
"Serpihan kekuatan batu Wuxing berhenti di sini, pasti ada disekitar sini!" Ucap Zhang BingJie lalu bhiksu itu memasukan kekuatan batu Wuxing tadi ke dalam botol dan menyimpannya kembali.
Fang YingJun dan lainya mulai mencari di sekeliling ruangan, bahkan dia memeriksa ke sisi tempat yang mungkin tidak terduga. Karena terus melihat kebawah kepalanya terasa agak pegal, dia langsung menengadahkan kepalanya keatas secara tidak di sengaja dia menemukan kejanggalan di antara giok-giok yang tertempel di atas.
"Zhang BingJie lihat ke atas, itu kenapa seperti ada satu giok yang hilang membuat sisi itu tidak menyala." Tanya Fang YingJun ke bhiksu yang kebetulan berada di dekatnya.
Bhiksu itu menengadahkan kepalanya, matanya terlihat seperti menerobos kegelapan untuk melihat yang sebenarnya. Tidak lama setelahnya bhiksu itu mencoba naik ke atas dengan menginjak beberapa barang di sekitarnya sebagai pijakan dan terlihat mengambil sesuatu.
Benda sehitam arang yang sedikit melayang di tangan Zhang BingJie membuat wajah Fang YingJun tersenyum cerah dengan mata berbinar dan mengatakan.
"Batu Wuxing!" ucap Fang YingJun yang membuat Mei Lian dan Yin Xia langsung mendekat untuk sekedar melihat-lihat.
**
"Yin Xia ikutlah bersama kami, bukankah kita sudah pernah menghadapi hidup dan mati bersama-sama...." Ucap Mei Lian.
Yin Xia berpikir sejenak lalu memutuskan, "Baiklah," jawab Yin Xia dengan wajah datar.
Mereka lalu memutuskan untuk mampir ke salah satu kedai yang nampak luas. Saat mereka baru selesai memesan beberapa makanan, mereka mendengar seorang kelompok kultivator yang berada di meja sebelahnya sedang bercerita tentang kasus pembunuhan yang baru-baru ini terjadi tepatnya kemarin malam yang meliputi satu desa yaitu Desa Huanxi.
Meskipun wilayahnya cukup terpencil tapi Desa Huanxi adalah desa pengrajin pedang terbaik di Kota Hua Yi jadi tidak heran jika beberapa orang sering berkunjung ke sana.
Karena penasaran Fang YingJun dan lainnya akhirnya memutuskan untuk pergi ke desa itu yang seharusnya hanya berjarak beberapa meter dari tempatnya semula.
"Siapa yang berani membunuh satu warga desa sekaligus bahkan anak kecil pun tidak dibiarkan hidup, jangan-jangan ...."
"Jangan-jangan apa!" ucap Mei Lian tidak sabar.
"Menurut kalian bagaimana bisa seluruh warga Desa Huanxi terbunuh sekaligus, jika perkataan beberapa orang di kedai itu benar ... tidak ada saksi mata atau pun tidak meninggalkan bukti apapun mungkinkah itu Pembunuh bayaran Jiu Xiu!"
Ketiga kultivator yang mendengarnya tampak sedikit terkejut ketika mendengar Fang YingJun menyebut nama Jiu Xiu, yang memang itu terdengar sedikit logis dibandingkan yang lain.
"Entahlah ... mungkin kita hanya bisa tau jika sudah memeriksanya langsung." ucap Zhang BingJie.
Tidak membutuhkan waktu lama untuk mereka sampai di tempat itu. Desa yang selalu ramai di kunjungi orang setiap waktunya kini bahkan hanya beberapa orang yang terlihat baru keluar sambil membicarakan tentang Desa Huanxi.
Dari aksen mereka yang sedikit berbeda dari orang-orang Hua Yi, Fang YingJun dan lainnya bisa menebak mereka mungkin orang luar kota yang sebelumnya berniat mendatangi Desa Huanxi.
Ketika Fang YingJun ingin menanyakan sesuatu,
beberapa dari mereka tidak menjawabnya dan terlihat bergegas pergi menjauhi Desa Huanxi yang mati. mungkin mereka takut di tuduh terlibat pembunuhan yang melenyapkan satu desa tersebut.
"Kenapa tidak ada kultivator yang datang, setahuku kota Hua Yi termasuk wilayah sekte suci yang cukup besar," ucap Mei Lian.
"Sekte Yun Lian? ... hmm mungkin sebentar lagi mereka akan datang," jawab Fang YingJun yakin.
Tidak lama setelah Fang YingJun mengatakan itu sekitar tujuh kultivator muda dan seorang tetua datang. Karena kultivator itu melihat Fang YingJun dan lainnya akhirnya mereka memutuskan untuk mendekat.
