Trouble With the Past

Trouble With the Past
Episode 2



Kini Waktu pun sudah Sore, ini saatnya Avilia pergi ke kampus nya untuk kuliah sore, karena paginya dia sibuk bekerja jadi dia mengambil kelas sore alias kelas karyawan,


"Huftt" Lirih Avilia, "Capek rasanya, aku sudah Rindu kampung halaman ku, bagaimana kabar ibu dan Erina ya disana" Seketika Avilia membungkam kan mulut nya, "dan dia" Lanjut nya. Terlihat buliran air mata yang akan mengalir disudut mata sipit nya, dengan Terpaksa dia menyeka nya, "Ah sudahlah Avilia, Apa yang perlu dikhawatirkan? dia sudah menjadi milik orang lain, Harusnya kamu ikut bahagia, bukan malah terus tersakiti seperti ini, sudah ada orang lain yang merawat nya, Sudah 4 tahun yang lalu itu sudah sangat lama, harusnya kamu sudah bisa mengikhlaskan nya. dan seharusnya sekarang dia sudah bahagia dengan keluarga barunya" Celoteh Avilia dengan diikuti senyum yang kecut.


"Heyy!!" Teriak seseorang dengan menepuk pundak Avilia dari arah belakang yang membuat Avilia terkaget-kaget.


"Duh Wilda bisa gak sih sekali aja jangan ngagetin aku, bisa-bisa besok jantungku bisa copot gara-gara teriakan cempreng kamu" Ucap Avilia dengan nada kesal nya dengan bibir yang ditekuk.


"dududu, kamu kenapa sih? biasanya gak pernah marah kalau aku kagetin, kenapa jadi marah gini, apa lagi datang bulan ya jadi sangat sensitif haha" Ledek Wilda kepada sahabatnya.


"Yatuhan, kenapa engkau hadirkan sahabat yang gila seperti ini" Celetuk Avilia yang dibalas seringai an dari Wilda,


"Aku gila kalau berhadapan dengan kamu Lia, Tapi kalau berhadapan dengan ka Alvin mana bisa aku kaya gini, aku juga kan harus menjaga attitude didepan ka Alvin" Balas Wilda diiringi dengan tawa nya.


"Kamu kayaknya lagi bahagia banget ya Wil? dari tadi kok cengar cengir sendiri, atau jangan-jangan sebelum berangkat kuliah kamu salah minum obat yaa?" Canda Avilia sambil menempelkan punggung tangannya diatas kening Wilda hingga membuat Wilda menoleh menatap Avilia.


Seketika Avilia tersentak dengan ucapan sahabat nya itu, Wilda benar. Tapi memang sulit untuk melupakan semua kenangan manis itu, apalagi lelaki itu adalah cinta pertama bagi Avilia, yang kita semua tau bahwa Cinta pertama itu lah yang paling sulit untuk dilupakan.


"Tuh kan ngelamun lagi, udah dong Dokter Cinta ini kok melamun terus, Kamu tuh yaa pinter banget ngasih saran ke aku kalau aku lagi ada masalah sama ka Alvin, udah kaya ahlinya banget, tapi sampai sekarang kamu masih aja sendiri, gimana sih!"


Avilia hanya bisa terkekeh saat mendengar ucapan Wilda "Apa? Dokter Cinta? Haha bisa aja yah kamu tuh" Balas Avilia dengan gemas nya mencubit ujung hidung milik sahabatnya itu.


"Duhh Lia kok hidung aku kamu cubit sih, sakit tau, hidung pesek juga gemes banget sih nyubit nya" Celetuk Wilda dengan mengusap-usap ujung hidung nya yang sedikit memerah karna cubitan Avilia.


"Haha gak apa-apa biar hidung kamu gak ngumpet terus didalem, ka Alvin aja kayaknya suka banget tuh nyubit hidung kamu, tapi aku lihat kamu malah seneng bangett"


"Iya iya percaya yang hidung nya mancung, kalau ka Alvin kan beda lagi, dia itu nyubit nya pake hati pake perasaan, gak kayak kamu pake tenaga dalam" dan keduanya pun saling tertawa.