True Cultivators In The Mortal Realm

True Cultivators In The Mortal Realm
Chp. 2 - Menemukan sesuatu



Sejak saat tadi terjatuh, Fang YingJun masih belum menemui dasar lubang yang gelap itu, dia berpikir kali ini dia pasti tidak akan beruntung seperti biasanya.


Dia berhenti berteriak dan terlihat putus asa.


Hah ... saat aku menemui dasar lubang ini mungkin tubuhku akan langsung hancur.


"Zhang BingJie ... maafkan aku ... aku harus meninggalkanmu sendirian di Desa terkutuk ini, aku berharap kau bisa menyelesaikan misi ini tanpaku," ucapnya sedikit tersenyum.


Setelahnya senyumnya mulai memudar, dengan nada sedih dan putus asa dia mengatakan sesuatu,


"Guru Fang ... sepertinya murid ini memang hanya bisa mengece ...."


Huaaa!!!


Setelahnya mulutnya berhenti berteriak, dia langsung menahan nafasnya sampai mulutnya terlihat mengembung.


Tadi Fang YingJun begitu terkejut, sampai dia tidak sengaja melepaskan pedang di tangannya, membuat pedang itu terjatuh ke bawah yang sepertinya sangat dalam.


Melihat hal itu dia hanya bisa berenang ke atas, lagian jika dia berusaha mengambilnya mungkin dia akan kehabisan nafas dan tidak akan pernah bisa kembali lagi.


Saat mulai di permukaan air, dia langsung membuka mulutnya sambil mengusap wajahnya yang basah. Pemuda itu terlihat berusaha menepi dan naik ke daratan.


Tempat itu benar-benar tidak ada secercah cahaya sedikitpun dan hal paling sialnya ... semua talismannya basah. Meskipun begitu dengan kekuatannya sebagai kultivator, dia masih bisa berjalan seperti biasa tanpa menabrak sesuatu namun tetap tidak bisa melihat apapun, jadi dia berjalan mencari tempat yang sedikit nyaman sambil menunggu talismannya kering.


Karena terlalu lama menunggu, Fang YingJun sampai ketiduran, saat bangun dia yakin dirinya telah tidur agak lama dan merasa saat ini sudah pagi, tapi yang dia lihat masih gelap seperti malam yang abadi.


Tangannya menelusup mengambil selembar talisman yang sudah kering, dia lalu membaca mantra membuat api menyala dan membakar kertas tersebut secara perlahan, saat baru saja mengarahkan ke sampingnya dia terkejut, melihat begitu banyak mayat keriput yang menyisakan kulit kering dan tulang, namun yang paling mencolok adalah rambut semua mayat itu nampak memutih.


Dia memeriksa mayat di sampingnya, jelas-jelas dari postur mayat tersebut adalah seorang anak kecil, tapi rambutnya ikut memutih.


Setelah beberapa kali memeriksa, dia mengambil kesimpulan bahwa mayat-mayat itu meninggal dengan kondisi yang sama dan tanpa luka sedikitpun, juga bukan karena racun.


Saat dia masih memikirkan misteri kematian mayat itu, entah kenapa dia merasa ada seseorang yang memandanginya sejak tadi. Dia lalu memutuskan pergi dan berusaha mencari jalan keluar secepatnya.


Saat sedang berjalan ia mendengar suara. Lalu ia menemukan seseorang sedang duduk membungkuk di pinggiran dinding. Yang sepertinya seorang nenek-nenek.


" ... sakit ... sakit ... sakit ...."


"Nenek apa yang kau lakukan ditempat ini, apa kau...."


Fang YingJun tidak melanjutkan kata-katanya setelah melihat dengan jelas wajah nenek itu, dia langsung memukul pelan jidatnya sambil berbalik arah dan berpura-pura tidak tahu.


Siapa yang begitu keji memberikan kematian mengerikan seperti itu ... lagian kau Fang YingJun! bagaimana bisa kau menganggap ada manusia di tempat seperti ini selain dirimu sendiri atau Zhang BingJie.


"Eh, Zhang BingJie! ... huhh ... apa dia sudah mengira aku mati lalu meninggalkanku sendirian," ucapnya pelan dengan bibir yang agak cemberut.


Saat dia sedang berjalan dia berpikir ada sesuatu di belakangnya yang terasa semakin mendekat dan semakin mendekat, Fang YingJun langsung membalikan badannya, dia langsung menangkis tangan yang berusaha mencekiknya dari belakang.


Itu adalah iblis yang matanya terlihat seperti baru saja dicongkel dengan darah mengalir di wajahnya, bibirnya juga sedikit sobek, jelas ini bukan luka yang dibuat Zhang BingJie.


Setelah bertukar serangan beberapa kali, Fang YingJun menyimpulkan, meski iblis itu sedang terluka namun kekuatannya cukup merepotkan, untungnya dia punya sesuatu yang baru dia temukan tadi yaitu tumbuhan spiritual yang sangat langka, jika dia memakannya bisa meningkatkan dua kali lipat kekuatan spiritualnya untuk beberapa menit.


Sebenarnya dia sangat menyayangkan tumbuhan ini hanya untuk melawan iblis di depannya, mau bagaimana lagi dia tidak akan bisa menang dalam pertarungan ini tanpa pedangnya.


Meskipun dia telah menyerang dengan talisman beberapa kali, talisman itu hanya bereaksi sementara dan akhirnya jatuh. Lalu dia melempar talisman yang membuat asap putih muncul di sekelilingnya, dia memanfaatkan ini untuk pergi mencari sesuatu, barangkali ada pedang yang bisa dia gunakan.


