True Cultivators In The Mortal Realm

True Cultivators In The Mortal Realm
Chp. 13 - Makam kuno



Tetesan embun membuat dedaunan tampak basah, guyuran hujan kemarin juga membuat udara terasa sejuk dan bersih, meski matahari belum muncul beberapa orang terlihat sudah meramaikan jalan.


Fang YingJun dan lainya sudah berada di luar penginapan dan bersiap pergi ke sebuah makam kuno yang ada di Hua Yi. Banyak yang mengatakan makam itu adalah makam seorang jenderal perang yang sangat hebat tapi tidak sedikit juga orang mengatakan makam itu adalah makam seorang kaisar muda di Dinasti Yin.


Setelah berjalan cukup jauh dari tempat penginapan akhirnya mereka bisa melihat sebuah gua yang tertutup dan hanya menyisakan lubang yang tidak terlalu besar maupun kecil. Orang-orang Hua Yi mengatakan makam kuno itu pertama kali ditemukan oleh Klan Chen yang memang terkenal selalu menjelajahi makam kuno, namun ketika beberapa orang dari Klan Chen memasuki makam itu setelahnya tidak ada satupun orang yang keluar. Hal itu membuat orang-orang yang tersisa dari Klan Chen penasaran sehingga mereka masuk ke makam itu. Setelah beberapa hari mereka juga tidak pernah keluar sampai saat ini. Karena hal itu orang-orang Hua Yi tidak ada yang memasukinya lagi kecuali beberapa kultivator atau perompak makam yang nekat.


Fang YingJun dan lainya mulai memasuki gua itu, meskipun gua itu tertutup tapi ketika mereka berjalan lebih jauh, gua itu sudah tidak lagi gelap melainkan beberapa cahaya samar berwarna hijau menghiasi langit-langit gua.


"Indahnya ... sebenarnya benda apa itu?" Mei Lian tersenyum sambil memandang ke atas.


"Itu ... seharusnya giok yang berwarna hijau, aku pernah mendengar beberapa orang zaman dulu bisa membuat giok menyala seperti itu." Jawab Fang YingJun.


"Berhati-hatilah banyak jebakan di sekitar sini!" Ucap Zhang BingJie ketika mengamati di sekelilingnya.


Fang YingJun dan Mei Lian juga baru menyadari di sekitar mereka terdapat beberapa tengkorak berserakan dengan beberapa anak panah yang tergeletak tidak jauh.


"Ikuti aku," kata Zhang BingJie mulai berjalan ke depan.


"Eh, Fang YingJun apa yang kau lakukan, biarkan aku yang di tengah."


"Bilang saja kau takut."


"Kamu ...." Mei Lian terlihat geram tapi dirinya sadar untuk segera mengikuti Zhang BingJie sedangkan Fang YingJun mengalah dan berjalan di belakangnya.


Zhang BingJie yang berjalan di depan tiba-tiba berhenti dan membungkuk ke bawah.


"Ada apa?" tanya Fang YingJun heran.


"Darah." Jawab bhiksu itu singkat.


"Sepertinya sudah ada seseorang yang mendahului kita."


"Lihat ada mayat di situ!" Mei Lian mengacungkan jari telunjuknya ke arah mayat yang hampir membusuk yang tidak jauh dari mereka.


"Dari penampilannya seharusnya dia adalah perompak makam ... eh, lihat tangannya!" Fang YingJun menemukan tangan mayat itu terdapat beberapa luka kecil yang memerah.


"Jangan disentuh!" Larang Zhang BingJie ketika Fang YingJun berniat memeriksa kematian mayat di depannya.


Saat itu juga dia mengerti alasannya meski rasa penasaran nya memberontak di pikirannya, tapi dia segera mengurungkan niatnya.


Mereka melanjutkan lagi, saat berjalan beberapa langkah mereka berhenti di depan tiga pintu yang nampak sama.


"Bagaimana ini, jika kita memasuki di pintu yang salah mungkin ...." Ungkap Mei Lian yang terlihat tampak khawatir, sedangkan dua pemuda di sebelahnya seperti sedang mencari sesuatu.


"Tidak ada yang benar." Ungkap Fang YingJun ketika melihat keanehan di pintu tersebut.


Sambil berjalan ke depan, " Kedua pintu yang ada di pinggir semuanya palsu, jadi hanya pintu itu yang nyata." Fang YingJun menunjuk pintu di depannya yang berada di tengah-tengah.


