True Cultivators In The Mortal Realm

True Cultivators In The Mortal Realm
Chp. 16 - Sarjana pedang?



Ketika berjalan cukup lama Zhang BingJie dan Mei Lian memasuki sebuah ruangan yang tidak terlalu besar. Beberapa saat setelahnya Zhang BingJie merasa mendengar suara seperti desisan beberapa kali.


"Aaahh mahluk apa ini!" teriak Mei Lian sambil berusaha menjatuhkan ular berbulu yang tiba-tiba di tangannya.


Karena ular itu tidak mau pergi bahkan terlihat ingin menggigit tangan Mei Lian. Zhang BingJie langsung membantu membuang ular tadi hingga terlempar agak jauh.


"Lihat! ularnya juga bisa terbang!" Ucap Mei Lian terkejut saat melihat ular yang tadi, terbang kearahnya, melihat hal itu Zhang BingJie langsung membunuh ular itu dengan talisman.


Saat itu juga dari sudut-sudut ruangan terlihat ular yang seperti tadi mulai muncul dalam jumlah yang banyak bahkan mencapai ratusan. Tidak berpikir lama Zhang BingJie menarik lengan jubah Mei Lian dan membawanya lari ke depan.


Uh, bhiksu ini benar-benar ... kenapa harus menarik lengan jubahku, apa susahnya menarik tanganku, batin gadis itu.


Disisi lain Fang YingJun bangkit sambil sedikit menahan rasa sakitnya. Karena sejauh mata memandang Fang YingJun hanya memandang kegelapan, dia lalu memutuskan untuk mengambil talisman di kelepak jubahnya lalu membaca mantranya, setelahnya api perlahan membakar talisman tadi, membuat dia sedikit bisa melihat beberapa hal. Dia kemudian mengingat sesuatu.


"Yin Xia! kamu dimana?!" teriak pemuda itu.


"Yin Xia! ... Yin ... Ah apa gadis itu sudah dimakan hantu." Ucapnya pelan sambil memundurkan langkahnya.


Setelah beberapa saat Fang YingJun merasa menabrak sesuatu dari belakang dan saat dia membalikan badannya kebelakang, ternyata itu adalah Yin Xia. Di belakang gadis itu Fang YingJun melihat sebuah tempat penerang kuno yang dapat merambatkan api. Lantas dia menaruh talisman yang terbakar. Saat itu juga kobaran api itu merambat di setiap pinggiran dekat dinding. Membuat ruangan luas itu terlihat sangat jelas.


Fang YingJun mendekat kearah beberapa peti mati yang tertata rapi di tengah-tengah ruangan itu.


"Apa ini ruangan utamanya?" tanya Yin Xia memandangi peti mati itu.


"Entahlah ... tapi dilihat dari peti matinya yang cukup mewah, seharusnya memang di sini. Eh, kenapa yang itu kosong." Ucap Fang YingJun sambil menunjuk salah satu peti matinya..


Yin Xia mendekati peti mati yang dari jauh nampak terbuka dan benar kata Fang YingJun di dalam peti mati itu tidak ada apapun.


"Hei aku baru menyadari peti mati ini terlihat jauh lebih besar dari lainnya, tunggu ... jangan-jangan ..."


"Kau mengira ini peti mati Wang Meng?" Tebak Yin Xia cepat.


"Benar sekali!" Jawab Fang YingJun.


Tiba-tiba suara menggerikan dan menggelegar terdengar dari sudut ruangan itu. Membuat kedua kultivator itu kompak memandang kearah sumber suara tadi.


"Yin Xia seharusnya kau tidak memanggil namanya tadi." Ucapnya tersenyum pahit sambil menarik pedang Lingchen dari selongsongnya.


Setelahnya Wang Meng berlari dengan marah ke arah mereka. Yin Xia berusaha sedikit menjauh dari pertarungan itu agar tidak membahayakan dirinya, dia melihat pertarungan itu berbeda jauh dari sebelumnya, lalu dia memicingkan matanya memandang kedua lengan Wang Meng. Terdapat bercak-bercak merah dan beberapa bahkan hampir membusuk.


Ah, aku mengira seseorang telah berhasil memecahkan rekor karena bisa membuat racun terbaikku tidak berpengaruh apa-apa, untungnya itu tidak terjadi meskipun penyebaran racun pada tubuh Wang Meng agak lambat, batin gadis itu.


Setelah beberapa jam Fang YingJun merasa tengannya terasa pegal karena sedari tadi memainkan pedangnya tanpa henti. Beberapa saat setelahnya Wang Meng kini telah kehilangan kedua tangannya yang terpotong oleh pedang Lingchen, beberapa sayatan pedang, yang cukup dalam juga membuat tubuh Wang Meng berlumuran darah.


