
"Ada apa?" Suara Andrian tiba-tiba membuyarkan lamunan Avilia.
"Ti, tidak ada apa-apa" Kini pikiran Avilia begitu kacau, Khawatir akan sang ibu yang tengah sakit. Dengan tatapan kosong dirinya berjalan pergi meninggalkan Andrian sendiri, membuat Andrian kebingungan melihat sikap Avilia yang mendadak berubah.
"Kau mau kemana?" Tanya Andrian heran.
"Sebentar, aku akan pergi ke ruangan Bu Cika" Tanpa menunggu jawaban Andrian, Avilia dengan cepat berjalan menuju ruangan Bu Cika.
Ketukan pintu kini terdengar dibalik pintu ruangan yang kala itu terlihat sepi. Saat terdengar sautan dari dalam sana dengan cepat ia memasuki ruangan itu, terlihat Bu Cika sedang berbicara serius kepada Clara, ketika tahu Avilia yang datang saat itu raut wajah Clara berubah menjadi dingin, seolah ada rasa Benci menghinggapi dirinya. Bu Cika pun menyuruh Clara untuk melanjutkan pekerjaan nya dengan Langkah terburu-buru Clara meninggalkan ruangan itu,
Kini disana hanya ada Bu Cika dan Avilia,
"Silahkan duduk Avilia" Ucap Bu Cika mempersilahkan Avilia untuk duduk di kursi seberang meja kerja Bu Cika.
"Ada apa Avilia? Ataukah ada yang ingin kamu bicarakan tentang Clara?" Tanya Bu Cika menebak-nebak.
"Tidak Bu, hmm sebelum nya saya minta maaf mengganggu waktu Bu Cika, dan saya ingin meminta Cuti untuk pulang ke kampung halaman saya jika Bu Cika izinkan" Ucap Avilia merasa tidak enak, dan merasa gelisah.
"Ada keperluan apa kamu pulang ke kampung halaman?" Tanya Bu Cika lagi.
"tadi adik saya yang dikampung mengabari saya kalau ibu saya sakit. Dan sekarang dia ada dirumah sakit" Ucap Avilia menundukkan kepalanya mengingat betapa rindu nya dia pada sang ibu.
Beberapa pertanyaan diajukan untuk Avilia, dan Bu Cika pun mengizinkan Avilia pulang ke kampung halaman nya untuk beberapa hari, dengan senang nya Avilia mendapat izin untuk pulang, karena rasa Rindu nya sebentar lagi akan terbayarkan.
Setelah Avilia mendapatkan Izin untuk Cuti besok dan beberapa hari kini ia kembali ke ruangan belakang namun Avilia begitu terkejut karena Andrian masih berada disana, dengan setia menunggu nya.
"Aku habis dari mana itu bukan urusanmu" Jawab Avilia Ketus,
"Hey, aku bertanya sopan padamu, kau malah menjawab nya seperti itu" Ucap Andrian merasa gemas dengan sikap Avilia.
"Aku habis dari ruangan Bu Cika, puas kau? Sudah sana pergi, aku mau bekerja, jangan mengganggu!" Ucapan Ketus Avilia membuat Andrian semakin gemas, rasanya ingin sekali dia mencubit pipi Avilia, walaupun pipi Avilia tidak termasuk dalam golongan pipi chubby. Avilia pun kembali ke depan untuk memulai pekerjaan yg tadi sempat tertunda karena Andrian.
~~
Kini pagi telah datang, Avilia sedang bergegas untuk segera pulang ke kampung nya. Di bawa nya tas ransel yang berukuran tidak terlalu besar. Dengan Langkah yang bersemangat ia pergi ke stasiun kereta terdekat. Namun jadwal kereta yang Avilia tunggu masih sekitar satu jam lagi, Avilia pun hanya bisa menunggu.
~~
Di toko buku tempat dimana Avilia Bekerja, Andrian mencari sosok itu dimana-dimana namun tidak menemukannya. Hingga Bu Cika pun terlihat bingung melihat tingkah Andrian yang sepertinya sedang panik.
"Ada apa pak?" Tanya Bu Cika penasaran.
"Kemana Avilia?" Matanya masih sibuk mencari-cari dimana sosok wanita itu.
"kemarin Avilia meminta Cuti untuk pulang ke kampung nya pak, katanya orang tua nya sedang sakit" jelas Bu Cika.
Setelah mendengar jawaban dari Bu Cika, tanpa berpikir panjang Andrian pun langsung melajukan mobil nya menuju kos-kosan dimana Avilia tinggal, namun setelah tiba sepertinya tidak ada penghuni satupun didalam nya. Dengan cepat Andrian meraih ponsel nya, Mencari nama pada pencarian kontak dan dengan segera menghubungi nomor tersebut.
Halo kakak, minta Like dan Komen nya yaa, jangan lupa vote nya juga😊😘