"Ah, aku Fang YingJun dari perguruan Mo Shan."
"Zhang BingJie dari Biara Hongyun."
"Namaku Mei Lian dari perguruan Mo Shan."
"Yin Xia, aku hanya seorang pengelana biasa."
Setelah mendengar itu, Laki-laki berumur tiga puluh tahun itu berganti mengenalkan dirinya.
"Kami kultivator dari Sekte Yun Lian, namaku Liu Changhai ... Sebelumnya aku pernah mengenal beberapa dari kalian, tidak menyangka bisa bertemu dengan kalian disini," ucapnya dengan ramah.
"Kami sebelumnya baru mendengar berita ini tadi pagi dan langsung bergegas untuk memeriksa langsung, ternyata kondisinya lebih mengerikan di bandingkan yang aku bayangkan." ucap Fang YingJun sambil memandangi beberapa rumah yang sudah rusak dan juga beberapa mayat yang dalam kondisi memprihatinkan.
"Benar juga ... Fang YingJun bagaimana kabar gurumu saat ini? ... Apakah luka dalamnya sudah sembuh?"
"Ternyata Tetua Liu mengenal guruku ... terakhir aku turun gunung yaitu sekitar satu tahun yang lalu saat itu kondisi Guru Fang cukup baik dan beberapa kali aku hanya mengirim surat, aku juga menyempatkan menanyakan kondisinya dan Guru Fang mengatakan luka dalamnya sudah lebih baik dari sebelumnya," ucap Fang YingJun dengan wajah ceria ketika mengingat gurunya itu.
"Aku dulu pernah beberapa kali bertemu dengannya, dia salah satu orang yang aku kagumi," Liu Changhai menghela nafas sambil memandang pemandangan yang menyedihkan didepannya, "Kami datang untuk memeriksa kasus pembunuhan ini dan berniat memakamkan para warga secepat mungkin, jika tidak keberatan mungkin kami juga membutuhkan kalian."
"Kami akan berusaha membantu," ucap Zhang BingJie.
"Benar! hal itu juga sudah menjadi tanggung jawab kami sebagai kultivator," ucap Fang YingJun untuk menegaskan.
Setelah itu mereka menyibukkan diri mereka untuk memakamkan mayat dengan memasukannya ke peti mati yang memang sudah ada di pemakaman di Desa Huanxi sebelumnya, sedangkan sisanya mereka memutuskan untuk menguburkannya, beberapa dari mereka juga meneliti lebih lanjut untuk mencari bukti yang mungkin di tinggalkan oleh si pembunuh.
Para kultivator itu selesai memakamkan mayat saat matahari sudah tenggelam. Karena beberapa masih ada yang belum terselesaikan mereka memutuskan untuk menginap di sebuah rumah yang sedikit luas dan tidak terlalu parah tingkat kerusakannya.
Mereka terlihat berkumpul di sebuah ruangan sambil menyantap beberapa makanan yang dibuat oleh murid dari Sekte Yun Lian.
Setelah selesai, mereka mulai mendiskusikan tentang masalah tadi. Saat beberapa orang yang tadi meneliti masalah pembunuhan mereka menemukan beberapa jejak kaki dan sebuah sobekan jubah berwarna hitam.
Sedangkan kultivator yang bertugas memakamkan beberapa warga desa juga menemukan beberapa jarum beracun yang menancap di tubuh beberapa mayat.
Setelah mendiskusikannya lebih lanjut mereka mencurigai sekelompok pembunuh bayaran Jin Xiu tapi beberapa hal membuat mereka bingung dan tidak yakin.
"Bukti jejak si pembunuh terlalu banyak bahkan beberapa bukti mengarahkan ke pembunuh bayaran Jiu Xiu tapi bukankah hal itu membuatnya semakin aneh."
"Benar! jika memang bukan Jiu Xiu ... apa memang pembunuh bayaran biasa tapi bisa membunuh satu desa sekaligus seharusnya pembunuh yang profesional."
"Jiu Xiu ini sudah tidak beraksi cukup lama, jika dulunya hanya berselang sekitar satu tahunan, apakah mungkin sejak empat tahun terakhir beberapa dari mereka ada yang berubah.
"Tidak! aku yakin bukan pembunuh bayaran Jiu Xiu pelakunya," ucap Yin Xia tiba-tiba membuat beberapa orang memandang kearahnya.
"Apa yang membuat nona Yin terlihat begitu yakin?" tanya Liu Changhai membuat gadis tadi merasa bingung untuk menjawab pertanyaan tadi.