True Cultivators In The Mortal Realm

True Cultivators In The Mortal Realm
Chp. 21 - Mayat hidup



Karena menemui beberapa halangan di jalan Zhang BingJie dan kedua kultivator lainnya baru sampai di kediaman Klan Chen saat sudah sore, tetapi karena cuacanya yang masih buruk, seakan langit sudah mulai terlihat seperti malam.


Beberapa warga sudah mulai menyalakan lampunya tapi karena hujan yang tak kunjung reda itu membuat suasana di sekitar kediaman Klan Chen menjadi sepi. Ketiga kultivator tadi mulai masuk ke dalam, saat di halaman luar rumah yang memang cukup luas itu mereka tidak menemukan seseorang pun di sana.


Tempat itu juga gelap tanpa lampu sedikitpun jadi kultivator tadi berniat masuk kedalam untuk mengambil lilin atau semacamnya, tapi alangkah terkejutnya mereka saat di kegelapan, kilatan petir menampilkan beberapa orang yang tergantung di atas.


Mereka semua mati dan mungkin itu sudah cukup lama ketika melihat tubuh mereka sudah sangat pucat. Beberapa pertanyaan mulai mengisi pikiran ketiga kultivator tadi. Lalu mereka berusaha menurunkan mayat-mayat itu dan memeriksa kematiannya.


**


Mei Lian masih bersama anjing putih itu, dia memandangi lilin yang menyala di depannya, perasaan kesal, takut, kesepian mulai menyelimutinya. Hal itu terjadi karena sedari tadi Fang YingJun dan murid-murid dari sekte Yun Lian tidak kunjung kembali.


"Uh, teman kecil kenapa kau sangat lucu." ucapnya sambil tersenyum kearah anjing kecil tadi.


Raut wajah gadis itu berubah ketika mengingat sesuatu dan berkata, "Apa mereka sedang mengerjai ku ... iya! mungkin saja, Fang YingJun dan bocah-bocah itu kan ... awas saja ya jika kalian kembali." ucap gadis itu pelan dengan nada kesal.


"Mei Lian! kau tidak perlu takut lagian masih ada teman kecil bukan, " ucapnya menyemangati diri sendiri sambil mengelus bulu lembut anjing itu.


Dia lalu bangkit dari tempat duduknya sambil menggendong anjing kecil tadi dan tangan yang satunya membawa lilin di depannya. Gadis itu berjalan ke arah kamarnya sambil menunggu yang lainnya pulang, karena rumah yang dia tempati cukup luas dia tidak sempat mencari beberapa penerang lain membuat di sekitar ruangan itu tampak gelap.


Di sisi lain beberapa murid dari Sekte Yun Lian nampak terduduk di tanah dengan wajah gelap. Dua atau tiga dari mereka juga selalu mengeluh khususnya Lu JingYi yang sedari tadi mengeluh dan menyalahkan Fang YingJun.


Hal itu berawal ketika Fang YingJun membawa mereka di sebuah ruangan yang masih satu ruangan dengan yang sebelumnya. Saat itu Fang YingJun ingin menangkap beberapa angsa yang dia temui kemarin saat menelusuri ruangan itu.


Tapi karena beberapa murid yang sedikit ceroboh karena menyentuh sebuah mesin tersembunyi yang membuat mereka terjebak di sebuah lorong yang gelap dibawah tanah.


"Andai saja kita tidak mengikuti kultivator itu ...." Keluh Lu JingYi pelan.


"Hei, aku mendengarnya ..." teriak Fang YingJun yang memang tidak terlalu jauh dari mereka.


"Senior Fang apakah tidak apa meninggalkan kak Mei sendirian?" tanya Lan Jinzu.


"Tak apa, lagian Zhang BingJie dan lainnya seharusnya sudah pulang bukan."


"Jika memang belum juga tidak kenapa-kenapa, biarkan gadis itu terlihat seperti di kerjai." ucap Fang YingJun pelan sambil tersenyum.


"Ah, nyamuk-nyamuk ini!" ucap Ying Lin sambil memukul nyamuk yang hinggap di tangannya.


"Eh, lihat-lihat sini!" suruh Fang YingJun, obor kayu di tangannya didekatkan agar dia bisa melihat lebih jelas ke dinding depannya.


Murid-murid itu meskipun merasa lelah dan tidak bertenaga tapi mereka tetap melangkah mendekat ke arah Fang YingJun karena penasaran.


Sejak tadi Fang YingJun selalu meneliti setiap senjata yang diletakan di setiap dinding lorong itu. Jumlah senjata itu sangat banyak yang terdiri dari pedang, belati, golok, pisau dan lainnya.


Dia menebak dulu lorong ini merupakan sebuah tempat penyimpanan senjata yang sudah selesai dibuat dan jika dilihat dari rumah ini yang besar di tambah lorong bawah tanah yang menyimpan senjata yang begitu banyak, dia mengira rumah ini dulu adalah tempat berkumpulnya para pandai besi.


