
Meski masih larut malam dua gadis itu masih berusaha memecahkan masalah penyakit Luo BingYun.
"Lihat! periksa yang ini!" Yin Xia mengulurkan ramuan yang baru saja di tumbuknya.
"Ini ... kenapa masih agak sama seperti yang tadi ... ah aku mengerti! mungkin harus menambahkan beberapa hal lagi. Aku yakin cepat atau lambat kita akan berhasil!" Ucap Mei Lian, maniknya berbinar dengan guratan senyum cerah di wajahnya.
Selesai mengatakan itu Mei Lian menambahkan beberapa tanaman herbal lain dan mulai mengaduknya hingga berbuih. Setelah beberapa saat dia menyelesaikannya dan meminumkan ramuan itu ke Luo BingYun.
Benar saja setelah beberapa saat mereka meminumkan ramuan itu ke Luo BingYun, mereka mendapati kondisi laki-laki itu perlahan membaik. Meski pria itu masih memiliki kondisi yang mengerikan dan belum sadar. Tetap saja kedua gadis itu merasa senang karena usaha mereka tidak sia-sia.
Saat Yin Xia sedang membereskan sesuatu dia mendapati Mei Lian tertidur dalam posisi duduk dengan kepala di atas meja, entah kenapa kata-kata gadis di depannya seakan terulang kembali. Dia lalu memandang sup yang sudah agak dingin itu, lalu mengambilnya dan memakannya diluar.
Gadis itu tersenyum ketika mendapati suasana yang begitu tenang, apalagi sambil menatap keatas langit malam. Tiupan angin seakan menjadi melodi lembut yang menyejukkan baginya.
Saat baru selesai menghabiskan supnya dia berbalik arah, tapi sekilas dia melihat seseorang dari kejauhan. Dia melihat kembali untuk memastikan, orang itu adalah Fang YingJun yang sedang melambai kearahnya. Gadis itu menatap sebal, lalu mengacuhkannya dan kembali keruangan tadi.
Namun baru saja ingin memakai topengnya kembali dia mendapati Mei Lian sudah ada di depannya dengan matanya yang memang agak bulat, terlihat tambah bulat ketika terkejut.
"J-jadi kamu...perempuan?!" Ucap Mei Lian masih terpaku menatap gadis di depannya.
Karena sudah terlanjur ketahuan, Yin Xia tidak berusaha menutupi nya lagi dan mengatakan,
"Memangnya aku pernah mengaku sebagai laki-laki?!"
"Pantas saja Fang YingJun terlihat aneh saat bersama denganmu." Ucap Mei Lian dengan sedikit pelan.
Yin Xia terlihat menautkan alisnya, "Apanya yang aneh?"
"Ah, sudah-sudah tidak usah memikirkan orang menyebalkan sepertinya ... kamu terlihat sangat cantik, kenapa memakai topeng jelek itu, sebenarnya apa yang kau lakukan di bukit Luzhao? dan seperti apa..."
"Entah kenapa kau terlihat seperti Fang YingJun kedua?" Ekspresi dinginnya terlihat jelas di wajahnya karena tidak lagi tertutup topeng.
Mendengar hal itu Mei Lian langsung mengerucutkan bibir indahnya karena kesal.
Sejak saat itu Mei Lian sangat senang ketika bisa menemui teman yang seumuran dengannya, dia bercerita banyak hal yang tentunya tidak bisa di ceritakan dengan Fang YingJun maupun Zhang BingJie. Setelah merasa dia telah cukup bercerita dia berganti menanyakan beberapa hal dengan Yin Xia.
Yin Xia yang selama ini tertutup dan tadi sempat menolak, akhirnya dia mau menceritakan beberapa tentangnya dan mengatakan alasan dirinya selalu memakai topeng seperti biasanya.
**
Kicauan burung di musim semi di tambah sapuan lembut sinar matahari menyadarkan kedua gadis itu, membuat bulu lentik mereka bergetar dan perlahan membuka tutup matanya. Dengan tatapan yang masih agak kabur mereka melihat beberapa orang berkumpul dan terlihat saling membisikan satu sama lain.
Saat Yin Xia berusaha mengingat apa yang sudah berlalu, dia terkejut saat melihat Fang YingJun tiba-tiba memiringkan kepalanya sambil tersenyum tepat di depannya meski itu tidak terlalu dekat.
