
Pagi itu cuaca di ibu kota terlihat mendung, dan membuat udara sedikit dingin saat Avilia hendak pergi untuk bekerja. Tiba-tiba terdengar suara yang tidak begitu asing baginya.
"Avilia!" Sapa seseorang tersebut yaitu Rama.
"Ah Hay kak Rama" Sapa kembali Avilia
"Apa kamu mau pergi bekerja?" Tanya Rama sembari berjalan menuju Avilia, karena rumah milik nya itu tepat berada didepan kost an Avilia.
"Oh iya kak. Kau pagi-pagi begini sudah rapi mau pergi ke kampus?" Tanya Avilia sembari melirik penampilan Rama yang terlihat begitu Cool. dengan celana jeans berwarna khaki dan sweater Hoodie, dan mengenakan Tas ransel dipunggung nya. Terlihat begitu santay namun memikat perhatian wanita,
"Iya aku pergi ke kampus, kalau begitu sekalian saja ikut bersamaku, Kampus ku kan lumayan dekat dengan tempat kerja mu. Kalau begitu tunggu aku sebentar, aku mengambil motorku dulu" Belum sempat Avilia menjawab namun dengan cepat Rama meninggalkan Avilia untuk mengambil sepeda motor miliknya.
Tidak sampai satu menit Rama sudah berada dihadapan Avilia sembari menaiki sepeda motornya dan menyodorkan sebuah Helm kepada Avilia agar dipakai nya untuk menjaga keselamatan selama diperjalanan.
Avilia pun menaiki motor milik Rama tanpa berkata apapun.
Selama diperjalanan diantara mereka berdua tidak ada yang membuka percakapan sedikitpun.
Sehingga mereka berdua pun kini sudah tiba di sebuah toko buku terbesar yang berada di ibu kota tepatnya tempat Dimana Avilia bekerja.
Tanpa disadari seseorang memperhatikan mereka berdua, Terlihat tatapan sinis itu seperti ingin memakan orang tersebut.
Avilia pun kini sudah memasuki toko buku itu dan saat hendak menuju ke tempat kasir, tiba-tiba seseorang dengan sengaja menabrak nya hingga membuat Avilia hampir terjatuh. Lalu dengan cepat dia melirik seseorang itu, saat Avilia ingin bicara entah kenapa bibir Avilia langsung membungkam. "Sialan!! kenapa pagi-pagi seperti ini sudah bertemu dengan manusia laknat satu ini" Gerutu Avilia dalam hatinya,
"Sedang apa kau disini?" Ucap Avilia kepada seseorang tersebut yaitu Andrian.
"Aku yang seharus nya tanya, sedang apa kau disini? apa kau begitu terpesona oleh ku sampai-sampai mengikuti ku pagi-pagi seperti ini" Ujar Andrian dengan nada Percaya diri nya.
"Untuk apa aku mengikuti mu? apa manfaat nya aku mengikuti mu hah? Jelas-jelas aku disini untuk bekerja apa kau tidak melihat seragam yang aku pakai?" Celetuk Avilia,
Terdengar seseorang memanggil nama Avilia dan membuat Avilia menoleh hingga membelakangi Andrian.
"Kenapa kau datang telat? lihat sekarang sudah jam berapa!" Tegas seseorang tersebut yaitu Bu Cika, Bu Cika adalah seseorang yang dipercaya oleh pemilik toko buku itu untuk mengawasi semua pekerja dan dipercaya untuk meng handle toko buku itu.
"Dan lagi, kenapa kau bicara seenak nya kepada pak Andrian? Apa kau tau? pak Andrian adalah.."
Belum sempat Bu Cika melanjutkan ucapan nya, Terlihat Andrian sedang memberikan kode kepada Bu Cika dengan satu telunjuk ditempat kan didepan bibirnya seakan-akan mengisyaratkan sesuatu.
Avilia pun penasaran dengan ucapan Bu Cika yang terputus barusan. "Ada apa Bu?" Tanya Avilia dengan heran hingga mengernyitkan dahinya.
"Tidak! Kalau begitu cepat lah Bekerja!" Tegas Bu Cika. Lalu meninggalkan Avilia bersama Andrian.
Saat Avilia hendak melangkah kan kakinya untuk menuju tempat kasir, dengan cepat Andrian menarik pergelangan tangannya hingga membuat Avilia sedikit terkejut.
"Kau Masih disini? Aku kira kau sudah pergi" Ucap Avilia sembari melepaskan tangan nya dari cengkeraman Andrian. Andrian pun langsung melepaskan cengkeramannya.
"Bisa kah kau Carikan aku buku ini?" Ucap Andrian sembari menunjukan sebuah gambar yang berada di layar ponselnya.
"Sebentar aku ambilkan" Avilia pun pergi meninggalkan Andrian dan mencari sebuah buku yang tadi ditunjukan oleh Andrian.
Beberapa menit kemudian Avilia pun datang sembari membawa kan sebuah buku yang tidak terlalu tebal kepada Andrian.
"Hey aku belum tahu namamu" Ucap Andrian basa-basi padahal sebenarnya dia sudah tau nama Avilia Karena sejak tadi dia mendengar Bu Cika memanggilnya dengan nama itu. Hanya saja dia ingin memastikan saja.
"Avilia" Ketus nya.
"Aku Andrian" Balas Andrian.
"iya aku tahu" Jawab Avilia seperti tidak begitu tertarik mendengar nya.
"Bagaimana kau tau? apa kau memata-matai ku?" dengan percaya dirinya.
"Hisss kau ini kenapa dari tadi tingkat percaya dirimu begitu Tinggi! Apa kau tuli? tadi Bu Cika menyebut namamu, bukannya kau berada dibelakangku" Tukas Avilia dengan geram nya.
"Kau sedikit pintar juga, Ternyata tidak sia-sia selama ini kau berkuliah" Ledek Andrian, kemudian pergi meninggalkan Avilia.