
Desiran angin malam membuat rambut dan jubah tipis mereka sedikit melambai-lambai. Suasananya begitu hening sampai suara nafas mereka juga terdengar dengan jelas, hal itu membuat Fang YingJun sangat tidak nyaman, dia melirik ke gadis di sampingnya, tatapannya terlihat lebih lembut dari yang sebelumnya dia lihat.
Fang YingJun berpikir gadis di sampingnya menyukai keheningan, jadi dia berusaha tidak mengatakan apapun, sebagai gantinya dia hanya bisa berteriak-teriak tidak jelas di dalam hatinya.
Setelah berjalan agak lama mereka akhirnya sampai, dari kejauhan mereka melihat seorang bhiksu dengan jubah putih yang bersandar di bawah pohon, api unggun di sampingnya sudah hampir padam karena semua ranting kayu sudah terbakar habis.
Fang YingJun segera berlari kearahnya. Dari dekat, dia melihat wajah tampan dan berkharisma yang biasa Fang YingJun lihat, kini berubah menjadi lembut dan pucat seakan tanpa darah di tubuhnya.
Yin Xia langsung memeriksa keadaan bhiksu di depannya. Dia mengerutkan keningnya, sedangkan ekor matanya menangkap ekspresi Fang YingJun yang sedang khawatir.
"Dia ... terkena racun Bunga phoenix." Ucap Yin Xia pelan.
"Bunga Phoenix? ... sejak kapan dia? ... kau mengetahui racun itu, kau pasti juga punya penawar racunnya kan."
"Bunga Phoenix ... sebenarnya adalah salah satu racun ciptaan ku, meskipun saat di periksa penyebaran racunnya lambat, tapi sebenarnya itu hanya ilusi. Tapi seumur hidupku aku tidak pernah membuat penawar racun untuk setiap racun yang ku buat. Jadi setiap orang yang terkena racun itu ... mungkin ... "Ucap Yin Xia meski wajahnya terlihat dingin, saat mengatakan itu jelas nadanya agak bergetar entah apa yang sedang dirasakannya.
"Lagian apa yang sebenarnya kalian lakukan disini, seharusnya kalian tau di bukit ini ada racun mematikan, setidaknya ... kalian tidak menyentuh sesuatu secara sembarangan." Ucap Yin Xia agak keras.
Mendengar kata-kata terakhir itu, membuat Fang YingJun merasa bersalah. Dia ingat bukan Zhang BingJie yang bertindak sembarangan tapi dirinya yang memetik bunga phoenix itu, dia juga mengingat saat Zhang BingJie tiba-tiba memegang pergelangan tangannya, dan menanyakan 'bagaimana perasaannya'. Saat itu Fang YingJun hanya tertawa dan mengatakan 'Apa maksudnya, aku baik-baik saja.'
Jadi mungkin saat tidur Zhang BingJie .... batinya dalam hati.
"Tapi setidaknya kau mengetahui racun itu dibuat bukan? aku memiliki teman dia ahli pengobatan, jika kau memberitahu pembuatan racun itu mungkin dia juga bisa membantumu." Ucap Fang YingJun.
"Lalu dimana temanmu?"
"Di Desa Luzhao." Mendengar Desa Luzhao, membuat Yin Xia mengingat satu hal.
"Ehm ... kau bisa berangkat dulu, di Bukit Luzhao ini aku pernah menemukan jamur Lingzhi berumur ratusan tahun, aku akan membawanya, aku rasa itu akan membantu pembuatan penawar racunnya."
"Baiklah!" Fang YingJun langsung membawa Zhang BingJie terbang menaiki pedangnya. Meski dirinya belum terbiasa menggunakan pedang barunya, tapi caranya terbang masih cukup baik dan stabil.
Setelah dua kultivator itu pergi Yin Xia kembali ke danau yang tadi, untuk mengambil jamur Lingzhi yang memang beberapa tahun yang lalu dia baru saja menemukannya, namun saat itu dia belum pernah mengambilnya karena dia tidak membutuhkannya.
Di sisi lain Fang YingJun baru saja sampai di Desa Luzhao, entah apa yang terjadi beberapa warga berkumpul padahal waktu itu masih gelap.
" Fang YingJun apa yang terjadi, kenapa dengan Zhang BingJie." Ucap Mei Lian yang paling pertama menyadari kedatangan Fang YingJun dan Zhang BingJie.
"Kau sebaiknya nanti periksa sendiri keadaanya." Sambil mengalungkan tangan Zhang BingJie ke pundaknya.