Menyadari keterkejutan gadis berwajah galak dan dingin di depannya, dia kembali berdiri tegak, di sampingnya Zhang BingJie terlihat sudah baikan bahkan kulit pucatnya sudah kembali cerah seperti biasanya.
"Zhang BingJie! kau sudah sembuh?!" Mei Lian bangkit dan tersenyum, sedangkan bhiksu itu menganggukan kepala dan sedikit tersenyum dengan canggung.
Lalu dia memandang beberapa orang dan dia menyadari beberapa warga berbisik tentu saja karena mereka membutuhkan penjelasan bagaiman laki-laki yang terlihat menyeramkan dalam semalam berubah menjadi gadis cantik seperti Yin Xia.
Dengan wajah serius seperti biasanya Zhang BingJie berkata, "Nona Yin Xia, Mei Lian terimakasih telah membantuku," ucapnya ketika mengetahui beberapa hal, setelah Fang YingJun menceritakan semuanya.
Mei Lian tersenyum setelah mendengar kata-kata itu, sedangkan gadis di sampingnya hanya mengangguk pelan.
"Aku benar-benar tidak tau bagaimana harus berterima kasih kepada kalian, sekarang kondisi Luo BingYun juga sudah lebih baik dan warga lainya sekarang sudah sembuh total." Ucap si Kepala Desa dengan bahagia.
"Menolong orang sudah menjadi kewajiban bagi kami jadi tidak perlu berterimakasih." Ucap Mei Lian dengan lembut.
"Hah, jangan begitu, kami akan merayakan pesta kecil-kecilan, kalian ikutlah untuk menikmatinya"
"Ah, sayang sekali kami memiliki tugas yang masih harus diselesaikan, jadi saat ini juga kami harus melanjutkan perjalanan lagi." Ucap Fang YingJun.
"Baiklah ... aku tidak akan mempersulit kalian, sekali lagi terimakasih."
Saat itu juga para kultivator muda itu berjalan keluar, mereka berhenti ketika sudah di depan pintu gerbang Desa Luzhao.
"Yin Xia ikutlah bersama kami, kita..." Ucap Mei Lian.
"Tidak, aku berniat mencari orang di balik belati itu. Jadi sebaiknya kita berpisah disini." Potong Yin Xia.
"Baiklah" Ucap Mei Lian singkat.
Saat Yin Xia telah berjalan beberapa langkah Fang YingJun memanggilnya.
"Yin Xia! kami pasti akan bertemu denganmu lagi, sampai jumpa." Teriak Fang YingJun membuat gadis itu berhenti sejenak, lalu melanjutkan berjalan ke depan.
"Hei, sekarang kemana tujuan kita selanjutnya?" Tanya Fang YingJun.
"Kota Hua Yi." Jawab Zhang BingJie.
Mereka lalu berjalan menuju Kota Hua Yi. Meski bukan merupakan ibu kota dinasti Kekaisaran Qin, tapi kota itu cukup ramai dan sering di kunjungi beberapa kultivator atau bangsawan. Hal itu disebabkan karena kota Hua Yi terkenal dengan tempat berkumpulnya para pengrajin pusaka hebat di seluruh Dinasti Kekaisaran Qin.
Setelah berjalan agak lama, akhirnya mereka sampai di Kota Hua Yi, terlihat beberapa orang lalu lalang, pedagang yang berteriak memanggil pelanggan dan suara tempaan besi beberapa kali terdengar saling bersautan satu sama lain.
Fang YingJun berjalan lebih cepat ke depan sambil memandangi ke sekelilingnya dan beberapa kali mendatangi beberapa toko yang dia anggap menarik, tapi tidak untuk membeli, melainkan hanya untuk sekedar melihat-lihat.
"Awas! menyingkir lah ... beri jalan untuk tuan Putri," ucap beberapa prajurit yang berada di depan yang terlihat sedang mengawal sebuah kereta kerajaan dengan beberapa bendera Kekaisaran Qin.
"Tuan Putri? Entah tuan putri siapa yang di dalamnya." Gumam Fang YingJun.
Lalu seseorang di dekatnya menjawab. " Tentu saja Tuan Putri Qin Meiqi dia akan segera dijodohkan dengan bangsawan Lu."
"Qin Meiqi?!" Ucap Mei Lian.
"Betullah." Jawab orang yang tadi.
Fang YingJun menyadari sesuatu dan mengatakan ke temannya, "Sudahlah kita harus mencari tempat penginapan di sekitar sini." Ucap Fang YingJun ketika melihat langit hampir gelap menandakan akan segera turun hujan.