
...Rindou x Reader...
...karakter milik Ken Wakui...
...----------------...
Lukisan Kuno itu kini berada di kuilnya Ruki, dan tentu saja itu sudah diizikan oleh Kokonoi Hajime si pemilik lukisan. Ruki merasakan aura negatif didalamnya meskipun sebelum nya sudah ditempelkan mantra oleh [name] saat dia berkunjung ke markas Bonten.
"kental sekali auranya" pandang Ruki pada Lukisan dihadapannya yang tertutup kain.
"iya, padahal aku sudah menempelkan kertas mantra darimu loh." kata [name].
Ruki menopang dagunya, dia teringat cerita [name] tentang ciri-ciri sosok roh jahat yang mirip dengan legenda Kiyohime. padahal menurutnya cerita legenda yang pernah kakeknya ceritakan tentang Kiyohime, Kiyohime bukan lah sosok jahat seperti ini. Tapi kenapa bisa, menjadi sosok roh jahat?
Kiyohime merupakan sosok wanita pada masa dulu, dia adalah seorang putri yang mencintai seorang pemuda yang merupakan seorang petapa di masanya. tetapi pemuda itu menolak cinta si wanita itu dan memilih untuk pergi meninggalkannya yang akhirnya cintanya berubah menjadi kebencian hingga membunuh si pemuda itu dengan sosoknya yang menjadi ular. [name], Rindou dan Izana hanya menyimak cerita Ruki sampai selesai.
"apa mungkin sosok ini adalah Kiyohime? "
"apa maksudmu? tidak mungkin. Itu kan hanya legenda, Ruki. ditambah kan legenda Kiyohime tidak diceritakan sejahat itu."
"siapa yang tahu kan, dari ciri-ciri nya sih mendekati atau apa ada roh jahat lain yang mengambil sosok Kiyohime." kata Ruki.
[name] hanya mengedikkan bahunya.
"Rindou-san, kau disukai hantu rupanya." bisik [name] sambil terkikik jahil.
Rindou yang mendengarnya ngeri dengan penuturan gadis disampingnya.
"jangan konyol!" ucap Rindou sambil mengalihkan arah pandangnya.
Izana hanya tertawa mendengar penuturan [name] yang membuat Rindou sebal.
"Dasar tsundere." ejek Izana pada Rindou.
...****************...
Saat ini Mikey sedang melakukan pengeksekusian para penghianat Bonten, sebelum menembakkan pelurunya dia teringat perkataan [name] tentang Izana yang tak dapat tenang dan selalu memperhatikan dirinya. hal itu membuat dirinya menjadi makin merasa bersalah. Masa lalu kelam yang selalu membayangi dirinya ketika kematian Shinichiro, Baji, Emma dan Izana membuat dirinya hancur dan hilang arah. bahkan Mikey harus rela mengorbankan dirinya dengan meninggalkan teman-temannya di Toman dan membentuk organisasi Bonten untuk melindungi semua teman-temannya. Dia tak tahu harus berbuat apa sekarang, dia sudah terlanjur memilih dijalan gelap dan tak bisa kembali.
"dor.. dor.."
bunyi tembakan menggema bekali-kali diruangan tempat pengeksekusian para penghianat Bonten. para penghianat Bonten pun mati seketika ditangan Mikey, kondisinya sangat tragis dan belum lagi yang dilakukan sang anjing raja, Sanzu Haruchiyo. Sanzu bahkan lebih kejam dalam pengeksekusian. Sebelum membunuh para penghianat, dia lebih dahulu menyiksa korbannya sampai puas. Barulah Sanzu akan membunuh bahkan memutilasi sang korban.
"bereskan semuanya." perintah Mikey yang berlalu pergi dari ruang pengeksekusian.
"baik bos." seru semua eksekutif yang ada disana.
Mikey menuju kamarnya, kemudian kekamar mandi untuk membersihkan dirinya dari noda darah seusai pengeksekusian. Dia menatap dirinya dicermin, mengepal tangannya di wastafel dengan air yang mengalir. Suasana hatinya makin memburuk, rasa bersalah semakin menumpuk dihatinya.
