True Cultivators In The Mortal Realm

True Cultivators In The Mortal Realm
Chp. 20 - Kekuatan hitam



Saat masih pagi Zhang BingJie terlihat memandang ke arah jendela tapi bukan langit yang cerah yang menyambutnya, melainkan hujan yang deras dengan langit yang menggelap.


Suara petir beberapa kali memekakkan telinga di ikuti kilatan putih, membuat samar-samar memantulkan bayangan beberapa barang di tempatnya yang sedikit gelap.


Bhiksu itu membalikan badan, iris nya memandang Fang YingJun yang masih terlelap lalu beralih memandang pedang Lingchen yang tersandar di dinding tidak jauh dari pemuda tadi. Alisnya nampak saling menaut saat dia memandang lebih dekat pedang Lingchen, dengan sedikit ragu dia mencoba memegang pedang itu.


Dalam hatinya dia sedang merafalkan sebuah mantra terlarang dari Biara Hongyun yang bisa mendeteksi kekuatan hitam yang tersembunyi. Di katakan terlarang karena memang ada konsekuensi yang harus di tanggung untuk mengaktifkan mantranya. Benar saja apa yang sebelumnya dia pikirkan, saat tangannya menyentuh pedang itu samar-samar asap hitam keluar dari pedang itu.


Karena refleks dia tidak sengaja menjatuhkan pedang itu, membuat Fang YingJun membuka matanya dan langsung memandang bhiksu itu lalu beralih ke pedangnya yang tergeletak di lantai.


Fang YingJun bangun dan langsung memungut pedangnya, dia tersenyum sebelum mengatakan, "Apa yang sedang kau lakukan." ucapnya agak lembut dan serius.


"Apa ada yang kau sembunyikan dariku?" tanya Zhang BingJie dengan dingin dan mengintimidasi.


Fang YingJun mengerti maksud temannya itu tapi dia sama sekali tidak berusaha ingin menjawabnya. Sampai ruangan itu terkesan hening sesaat hanya menyisahkan suara air yang turun dari langit dan juga beberapa petir yang menyambar.


Zhang BingJie melihat pemuda di depannya hanya terdiam, bhiksu itu lalu mengatakan, "Kejadian tadi malam bukankah kau merasa ada sesuatu yang mengontrol pikiranmu? Fang YingJun ... kau juga tau, kekuatan hitam bisa merubah hati dan pikiran seseorang," wajahnya terlihat sangat serius menatap pemuda yang pandangannya terlihat agak menunduk.


Selang beberapa saat kemudian Fang YingJun memberanikan diri untuk menatap temannya, dia tersenyum manis seperti biasanya.


"Baiklah, aku tidak akan menggunakannya lagi___atau aku akan membuangnya jauh-jauh agar tidak ada seseorang pun yang menemuinya."


Zhang BingJie yang sudah mengenali Fang YingJun agak lama tentu mengingat bagaimana kelakuan, sikap, dan cara pikir temannya itu. Yang pastinya sifat ceroboh, menyebalkan, dan tidak tau diri selalu melekat dengan Fang YingJun, meski beberapa hal darinya membuat Zhang BingJie merasa lebih dekat dengannya di bandingkan temannya yang lain.


"Bagaimana aku bisa mempercayaimu?!" ucap Zhang BingJie pelan namun Fang YingJun masih bisa mendengarkannya.


Fang YingJun membuka mulutnya dan ingin mengatakan sesuatu tapi hal itu tidak jadi dia lakukan saat beberapa orang terdengar berteriak-teriak dari luar. Fang YingJun berjalan untuk membuka pintu itu yang juga di ikuti oleh Zhang BingJie.


"Senior Fang ... Bhiksu Zhang." Sapa Lan Jinzu.


"Hei, kenapa kau tadi berteriak-teriak?!" tanya Fang YingJun dengan ekspresi kesal.


"Itu karena kami sudah memanggil kalian beberapa kali tapi___kalian seperti tidak ada di dalam kamar," ucap Lu JingYi sambil sedikit menengok ke ruangan di belakang Fang YingJun dan Zhang BingJie..


"Oh, mungkin karena hujannya terlalu berisik ... lalu apa yang kalian inginkan?!" ucap Fang YingJun sambil menyilangkan tangannya di depan dada.


"Tetua Liu menyuruh kami untuk memanggil kalian ... sepertinya ada sesuatu yang ingin di diskusikan" jawab Lan Jinzu dengan pelan.


Fang YingJun melirik sejenak kearah Zhang BingJie, sebelum kedua kultivator itu melangkah ke depan di ikuti kedua murid dari Sekte Yun Lian dari belakang.


