
Avilia Claudia Adalah Gadis yang berumur 21 tahun, dia lahir dari keluarga Broken Home, Sejak Kecil saat umur nya memasuki 10 tahun, dia harus dengan Ikhlas nya menerima segala kepahitan hidup berada jauh dari kasih sayang orang tua, walaupun begitu dia masih mempunyai seorang nenek yang dengan senang hati merawat dirinya dan satu adik perempuan nya, yaa Avilia mempunyai seorang adik perempuan yang masih berumur 2 tahun, yang bernama Erina Evania
Sejak kecil Avilia memang sudah terbiasa ditinggal Oleh kedua orang tua nya Bekerja untuk memenuhi segala kebutuhan anak-anak nya.
Hingga menjadikan Avilia sebagai sosok yang Mandiri, Kuat, lemah lembut, dan Penuh kasih sayang. Apalagi Sekarang Umur nya sudah termasuk dewasa, dan saat ini tanggung jawab nya semakin besar untuk membiayai sekolah adiknya dan memenuhi segala kebutuhan orang tua nya.
Suara alarm ponsel yang menggemparkan itu membuat Avilia Terbangun dari tidur nya dengan mata yang sembab, Lalu diambilnya Kaca yang berukuran kecil tepat nya yang selalu menemani aktivitas Avilia kemanapun dan dimanapun dia berada, Dilihatnya Mata yang begitu sembab karena Semalaman dia menangis. Walaupun dia terliat kuat dan tegar tapi siapa sangka hatinya begitu lemah, dan mudah retak bagai gelas kaca.
Kenangan dimasa lalu nya lah yang membuat Avilia begitu Lemah tidak berdaya, karena teringat masa lalu yang begitu menyakitkan, seseorang yang membuat dirinya menjadi lebih berarti dari apapun, seseorang yang membuatnya lebih kuat menghadapi apapun, seseorang yang membuat Avilia merasa begitu dicintai dan dibutuhkan, tapi bahkan seseorang itulah yang membuat Avilia menjadi hancur sehancurnya. Yang tadinya merasa amat dicintai hingga akhirnya merasa di khianati, yang tadinya merasa di butuhkan hingga akhirnya merasa disingkirkan, yang tadinya merasa diistimewakan hingga akhir nya merasa dicampakkan, "Apa salahku?" Keluh Avilia dengan air mata yang membasahi pipinya,
Suara ponsel berbunyi dari bawah bantal
"Kakak, aku dapat panggilan dari Bu guru katanya uang sekolah ku harus segera dilunasi" ucap seseorang disebrang, yang orang itu adalah Erina adiknya Avilia
"Iya sayang nanti kakak transfer ya uang nya" Timpal Avilia.
"Oke deh, kakak udah berangkat kerja?"
"Engga kenapa-kenapa, Hati-hati dijalan ya kak, dapet salam dari ibu, katanya jangan sampai telat makan, nanti asam lambung nya kambuh"
"iya bawel, Salam balik buat ibu ya" Lalu Avilia pun menutup percakapan itu.
Saat melirik Jam dilayar ponsel, Avilia sontak terkejut dan segera bersiap-bersiap.
"Mampus, Aku kesiangan" gerutu Avilia
Avilia bekerja disalah Satu toko buku terbesar di ibu kota, Karena dia Mempunyai Hobby membaca, dan mempunyai cita-cita sebagai penulis, itulah yang membuat dirinya semangat untuk terus bekerja. Mencari inspirasi nya yang dulu sempat menghilang bersama kenangan nya di masa lalu,
"Gila, hari ini kok Bus penuh banget, oh iya aku lupa hari ini hari Senin, semua orang pasti mempunyai aktivitas nya masing-masing" Lirih Avilia didalam hatinya.
Hay Kakak-kakak keceh yang Membaca Novel karangan aku Maaf yaa kalau ada salah-salah kata karena ini pertama aku Nulis, Jangan Lupa Like sama Coment nya yaa:) Kritik dan sarannya juga
terimakasih 😚