulai membaca mantra di hatinya. Setelah itu kertas kecil yang dipegangnya terbakar perlahan, membuat cahaya api sedikit menerangi kegelapan, matanya terlihat mencari sesuatu yang akhirnya di temukan oleh laki-laki berjubah putih.
Temannya itu mengambil sebuah lilin lalu menyalurkan api dari talisman yang terbakar. Membuat lilin itu menyala terang.
"Wah, sepertinya ini dulu rumah orang terkaya di Desa Beican," ucap Fang YingJun sambil memegang tembikar perak yang tampak mahal.
Pemuda itu tersenyum cerah, membuat wajah tampannya terlihat manis dengan manik cerah yang terlihat seperti bintang-bintang di kegelapan.
Sedangkan Zhang BingJie masih mengamati sekitar. Lilin yang dipegangnya menyinari wajah tampannya, namun berbeda dengan pemuda tadi, dia terlihat tenang dan dewasa, auranya bahkan lebih cocok sebagai bangsawan di bandingkan seorang bhiksu.
"Zhang BingJie, apa kita akan bermalam di sini saja dan melanjutkannya besok?"
Zhang BingJie mengangguk pelan, lalu berjalan ke depan, diikuti temannya dari belakang. Baru saja menginjakan kaki ke tangga mereka mendengar suara di lantai atas, membuat mereka bergegas mendekati sumber suara. Namun mereka tidak menemukan apapun selain vas kosong yang baru saja terjatuh.
Fang YingJun memungut vas tersebut dan memandangi sebentar, lalu meletakkannya di sebuah meja kecil di sampingnya.
"Sama sekali tidak ada tanda-tanda kekuatan hitam, bagaimana bisa jatuh begitu saja?"
Belum sempat Zhang BingJie menjawabnya, mereka merasa ada bayangan hitam yang lewat di belakangnya, refleks mereka mengejar tapi tidak menemukan apapun.
Tiba-tiba tembikar yang sedikit besar dan terlihat tipis menggelinding menjauh dari mereka, sampai tembikar itu menabrak beberapa perabotan rumah. Pada akhirnya jatuh ke lantai bawah, tepatnya di aula tengah dan pecah menjadi tiga bagian.
Dua orang tadi turun hanya sekedar untuk memeriksa. Fang YingJun mengambil pecahan bagian tembikar yang tampak lebih besar, di bawahnya ternyata seekor kucing hitam dengan manik hijau menyala, kucing itu mulai meraung menampilkan gigi tajamnya. Cakarnya terlihat jauh lebih panjang dibanding kucing lainnya, namun kucing itu tidak berusaha mencakarnya dan hanya kabur melompat keluar lewat jendela di sebelahnya.
"Ternyata hanya seekor kucing liar." Ucap Fang YingJun sambil berdiri, kemudian duduk di kursi panjang di dekatnya.
"Entah kenapa hari ini aku sangat mengantuk" Ucap Fang YingJun sambil menguap beberapa kali, dia pun berbaring sambil memeluk pedangnya.
Disisi lain Zhang BingJie yang memang seorang bhiksu dari Biara Hongyun selalu tidur lebih larut meski juga harus bangun lebih awal. Namun kali ini dia juga tiba-tiba tidak bisa menahan matanya untuk tetap terbuka.
Dia lalu mendekati kursi panjang yang tidak jauh dari tempat Fang YingJun. Sebelum dia membaringkan tubuhnya, dia membersihkan kursi yang berdebu itu terlebih dahulu.
Di saat tengah malam angin kencang menyeruak masuk membuat lilin yang sedari tadi menyala menjadi padam dan juga beberapa jendela tertutup dengan keras, membuat dua pemuda itu terbangun secara bersamaan, mereka mendengar pintu berderit dan terasa seseorang baru saja membukanya.
Dua pemuda itu saling berpandangan sejenak, dan memutuskan untuk bersembunyi. Zhang BingJie berdiri sembunyi di balik vas bunga yang hampir setinggi dirinya, sedangkan Fang YingJun bersembunyi di balik kursi tadi dalam posisi merangkak.
Sekitar beberapa menit kemudian. Zhang BingJie meskipun keadaanya gelap, dengan kemampuannya seharusnya ia masih bisa melihat jika ada orang, namun ia tidak melihatnya.
Berbeda dengan biksu itu, Fang YingJun tidak terlalu tajam penglihatannya saat di kegelapan, namun jika ada seseorang, seharusnya dia bisa mendengar langkah kaki meskipun sangat pelan sekalipun, malahan dirinya merasa aneh.