Ketika pemuda kultivator tadi turun, terlihat di ruangan itu semua orang sudah berkumpul termasuk Yin Xia dan Mei Lian. Liu Changhai langsung bangkit dari tempat duduknya, dia melangkah ke arah Fang YingJun dan Zhang BingJie.


"Beberapa kali aku memikirkan ... aku sangat yakin, kasus hilangnya orang dari klan Chen pasti ada hubungannya dengan pembunuhan di Desa Huanxi. Aku berniat memeriksanya lebih lanjut, apa kalian bersedia ikut denganku."


"Baiklah," ucap Fang YingJun setuju dan bhiksu di sampingnya hanya mengangguk pelan.


"Aku juga ingin ikut!" ucap Yin Xia sambil mendekat ke arah mereka.


"Ah, biarkan aku yang di sini saja." ucap Fang YingJun sambil tersenyum.


Fang YingJun berpikir jika memang terjadi sesuatu yang tidak beres di sana, dia pasti akan berniat menggunakan pedangnya lagi dan bagaimana dia akan menghadapi temannya tadi, lagian menurutnya Yin Xia lebih menginginkan untuk mencari tau tentang belati itu di sana.


"Ya sudah, kalau begitu mari kita segera berangkat." ucap Liu Changhai, membuat Zhang BingJie dan Yin Xia langsung mengangguk setuju. Mereka pergi menaiki pedang lalu terbang menembus hujan yang lebat tanpa membuat jubah mereka basah sedikitpun.


Meski Yin Xia dan Zhang BingJie tidak menjadikan pedang sebagai senjata utama mereka, tapi mereka tetap memiliki pedang roh yang di simpan dengan kekuatan spiritualnya. Tidak hanya mereka semua kultivator pasti memiliki pedang hanya saja beberapa dari mereka memang jarang menggunakannya untuk bertarung.


"Kenapa akhir-akhir ini sering sekali hujan badai."


"Apa senior Fang baru pertama kali mengunjungi kota Hua Yi?... Setiap mendekati musim semi memang di kota Hua Yi sering terjadi hujan di sertai petir seperti ini," ucap Lan Jinzu dengan sopan.


"Oh, iyakah." Respon Fang YingJun cepat.


"Kau tidak percaya dengan kami?!" tanya Lu JingYi, beberapa saat setelahnya terdengar suara dari perut Lu JingYi, hal itu membuat orang yang mendengarnya langsung tertawa. Sedangkan Lu JingYi terlihat antara malu dan kesal.


"Mei Lian apa tidak ada makanan yang bisa dimakan saat ini?" tanya Fang YingJun setelah puas menertawakan Lu JingYi tadi, karena memang sebelumnya perutnya juga memberontak minta di isi.


"Bukan hanya tidak ada makanan tapi bahan makanan apapun aku tidak menemukannya tadi." ucap Mei Lian menampilkan ekspresi kecewa.


"Kata siapa tidak ada?!" ucap Ying Lin, murid dari Sekte Yun Lian yang baru saja datang di ikuti ketiga murid lainnya.


Melihat murid tadi menunjukan seekor anjing dengan bulu putih yang bersih, Mei Lian langsung merebutnya dan mengatakan, "Bagaimana kalian bisa berniat memakan si lucu yang cantik ini"


"Eh, apanya yang cantik bukankah hanya seekor anjing." ucap salah satu murid Yun Lian yang diketahui bernama Jun Jie.


"Sudahlah ... sepertinya kalian harus merelakan anjing itu," ucap Fang YingJun sambil melangkahkan kaki ke depan.


"Kau ingin pergi kemana?" tanya murid lain yang berwajah cerah, dia adalah Shang Ann.


Fang YingJun langsung membalikan badan dan mengatakan , "Apa kalian ingin ikut mencari ..."


"Mencari apa?! jangan-jangan kau berpikir ingin menangkap beberapa tikus untuk dimakan," ucap Lu JingYi.


"Jika kau mau, akan aku tangkapan." jawab Fang YingJun sambil tertawa kecil.


"Yang benar saja bagaimana aku bisa memakan daging tikus yang menjijikan itu," ucap Lu JingYi dengan nada lebih keras dari sebelumnya.


"Aku juga tidak akan memakannya kecuali aku dalam kondisi sangat kelaparan ... Hah, sebenarnya kalian ikut atau tidak?!"


Sekelompok murid yang terdiri dari sembilan orang itu langsung mendekat ke Fang YingJun menandakan mereka setuju untuk ikut. Fang YingJun melihat Mei Lian yang masih berdiri di tempat tadi sambil memeluk anjing kecil tadi.


" Mei Lian! kau tidak ingin ikut kah ... kau akan sendirian,"


"Apa maksudmu, kau kira aku akan takut hah, sudahlah kalian pergi saja dulu." ucap gadis itu membuat Fang YingJun dan murid lain pun mulai pergi.