
Hari sudah semakin sore, Cuaca siang itu sangat mendukung padahal awalnya cuaca begitu mendung, mungkin semesta pun tahu bahwa ada dua insan yang tengah merasa Debaran Cinta yang tidak diketahui satu sama lain.
"Avilia, ayo aku antar kau pulang, bukankah kau sedang tidak enak badan? tapi kenapa aku merasa kau malah baik-baik saja" Heran Andrian sembari menautkan alisnya.
"Haha, sepertinya Sakit ku ini diakibatkan karena kurang nya piknik, Kau mengajak ku kemari entah mengapa sekarang aku merasa sehat kembali" Ucap Avilia memperlihatkan senyum manis nya dan memandang Andrian lekat-lekat.
"Rasanya aku tidak ingin memalingkan pandanganku dari kak Andrian, Pemandangan yang begitu indah, Senyum merekah nya, bola mata coklat itu, hidung mancung nya," Lirih hati Avilia, tanpa sadar sudah beberapa menit Avilia menatap kagum pemandangan indah dihadapannya itu, hingga membuat Andrian begitu terheran-heran dengan tatapan Avilia.
"Sayang, apa aku begitu mengagumkan bagimu? Sampai-sampai 5 menit kau memandangku tanpa berkedip" Goda Andrian dengan seringai nya.
Seketika Avilia tersadar dari lamunan nya.
"Apa? kau tadi memanggilku apa?" Tanya Avilia menajamkan mata nya.
"Sayang" Ucap Andrian lagi seolah sengaja ingin memancing Ekspresi apa yang akan Avilia berikan.
"Seenak nya saja kau memanggilku dengan panggilan itu! Kau baru saja putus dengan kekasihmu, dan sekarang kau memanggilku begitu?, kau pikir aku wanita seperti apa huh?"
Teriak Avilia menahan geram nya, entahlah Avilia Merasa sangat marah jika ada orang lain yang tidak punya hubungan apapun dengan nya memanggil dengan sebutan *sayang* seperti itu.
"Hey, kenapa kau jadi marah seperti itu?" Tanya Andrian Heran,
"Memangnya apa yang salah jika aku memanggilmu dengan panggilan itu? Bukankah tidak apa-apa jika Seorang lelaki memanggil seperti itu kepada seorang wanita?" Lanjut nya.
"Tidak apa-apa katamu? Hey, Tidak semua wanita senang dipanggil seperti itu oleh lelaki yang tidak punya hubungan apa-apa dengannya. Jangan samakan aku dengan wanita yang seperti itu, Kau baru saja putus dengan kekasihmu, apa kau ingin menjadikan aku pelampiasanmu huh?" Kini Avilia sangat geram dengan ucapan Andrian.
"Oke Oke kalau begitu, maafkan aku, Seperti nya hari ini kau sedang datang bulan, jadi sedikit sensitif dengan ucapan ku" Ucap Andrian
"Kau ini, benar-benar menjengkelkan!" Ucap Avilia yang langsung bangkit dari duduk nya meninggal kan Andrian yang terdiam melihat sikap nya yang begitu aneh.
****
Kini kedua nya tiba di kost an Avilia, seketika Avilia turun dari mobil milik Andrian dan dengan cepat berjalan untuk memasuki kost an nya namun dengan cepat pula Andrian turun dari mobilnya dan meraih pergelangan tangan Avilia.
"Avilia, kau benar-benar marah padaku?" Ucap Andrian masih menahan tangan Avilia.
"Avilia kau sudah pulang?" Baru saja Avilia ingin menjawab pertanyaan Andrian, namun seseorang dengan segera menyapa pada Avilia. Seketika dua insan itu menengok kearah suara itu.
"Oh kak Rama, iya aku baru saja pulang" Ramah Avilia dengan senyum manis nya, seketika melepaskan tangannya dari genggaman Andrian.
"Cih, didepan Lelaki ini tampang nya langsung berubah manis" Ucap hati Andrian Menahan kekesalan nya.
"Bagaimana keadaan mu? Kau sudah lebih baik kah?" Tanya Rama kembali.
"Aku sudah lebih baik kak" Jawab Avilia ramah.
"Lihat, sekarang aku seperti nyamuk bagi mereka, Avilia kau marah padaku sampai-sampai aku dianggap nyamuk disini" Ucap hati Andrian lagi.
"Baiklah Avilia, seperti nya aku mengganggu disini, aku pulang dulu, istirahat lah" Pamit Andrian dengan cepat memasuki mobil nya dan segera menjauhkan mobil nya dari kost an Avilia.
"Huftt Maafkan Aku kak Andrian, aku sampai memarahimu hanya karena hal sepele" Lirih hati Avilia merasa sangat bersalah pada Andrian
"Kak Rama, jika tidak ada yang ingin dikatakan lagi, aku masuk dulu kedalam," Ucap Avilia lembut.
"Baiklah, kau istirahat lah Avilia" Lembut Rama Sembari mengusap kepala Avilia.
lalu Avilia pun segera masuk ke dalam kost an nya.