
"Akhirnya" desah Andrian merasa hati nya begitu tenang karena tidak sampai berpapasan dengan wanita tadi yang tak lain ialah Gladien, kekasih nya Andrian. Karena sampai sekarang ia belum memberitahu Gladien bahwa dirinya sudah kembali ke kota kelahirannya.
Avilia masih terpaku disana, didalam kurungan tangan Andrian. Terdengar suara langkah kaki dari luar gudang, sepertinya itu adalah salah satu pekerja dari toko buku tersebut.
"Hatchuuu!!" Tiba-tiba ada debu yang memasuki hidung mancung milik Avilia sehingga dia tidak bisa menahannya untuk bersin. dengan cepat Andrian menutup kembali mulut Avilia dengan sebelah telapak tangannya.
"Apa ada orang didalam?" Teriak pekerja tersebut ke asal suara bersin tadi. Namun tidak ada jawaban atau sautan apapun.
"Mungkin aku salah dengar" Lanjut nya lagi kemudian meninggalkan gudang tersebut.
Sedangkan didalam gudang Terdengar begitu hening. Kini tatapan mereka bertemu, Begitu dekat, Andrian menarik tangan nya yang tadi menutupi mulut Avilia. Kini tatapan nya turun ke arah bibir tipis milik Avilia yang berbalut Lipstick berwarna Nude orange. Pelan-pelan ia mendekatkan wajahnya pada wajah Avilia, Seketika Avilia menelan ludah nya dengan keras. Semakin mendekat wajah mereka hingga jarak antara bibir Andrian dan bibir Avilia hanya berjarak beberapa senti saja.
Tiba-tiba
"Awww!!" Teriak Andrian kesakitan karena kakinya sengaja terinjak oleh Avilia. Lalu dengan cepat Avilia menjauh beberapa meter dari Andrian.
"Rasakan! siapa suruh kau mengambil kesempatan didalam kesempitan!" Tegas Avilia dengan kesalnya.
"Heyy siapa yang mengambil kesempatan didalam kesempitan? Lihat sekitarmu disini begitu luas mana ada sempit hah?" Ucap Andrian dengan polosnya.
"Kau mau melakukan apa kepadaku? kenapa kau membawaku kedalam gudang? Apa kau sudah gila, Apa kau kekurangan seorang wanita? Apa kau.."
Belum sempat Avilia menyelesaikan ucapannya, namun dengan cepat Andrian menarik tangan Avilia agar mendekat kepadanya dan menutup bibir Avilia dengan jari telunjuk nya.
"Apa kau bisa diam? Jangan berteriak nanti orang-orang akan mengetahui kalau kita ada disini. Apa kau mau dipecat gara-gara mereka salah faham kepada kita?" Lirih Andrian.
Namun Avilia hanya terdiam menatap wajah Andrian, tanpa sadar matanya tidak berkedip sama sekali.
"Avilia apa kau sudah mulai terpesona kepadaku?" Goda Andrian sembari menahan tawanya. Avilia pun tersadar dan segera menjauhkan kembali tubuh nya dari Andrian.
"A-Apa? Jangan terlalu percaya diri, aku tidak terpesona padamu, Atau mungkin bisa saja kau yang terpesona kepadakuku" Seringai Avilia
"Hah mana mungkin aku terpesona padamu, diluar sana banyak wanita yang lebih Cantik darimu, dan kau pun tidak begitu menggoda bagiku"
"Benarkah? Lalu kenapa tadi kau hampir.."
"Hampir apa?? lupakan!" Tegas Andrian
"Tnggu, Apa kau begitu betah berada disini bersamaku Avilia?" Goda Andrian kembali.
"Ti-Tidak, siapa juga yang lama-lama betah bersamamu! Cih menyebalkan kau yang membawaku kemari." Geram Avilia dan segera keluar dari gudang meninggal kan Andrian disana.
"Imutt sekali" Gumam Andrian sembari menahan tawanya.
"Ah aku lupa, aku datang kesini untuk mengembalikan Novel miliknya yang kemarin terjatuh" Lirih Andrian dan langsung keluar dari gudang menyusul Avilia.
"dimana wanita imutt itu" Lirih Andrian sembari matanya tak henti-henti mencari Avilia.
"Pak Andrian, sedang apa kau disini?" Tanya seseorang, yang membuat Andrian sedikit terkejut.
"Oh Bu Cika , aku sedang mencari seseorang"
Jawab nya gugup.
"Siapa yang kau cari?, Apa perlu aku membantu mu Pak Andrian?"
"Avilia, Apa kau melihat dia?" Tanya Andrian sembari matanya tak henti-henti mencari sosok itu.
"Oh tadi aku bertemu dengannya, dia berada di kamar mandi belakang, seperti nya sedang tidak baik, terlihat sedikit pucat" Perjelas Bu Cika.
"Baiklah terimakasih" Ucap Andrian dan langsung pergi ke kamar mandi belakang meninggalkan Bu Cika yang masih terpaku disana.
"Ada apa pak Andrian mencari Avilia? Oh apakah mereka berdua memiliki hubungan yang tidak diketahui banyak orang" Pikir Bu Cika, Pikiran nya begitu berkecamuk mengingat pak Andrian dengan Avilia.
Jangan Lupa Like dan Coment yaa;)
Terimakasih 😊