
Saat beberapa kultivator disitu masih menunggu jawaban dari Yin Xia, dua kultivator dengan jubah berwarna biru laut yang sama dengan kultivator dari Sekte Yun Lian datang. Dimana mereka baru saja memasuki Desa Huanxi dan langsung mengetahui keberadaan rekan-rekannya saat melihat satu rumah yang lampunya menyala.
Mereka sebelumnya seharusnya ikut datang dengan Liu Changhai dan lainnya, tapi ketika ada kejadian aneh yang baru saja dilaporkan beberapa warga saat di perjalanan, jadi Liu Changhai memutuskan untuk menyuruh kedua kultivator tadi untuk memeriksa.
Kedua kultivator berumur tujuh belas tahun itu langsung memberi hormat pada kultivator yang di situ. Ketika kedua kultivator tadi ingin melaporkan kejadian kemarin, mereka sedikit ragu untuk mengatakannya karena melihat Fang YingJun dan lainnya. Liu Changhai langsung mengerti, dia lalu memberitahukan murid dari Sekte Yun Lian itu untuk langsung mengatakannya di depan mereka.
Seorang yang diketahui bernama Lu JingYi mulai menceritakan hal yang di temuinya,
"Kejadian aneh ternyata terjadi di kediaman Klan Chen. Saat pertama kali mendatangi tempat itu kami mengetuk beberapa kali di depan pintu gerbang Klan Chen tapi ..."
"Tapi apa! katakan yang jelas," ucap teman seperguruannya yang duduk tepat disebelah Liu Changhai dia adalah Ying Lin.
"Tapi tidak ada yang membukanya jadi kami memutuskan untuk membukanya secara paksa, anehnya pintu itu tidak bisa di buka mungkin seperti ada yang menyegelnya dari dalam. Saat kami memutuskan untuk memanjat pagar untuk melihat keadaan di dalam, kami menemukan beberapa orang masih di situ dan terlihat tidak ada keanehan kecuali tatapan mereka terlihat kosong," ucap Lan Jinzu cepat.
"Beberapa warga di sekitar menyuruh kami untuk menunggu sampai malam tiba, benar saja keanehan terjadi awalnya kami sedikit tidak sengaja untuk mendorong pintu gerbang tadi yang awalnya tidak bisa di buka tapi setelah pintu itu didorong kembali akhirnya bisa dibuka.
"Kami mencoba masuk dan mencari si pemilik rumah tapi kami tidak menemukan siapapun. Beberapa warga yang ikut bersama kami mengatakan tidak pernah melihat seseorang dari klan Chen keluar. Mereka juga mengatakan terakhir kali mereka melihat Chen Li baru saja pulang lalu setelah malam itu mereka seakan lenyap begitu saja."
"Apa kau menemukan sesuatu atau sejenis barang yang mencurigakan?" tanya Fang YingJun.
Sedangkan kedua kultivator itu hanya menggeleng kan kepala bersamaan.
"Menurutku hal yang tadi kami ceritakan adalah hal yang mencurigakan selepasnya aku tak menemui apapun," ucap Lan Jinzu.
"Ah, aku lupa mengatakan padamu," kata Lu JingYi dengan pelan sambil memandang kearah Lan Jinzu yang berdiri di dekatnya.
"Memangnya apa?" tanya Lan Jinzu.
"Lihat! aku menemukan sebuah belati beracun ini." ucap Lu JingYi sambil menyodorkan sebuah belati yang terbungkus kain tipis miliknya.
Yin Xia terkejut saat melihat belati itu lagi, tidak hanya dirinya tapi Fang YingJun dan kedua temannya juga begitu, tentu saja mereka tau itu adalah belati yang sama yang mirip dengan milik Yin Xia.
Liu Changhai yang menyadari keterkejutan mereka, langsung menanyakan, "Apakah kalian mengetahui tentang belati itu?"
"Bolehkah aku melihatnya lebih dekat," ucap Yin Xia.
Setelah melihat Tetua Liu mengijinkannya, Lu JingYi memberikan belati yang dibungkus kain kecil olehnya ke gadis berjubah merah tadi.
Yin Xia mencoba meneliti setiap inci belati tadi, benar dugaan awalnya, itu hanya belati yang mirip seperti yang dia temui di Desa Luzhao.