Saat berlari ekor matanya menangkap sinar yang sangat terang. Dia memicingkan matanya dan melihat ternyata sebuah pedang yang tertancap di atas gundukan tanah. Sebelum iblis yang menyerangnya kembali, dia langsung berlari mengambil pedang itu.


Saat dia menarik pedang itu, pedangnya seperti tidak bergerak sama sekali, padahal dia telah menariknya dengan segenap tenaganya yang tersisa, meskipun begitu perlahan dia berhasil menarik pedang tadi, namun tiba-tiba terdengar suara ribuan lolongan mengerikan yang semakin keras, seakan suara itu benar- benar seperti suara dari neraka.


Namun dia segera sadar jika iblis tadi sudah mengetahui keberadaanya, karena dia kini memiliki sebilah pedang jadi dia akan bertarung lagi dengan iblis itu.


Mereka segera mengelilinginya sambil tertawa dengan begitu mengerikan dan mengatakan sesuatu dengan nada yang berbeda-beda dari marah, sedih, menjerit dan lainnya.


"Bunuh merekaaaa...."


"Balaskan dendamku!...."


"Mereka harus mati...."


"Mereka iblis yang sebenarnya!...."


"Aku ingin hidupku!"


Suara-suara itu terus diulang dan saling bertumpukan, dan terdengar seperti lolongan yang tadi baru di dengarnya, suaranya juga seakan bertambah banyak hal itu membuat nadanya semakin keras.


Fang YingJun sejak tadi terus menutupi telinganya yang terasa ... cairan darah mulai keluar dari telinganya. Sampai suara itu perlahan menghilang diikuti tatapannya yang mulai memudar, dia lalu terjatuh tidak sadarkan diri.


Beberapa saat kemudian, bulu mata Fang YingJun bergetar, perlahan ia membuka matanya, yang pertama dia lihat adalah Zhang BingJie dengan beberapa luka di sekujur tubuhnya, namun tidak terlalu parah.


"Fang YingJun .... "


"Zhang BingJie ... mereka?!" Fang YingJun terlihat panik lalu memandangi sekelilingnya, tapi ia tidak menemukan roh jahat dan iblis itu.


Pandangannya terhenti saat melihat pedang berukiran qilin sehitam arang dan dua huruf yang terukir yang dia tidak ketahui artinya.


"Tadi aku menemukanmu tidak sadarkan diri, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Zhang BingJie karena belum pernah melihat ekspresi Fang YingJun panik dan takut sebelumnya.


"Ti-tidak ada apa-apa, lihat! aku baik-baik saja ... oh betullah ... bagaimana kau bisa sampai kesini?!"


"Aku hanya mengikuti arah yang di tunjukan serpihan kekuatan batu Wuxing," ucap Zhang BingJie sambil berdiri dan melihat di sekeliling, tangannya memegang obor dari bambu dengan api yang menyala terang, yang membuat mereka melihat ruangan itu dengan jelas.


"Jadi sedari tadi dia hanya memikirkan batu Wuxing, Zhang BingJie! ... apa kau tidak tau aku hampir mati pun masih memikirkan tentangmu, huh! teman macam apa kau, dasar kolot!" batin Fang YingJun sambil berdiri dan mengikuti temannya dari belakang.


Langkah Zhang BingJie berhenti ketika melihat di depannya terdapat beberapa mayat aneh yang tadi di temukan Fang YingJun.


"Ini?...."


"Aku telah memeriksanya, mayat-mayat itu cukup aneh, sepertinya di desa ini hancur bukan hanya karena tragedi perebutan batu Wuxing, tapi ... ada sesuatu yang lain."


Karena pencahayaan cukup jelas mereka melihat dengan detail bangunan bawah tanah tersebut, terlihat bundaran kolam renang di tengah dengan air yang tidak terlalu jernih, beberapa tulang belulang dan mayat dengan bau menyengat, juga puluhan roh lemah tanpa ekspresi.


Tiba-tiba serpihan kekuatan batu Wuxing bereaksi, Zhang BingJie langsung membukanya kembali. Lalu asap hitam itu masuk ke dalam kolam.


"Kolam ini cukup dalam, aku bahkan kehilangan pedang yang diberikan guru Fang di sini." Ucap Fang YingJun sambil berjongkok untuk membasuh mukanya.


Saat tangannya akan menyentuh air, pemuda itu melihat pantulan dirinya, dia merasa ada yang nampak berbeda. Dia langsung membasuhkan air di mukanya namun yang dia lihat tetap sama. Setelahnya dia melihat pantulan Zhang BingJie yang sedang menatapnya, dia langsung bangkit dan berusaha tidak terjadi apa-apa.


"Kau sebaiknya menarik serpihan kekuatan batu Wuxing segera, jika benar salah satu pecahan batu Wuxing ada di dalam kolam ini, mungkin kita tidak akan bisa mengambilnya, kecuali kita menariknya dari sini dengan pecahan batu Wuxing yang lain."


Zhang BingJie berpikir yang dibicarakan temannya ada benarnya juga, jadi dia menarik kekuatan itu lalu memasukan kembali ke dalam botol.


"Fang YingJun, tempat ini penuh energi jahat dan kebencian, sebaiknya kita keluar dari sini segera"


"Baiklah!"


Mereka lantas pergi melewati jalan yang baru dilalui Zhang BingJie, beberapa kali Fang YingJun melihat darah berceceran seperti baru saja ada pertarungan, dia menebak temannya lah yang melakukannya.


Setelah cukup lama berjalan akhirnya mereka menemui sinar matahari, yang membuat Fang YingJun menutupi matanya dengan tangannya karena sorotan matahari tersebut. Beberapa saat kemudian mereka sampai di aula tengah dan bergegas pergi dari Desa Beican.