
Kini Avilia dan Rama sudah tiba di depan kost nya Avilia.
"Kak Rama terimakasih sudah mau mengantar ku" Ucap Avilia tak lupa menepiskan senyumnya.
"Tidak usah sungkan Avilia, aku senang melakukan nya" Balas Rama menepiskan senyumannya pula.
Namun hanya dibalas oleh senyum tipis Avilia.
"Apa kau sedang tidak baik? kenapa muka mu terlihat sedikit pucat?" Tanya Rama khawatir.
"Ah tidak kak aku baik, hanya sedikit lelah saja. besok juga segar lagi. kalau begitu aku masuk dulu sudah larut malam. sekali lagi terimakasih kak Rama" Pamit Avilia.
Baru saja dia ingin berbalik arah untuk masuk ke dalam kost namun dengan cepat Rama menarik pergelangan tangannya.
"Besok apakah mau berangkat bersama lagi Lia?"
"Ti- Tidak perlu kak aku bisa naik bus sendiri" Jawab Avilia menolak.
"Tapi untuk menuju halte bus kamu harus berjalan dulu Lia, dan jarak nya lumayan jauh" Tegas Rama tetapi masih dengan nadanya yang lembut.
"Aku sudah terbiasa kak Rama, Terimakasih untuk tawarannya, kalau begitu aku masuk duluan" Ucap Avilia dengan cepat berjalan memasuki kost.
"Avilia, Apa ini artinya kau menolak ku?" Lirih Rama dan dengan segera meninggalkan kost an Avilia.
-Paginya
"Huftt kenapa badanku semakin tidak enak begini?" Keluh Avilia.
"Ayolah Avilia, perjuangan mu masih panjang, jangan terlihat seperti orang yang sakit, Kamu harus bekerja dan tetap berkuliah walau keadaanmu yang kurang sehat." Ucap Avilia kepada dirinya sendiri.
Kini Avilia tengah merapikan beberapa buku-buku yang terdapat didalam rak. menyingkirkan debu-debu yang menghinggapi buku-buku itu. Sesekali Avilia bersin karena tidak sengaja menghirup debu yang dia singkirkan sedangkan Avilia tidak memakai masker untuk menutupi mulut dan hidung nya.
Dia berjalan menyusuri beberapa rak buku untuk mencari sesuatu. dan kini matanya tertuju kepada sesuatu yang sedari tadi ia cari.
"Itu dia" Singkat nya, Namun disisi lain ia mendengar suara seorang wanita yang tidak asing baginya, ia pun mencari-cari dari mana asal suara nya, seketika matanya terbelalak melihat siapa orang yang memiliki suara itu .
Dengan cepat ia bersembunyi dibalik rak buku besar yang terdapat banyak buku disana.
Namun saat ia hendak berbalik, dibelakang nya terdapat seseorang tengah berjalan dan keduanya pun saling bertabrakan. Namun salah satu dari mereka terjatuh ke lantai.
"Aduh!" Lirih Avilia kesakitan.
dengan cepat lelaki itu menarik tangan Avilia dan membantunya untuk berdiri. Seketika Avilia terkejut melihat sosok yang berada dihadapannya.
"Apa kau punya mata? Kenapa tidak ada henti nya mengganggu ku hah?" Teriak Avilia kepada orang itu yang tak lain ialah Andrian.
Namun dengan cepat Andrian menutup mulut Avilia dengan telapak tangannya.
"Hey apa kau bisa tenang sedikit? dan pelankan suaramu!" Lirih Andrian.
Namun Avilia tampak begitu heran dengan sikap Andrian.
"Gawat!!" Ucap Andrian karena melihat seorang wanita itu kini berjalan menuju kasir yang harus melewati nya. Avilia masih Terheran-heran dengan lelaki yang berada dihadapannya ini. Kebetulan saat itu toko buku sedang sepi hanya ada beberapa orang saja disana. Andrian melihat ada sebuah pintu disekitar sana, Dengan cepat ia menarik tangan Avilia untuk memasuki pintu tersebut dan bodohnya Avilia malah ikut bersama nya.
Avilia masih Terheran-heran hingga dia tidak menyadari bahwa sekarang dirinya berada di gudang yang terdapat di toko buku tersebut.
Jangan lupa Like dan Coment nya;)
Terimakasih 😊