
Kini matahari sudah terlihat diatas sana, Cuaca nya begitu terik.
Andrian tiba di sebuah toko buku terbesar di ibu kota. Ia tengah memarkirkan mobilnya dan dengan cepat memasuki toko buku tersebut. Kini matanya tengah mencari-cari sesuatu,
"Pak Andrian? apakah itu kau?" suara seseorang dari arah belakang sedikit membuat Andrian terkejut dan dengan segera membalikkan badannya.
"Iya benar," Ketus Andrian.
"dimana Bu Cika?" Lanjut Andrian dengan wajah datar nya.
"Bu Cika kebetulan sedang keluar sebentar, kau boleh menunggu diruangannya, jika kau mau" Ucap seorang wanita itu yang bernama Clara, dia juga termasuk karyawan yang bekerja di toko buku tersebut, hanya saja dia bekerja sudah sangat lama jika dibandingkan dengan Avilia. Jadi wajar saja jika Clara mengenali Andrian, Karena Andrian adalah seorang cucu dari pemilik toko buku terbesar di ibu kota itu, itulah sebabnya Karyawan disana sangat patuh dan menghormati Andrian.
Kini Andrian tengah berada didalam ruangan milik Bu Cika, sekitar 15 menit Andrian menunggu disana, kemudian pintu ruangan itu terbuka terlihat seorang wanita dewasa berdiri disana menatap Andrian dan sesegera mungkin memberikan hormat kepada Andrian.
"Pak Andrian, apakah kau sudah lama menunggu? maafkan saya pak"
Ucap Wanita itu yang tak lain adalah Bu Cika.
"Sudahlah Bu Cika tidak perlu seperti itu, aku datang kemari hanya untuk menanyakan sesuatu"
Kata Andrian sembari mendudukkan tubuh nya di sofa yang berada di ruangan tersebut.
"Apa yang ingin kau tanyakan?" Ucap Bu Cika sedikit gemetar, karena dia merasa tidak enak hati sudah membuat Andrian menunggu nya begitu lama.
"Santai saja Bu Cika tidak usah takut seperti itu, aku tidak akan memakanmu" Canda Andrian.
"Apa Avilia izin tidak masuk hari ini?" Lanjut nya.
"Huffhh" Kini terdengar helaan Nafas Bu Cika yang merasa Tenang karena dipikirnya Andrian akan menanyakan sesuatu yang mengenai toko buku ini.
"Ternyata Avilia" Ucapnya dalam hati.
"Tidak pak, kebetulan hari ini adalah jadwal dia libur bekerja pak." Kata Bu Cika.
"saya mempunyai nya pak, kalau boleh saya tahu untuk apa pak nomer Avilia?" tanya Bu Cika keheranan.
"Tidak perlu ikut campur, kirim saja nomer nya padaku, Cepat!" Ketus Andrian sembari bangkit dari duduknya dan segera meninggalkan ruangan Bu Cika.
"Bagaimana kabarnya yaa, apakah sakitnya sudah membaik" Lirih Andrian didalam hatinya seolah-olah merasa ada hal yang buruk terjadi pada Avilia,
"Aku harus memastikannya" Kata Andrian dengan bersemangat, dan langsung menancapkan gas mobil nya agar segera sampai ditempat tujuannya.
Tepat didepan Kost an Avilia mobil Andrian berhenti, Tak lupa ia membawa beberapa buah-buahan segar untuk diberikan kepada Avilia.
"TokTokTok" suara ketukan pintu terdengar, tak lama pintu pun terbuka.
Avilia benar-benar terkejut melihat siapa yang datang siang-siang bolong begini.
"Kak- Kak Andrian kenapa kau ada disini?" Ucap Avilia masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Aku hanya ingin memastikan, Apa kau sudah membaik?"
"ah kalau begitu silahkan duduk kak" Avilia kini mengajak Andrian untuk mendudukkan tubuhnya pada Kursi yang berada di teras depan.
"Kau mau minum apa kak?" tanya Avilia dan akan beranjak dari duduk nya namun dengan cepat Andrian menahan tangan Avilia.
"Tidak usah Avilia, Aku datang kesini untuk melihat mu, bukan untuk meminta minum" Canda Andrian, masih menahan tangan Avilia, hingga membuat Avilia sedikit risih, dengan cepat Avilia menjauhkan tangannya dari tangan Andrian.
"Ah maaf Avilia aku hanya refleks" Andrian merasa tidak enak, Karena tidak sengaja menahan tangan Avilia.
Jangan lupa Like dan Coment nya yaa🤗
Terimakasih 😊