Trouble With the Past

Trouble With the Past
Episode 10



Sedangkan didalam kamar mandi Avilia begitu pusing, mungkin karena akhir-akhir ini aktivitas nya terlalu berlebihan sehingga waktu istirahat nya pun berkurang.


Saat Avilia keluar dari kamar mandi, ia terkejut melihat Andrian sedang menunggu nya didepan pintu kamar mandi.


"Untuk apa kamu disini?" Tanya Avilia heran.


"Aku menunggu mu. Apa kau baik-baik saja? kenapa wajahmu pucat?" Lirih Andrain khawatir.


"Apa urusan nya denganmu?" ketus Avilia.


"Heyy bisa tidak sehari saja kau tidak jutek kepada ku? apa salahku? bukannya yang pertama membuat ulah itu kau!"


Avilia hanya terdiam mendengar ucapan Andrian.


"Dia benar, padahal aku yang lebih dulu membuat ulah menumpahkan kopi panas padanya tapi aku tidak sengaja. Dan saat kemarin dia memanggilku dengan sebutan Mata Empat itu masih membuat ku kesal. Hingga aku tidak bisa menahan untuk jutek kepadanya" Lirih Avilia didalam hatinya.


"Jawab pertanyaan ku!" Tegas Andrian menyadarkan Avilia yang sedari tadi bergelut dengan hatinya.


"Jangan membentakku, aku tidak suka" Lirih Avilia menundukkan kepalanya.


"Ma-Maafkan aku, Avilia aku hanya khawatir kepadamu"


Seketika Avilia mendongakkan kepala nya menatap dalam sepasang mata milik Lelaki yang berada dihadapan itu, seolah sedang mencari jawaban dari ucapannya tadi.


"Ke-kenapa kau meng khawatir kan ku?" Gugup Avilia dengan cepat memalingkan pandangannya kearah lain.


"Karena Aku kira kita sudah menjadi teman, jadi wajar saja jika aku khawatir padamu" Ucap Andrian kaku.


"Teman yaa?" Lirih Avilia didalam hatinya seolah tidak rela jika Andrian hanya menganggapnya sebagai Teman.


"Oh iya aku menemui mu karena ingin mengembalikan ini" Andrian pun menyodorkan sebuah Novel milik Avilia yang kemarin sempat terjatuh.


"Oh terimakasih Ka Andrian, aku dari kemarin mencarinya, ku kira aku tidak akan menemukan nya kembali"


"Apa? tadi dia memanggil namaku? Ka- Ka Andrian? Kenapa aku begitu senang mendengar suara nya memanggil namaku" Ucap Andrian dalam hati yang membuat nya kini Tersenyum dengan lebar, seolah hari ini adalah hari yang paling bahagia baginya.


"Ka Andrian! kenapa melamun?" Ucap Avilia menyadarkan Andrian. Seketika Andrain tersadar.


"Aku kan sudah menemukan Novel mu, jadi apa balasanmu untuk ku? apakah hanya ucapan terimakasih saja?"


"Tidak usah, Aku sedang tidak nafsu untuk makan, bagaimana dengan gantinya kau menemaniku untuk memilih komik" Pinta Andrian lalu dibalas anggukan kepala oleh Avilia.


Kini mereka berdua sedang memilah milih beberapa Komik dan Avilia pun merekomendasikan beberapa Komik pilihannya kepada Andrian.


"Yang ini ka Andrian, Komik ini sangat bagus aku sudah pernah membaca nya sampai hampir 5 kali karena alur nya begitu seru dan tidak membosankan isinya perpaduan antara Action dan Romance, Tapi Action pun tidak terlalu menonjol"


Saat Avilia sedang menjelaskan, Andrian sibuk memperhatikan Pemandangan indah yang berada disamping nya itu, Yang tak lain Pemandangan itu adalah Avilia sendiri. Tanpa sadar dia tersenyum matanya kini tak henti menatap Wajah Avilia dari samping hingga pandangan nya turun ke arah bibir tipis milik wanita itu, Seketika Ingatan nya kembali saat dirinya berada didalam gudang bersama Avilia, dia hampir akan mencium bibir tipis wanita itu, Kini lamunan nya terbuyarkan.


Avilia pun terheran-heran melihat Andrian yang sedari tadi Menutup wajah nya dengan kedua telapak tangannya, sesekali mengacak rambut nya yang tadinya rapih sekarang terlihat berantakan.


"Ka Andrian kau kenapa?" Tanya Avilia sembari mengkerut kan kening nya.


"Ah Aku tidak apa-apa" Balas Andrian dengan senyum kecut nya.


"Ka Andrian Hari sudah sore, Toko buku ini pun akan segera tutup, Apa kau tidak pergi ke kampus ka? Tanya Avilia sembari melirik jam yang berada dipergelangan tangannya.


"Oh yaa, Apa kau tidak ke kampus Avilia?" Tanya balik Andrian kaku.


"Kebetulan hari ini aku sedang tidak ada kelas, Kalau begitu kau pergilah ke kampus aku akan bersiap-siap untuk pulang" Ucap Avilia Saat bangkit dari duduk nya, Seketika pandangannya Gelap, Kepalanya begitu berat, dan tubuhnya terasa lemas, Andrian yang melihat nya pun dengan sigap Menangkap Avilia yang hampir akan terjatuh dan segera mendudukkannya kembali.


"Avilia aku tanya sekali lagi, apa kau baik-baik saja? ada apa denganmu?" Lirih Andrian dengan nada khawatir.


"Aku, Seperti nya Anemia ku kambuh karena aku kurang istirahat" Lirih Avilia Lemah.


"Kalau begitu aku akan mengantarmu pulang"


"Tidak usah kak, Kau kan harus pergi ke kampus" Cegah Avilia, namun Andrian tidak peduli dengan itu.


"Tenang saja, aku bisa pergi ke kampus setelah mengantar mu. Lagipula Kelas ku dimulai satu jam lagi. Tolong Avilia izinkan aku mengantarmu, Aku tidak ingin sesuatu terjadi padamu"


Avilia tidak bisa menolak lagi, Terdengar begitu tulus ucapan yang keluar dari bibir Andrian sehingga tidak tega untuk Avilia menolak tawarannya.


Jangan lupa Like dan Coment yaa;)


Terimakasih 😚