"Kenapa ada belati palsu milikku bisa berada di kediaman Chen?" Ucap Yin Xia pelan.
"Bagaimana Nona Yin."
Gadis itu lalu menjelaskan yang sebenarnya, lalu melempar belati itu ke sebuah potongan apel yang ada di tengah meja. Tidak lama setelahnya apel itu menjadi layu dan kemudian terlihat membusuk perlahan.
Apel itu juga menampilkan reaksi yang sama seperti apel yang di lempari belati tadi. Hal itu membuat semua kultivator di situ menyimpulkan bahwa jarum dan belati tadi memiliki racun dengan jenis yang sama.
"Tetua Liu apakah itu ada hubungannya dengan pembunuhan di Desa Huanxi?" tanya salah satu murid dari Yun Lian.
"Mungkin saja," jawab Liu Changhai sambil memikirkan sesuatu.
Setelah berdiskusi membahas kejadian tadi sampai tengah malam, mereka akhirnya memutuskan untuk membahasnya lagi lain kali, ketika beberapa kultivator muda dari Yun Lian terlihat sedikit mengeluh, meski mereka tidak mengatakannya secara langsung.
***
"YingJun ada apa denganmu?" tanya Zhang BingJie yang tadinya sedang membaca buku, sambil duduk di sebuah kursi kecil.
"Seharusnya tidak apa-apa ... tapi aku merasa kepalaku sedikit pusing."
Tidak lama setelahnya...
Arghhh!!!
Fang YingJun yang sebelumnya duduk di pinggiran ranjang kini dia terjatuh dalam posisi terduduk di lantai. Beberapa saat kemudian tangannya terlihat membuka pedang Lingchen dari selongsongnya.
"Zhang___Bing___Jie cepat! ikat aku!"
Zhang BingJie yang masih belum mengerti keadaanya terlihat bingung. Tapi ketika Fang YingJun tiba-tiba mengarahkan pedang yang di pegangnya dan terlihat ingin menyerang ke Zhang BingJie, bhiksu itu refleks menarik pedang yang ada di dekatnya dan segera menahan serangan pedang Fang YingJun.
"Fang YingJun apa yang kau lakukan?!" tanya Zhang BingJie melihat temannya yang terlihat aneh.
Fang YingJun tidak menjawab dan hanya mulai menyerang lagi dengan pedangnya. Meskipun Zhang BingJie bukan seorang kultivator pedang seperti Fang YingJun tapi dia cukup lihai dalam mengimbangi serangan Fang YingJun, membuat suara goresan dan tabrakan pedang terdengar sedikit keras.
"Fang YingJun!" ucap bhiksu itu sedikit lebih keras dari yang tadi.
"A___ku tidak bisa menahannya." ucap Fang YingJun terlihat sedang menahan tangannya agar berhenti, tapi hal itu terasa begitu sulit sampai-sampai ketika dia berbicara terlihat dengan jelas otot-ototnya.
Sambil menangkis serangan Fang YingJun, Zhang BingJie terlihat mengeluarkan Talisman pengusir roh jahat tapi hal itu tidak berhasil membuat Fang YingJun sadar.
Membuat bhiksu itu yakin bukan roh jahat yang merasuki Fang YingJun, karena dirinya yakin sekuat apapun roh jahat itu pasti akan terlempar secara paksa ketika seseorang melempar Talisman pengusir roh jahat kepadanya.
Saat itu juga Zhang BingJie berusaha mengikat Fang YingJun tapi tidak lama setelahnya, tali itu terlepas ketika Fang YingJun berhasil memotongnya dengan pedang Lingchen.
Melihat pertarungan itu benar-benar sulit untuk di hentikan di tambah ruangan yang cukup sempit untuk bertarung bahkan beberapa barang di dekatnya rusak membuat ruangan itu terlihat sedikit lebih berantakan dari sebelumnya. Zhang BingJie lalu memutuskan untuk pergi keluar lewat jendela. Hal itu juga di ikuti Fang YingJun.
Meski Fang YingJun sedari tadi memainkan pedangnya dengan gerakan mematikan tapi bhiksu itu terlihat hanya berusaha menangkis serangan itu tanpa berniat melukai Fang YingJun sedikitpun.