
"Ah iya tidak apa-apa" ucap Avilia dengan senyum kecut nya.
"Bagaimana kabarmu? apa sudah membaik dari pada kemarin?" Andrian menatap Avilia yang kini sedang menundukkan pandangannya.
"Aku baik" Jawab Avilia memalingkan pandangan nya untuk menatap wajah Andrian, Namun diwaktu yang sama tatapan mereka bertemu, Beberapa menit Avilia tersadar dari tatapan maut itu, kini dirinya tersipu benar-benar menahan malu,
"Duhh, ada apa denganku?" Lirih hati Avilia
"Avilia apa kau sudah makan siang?" Tanya Andrian membuyarkan semua pikiran-pikiran aneh yang tengah menghinggapi kepala Avilia.
"Ah, Sudah kak" Avilia memperlihatkan Senyum nya yang terlihat begitu kaku.
"KrucukKrucuk"
"Ah sialll!! kenapa cacing diperut ku mendadak konser begini, bikin malu saja" Umpat Avilia menahan Malu didepan Andrian.
"Apa itu suara cacing diperutmu? kalau begitu Ayoo kita makan siang, kasihan mereka sudah mulai konserr" Canda Andrian menahan tawanya.
"Tapii kak.."
Belum sempat Avilia menyelesaikan ucapannya, Andrian dengan cepat menarik tangan Avilia agar ikut bersamanya.
"Kak Andrian, tunggu. Kalau begitu aku mengambil jaket dulu, cuaca siang ini terlihat mendung, seperti nya sore nanti akan turun hujan" Kini Avilia langsung melepaskan tangannya dari Andrian dan segera mengambil jaket milik nya, tak lupa ia memakai tas selempang mini yang hanya muat untuk menyimpan ponsel saja, lalu sedikit mengoleskan liptint di bibir nya agar tidak terlihat begitu pucat.
"Ayo kak" Ajak Avilia kepada Andrian yang dari tadi tengah menunggu Avilia keluar. Saat Avilia hendak masuk kedalam mobil milik Andrian tiba-tiba seseorang memanggil nya.
"Avilia!" Teriak orang itu yang ternyata Rama.
"Oh kak Rama" Sapa Avilia melebarkan senyumnya.
"Kau mau pergi kemana? bukannya kau sedang sakit? kenapa tidak istirahat saja didalam" Rama kini melirik seseorang yang berada didalam mobil itu, kini kaca mobil yang tadinya tertutup sekarang jadi terbuka, Terlihat Andrian yang sedang duduk menunggu Avilia didalam sana,
Rama sedikit terkejut melihat Laki-laki itu.
"Kau pergi bersama dia?" Tanya Rama namun dari tadi Avilia hanya diam tidak menjawab ucapan Rama.
"Aku akan keluar sebentar kak dengan Senior ku" Jawab Avilia
"Baiklah, hati-hatilah" Ucap Rama menepiskan senyum manis andalan nya itu.
"Heyy Kau tadi bilang apa? Aku tidak akan macam-macam padanya, Apa kau Kakak nya Avilia? Berani sekali mengatur dia" Ketus Andrian.
"Yasudah kak Rama kalau begitu aku permisi dulu" Ucap Avilia menepiskan senyumnya kembali.
Saat diperjalanan kini kedua nya Hanya terdiam,
sesekali Andrian melirik Avilia yang sedari tadi menatap ke arah luar.
"Avilia, apa kau suka nonton?" Tiba-tiba pertanyaan Andrian membuat Avilia sedikit terkejut. Karena sedari tadi Avilia tengah memikirkan sesuatu.
"Kenapa kau terkejut? apa suaraku begitu mengagetkanmu?" kata Andrian sembari matanya tetap fokus ke arah depan.
"Tidak, aku tidak suka nonton" Jawab Avilia kemudian memalingkan pandangan nya menatap Andrian.
"Kenapa?" Tanya Andrian masih fokus menyetir.
"Tidak apa-apa, aku lebih suka membaca Novel atau komik saja"
"Baiklah kalau begitu."
Kini kedua nya tiba disebuah rumah makan Tradisional, yang terdapat banyak menu makanan tradisional disana, dengan nuansa seperti di pedesaan. masih dengan meja dan kursi kayu.
"Ternyata masih ada tempat seperti ini di ibu kota" pikir Avilia.
Andrian memilih tempat yang berada dilantai dua yang hanya tersedia meja beralas tikar saja, kini mereka duduk berdua.
Avilia masih terlihat kagum dengan nuansa ini, rasanya dia seperti tengah berada di tempat kelahiran nya.
"Kak Andrian, Kau suka makan disini?" Tanya Avilia setelah Andrian memesan makanan untuk mereka nikmati.
"Iya, Aku suka nuansa dan makanan nya seperti di pedesaan, aku menyukainya Avilia, Bagiku desa itu membuatku Tenang, jauh dari keramaian, karena aku tidak terlalu menyukai kebisingan." Jawab Andrian menepiskan senyumnya.
"Aku tidak menyangka, Orang seperti kak Andrian menyukai hal seperti ini" Celetuk Avilia
"Emang kau pikir aku orang seperti apa? aku juga manusia Avilia, hanya saja selera semua orang itu berbeda, apa kau paham sekarang?" Goda Andrian sembari menyentuh ujung hidung mancung Avilia.
"Kak Andrian!!" Avilia merasa geram dengan tingkah Andrian yang membuat dirinya merasa tersipu.
Jangan lupa Like dan Coment yaa😊
Terimakasih 😚