Trouble With the Past

Trouble With the Past
Episode 21



Flashback Off


Kini Andrian tiba di depan kelas Avilia, sejenak ia menatap ke dalam kelas memastikan bahwa dikelas tidak terlalu ramai. Dan nyatanya dikelas itu tidak ada orang lain selain Avilia yang tengah tertidur, Andrian pun masuk kedalam kelas dengan perlahan berjalan mendekat pada Avilia.


Sebenarnya saat itu Avilia tidak tertidur, ia samar-samar mendengar suara langkah kaki yang mendekat padanya, Avilia mengira itu adalah Wilda sahabat nya, jadi ia pun mengabaikan suara langkah kaki itu. Seketika ia tidak lagi mendengar suara langkah kaki dengan malas ia mengangkat kepalanya untuk memastikan bahwa itu adalah sahabat nya.


"Kau!" Avilia sangat terkejut melihat siapa yang datang. Sosok lelaki Tegap yang sedang berdiri dihadapannya, terlihat bulir keringat didahi nya, dengan nafas yang tersengal tetapi tetap terlihat begitu tenang,


"Sedang apa kau disini?" Tanya Avilia kepada sosok lelaki itu yang tak lain ialah Andrian.


"Menurutmu?" Ketus Andrian sembari mengambil kursi dan dengan segera mendudukan tubuhnya disebelah Avilia.


"Kenapa kau malah duduk? Aku bertanya padamu!" Ucap Avilia kesal, dan rasa nyeri itu pun mulai terasa kembali. Avilia pun meremas-remas kembali perut nya yang terasa nyeri. Andrian yang melihat nya pun begitu tidak tega,


"Apa kau sakit?" Tanya Andrian berpura-pura tidak tahu,


"Menurutmu?" Ketus Avilia


Andrian pun menyodorkan botol kaca yang berisi jamu pereda nyeri yang sempat ia beli tadi.


"Apa ini?" Tanya Avilia terheran-heran.


"Kau melihat nya apa?" Kata Andrian sedikit geram.


"Jamu pereda nyeri? Tidak! Aku tidak suka, bau nya tidak enak, membuatku mual" Avilia masih terlihat meremas-remas perutnya.


"Kalau kau tidak mau meminum ini, kau nikmati saja rasa sakitmu itu" Ketus Andrian.


"Atau kau ingin aku memijat perut mu yang terasa sakit itu" Ledek Andrian dengan menahan tawanya.


"Sialan! Berani nya kau menyentuh ku, aku akan memakanmu" Teriak Avilia yang membuat Andrian menutup telinga nya.


"Bisakah kau Berbicara pelan! Apa kau masih marah padaku gara-gara kemarin? Ternyata wanita yang sedang PMS lebih kejam ya dari singa" Ledek Andrian yang membuat Avilia mengerucutkan bibirnya.


"Kau tahu dari mana aku sedang sakit akibat datang bulan? Jamu itu" Tanya Avilia menautkan kedua alisnya.


"Wilda yang membelinya, dia sedang sibuk bersama kekasih nya, dan dia menitipkan ini padaku untuk diberikan kepadamu" Jawab Andrian asal-asalan, padahal dirinya lah yang membeli jamu itu untuk Avilia, hanya saja dia tidak ingin Avilia mengetahui,


"Bisa runtuh harga diriku, jika Avilia tahu kalau aku yang membelikan jamu itu untuknya, bisa besar kepala juga dia" Bisik Andrian didalam hatinya.


"Ambilah dan buanglah, aku tidak suka meminum itu" Ucap Avilia yang masih meremas-remas perutnya, rasanya semakin sakit, ingin sekali Avilia meronta-ronta dihadapan Andrian, namun dia juga tahu malu. Bisa-bisa Andrian berpikir kalau Avilia itu wanita yang lemah. Padahal sebenarnya ia adalah wanita yang tangguh.


"Aww,, Sakit sekali" Lirih Avilia yang semakin tidak bisa menahan sakit nya. Andrian yang melihat nya pun kini merasa panik. Ia sungguh tidak tega melihat Avilia kesakitan seperti itu.


"Avilia, Kubilang minum lah, Jika tidak ingin meminum nya kau harus ikut aku ke dokter atau kita pergi ke ruang uks" Kini Andrian benar - benar khawatir, Avilia begitu terlihat kesakitan hingga ia tidak menyadari bahwa kini sebelah tangannya meremas tangan Andrian sedangkan sebelah nya lagi meremas perut nya yang merasakan nyeri begitu dalam. Andrian meraih tangan Avilia yang meremas tangannya tadi kemudian menggenggam nya, kala itu ia merasakan tangan Avilia begitu dingin, Dan wajah nya pun terlihat pucat,


"Kak, Kak Andrian, ini sakit sekali" Lirih Avilia, kini suaranya melemas, hingga membuat Avilia seketika tidak sadarkan diri.


.


.


.


.


.


.


.


.