
Setelah kepergian kultivator dari Sekte HuangJin yang belum lama itu, keadaan yang semula genting sekarang sudah kembali normal seperti biasanya.
Beberapa tamu saling berbisik yang pastinya mereka sedang membahas tentang kejadian tadi.
"Keputusan yang diambil Wu Jiang Zhi cukup tepat, meski kedudukan sekte HuangJin masih bisa membuatnya percaya diri, tapi kekuatan dibalik Restoran Xinyue masih belum diketahui ... Eh menurutmu apa lencana itu benar-benar asli?" ucap Fang YingJun.
"Sepertinya memang asli, lihat! seseorang yang bisa mengumpulkan beberapa penjahat keji dan merubah sikapnya harusnya seseorang dibaliknya memang memiliki kemampuan yang tidak biasa." ucap Zhang BingJie.
"Apa kalian Tuan muda Fang dan Bhiksu Zhangda Guang." Ucap seorang wanita berumur sekitar dua puluhan tahun yang baru saja mendekat.
"Benar Nona," jawab Fang YingJun.
Wanita itu lalu memberikan sebuah botol kecil yang di dalamnya terdapat empat buah pil berwarna putih dan mengatakan beberapa hal ke dua kultivator tadi, setelahnya dia pergi, melanjutkan pekerjaannya lagi.
Setelah itu Fang YingJun dan Zhang BingJie keluar dan bergegas ke Bukit Luzhao.
Saat tiba di kaki Bukit Luzhao, matahari sudah hampir tenggelam, menunjukan langit akan semakin gelap. Dua pemuda itu mempercepat langkahnya agar bisa cepat ke atas bukit Luzhao.
Sebelum melewati wilayah terlarang, di mana kabut putih yang mengandung racun tercampur dengan udara, mereka memakan pil yang dibawanya dari Restoran Xinyue.
Dari kejauhan mereka melihat bayangan seseorang yang baru saja lewat. Mereka lalu mengikuti dari belakang, namun karena kabut racun yang agak tebal di tambah langit yang sudah gelap, membuat mereka kesulitan melihat wajah pemuda tadi.
Pemuda itu berjalan dengan santai, dan terlihat sedang menuju ke suatu tempat. Dari belakang Fang YingJun dan Zhang BingJie merasa cara berjalan dan bentuk tubuh pemuda itu mirip dengan seseorang yang di kenalnya, meski mereka belum terlalu yakin dengan hal itu.
Setelah cukup lama berjalan, akhirnya pemuda itu berhenti didekat sebuah pohon bunga phoenix, pohon itu tampak berbeda dari yang lain, jika pohon yang lain di Bukit Luzhao nampak hijau kekuning-kuningan dan sedikit layu, pohon bunga phoenix itu daunnya hijau segar dengan bunga merah yang cukup terang.
Ketika pemuda itu ingin membalikan tubuhnya, Fang YingJun dan Zhang BingJie sudah bersiap sembunyi agar tidak kelihatan.
Setelah beberapa detik Fang YingJun dan Zhang BingJie kembali menatap kearah pemuda tadi, namun pemuda tadi sudah menghilang.
"Apa dia sudah menyadari keberadaan kita dan pergi begitu saja?"
Bisik Fang YingJun dengan sangat pelan.
Mendengar itu Zhang BingJie hanya menggelengkan kepalanya dengan tidak yakin.
Karena takut pemuda itu menjebaknya agar mereka keluar dari persembunyian, dan pemuda itu akan menyerang saat mereka lengah atau hanya untuk mengetahui siapa yang telah mengikutinya.
Mereka memutuskan untuk tetap sembunyi. Namun setelah sekian lama mereka memutuskan untuk keluar, berpikir pemuda tadi belum mengetahui keberadaannya dan merekalah yang kehilangan jejak pemuda tadi.
Fang YingJun dan Zhang BingJie memandang di sekelilingnya, sambil berusaha mencari sesuatu seperti jejak kaki agar mereka bisa mengetahui arah pemuda itu pergi. Namun mereka sama sekali tidak melihat jejak kaki pemuda tadi setelah berhenti di dekat pohon bunga phoenix.
"Zhang BingJie mari kita istirahat di sana saja." Ucap Fang YingJun menunjuk kearah yang lebih terang karena di sinari cahaya bulan purnama.
Mereka mulai mengumpulkan ranting pepohonan untuk dijadikan api unggun.
"Zhang BingJie sudah berapa hari kita tidak makan ... seharusnya tiga hari bukan. Jika kembali ke Desa Luzhao aku ingin makan lebih banyak." Keluh Fang YingJun sambil memegangi perutnya.
