True Cultivators In The Mortal Realm

True Cultivators In The Mortal Realm
Chp. 27 - Anggota Jiu Xiu



Laki-laki yang tadi menyerang Fang YingJun terkejut seketika ketika merasa orang yang baru saja datang seakan bisa melihat dengan jelas meski asap tebal tadi masih ada.


Dua orang itu langsung bertarung, setelah beberapa saat laki-laki itu menyimpulkan kekuatan seseorang yang baru saja datang memiliki kekuatan spiritual dan kemampuan permainan pedang yang satu atau dua tingkat lebih rendah dari pemuda tadi, tapi jika di bandingkan dengan pemuda tadi, dia bisa meninggalkan luka di tubuhnya dengan begitu mudahnya padahal caranya bermain pedang masih menggunakan strategi yang sama saat mengalahkan pemuda tadi.


"Siapa kau sebenarnya," ucap laki-laki yang dipanggil delapan dalam kelompok pembunuh bayaran Jiu Xiu.


Laki-laki tadi baru saja menjauh untuk menekan luka yang baru saja dibuat seseorang yang ada di depannya, yang memang dia tau lukannya mengandung racun yang cukup tinggi.


"Seseorang yang kau kenal," jawab nya dengan nada dingin.


Laki-laki itu agak terkejut ketika mendengar suara perempuan yang menjawabnya, dia lalu berusaha mengingat kembali kultivator perempuan yang dulu pernah di temui nya tapi sayang sekali dia tidak bisa menemukan seseorang yang mirip dengan cara bertarung perempuan di depannya.


Perempuan itu tidak lain ialah Yin Xia, yang memang sudah menyadari keberadaan laki-laki itu dari awal mereka bertemu. Yin Xia memang tidak sehebat Fang YingJun dalam bermain pedang tapi dia mengingat setiap gerakan dan cara bertarung laki-laki di depannya.


Setelah berhasil menekan racunnya agar lebih lambat menyebar, laki-laki itu menyerang dengan kesal ke lawannya dan tidak lama setelahnya dia memutuskan untuk pergi. Yin Xia juga tidak berniat membuat orang itu pergi hidup-hidup jadi dia mengejar laki-laki itu dan hanya menyisahkan Fang YingJun yang masih tidak sadarkan diri.


Meski kekuatan spiritual Yin Xia tidak sekuat yang dulu gadis itu tetaplah gadis yang sama sebagai salah satu kultivator racun yang terkenal, meski bukan di kenal sebagai Yin Xia yang seperti sekarang.


Sekuat apapun laki-laki itu berlari dia tetap tidak bisa lolos dari Yin Xia, gadis itu baru saja melemparkan sebuah belati beracun andalannya. Laki-laki itu berhenti seketika karena tidak bisa menahan reaksi racun yang tadi maupun yang baru saja mengenainya.


Tepat setelah itu Yin Xia berhasil menusukan pedangnya sampai menembus tubuh pria itu. Laki-laki itu melihat dengan jelas wajah seorang gadis yang berhasil menghabisinya, dengan nafas yang sudah berada di tenggorokan nya, pria itu menanyakan sesuatu dengan terbata-bata.


"Si-apa k-kau___"


Yin Xia yang memang berjarak dekat dengan laki-laki itu langsung mendekat ke telinga laki-laki tadi sambil membisikkan sesuatu yang membuat mata laki-laki itu membulat seketika, setelahnya Yin Xia mencabut pedang yang masih menusuk laki-laki tadi yang langsung membuat tubuh laki-laki itu terjatuh ke tanah.


Setelah gadis berjubah merah itu membunuh tanpa ekspresi, dia memandang dingin ke arah orang tadi.


Semuanya kau yang mengawali dan telah melanggarnya bukan, batinnya.


Setidaknya dia cukup baik hati tidak membiarkan laki-laki itu terus-menerus merasakan kesakitan yang di timbul dari racunnya itu. Tidak seperti dulu yang tidak punya perasaan sedikitpun, semua itu di awali dari gurunya yang mengajarkan semua hal-hal yang tidak jauh dari kata kejam. Ketika mengingat gurunya kembali dia sedikit tersenyum miring. Lalu kembali tanpa ekspresi seperti tadi.


