True Cultivators In The Mortal Realm

True Cultivators In The Mortal Realm
Chp. 25 - Pertarungan



"Ilmu sepiritual nya cukup tinggi sebenarnya siapa orang tadi?" tanya Liu Changhai sambil memasukan pedangnya ke selongsongnya.


Fang YingJun tidak sengaja memandang gadis berjubah merah itu yang tadi terlihat sedang melamun, "Yin Xia, apa yang kau pikirkan?"


Gadis itu tersadar dari lamunannya, "Tidak apa," jawabnya sambil menggelengkan kepalanya.


"Aku yakin dia akan kembali ke kediaman Klan Chen nanti malam," ucap Zhang BingJie dengan serius.


Fang YingJun dan Liu Changhai juga merasa yakin dengan hal itu, tentu saja hal itu dimulai ketika mereka baru saja sampai di kediaman Klan Chen. Saat itu awalnya mereka cukup lega ketika melihat perisai yang mengelilingi kediaman Klan Chen masih ada.


Tetapi sayang sekali mereka merasa ada seseorang yang pernah memasuki kediaman Klan Chen sebelumnya tanpa merusak perisai tersebut. Hal itu terjadi ketika mereka melihat dengan teliti beberapa barang nampak berpindah tempat tidak seperti kemarin malam.


Hal itu juga di perkuat ketika ada jejak kaki baru di tanah sekitar. Dan saat ketiga kultivator itu mencoba membuka peti mati yang menyimpan mayat dari Klan Chen mereka terkejut beberapa mayat itu sudah tidak ada di tempatnya. Setelahnya mereka berusaha mencari yang akhirnya mereka menemuinya di dekat pemukiman warga.


**


"Bagaimana keadaanya," tanya Yin Xia.


"Benar-benar kacau, aku yakin untuk mencegahnya  akan sulit." jawab Mei Lian dengan nada putus asa.


"Apa maksudmu?!" tanya Fang YingJun yang baru saja masuk.


"Saat kalian pergi kami mencoba menolong laki-laki penebang kayu tadi tapi kami melihat beberapa warga yang ada di situ di serang oleh mayat hidup yang terlihat jauh lebih ganas. Kami mencoba menghentikan hal itu, sampai___ melupakan laki-laki penebang pohon yang sudah menjadi mayat hidup."


"Benar! tapi tidak lama setelahnya kami berhasil menghabisi laki-laki penebang pohon itu dan mayat ganas itu, meskipun terluka dia berhasil kabur dari kami" ucap Lu JingYi.


"Aku baru mengingatnya, seluruh orang Klan Chen seharusnya berjumlah enam orang tapi satu orang tidak bersama lima orang lainnya yang telah kami habisi, jadi bisa di katakan mayat hidup itu adalah dari keluarga Klan Chen," ungkap Fang YingJun setelah memikirkannya.


"Senior Fang, jadi jika seseorang yang menjadi mayat hidup itu seorang kultivator maka saat itu juga kekuatan spiritual nya masih ada dan itu sebabnya membuat mayat hidup itu menjadi lebih ganas," ucap Sheng Huang yang baru memahami sesuatu.


"Betul! bahkan jika seorang kultivator mati, kekuatan spiritualnya juga masih ada tapi tidak lama setelahnya akan terserap oleh tumbuhan di sekitarnya atau mungkin benda-benda mati lain."


**


Malamnya beberapa kultivator itu menjaga di tempat yang sama, mereka berpatroli sepanjang jalan dan tidak membutuhkan waktu lama mereka berhasil menghabisi lima sampai sepuluh mayat hidup, meskipun begitu sekelompok kultivator itu masih belum tenang karena mereka yakin jumlahnya masih lebih banyak di bandingkan perkiraannya, itu juga di sebabkan karena beberapa warga yang keras kepala tidak mau mematuhi perkataan mereka agar tidak keluar rumah.


Awalnya Fang YingJun ingin segera mendekat ke kediaman Klan Chen untuk melihat lebih jelas, tapi hal itu langsung dilarang oleh Liu Changhai dan Zhang BingJie yang ada di dekatnya. Mereka meminta untuk menunggu beberapa menit lagi agar mereka bisa mengetahui apa yang ingin dilakukan orang-orang misterius tadi.


