
"Sabar Lia! Sabar" Lirih Avilia sembari meletakkan tangan kanannya diatas dada.
Kini hari sudah menjelang sore, ini saatnya Avilia pergi ke kampus. Saat sudah tiba di kampus dilihat nya jam tangan yang melingkar ditangan Avilia, masih sekitar 20 menit lagi kelas nya dimulai. Avilia pun berjalan dilorong kampus dan Terlihat ada kursi besi yang kosong disana. Dengan segera Avilia mendudukkan dirinya dan mengambil sebuah Novel yang tersimpan di dalam tas miliknya.
"Lebih baik aku membaca Novel dulu sambil menunggu kelas dimulai"
Sudah sekitar 5 menit Avilia membaca Novel namun tiba-tiba seseorang datang dan tengah berdiri dihadapan nya hingga membuat Avilia merasa terganggu, saat Avilia mendongakkan kepala nya, dengan Acuh dia menatap kembali novel yang tengah dibacanya.
"Hey Kau!" Sapa seseorang tersebut yang ternyata Andrian.
Namun Avilia masih tidak peduli dengan keberadaan Andrian tersebut dan mengacuhkan sapaannya.
"Hey mata empat!"
dengan cepat Avilia menoleh dan bangkit dari duduk nya menatap Tajam Andrian yang masih setia berada dihadapannya.
"Apa katamu tadi?" Tanya Avilia geram.
"Mata empat!" senyum usil kini terlihat disudut bibir Andrian.
"Kenapa kau memanggilku seperti itu? aku punya nama, dan namaku Avilia!" Tegas Avilia.
"Lalu aku harus memanggil mu apa? Lihat kau mempunyai empat mata" Ucap Andrian sembari menunjuk kacamata yang dikenakan oleh Avilia.
Avilia masih menatap Tajam Andrian, pikiran nya kini berkecamuk, bagaimana bisa dia harus mendengar lagi panggilan itu. Sudah bertahun-tahun, Hanya dengan panggilan itu saja dengan mudah nya membangkitkan kembali ingatan Avilia dimasa lalu nya. Masa lalu nya yang begitu menyakitkan, tentang cinta pertama nya yang saat ini sudah menjadi milik orang lain, bahkan sudah mempunyai keluarga nya sendiri.
Memang terdengar begitu menjengkelkan tapi entah mengapa saat orang itu yang memanggilnya itu terdengar seperti kalian tahu panggilan khusus atau disebut dengan panggilan kesayangan.
Kini tatapan Avilia terlihat kosong, hingga membuat Andrian mengerutkan keningnya.
"Ada apa dengan wanita ini? Tadi dia mengamuk-ngamuk padaku, dan sekarang malah melamun" Lirih Andrian dalam hatinya.
"Apa kau baik-baik saja?" Ucap Andrian menyadarkan Avilia yang sejak tadi melamun.
Seketika Avilia tersadar dan terlihat mata nya berkaca-kaca seperti akan mengeluarkan butiran air bening disudut mata sana, namun Avilia dengan susah payah menahannya agar air mata itu tidak tumpah ruah dihadapan Andrian.
"Aku baik" Singkat Avilia dengan cepat mengambil tas milik nya yang berada di atas kursi besi itu, dan pergi meninggalkan Andrian. Tanpa sadar Avilia menjatuhkan Novel miliknya yang tadi sempat ia baca.
Andrian hanya melongo dan masih mengerutkan keningnya melihat sikap Avilia yang berubah menjadi aneh seperti itu.
Saat hendak melangkah kan kakinya dia melihat sebuah buku Novel tergeletak dibawah dekat kursi besi itu. "Cih dasar ceroboh!" Gerutu Andrian dan berlalu pergi sembari membawa Novel milik Avilia yang terjatuh tadi.
Halo kakah-kakah😊 Jangan Lupa setelah membaca Like dan Coment yaa🙏 Gratis kok tidak dipungut biaya apapun:V wkwk
Ayolahh aku butuh support dari kalian:') hiks
Caranya gampang kok cuman tekan tombol Like dibawah ajja dan Beri aku semangattt kakah😖😖 Ucapan semangat kalian sangat berarti bagi diriku😅😚
Sekian Terimakasih😉🤗