Mereka membawa Zhang BingJie ke sebuah ruangan yang memang sebelumnya sudah di sediakan oleh warga desa untuk mereka.
Sambil menunggu Yin Xia datang, Fang YingJun mengatakan Zhang BingJie seperti itu karena terkena racun dari bunga phoenix yang memang awalnya karena kecerobohan Fang YingJun sendiri.
Dari dalam mereka mendengar keributan yang di timbulkan warga, yang ternyata tadi mereka baru saja menangkap Luo BingYun yang berusaha kabur.
Karena keributan itu semakin keras Fang YingJun keluar dan melihat. Saat baru keluar dia memandang sejenak langit yang sudah memunculkan guratan warna jingga dan kuning, suara ayam jantan juga bersahut-sahutan seperti sedang berlomba-lomba menjadi yang paling keras, menandakan waktu itu fajar telah tiba.
Ketika hampir mendekati kerumunan warga yang ternyata sudah jauh lebih banyak dibandingkan saat dia datang, beberapa warga yang membawa keranjang juga ikut berkumpul ke kerumunan itu, lalu mereka mulai melempar sayuran dan buah-buahan yang hampir busuk ketengah-tengah kerumunan.
Karena penasaran dia berusaha menyelinap kerumunan itu, tidak butuh waktu lama untuknya sampai ke depan, karena tubuh rampingnya.
Saat baru sampai dia begitu terkejut melihat seorang kultivator dengan topeng menutupi wajahnya sedang melindungi dirinya sendiri dengan tangannya tanpa melawan.
Kultivator itu hanya mengatakan beberapa patah kata dengan suara berat khas laki-laki, namun Fang YingJun langsung menyadari kultivator itu tidak lain adalah gadis racun yang bernama Yin Xia, yang memang memakai topeng sama yang bisa memanipulasi suara.
Refleks dia berusaha melindungi gadis itu dan berusaha menghentikan tindakan warga, namun beberapa warga tidak menghiraukannya, sampai membuatnya hampir memeluk gadis itu, ketika melihat beberapa warga mulai melemparkan batu sekepalan tangan. Membuat tubuhnya beberapa kali terkena lemparan batu itu.
Fang YingJun begitu dekat dengan gadis itu sampai dia bisa mendengar detak jantung dengan frekuensi cepat, entah itu detak jantungnya sendiri atau Yin Xia yang terlihat agak ketakutan, dilihat dari tangannya yang gemetar.
Fang YingJun mengerti keputusan Yin Xia tidak menyerang balik kelakuan warga, meskipun itu bisa menyelamatkannya. Tentu saja dia juga tidak melakukanya karena yakin ada kesalahpahaman disini, sekaligus dia tidak mau melukai warga.
Fang YingJun berharap seseorang segera datang untuk melerai semua ini, karena tubuhnya mulai merasa perih terkena lemparan batu.
Benar saja seorang pria yang merupakan Kepala Desa Luzhao datang bersama Mei Lian dan melerai kerusuhan itu, setelahnya warga mulai berhenti melemparkan sesuatu kearah dua kultivator itu.
Saat itu juga Yin Xia mendorong pelan tubuh Fang YingJun, membuat Fang YingJun melepaskan tangannya yang masih memeluk gadis itu dengan canggung.
Seorang wanita yang merupakan ibu pemuda yang baru saja meninggal, menodongkan belati yang sama yang membunuh anaknya ke arah Yin Xia. Dia juga mengatakan kata-kata kebencian pada gadis di samping Fang YingJun.
Beberapa warga juga terbagi menjadi dua kubu di mana yang satu mendukung kelakuan ibu tadi, sedangkan kubu lainya berusaha melerai kerusuhan itu.
Fang YingJun segera mengatakan bahwa dirinyalah yang mengundang kultivator berjubah merah itu, untuk membantu beberapa warga yang terkena racun.
Ucapannya sama sekali tidak menegaskan bahwa seseorang disampingnya adalah seorang gadis, karena dia juga belum tau apa alasan di balik Yin Xia memakai topeng yang bisa memanipulasi suaranya agar terlihat seperti seorang laki-laki.
Setelah mengatakan beberapa hal akhirnya semua warga bisa kembali tenang, beberapa dari mereka kembali ke rumah masing-masing, sedangkan wanita tadi dibawa kerabatnya untuk menenangkannya.
Sebelum mereka masuk keruangan, pria yang berkedudukan sebagi Kepala Desa meminta maaf atas kelakuan warganya tadi ke Yin Xia dan Fang YingJun, sedangkan mereka hanya menganggukkan kepala ringan untuk menanggapinya.