
"Clara, kemari kamu! " Perintah Bu Cika pada Clara sembari meletakkan kedua tangannya diatas pinggang. Dengan Langkah gemetar Clara menghampiri Bu Cika sembari menundukkan kepalanya.
"I, Iya bu" Jawab Clara dengan gugup nya karena takut Bu Cika akan memarahi nya didepan umum.
"Bukannya tadi aku menyuruh mu untuk mengerjakan tugas Budi, kenapa Avilia yang mengerjakan nya?" Tanya Bu Cika dengan geram nya.
"hmm, itu." Clara masih saja terlihat gugup saat itu.
"Itu apa? Apa kau sudah bosan bekerja disini? Jika begitu aku menunggu surat pengunduran dirimu"
Kini amarah Bu Cika semakin memanas, menatap tajam Clara yang masih saja menundukkan kepalanya.
"Ti, tidak Bu Cika kumohon, aku masih ingin bekerja disini" Ucap Clara memelas. Matanya terlihat berkaca-kaca.
"Sudahlah, Bu Cika kau urus saja semuanya, Aku tidak ingin melihat Avilia mengerjakan pekerjaan yang berat lagi. Dan pula disini terlalu banyak drama!" Ketus Andrian menatap tajam Clara yang saat ini berada dihadapannya. Dengan cepat Andrian menarik tangan Avilia membawanya ke ruangan belakang dimana Avilia tadi manaruh tas nya.
"Lepaskan! Kau seenak nya saja menarik tanganku dan membawaku kesini, aku ini sedang bekerja, bisakah sehari saja kau tidak menggangguku!" Kini Avilia semakin geram melihat tingkah Andrian yang seenak jidat nya.
"Apa kau menganggap aku ini pengganggu?" Kini Ekspresi Andrian terlihat begitu dingin, Mata nya tidak beralih sedikit pun menatap Avilia. Namun Avilia hanya berdiam, tidak mampu berbicara apapun, rasanya ada rasa tidak mengenakan setelah dirinya berbicara seperti itu pada Andrian.
"Baiklah, jika kau tidak suka, aku tidak akan mengganggu mu lagi" Ketus Andrian
"Cih orang ini, mana ada manusia yang suka dirinya diganggu manusia lain" Gerutu Avilia, sembari mengerucutkan bibir nya.
"Kenapa?" Tanya Andrian masih terlihat Ketus.
"Ti-tidak, bukan itu maksudku" Jawab Avilia terlihat begitu gugup,
"Apa?"
Terdengar sebuah ponsel berbunyi, menandakan adanya telepon masuk, keduanya bahkan mencari dari mana suara ponsel itu berbunyi,
"Oh sebentar, Seperti nya aku lupa mematikan ponselku" Ucap Avilia membuka sebuah loker dan mengambil sebuah ponsel yang berada didalam tas miliknya.
"Halo?" Terdengar suara dari seberang sana membuka sebuah percakapan.
"Oh, ada apa?" Tanya Avilia terheran, karena saat itu yang menelepon adalah adik perempuan nya yaitu Erina namun dia menggunakan ponsel milik ibu nya.
"Kak Avilia" Terdengar lirih dari seberang sana.
"Ada apa? Kenapa kau memakai ponsel milik ibu?"
"Apa? Siapa yang sakit?" Avilia mulai khawatir dengan apa yang sedang terjadi.
"I-ibu tadi mendadak pingsan dan aku langsung membawanya ke rumah sakit ditemani oleh paman,"
"Apa? I-ibu kenapa? Apa dia baik-baik saja?" Avilia begitu Terkejut mendengar bahwa sang ibu saat ini sedang berada dirumah sakit. Bagaimana tidak, Avilia sangat menyayangi sang ibu, Dan saat ini dia tengah jauh dari sang ibu, Ada rasa Rindu yang tertahan ingin berjumpa, namun semesta belum memberikan waktu untuk membawa Avilia pulang pada sang ibu.
"Kak Avilia tenang saja, tadi dokter bilang tekanan darah ibu naik dia hanya butuh istirahat saja" Ucap Erina menenangkan Avilia. Karena Erina pun tahu jika sang kakak pasti saat ini sangat mengkhawatirkan keadaan ibu nya.
"Bagaimana aku bisa tenang, Bagaimana pun keadaan nya, walaupun dokter bilang sudah membaik aku masih mengkhawatirkan nya, kalau begitu aku akan meminta cuti untuk pulang"
Tegas Avilia, namun suara nya terdengar lirih. Bahkan saat ini tidak memperdulikan bahwa Andrian masih berada disana bersamanya.
"Kak, kau tidak usah pulang, nanti ibu bisa memarahi ku karena sudah memberitahumu, dan malah membuat mu meninggalkan semua aktivitasmu disana" Lirih Erina.
"Tidak apa, aku akan bilang pada ibu, kalau begitu aku tutup dulu telepon nya, aku titip ibu padamu, jaga dia baik-baik ya, jangan biarkan dia kelelahan sedikit pun" Pinta Avilia pada sang adik
"Baiklah, Jaga dirimu juga kak" Kedua nya pun mematikan panggilan tersebut. Namun Avilia masih mematung tatapan nya kosong, Bagaimana pun dia sangat mengkhawatirkan keadaan sang ibu.
"Ada apa?" Suara Andrian tiba-tiba membuyarkan lamunan Avilia.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa Like dan Vote nya kakak🙏😚
Maaf karena udah lama gak Update, Dikarenakan akhir-akhir ini pikiran lagi gak fokus buat nulis. Banyak kerjaan juga😌 Maaffin yaa gaess🤗😘 kalian terbaik emang😁