Dia lalu berniat pergi sambil memegang pedang yang berlumuran darah. Baru tiga langkah, seseorang memanggilnya dari arah belakang. Dia pun tanpa ragu untuk membalikkan tubuhnya. Orang yang memanggilnya dari belakang ialah Fang YingJun yang baru saja di selamatkan Zhang BingJie.


Zhang BingJie melihat salah satu pembunuh bayaran Jiu Xiu yang seluruh tubuhnya tidak bisa dikenali lagi, sedangkan Fang YingJun mendekat ke arah Yin Xia dengan tatapan yang belum pernah Yin Xia lihat sebelumnya.


Yin Xia sudah menyiapkan hal ini sebelumnya jadi dia tidak terlalu khawatir. Tapi ketika Fang YingJun hanya berjarak beberapa langkah dia malahan merubah ekspresinya seperti biasanya, sambil memamerkan gigi putihnya dan tentu saja membuat gadis itu tidak habis pikir bagaimana ada seseorang seaneh itu di dunia ini.


Yin Xia pun terlihat polos seperti perumpamaan seorang anak yang di marahi tadi, tentu saja karena dia masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


"Kau ingin tau bagaimana membersihkannya ... bakar saja," ucap gadis itu datar dengan tatapan dingin yang langsung membuat Fang YingJun berhenti bicara dan menelan ludahnya sendiri.


Setelah mengatakan hal tadi Yin Xia mendekat ke arah Zhang BingJie yang memang sedang mengamati mayat laki-laki tadi. Dari arah belakang gadis itu bisa menyadari Fang YingJun berjalan mengikutinya dari belakang.


"Nona Yin ...." Ucap Zhang BingJie.


"Aku mengerti, aku akan menjelaskannya," potong gadis berjubah merah itu.


"Sekelompok orang tadi bukan pembunuh bayaran Jiu Xiu mereka ialah Jiu Xiu yang palsu, kecuali orang ini," gadis itu menunjuk mayat di depannya.


"Kenapa?," tanya Fang YingJun singkat.


Gadis itu tidak menjawab melainkan menyentuh kelepak mayat tadi dengan kakinya dan meminta seseorang mengambil sesuatu di tempat yang dia tunjukan.


Fang YingJun yang memang yang paling dekat di arah kelepak jubah mayat tadi langsung mengambilnya. Dia menemukan sebuah lencana giok yang memang sangat mirip dari lencana Jiu Xiu.


"Orang sepertinya tidak akan pernah membocorkan apapun tentang Jiu Xiu, jika aku tidak membunuhnya dengan racun mungkin aku akan kesulitan menghadapi kelicikannya, dia bisa saja kabur dan melanjutkan rencananya ..." ucap Yin Xia memikirkan alasan laki-laki itu membuat sekelompok pembunuh bayaran Jiu Xiu yang palsu.


Fang YingJun dan Zhang BingJie juga memikirkan hal yang sama seperti Yin Xia.


"Oh, betul lah Zhang BingJie bagaimana sisanya?" tanya Fang YingJun sambil menatap bhiksu itu.


"Beberapa ada yang terbunuh, dan beberapa ada yang sampai bunuh diri jadi aku dan Tetua Liu mengikat orang-orang tadi," jawab bhiksu itu.


"Kalau begitu kita harus ke sana!" ucap Fang YingJun yang langsung membuat Zhang BingJie pergi.


Fang YingJun memandang Yin Xia, dan gadis itu mengatakan, " Setelah menyelesaikan mayat ini, aku harus kembali ke desa tadi."


"Baiklah," Fang YingJun langsung pergi, sebuah pertanyaan tiba-tiba terpikirkan olehnya, "Apa dia benar-benar ingin membakar mayat tadi, jika iya dalam hidupnya pasti sudah melewati berbagai hal yang tidak biasa," ucapnya pelan pada diri sendiri.


Yin Xia yang memang serius ingin membakarnya langsung melakukan sesegera mungkin, membakar mayat yang terkena racun memang hal yang paling tepat agar racunnya tidak menyebar dan mengganggu di sekitarnya.


Setelahnya kobaran api di depannya berwarna merah kekuning-kuningan dengan ujung berwarna biru melahap habis mayat tadi, dia langsung melangkah pergi kembali ke desa sebelumnya.