Fang YingJun pun menyetujuinya karena alasannya menurutnya cukup logis juga. Siapa tau jika mereka tadi langsung mengejarnya mungkin mereka tidak bisa menemukan niat di baliknya kalau saja mereka berhasil kabur, pikirnya.


Setelah menunggu mereka langsung mulai mendekat ke kediaman Klan Chen dengan sangat hati-hati. Ketiga kultivator itu lalu memutuskan untuk berpencar agar lebih mudah menemukan orang itu.


Zhang BingJie yang awalnya ingin ke arah belakang langsung mengurungkan niatnya ketika ekor matanya melihat orang-orang yang memakai pakaian hitam dan penutup wajah yang senada warnanya dengan pakainnya, terlihat baru saja lewat dengan mengendap-endap di aula depan. Mereka terlihat berjumlah sembilan orang.


Mungkinkah mereka benar-benar pembunuh bayaran Jiu Xiu ? jika iya, apa yang sebenarnya di rencanakan, batinnya.


Dia mengikuti orang-orang tadi dan ketika mereka berhenti dia juga ikut berhenti sambil bersembunyi, lalu setelahnya mereka terlihat mulai berpencar.


Zhang BingJie berusaha tetap di situ karena ada tiga orang yang masih di situ. Dia mengamati dari balik jendela. Mereka terlihat seperti sedang mencari sesuatu.


Tepat saat Zhang BingJie masih mengamati orang-orang tadi, dia tidak sengaja melihat Fang YingJun yang juga sedang mengamati orang tadi tidak jauh darinya, pemuda itu terlihat melambaikan tangan sambil tersenyum kearahnya, sedangkan Zhang BingJie hanya menggelengkan pelan melihat kelakuan temannya yang kelewat santai itu.


Zhang BingJie melihat temannya tiba-tiba pergi dan berlari, mungkin karena temannya melihat orang Jiu Xiu lainnya lalu memutuskan untuk mengejar orang itu, pikirnya.


Dari arah belakang sebuah anak panah tiba-tiba melesat kearahnya, beruntung bhiksu itu berhasil menangkap anak panah itu dengan tepat, irisnya lalu berusaha mencari keberadaani si pemanah tadi. Karena hal itu juga ketiga orang yang sedang di awasi Zhang BingJie terlihat menyadari keberadaan bhiksu itu yang membuat mereka langsung menyerang nya bersamaan.


Setelah bertukar beberapa jurus, Zhang BingJie menyimpulkan kekuatan lawannya cukup tinggi tapi untungnya tetap masih di bawahnya, mereka juga terlihat seperti terlatih sebelumnya karena kerjasama mereka yang begitu kompak.


Beberapa saat kemudian bhiksu itu mulai sedikit kesulitan melawannya, di tambah anak panah yang sejak tadi melesat kearahnya, jadi sambil melawan ketiga kultivator di depannya dia berusaha mencari posisi si pemanah agar dia lebih mudah menghindarinya.


Di sisi lain Liu Changhai baru saja berhasil membunuh satu orang dari belakang yang kebetulan sedang sendirian dan terlihat fokus mencari sesuatu. Saat orang itu sudah terkapar di tanah dengan cairan darah keluar dari goresan pedang di lehernya, dia berusaha membuka penutup wajah orang itu karena penasaran.


Tapi belum sempat melakukannya seseorang menyerangnya dari belakang, membuat sebuah luka berhasil mendarat di tubuhnya. Orang di depannya bukannya menyerang kembali tetapi memilih pergi, Liu Changhai tentu tidak akan melepaskan orang tadi dengan mudah, dia berusaha mengejarnya meski luka tadi membuatnya merasa sedikit perih ketika dia bergerak.


Liu Changhai berhasil mengejar orang tadi yang sekarang hanya berjarak beberapa meter darinya, mereka terlihat berlari dan melompati dari atap ke atap lain yang masih merupakan rumah dari Klan Chen.


Sambil berlari dengan kencang, orang yang dikejar Liu Changhai terlihat sesekali melemparkan sebuah belati ke arah belakang, namun lemparan itu terlihat beberapa kali tidak tepat sasaran dan juga sama sekali tidak membuat Liu Changhai kesulitan.


Sampai orang itu terpeleset karena kehilangan keseimbangan yang mungkin saja karena sudah kelelahan saat berlari dari kejaran Liu Changhai cukup lama. Dia terjatuh ke bawah, membuat Liu Changhai juga langsung lompat ke bawah tanpa ragu.