Saat dia meneliti dia menemukan sebuah belati yang sama seperti milik Yin Xia, entah itu asli seperti milik gadis itu atau yang palsu, yang jelas Fang YingJun tidak bisa membedakannya.


Tiba-tiba salah satu murid di situ berkata, "A-Aku tiba-tiba mendengar su-suara yang aneh dari arah sana." ucap pemuda itu dengan gagap, yang juga memiliki perangai paling penakut di banding murid lainnya.


" Senior Fang! Jangan seperti itu Sheng Huang ini memiliki pendengaran yang cukup baik, beberapa tetua di Sekte Yun Lian juga mengakuinya." ucap Jun Jie.


"Senior Fang, bagaimana jika kita memeriksanya terlebih dahulu." ucap Lan Jinzu pelan.


Fang YingJun menatap sejenak pemuda-pemuda di depannya sebelum mendekati arah yang ditunjukan pemuda yang bernama Sheng Huang tadi.


Dia mendekat yang juga diikuti para murid di belakangnya, yang ternyata suara itu berasal dari balik dinding lorong itu. Mereka semua langsung menempelkan salah satu telinga mereka ke dinding tersebut.


"Sheng Huang menurutmu suara apa itu," ucap Fang YingJun ke pemuda yang berada tepat disisi kanannya.


"I-Itu seperti suara beberapa jejak kaki yang sangat banyak tapi____suara itu aneh me-mereka bukan orang." ucapnya dengan ekspresi ketakutan.


"Betul mereka bukan manusia." ucap Fang YingJun sambil tersenyum.


"Lalu apa?!" ucap murid lainnya dengan kompak.


"Kita akan tau jika kita menghancurkan dinding ini," ucap Fang YingJun sambil mengetuk dinding tadi.


"Tidak! me-mereka tidak memiliki detak jantung, lagian jumlah mereka sangat banyak" ucap Sheng Huang dengan wajah yang pucat.


"Aih, kita baru saja menemukan jalan keluar, coba kalian pikirkan jika kita menelusuri lorong ini entah kapan akan menemukan jalan keluarnya lagian sangat tidak mungkin seseorang membangun pintu keluar jika disini...."


"Ah, aku mengerti cepat-cepat bersiap hancurkan dinding ini." potong Lu JingYi tidak sabaran.


Fang YingJun tersenyum lalu mengatakan " Ingat apapun yang terjadi kita tidak boleh terpencar dan kalian jangan ragu untuk menyerang."


"Senior Fang, kau sepertinya sudah tau, katakan saja kepada kami jangan membuat kami takut dan penasaran." ucap Jun Jie dengan kesal.


"Tenanglah, tak perlu khawatir hanya beberapa mahluk lambat."


Mendengar hal itu mereka langsung menghancurkan dinding itu, tidak lama setelahnya dinding itu hancur menampilkan lubang kecil yang bisa di masuki dua orang sekaligus. Karena di dalam lubang tadi gelap beberapa murid sempat menahan nafas ketika melihat sesuatu mulai mendekat kearah mereka dari kegelapan.


Ketika pandangan beberapa murid lurus ke depan tiba-tiba dari bawah seseorang merangkak sambil menggeram pelan. Membuat beberapa murid terkejut ketika mereka bisa melihat dengan jelas beberapa mayat hidup itu, sedangkan Fang YingJun tersenyum jahil melihat pemandangan di depannya.


Karena hal tadi murid-murid di situ terbagi menjadi dua bagian yaitu disisi kanan dan kiri, mereka juga mulai menyerang mayat-mayat hidup di depannya. Karena mayat-mayat itu bertambah banyak Fang YingJun yang sedari tadi melawan dengan talisman merasa kurang efektif.


Dia melirik Sheng Huang di sebalah nya, yang sedari tadi gemetar saat memegang pedangnya membuat pemuda itu menyerang tidak tepat sasaran bahkan hanya menggores tubuh mayat-mayat tadi.


"Berikan pedangmu saja, aku akan melindungimu!" teriak Fang YingJun.


"Memangnya dimana pedangmu, kultivator seperti mu tidak akan lupa membawa pedangmu kan." ucap Lu JingYi yang juga berada disebelah Fang YingJun.


"Aku meninggalkannya di kamar tadi." ucap Fang YingJun santai, dia mengambil pedang milik Sheng Huang dan langsung menebas mayat-mayat itu di depannya, sampai sekali tebasannya bisa memotong beberapa mayat sekaligus. Beberapa murid yang melihatnya juga terlihat tertegun sejenak sebelum mereka mulai menyerang kembali mayat hidup di depannya.


"Kenapa mayat para warga desa bisa menjadi mayat hidup seperti ini, seharusnya kemarin kita memakamkan begitu banyak mayat para warga desa bukan, entah kapan ini akan berakhir!" Keluh Lu JingYi dengan kesal.