Mendengar itu Zhang BingJie menatap dengan teliti ketiga pintu itu dan mengatakan, " Benar! tapi bukan berarti pintu itu yang benar." Ucapnya ketika dia menyadari pemakaman itu menggunakan seni Feng shui kuno.


Fang YingJun yang sepemikiran dengan Zhang BingJie lalu menemukan sebuah lubang di balik patung di dekat dinding sampingnya. Dia mendekat ke lubang itu di ikuti yang lainnya. Fang YingJun dan Zhang BingJie saling berpandangan lalu mereka mengangguk pelan dan memasuki lubang itu di ikuti Mei Lian dari belakang.


Suara melengking tiba-tiba memekakkan telinga mereka, refleks mereka menutup telinganya masing-masing. Beberapa saat kemudian suara itu hilang. Mereka memutuskan berjalan lagi ke depan terlihat dari samping kanan kiri mereka terdapat patung seperti prajurit yang membawa beberapa senjata yang berbeda-beda.


Zhang BingJie membuka botol yang berisi serpihan kekuatan bau Wuxing yang mulai beraksi. Asap hitam itu membawa mereka ke depan pintu gerbang setinggi empat kaki. Karena tertutup Fang YingJun mendorong pintu itu. Setelah terbuka mereka segera masuk, saat itu juga sebuah pedang melesat ke arah mereka namun pedang itu segera ditangkis Fang YingJun.


Dari kejauhan di sebuah lorong yang gelap terlihat seseorang mulai mendekat. Fang YingJun dan Zhang BingJie juga ikut mendekat ke depan di ikuti Mei Lian di belakangnya.


Ketika mereka hanya berjarak beberapa langkah, Fang YingJun berkata, " Ternyata kau?!"


Yin Xia memegangi pinggir perutnya yang basah karena jubahnya berwarna merah seseorang akan sedikit kesulitan melihat apakah itu darah atau bukan, tapi ketika melihat wajah Yin Xia yang kesakitan itu sudah jelas menandakan dia sedang terluka.


Fang YingJun refleks ingin menangkap tangannya ketika gadis itu mulai terjatuh, namun belum sempat melakukannya dia sudah di dahului Mei Lian.


Mei Lian menyandarkan tubuh gadis itu ke tiang yang besar, tepat di sebelahnya dan mulai memeriksa gadis itu yang tidak sadarkan diri. Di sekujur tubuh Yin Xia terdapat beberapa sayatan pedang, hal itu membuat darah segar keluar dari kulitnya yang mulus.


"Dia mengeluarkan begitu banyak darah, aku akan mencoba ... ehmm pergilah!"


"Apa?" tanya Fang YingJun dengan polos, sedangkan Zhang BingJie sudah langsung pergi ke sisi lainnya.


Belum jadi Mei Lian ingin mengatakan sesuatu Fang YingJun segera pergi dan mengatakan 'Ah, aku mengerti.' Dia lantas menghampiri Zhang BingJie yang sedang melihat lukisan besar di dinding.


"Apa yang kau lihat?"


"Lukisan kuno ini menggambarkan kehidupan pada masa itu, tapi lihat ke gambar itu!" ungkap Zhang BingJie.


Fang YingJun melihat gambar yang ditunjukan temannya, dia melihat gambar itu dengan beberapa orang yang berkerumun yang sedang memandangi sebuah lubang besar di tanah dan di dalam lubang yang tidak terlalu dalam itu terdapat sebuah benda berbentuk bulatan yang tidak terlalu rata.


Alis Fang YingJun terlihat agak saling menaut, bola matanya bergerak-gerak terlihat sedang mencari sesuatu yang bisa menjelaskan gambar di depannya, tapi sayangnya tidak ada satu pun kata yang dia temui.


Ketika mendengar suara Mei Lian yang sedang mengintrogasi Yin Xia, kedua pemuda itu memutuskan kembali ke tempat tadi.


"...Yin Xia apa yang sebenarnya terjadi denganmu?... bagaimana kamu bisa ada disini?" tanya Mei Lian namun gadis itu tidak menjawabnya dan hanya menatap ke sekitar tempat itu. Lalu Yin Xia langsung ingat dia masih di tempat yang sama seperti sebelumnya.


Sambil kesakitan dia berusaha berdiri dan mengatakan, "Cepat! pergi dari tempat ini!"


"Kenapa?" tanya Fang YingJun karena penasaran.


Mei Lian tiba-tiba melihat sesuatu "I-itu di-di belakang kalian." Ungkap Mei Lian dengan ketakutan, hal itu membuat Fang YingJun dan Zhang BingJie kompak membalikan badannya.