Entah kenapa dia merasa ada sesuatu di bawahnya yang membuatnya merinding, namun jelas dia tidak pernah merasakan ini sebelumnya, karena dia tidak pernah takut dengan apapun.
Sejurus kemudian seseorang seperti memeluknya dari bawah dan tangan dingin tiba-tiba membelai wajahnya beberapa kali sampai ke leher dengan pelan dan lembut, membuat tubuh Fang YingJun terbujur kaku dengan nafas yang sedikit memburu.
Tidak lama setelahnya Zhang BingJie datang dengan lilin di tangannya dan langsung melemparkan talisman ke roh bergaun merah itu, yang langsung membuat roh itu terlempar agak jauh dari Fang YingJun.
Roh gadis berambut panjang yang berantakan, dengan kulit pucat itu mengerang kesakitan, menampilkan mulutnya yang tampak hitam. Terlihat tangannya berniat mencakar ataupun menyerang dengan kukunya yang panjang.
Melihat hal itu Fang YingJun terkejut.
"Cihh! roh jahat sepertimu ... beraninya kau mencoba menodai kesucian ku!" Bentaknya sambil menarik pedang dari selongsongnya dan bersiap untuk bertarung.
Roh jahat itu menyerang mereka berdua dengan brutal, meski dua pemuda itu menyerang secara bersamaan, namun hal itu tidak juga membuat roh bergaun merah merasa kesulitan di posisinya.
Meski punggungnya masih terasa sakit, dia langsung bangkit ketika melihat Zhang BingJie sedang dalam posisi yang tidak menguntungkan karena serangan roh jahat tadi.
Dia langsung membuat talisman dengan darah dari ujung tangannya yang baru saja dia gigit dan melemparkan ke arah roh gadis itu, melihat hal itu Zhang BingJie memperkuat mantra sihir dari talisman barusan, dengan membaca sutra yang membuat sinar emas ditangannya keluar menuju roh gadis tadi.
Setelahnya roh gadis itu mengerang kesakitan sampai kobaran api mulai membakar tubuhnya hingga tak tersisa.
Sambil memegangi pundaknya yang masih terasa sakit Fang YingJun mendekati Zhang BingJie.
"Ah, kenapa roh itu begitu kuat, kekuatannya seakan seperti iblis?!"
"Pasti ada sesuatu yang salah disini."
Mereka langsung saling memandang satu sama lain, lalu mengangguk pelan secara bersamaan. Zhang BingJie mengeluarkan sebuah botol kecil dan membukanya, perlahan sebuah asap hitam yang tidak terlalu besar melayang-layang dan terlihat sedang memandu mereka kelantai atas, yang memang merupakan serpihan kekuatan dari pecahan batu Wuxing.
Asap hitam itu memasuki ruangan yang mungkin dulunya adalah sebuah kamar utama yang cukup luas, dan asap itu mengelilingi ruangan itu seperti sedang mencari sesuatu.
"Kenapa hanya berputar-putar?" Ucap Zhang BingJie dengan suara pelan tapi tetap tegas.
" Apa mungkin kekuatannya terhalangi oleh sesuatu ... Hei! apa di guci itu ada araknya."
Fang YingJun mengambil guci arak yang berada di antara buku-buku di rak, namun guci itu seakan menempel ke rak, membuat ia mengambil dengan kedua tangannya yang secara tidak sengaja malah memutar guci itu. Sejurus kemudian sekotak lantai kayu yang di pijak Fang YingJun tiba-tiba terbuka membuatnya terjatuh kesebuah lorong yang gelap.
"Fang YingJun!" Teriak Zhang BingJie namun temannya itu masih berteriak, seakan menandakan lubang itu cukup dalam.
Meski ekspresi wajahnya tidak berubah seperti sebelumnya, dia jelas khawatir dengan temanya yang memang sangat ceroboh, saat itu juga lantainya tiba-tiba tertutup kembali. Dia langsung membuka seperti yang dilakukan Fang YingJun, tetapi lantai yang di bawahnya tidak juga terbuka.
Fang YingJun
Zhang BingJie
Yin Xia
Mei Lian
Xiao Yang
Note :
- Novel ini terinspirasi dari drama The Untamed tapi tenang saja alurnya akan sangat berbeda.
- Picture ( cover/cast ) by Pinterest & edit by Me.
- Bukan BL.
- Saya akan merasa senang jika seseorang mengkritik saya, dengan catatan kritiknya bersifat membangun ya ...
Xie xie😊