Saat tengah malam Fang YingJun terbangun dari tidurnya karena tidak bisa menahan dinginnya udara di Bukit Luzhao.
Fang YingJun melihat Zhang BingJie duduk bersila sambil menutup kedua matanya, tentu saja dia tau kalau temannya sedari tadi tidak tidur melainkan sedang membaca sutra.
"Heshh dingin di bukit Luzhao ini sudah mencapai puncaknya atau masih akan lebih dingin dari sebelumnya." Keluhnya sambil menggosok- gosokan telapak tangannya dan berpikir semakin malam di Bukit Luzhao seakan semakin dingin udaranya.
Selesai mengatakan itu Fang YingJun mendengar Zhang BingJie terbatuk-batuk, dia lalu melihat kearah temannya. Dia baru menyadari wajah Zhang BingJie lebih pucat dari biasanya.
Tidak lama setelahnya Zhang BingJie memuntahkan darah merah kehitam-hitaman, membuatnya segera mendekati temanya itu.
"Zhang BingJie apa yang terjadi?! ... apa kau kelaparan?! lihat dirimu bahkan lebih menye...." Fang YingJun tidak melanjutkan omong kosong nya setelah memeriksa nadi di tangan Zhang BingJie.
"Bagaimana bisa ada racun di tubuhmu, kenapa kau tidak mengatakannya dari awal?!"
Zhang BingJie menatap Fang YingJun yang terlihat panik, penglihatan dan pendengarannya mulai kabur, sebelum menutup matanya dia mengatakan sesuatu dalam hatinya.
Jika aku tidak melakukannya, kau pasti lebih parah kondisinya dibandingkan dengan ku saat ini, batinnya.
"Tidaklah dia tau kalau aku sangat buruk dalam ilmu pengobatan, makannya Guru Fang mengirim Mei Lian denganku. Tapi sekarang Mei Lian tidak ada di sini, apa yang harus kulakukan?!."
"Tapi untunglah meski dulu aku sering membolos saat ada pengajaran ilmu pengobatan, tapi aku agak tau tentang racun, jadi aku tau racun di tubuhmu berjalan sangat lambat ... aku harus segera menemui orang itu!"
Fang YingJun meninggalkan Zhang BingJie yang masih belum sadar, dia pergi ketempat dimana pemuda tadi tiba-tiba menghilang, karena dia merasa ada suatu portal yang menghubungkan ke suatu tempat yang berbeda.
Benar saja, saat dia tidak sengaja menyentuh salah satu ranting di pohon bunga phoenix, yang memang nampak berbeda dari lainya, dia sudah berada di tempat yang berbeda.
Terlihat beberapa tumbuhan bunga berwarna-warni namun yang paling mendominasi warna merah dari bunga Phoenix yang sama seperti tadi.
Saat ingin melangkahkan kakinya, dia seperti menginjak sesuatu. Saat itu juga dia menyadari beberapa kerangka tengkorak berserakan di tanah, bahkan ada yang hampir menyatu dengan pohon yang menandakan tengkorak itu sudah lama berada di tempat itu.
"Sepertinya tempat ini bekas semacam kuburan atau mungkin peperangan kuno." Ucapnya sambil memeriksa tanah dan tulang yang berada di sekitarnya.
Samar-samar dia mendengar suara seruling, dia pun segera mencari sumber suara itu. Tidak lama setelahnya dia menemukan seseorang yang memang sedang bermain seruling di atas pohon, dibawahnya terdapat sebuah danau yang memantulkan bulan purnama dan bintang-bintang.
Fang YingJun masih mengintip di balik semak-semak, dia lalu melihat orang itu melepaskan penutup kepalanya dan hanya menyisakan topeng hitam yang terlihat menyeramkan.
"Apa yang sedang dia lakukan?" Tanyanya pada diri sendiri, ketika melihat orang itu berdiri sambil merentangkan tangannya dan dibalik topengnya, orang itu seakan sedang memejamkan matanya.
Benar saja seperti dugaannya, orang itu terjun kearah danau.
Di dalam air kultivator berjubah merah itu masih merentangkan tangannya sambil memejamkan matanya, suara orang masuk ke air membuatnya membuka matanya.
Dia terkejut saat seseorang meraih tangannya, dia berusaha memberontak tapi hal itu hanya membuat topeng yang dia kenakan terlepas dan jatuh kebawah.
Sekarang Fang YingJun lah yang terkejut melihat wajah dibalik topeng itu, tapi dia sadar mereka sedang berada di dalam air, lalu dia segera membawa orang itu kepermukaan air.