Yin Xia langsung kearah Fang YingJun saat Wang Meng melangkah mendekati pemuda itu. Ketika sudah sangat dekat tiba-tiba tombak Zhongxian terbang dan menembus seragam besi dan menusuk perut Wang Meng.


"Zhang BingJie, kau datang di waktu yang tepat!" Ucap Fang YingJun tersenyum senang.


"Kau ... tidak apa-apa kah?" tanya Yin Xia agak ragu.


"Aku tidak apa-apa." Fang YingJun bangkit.


Sedangkan Zhang BingJie telah mencabut tombaknya yang tertancap ke perut Wang Meng namun Wang Meng terlihat masih berdiri dengan tegak dan mulai menyerang Zhang BingJie.


Tiba-tiba saja peti mati yang tadi di tabrak Fang YingJun terbuka, hal itu membuat Mei Lian berlari kedekat Yin Xia karena ketakutan. Tidak lama setelahnya seseorang berumur tiga puluhan tahun dengan pakaian layaknya seorang raja bangkit sambil memegang pedang ditangannya.


Melihat Wang Meng yang keadaanya sedikit memprihatinkan, laki-laki tadi langsung mengerti keadaanya jadi dia mulai menyerang Fang YingJun yang berdiri tidak jauh darinya.


Setelah bertukar serangan beberapa kali, Fang YingJun menyimpulkan permainan pedang lawannya cukup tinggi tapi masih sedikit dibawah kemampuan pedangnya. Jadi tanpa menunggu waktu lama Fang YingJun berhasil menggoreskan pedangnya ke lawannya membuat darah merah menetes kebawah.


Tiba-tiba orang itu berlari kearah Mei Lian dan Yin Xia sambil mengarahkan pedang ke depan leher kedua gadis tadi. Kedua gadis itu tidak bisa bergerak karena jika bergerak sedikit mungkin pedang yang sekarang menempel di leher mereka akan melukainya.


Laki-laki itu tertawa namun dia lebih mirip seperti manusia biasa dibandingkan Wang Meng yang terlihat seperti monster. Sedangkan Fang YingJun mengernyitkan dahinya.


"Kau ... seharusnya si pemuda sarjana, kenapa kau berpura-pura menjadi seorang raja!?" Ucap Fang YingJun sambil menatap tajam kearah laki-laki itu.


"Kau menyadarinya?" laki-laki itu tersenyum licik.


"Permainan pedangmu cukup tinggi!" Ucap Fang YingJun dingin.


Fang YingJun mencoba mengulur waktu, tapi sayangnya laki-laki tadi beberapa saat kemudian mengetahui rencananya. Namun hal itu tidak membuat rencana Fang YingJun gagal.


Diam-diam Yin Xia telah melemparkan jarum beracun, setelah laki-laki tadi sudah memunculkan reaksi dari racunnya kedua gadis itu segera menjauh secara tiba-tiba, sedangkan Fang YingJun mulai menyerang kearah laki-laki tadi dengan pedangnya.


Sampai laki-laki itu terjatuh dengan lutut menempel di tanah, dia mencoba menahan tubuhnya dengan pedang di tangannya. Laki-laki itu memandang kearah Wang Meng. Laki-laki itu juga terlihat ingin mengatakan sesuatu tapi cairan darah memenuhi mulutnya, membuatnya hanya mengeluarkan darah ketika membuka mulutnya.


Wang Meng yang memang sudah terjatuh di tanah dengan kondisi yang sangat memprihatinkan juga memandang kearah laki-laki tadi, mulutnya terlihat bergerak-gerak seperti ingin berbicara tapi tidak bisa, seakan ada sesuatu yang menahan suaranya keluar dari tenggorokannya.


Ketika Wang Meng sudah tidak bergerak lagi dan hanya menatap kosong kearah tadi, laki-laki yang juga sedang sekarat langsung terjatuh dalam posisi tengkurap perlahan matanya mulai menutup. Setelah itu suara hening menyelimuti ruangan tadi.


Karena kekuatan serpihan batu Wuxing mulai bereaksi , para kultivator itu berniat pergi, namun sebelum memutuskan untuk pergi Zhang BingJie dan Fang YingJun meletakan Wang Meng dan laki-laki tadi ke peti mati mereka masing-masing.


Mereka berpikir tidak layak jika meninggalkan mayat tadi begitu saja dan lagian mereka juga tidak pernah tau fakta yang sebenarnya dibalik kedua orang tadi.