"Emma aku harus bagaimana? " gumamnya frustasi.
Mikey menghancurkan cermin itu dengan tangannya, dia berteriak histeris sambil memegang kepalanya yang sakit.
Sanzu yang melintas melewati kamar Mikey, mendengar teriakan sang raja. Dia masuk kekamar Mikey dan menuju Mikey berada. Disana keadaanya sudah kacau, serpihan kaca berserakan di wastafel yang penuh dengan darah yang berasal ditangan Mikey. Sanzu tak bisa tinggal diam, dia membawa bosnya yang mengerang kesakitan kekamarnya.
Dibenak Sanzu, ini sangat miris melihat rajanya seperti ini. Dengan terpaksa Sanzu hanya bisa memberikan obat tidur dengan cara disuntikkan ke lengan sang raja agar rajanya tenang dan tidak memberontak. Mikey mulai tenang karena reaksi obat tidur yang diberikan Sanzu, kini dia tertidur dengan tenang diranjangnya.
Sanzu membalut lengan Mikey yang terluka, kemudian membereskan kekacauan yang dibuat oleh Mikey.
"Bagaimana keadaan, Mikey?" Tanya Takeomi diambang pintu kamar Mikey, dia baru saja menyelesaikan pembersihan jejak-jejak pengeksekusian.
"Dia makin buruk, seperti nya dia kumat lagi dan sangat sensitif akhir-akhir ini. " kata Sanzu.
Takeomi hanya bisa menghela nafas karena dia sudah tahu kondisi mental sang bos yang sangat rapuh.
"semua ini salah gadis itu, seharusnya dia tidak mengatakan apapun tentang orang yang sudah mati pada Mikey."
"Haruchiyo, kau tak perlu menyalahkan gadis itu. itu sudah menjadi keputusan Mikey diawal untuk meminta kebenerannya."
"cih! menjengkelkan!" kesal Sanzu yang keluar dari kamar Mikey dan dari belakang diikuti Takeomi setelah menutup pintu kamar Mikey.
...****************...
Segel lukisan itu terlepas secara tiba-tiba sebab mantra dari [name] mulai melemah. sekitar pukul 3 pagi, [name] harus terbangun karena mendengar rintihan kesakitan dari Rindou. Rindou yang meringkuk di lantai menahan rasa sakit setengah mati seolah dirinya akan terhisap oleh sesuatu kekuatan yang besar menarik paksa jiwanya. [name] yang buru-buru bangun melihat kondisi Rindou, dia punya firasat buruk tentang ini.
"Jangan-jangan segel mantranya rusak." gumam [name] yang segera mengangkat Rindou ke kasur [name] untuk dibaringkan.
Izana secara tiba-tiba datang menemui [name] dan memberi kabar dari Ruki bahwa segelnya telah rusak, dan Ruki saat ini sedang berusaha melawan dan menangkal agar mahluk itu tidak menyerap jiwanya Rindou. Bahkan Izana juga sempat mengecek ke rumah sakit untuk melihat kondisi Rindou yang ternyata kondisi tubuh Rindou menjadi kritis, dan diambang kematian.
[name] benar-benar panik setengah mati, jam baru menujukkan pukul 3.15 dan ini masih pagi buta dan tidak ada orang yang bisa dia mintai tolong dijam segini.
"Izana-san bagaimana ini."
Izana teringat Ran.
"[name] cobalah telepon Ran, minta bantuan kepadanya untuk mengantarmu ke tempat Ruki."
Ran panik, perasaannya kacau ketika tiba-tiba Ran mendapat kabar Rindou kritis. saat ini dia berada dirumah sakit, menjaga adiknya Rindou. Ran saat ini hanya berdoa untuk kesembuhan adiknya. Ran tahu dia pendosa tetapi saat ini hanya inilah yang bisa dia lakukan.
Ponsel Ran bergetar, menandakan panggilan masuk. Ketika dicek ternyata dari [name], dia mengangkat telpon itu.
