
Avilia berjalan menuju ruangan belakang dimana terdapat Loker panjang untuk tempat penyimpanan Barang-barang milik para karyawan. Avilia memasukkan tas nya dan menutup kembali Loker itu rapat - rapat.
"Apa-apa an sih dia, Kenapa harus menyuruh ku, hanya telat 15 menit saja, dia yang telat 60 menit saja tidak pernah aku melihat nya ada yang menghukum nya, dia seenak jidat nya saja menyuruhku, padahal kan Karyawan lelaki ada banyak, kenapa harus menyuruh ku, Hufttt Sabar Avilia, ini semua Cobaan, yang namanya cobaan itu pasti Gak enak, kalau yang enak sih namanya cobain" Gerutu Avilia tak henti-henti nya.
~Ditempat lain
Kini Mobil Andrian terparkir didepan Kost an dimana Avilia tinggal, sudah beberapa kali Andrian mengetuk pintu itu tetapi tidak ada sautan apapun dari dalam. Sehingga membuat Andrian begitu kesal sampai-sampai dia menunggu hampir 30 menit disana, Rasanya kini Amarah nya lambat laun memuncak, mulai mendidih dikepalanya.
"Kemana dia!" Dengus Andrian Merasa Murka akan Avilia.
Namun semakin lama Andrian menunggu pun tidak ada yang berubah, Avilia tetap saja tidak ada disana. Keadaan disekitar pun begitu sepi mungkin karena yang tinggal di kost an ini ada yang pergi bekerja, atau mungkin sekolah. Dan dirumah Rama pun terlihat begitu sepii sepertinya mereka sudah berangkat ke pernikahan tante rama sedari pagi tadi.
Seketika terlintas Andrian mengingat sesuatu, tanpa ragu lagi Andrian menancapkan gas mobil nya menuju ke suatu tempat.
~Ditoko buku
Terlihat Peluh yang membasahi dahi Avilia, Sampai - sampai rambut bagian depan nya pun sedikit basah karena keringat yang membanjiri kening nya itu.
"Huftt, Berat sekali" Lirih Avilia yang tengah mengambil beberapa buku dari gudang untuk diisikan pada rak-rak yang kosong sesekali ia mengusap kening nya yang sedikit basah itu. Padahal ruangan itu ber AC tapi Avilia merasa diruangan itu sangat panas sekali, Sehingga membuat Keringat Avilia tidak henti-henti nya berjatuhan.
Hampir satu jam Avilia mengerjakan tugas itu, Hingga tidak terasa sudah hampir selesai,
"Huftt, Sepertinya aku perlu bernafas sebentar" Ucap Avilia dengan polos nya. Sembari matanya menatap rak buku yang lumayan tinggi dari jangkauan nya.
"Memang nya sedari tadi kau tidak bernafas? Hebat sekali" Suara itu benar-benar membuat Avilia terkejut sehingga hampir menjatuhkan tumpukan buku yang sedang ia bawa dipangkuannya. Seketika Avilia menoleh ke asal suara itu.
"Kau ini mengagetkan aku saja" Ucap Avilia sembari menghembuskan nafas nya yang seolah sedang membuang rasa terkejut yang sempat ia rasakan tadi.
"Haha, Kau sedang apa?" lelaki itu hanya terkekeh melihat betapa gemas nya Ekspresi Avilia saat itu sehingga ingin sekali rasanya menarik hidung mancung itu.
"Kau melihatku bagaimana? Kau pikir aku sedang menanam padi! Iya?" Ketus Avilia memutarkan kedua bola matanya.
"Galak sekali wanita yang sedang PMS ini" Lagi-lagi Pria itu terkekeh.
"Puas kau tertawa?" Dengus Avilia mengerucutkan bibir nya, sehingga membuat lelaki itu tidak tahan ingin sekali meremas-remas bibir nya yang terlihat lucu itu. Lelaki itu tak lain ialah Andrian.
"Ke, kenapa ekspresi mu berubah menjadi dingin seperti itu? Jika kau ingin tertawa lagi tertawa lah, aku tidak akan melarang nya, sungguh" Ucap Avilia dengan senyum kecutnya.
"Kau ini benar-benar keras kepala, ku bilang jangan pergi bekerja, kau kan sedang sakit, Nanti jika kau pingsan lagi bagaimana? Apa kau ingin merepotkan banyak orang disini!" Ucap Andrian dengan nada yang sedikit membentak, sehingga membuat orang-orang yang berada disekitar sana menoleh kearah mereka. Avilia Sangat terkejut dengan ucapan Andrian yang terdengar sedang membentak dirinya, padahal Avilia sama sekali tidak suka jika ada yang membentak nya apalagi didepan umum seperti itu.
"Kau! Memang nya kau pikir kau ini siapa huh? Berani nya membentak ku seperti ini, Aku mau sakit atau pingsan itu bukan urusanmu, dan aku bekerja pun sama sekali tidak ada hubungannya dengan mu." Kini Avilia merasa Amarah nya semakin memuncak sampai di ubun-ubun.
"Ada apa ini?" Kini Bu Cika menghampiri mereka berdua, karena suara Andrian dan Avilia terdengar begitu keras sampai ke ruangan nya. Sehingga membuat nya penasaran dengan keadaan yang sedang terjadi.
"Pak Andrian ada apa? Kenapa anda ribut - ribut seperti ini?" Tanya Bu Cika sedikit panik.
"Bu Cika siapa yang berani-berani nya menyuruh Avilia mengerjakan pekerjaan berat seperti ini?" Tanya Andrian yang membuat Clara yang berada disudut sana terlihat Gelagapan, kini mata Bu Cika tengah sibuk mencari-cari sesuatu di sekitar sana. Baru saja Clara mencoba ingin kabur dari sana namun dengan cepat mata Bu Cika menemukannya dan dengan lantang nya memanggil nama Clara.
"Clara, kemari kamu" Perintah Bu Cika pada Clara sembari meletakkan kedua tangannya diatas pinggang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.