
Andrian pun kini sudah selesai membersihkan baju nya yang terkena tumpahan kopi tadi, Dipakaikan nya jaket yang selalu dia bawa setiap ke kampus.
Saat hendak keluar dari toilet dia tercengang mendapati Avilia sedang berdiri disekitar pintu toilet pria.
"Heyy sedang apa kamu disini? ini toilet pria, apa minus mu bertambah?" Celetuk Andrian dengan menunjukan jari nya kearah kacamata yang dipakai oleh Avilia.
"Aku disini menunggu kamu, aku ingin meminta maaf kepadamu, Aku benar-benar tidak enak hati" Ucap Avilia dengan Lesu sambil menundukkan kepala nya, rasanya dia begitu takut untuk melihat tatapan mematikan pria yang berada dihadapannya itu.
"Sudahlah lupakan!" Tukas Andrian yang langsung pergi meninggalkan Avilia sendiri.
"dasar wanita gila!" gerutu Andrian yang terdengar jelas di telinga Avilia.
"Heyy kamu! Aku berada disini untuk meminta maaf kepadamu dengan baik-baik, dan kamu malah seenaknya memanggilku wanita gila!" Teriak Avilia dengan begitu kesal menahan murka nya.
"Huftt! dasar pria sok tampan!" Gerutu Avilia sambil berjalan melewati Andrian yang dengan tidak sengaja mendengar ucapan Avilia, lalu tersenyum menahan tawanya.
"dihari pertama aku masuk kekampus ini sudah bertemu dengan cewek aneh seperti itu, menyenangkan" Terlihat seringai licik dari sudut bibir andrian.
-Dikantin
"Heyy kau kemana saja, aku mencarimu!" Ucap seorang lelaki kepada Andrian yaitu Alvin teman dekatnya.
"Sorry Sorry, habisnya aku sangat rindu dengan Wilda, akhir-akhir ini kita jarang bertemu, kau bukannya mempunyai kekasih, apa kau tidak pernah merasakan rindu kepada kekasihmu" Perjelas Alvin.
"Terserah kau saja, Entahlah, setelah kau memberitahuku tentang perselingkuhan nya itu aku jadi muak mengingat dia"
"dan dia belum tahu kalau kau ada disini? apa kau sengaja tidak memberitahu nya? Kau sudah putus dengannya?"
"Tidak! aku akan memutuskan nya jika aku sudah mendapatkan bukti yang kuat bahwa dia berselingkuh selama jauh dariku"
"Okelah, Aku akan mendukung mu apapun itu keputusan mu, semoga itu yang terbaik untuk masa depan mu." Ucap Alvin dengan menenangkan temannya menepuk sebelah kanan pundak Andrian seolah-olah mengetahui apa yang sedang temannya rasakan saat ini,
Andrian memang mempunyai seorang kekasih yang bernama Gladien, sudah sekitar 5 tahun mereka menjalin hubungan, Tetapi mereka harus terpisah karena Andrian dengan terpaksa meninggalkan Gladien pergi ke luar negri untuk menyelesaikan kuliah S1 nya, dan sekarang dia kembali lagi ke kota kelahirannya untuk melanjutkan kuliah S2 dan untuk mengurus perusahaan ayah nya yang berada di kota tersebut.
Hingga saat masih diluar negri dia semakin merasa bahwa sikap Gladien begitu berbeda dari biasanya, Padahal dulu dia tidak pernah absen untuk menghubungi Andrian karena ingin menghilangkan rasa Rindu nya.
Dan suatu ketika Alvin memberikan kabar bahwa dia melihat Kekasih temannya itu sedang ber kencan dengan pria lain yang tidak dia kenali. bahkan Alvin sempat mengambil gambar mesra Gladien bersama pria itu.
Sejujurnya Andrian sungguh tidak percaya bahwa gladien sudah berselingkuh darinya. Dia ingat begitu jelas bahwa Gladien adalah gadis yang imut dan polos jika dilihat, tidak tahu hatinya seperti apa. Saat ini Andrian masih harus mencari tahu semua kebenarannya hingga dia bisa dengan tegas memutuskan hubungan nya bersama Gladien. Sejujurnya Andrian sudah merasa Muak dengan semua yang dia alami saat ini.