Trouble With the Past

Trouble With the Past
Episode 20



Dikantin.


Adrian menatap ke kanan dan kiri seperti tengah mencari sesuatu, hingga Alvin yang menyadari nya pun terheran-heran.


"Kau sedang mencari apa?" Tanya Alvin merasa penasaran dengan sahabat nya itu.


"Aku mencari Avilia," Ucap Andrian yang tidak menyadari akan ucapannya sendiri.


"Maksudku, aku.."


"Sudahlah Andrian aku tahu, sudah sejauh mana hubungan mu dengan nya?" Tanya Alvin.


"Kita hanya teman saja" Jawab Andrian tersipu hingga membuat dirinya salah tingkah akibat pertanyaan dari sahabatnya itu.


"Benarkah hanya teman?" Goda Alvin sembari menahan tawanya.


"Hey, kenapa kau tertawa? Apa ada yang lucu dengan ucapanku?" Andrian terheran-heran apa yang salah dengan ucapan nya, apakah terdengar lucu ditelinga sahabat nya itu.


"Ah bukan ucapanmu, tapi tingkah mu menunjukan seolah-olah hubunganmu dengan nya bukan sekedar teman biasa" Perjelas Alvin melemparkan senyuman nya.


"Apa kau menyukai nya?" Lanjut Alvin yang kemudian menyeruput secangkir kopi yang sudah ia pesan dari kantin. Sedangkan Andrian ia tidak begitu menyukai kopi, jadi ia memesan minuman favorit nya yaitu teh susu.


"Tidak, aku tidak menyukai nya, perempuan Jutek, keras kepala, galak pula apa yang akan membuat aku suka padanya." Jawab Andrian dengan segera mengalihkan pandangan nya ke sembarang arah.


"Kak Alvin!" Teriak seseorang yang begitu antusias menyebut nama Alvin pun kini menghampiri nya, lalu mendudukkan tubuh nya disamping Alvin.


"Wilda sayang, tumben kau sendirian saja, kemana sahabat mu Avilia?" Tanya Alvin seraya mengusap pelan rambut Wilda yang tergerai.


"Avilia, dia berada dikelas, hari ini dia galak sekali, kau tahu seperti seekor macan yang akan menerkam mangsa nya" Ucap Wilda diiringi tawa, Alvin pun tidak bisa menahan tawanya, Baginya melihat Wilda tertawa itu sebuah kebahagiaan baginya.


"sedang apa dia dikelas?" Tanya Andrian ditengah-tengah kemesraan dua sejoli itu.


"dia sedang datang bulan, jadi Mood nya berantakan, juga aku melihat nya seperti sedang menahan sakit, seperti nya perut nya nyeri akibat datang bulan, Tadinya aku ingin membelikan dia jamu pereda nyeri tapi sepertinya dia tidak akan menyukai nya." Ucap Wilda.


Andrian terdiam sejenak mendengar ucapan Wilda.


"Alvin sepertinya aku ada urusan sebentar" Ucap Andrian, belum sempat Alvin menjawab namun Andrian segera pergi dari hadapan dua sejoli itu.


***


"Aku dengan susah payah membeli jamu ini untuknya, sampai-sampai aku menjadi perbincangan para karyawan minimarket, Sialan!" Andrian terus mengumpat sembari mengingat kembali saat di minimarket tadi.


~Flashback On


Andrian dengan tergesa-gesa memasuki minimarket yang letaknya berada di sebrang kampus,


Dia terlihat kebingungan mencari-cari sesuatu, sampai - sampai sudah beberapa menit ia mencari tapi ia tidak menemukan apapun. Hingga dirinya menyerah dan pergi ke kasir untuk bertanya kepada karyawan minimarket.


"Kak, Permisi apa kau tahu Jamu pereda nyeri untuk wanita yang sedang datang bulan?" Tanya Andrian pada kedua karyawan minimarket itu.


"Sebentar saya ambilkan, Anda mencari berapa banyak tuan?" Tanya salah satu dari mereka.


"Aku ambil satu saja" Ucap Andrian dengan ketus nya.


"Ini tuan, total nya sekian" Ucap satu karyawan satunya, Andrian dengan segera mengambil dompet nya dan merogoh uang untuk membayar kepada karyawan itu.


"Tuan, apakah ini untuk istrimu? Kau perhatian sekali, istri mu pasti beruntung mempunyai suami seperti mu" Puji karyawan itu, dan mengambil uang yang diberikan oleh Andrian.


"Ambilah sisanya" Andrian tidak menghirau kan celotehan karyawan itu, ia mengambil belanjaannya dan dengan segera pergi meninggalkan Minimarket untuk kembali ke kampus.


"Wah jarang sekali yaa ada lelaki tampan yang pergi ke minimarket hanya untuk membeli jamu untuk istrinya, idaman sekali" Bisik dua karyawan itu yang samar-samar terdengar oleh Andrian.


"Avilia, ini semua karenamu" Dengus Andrian dengan cepat masuk ke dalam kampus untuk menemui Avilia.


.


.


.


.


.


.