" iya ada apa, [name]? "
"Ran-san, aku butuh bantuan. Bisakah kau mengantarku ketempat temanku? saat ini aku butuh bantuannya, sekarang Rindou-san sedang kesakitan. Roh jahat itu semakin kuat dan berusaha mengambil jiwa Rindou-san." ucap [name] sambil melihat kondisi Rindou yang bercampur panik.
mata Ran membola, perasaannya makin tidak enak.
"coba kau kirim alamat rumahmu."
[name] mengirim alamat apartemen nya. Ran melihat alamat rumah [name], pikirnya ini terlalu jauh. Tapi dia ingat, kakucho dan Mochizuki sedang melakukan misi di daerah sana.
"Ini terlalu jauh, tapi aku akan menelpon rekanku untuk mengantarmu."
"iya Ran-san. "
"[name] tolong selamatkan adikku."
"tentu saja Ran-san."
"Terima kasih [name].
Ran menutup telepon nya, kemudian dia menelpon kakucho untuk meminta bantuannya untuk mengantar gadis itu.
Kakucho yang sedang membuat laporan untuk Mikey kini terhenti, dia melirik ponselnya yang bergetar dan itu adalah panggilan dan Ran. Dia mengangkatnya " ada apa, Ran? "
"aku butuh bantuan, bisakah kau membantuku mengantar [name]?"
Kakucho melihat jam yang tertempel didinding ruang kerjanya menunjukkan jam 3.30 pagi.
"dijam segini? apa kau gila, Ran."
"ini penting Kakucho, menyangkut nyawa adikku. [name] tadi bercerita jiwa Rindou kesakitan dan tubuh Rindou disini juga sedang diambang kematian. Dia kritis Kakucho."
kakucho yang mendengar penjelasan Ran akhirnya menyetujui permintaan Ran, walau bagaimana pun Ran dan Rindou adalah rekannya di Bonten.
"baiklah, kirim saja alamat nya. Aku akan segera kesana."
kakucho menutup telepon nya, dia menghentikan membuat laporan nya dan meminta mochi untuk menyelesaikan sebagiannya. Mochi pun mengerti dan melanjutkan tugas Kakucho.
Kakucho segera pergi menuju alamat yang diberikan Ran untuk menjemput [name].
Dengan Segala cara [name] menangkal dan memberikan perlindungan pada Rindou yang sedang kesakitan. Izana sangat kuatir dengan keduanya, dia melihat [name] yang sangat nampak kelelahan diwajahnya, sedangkan Rindou merintih kesakitan.
tak lama, suara bel apartemen [name] berbunyi, [name] meminta Izana untuk menjaga Rindou sebentar. Dia membuka pintu, ternyata didepan rumahnya adalah kakucho hito.
"aku sudah dengar dari Ran, ayo ikut aku."
[name] mengangguk, Sebelum pergi dia meminta Izana untuk menjaga Rindou.
"izana-san tolong jaga Rindou-san."
Izana mengangguk setuju. ketika mendengar nama Izana, Kakucho nampak tak percaya bahwa ternyata dia disini. Kakucho memang tak bisa melihat nya, namun terasa ada seseorang didalam ruangan [name].
[name] dan Kakucho segera menuju tempatnya Ruki. Kakucho hanya melihat penampilan [name] yang hanya menggunakan piyama tidur dan jaket karena sangat terburu-buru sambil membawa sebuah belati kecil yang ditutupi kain.
butuh waktu sampai setengah jam untuk sampai ke rumah Ruki, hatinya resah karena takut terjadi apa-apa pada teman SMP-nya yang sedang melawan roh jahat itu. ketika sampai, penampilan Ruki sudah kacau. Kakucho nampak tidak percaya dengan apa yang terjadi, didepan matanya keadaan luar kuil sangat berantakan seperti terjadi sesuatu. biarpun dia tak melihat apa yang terjadi, namun dia merasakan aura yang mencekam yang membuatnya merinding.
[name] berlari menyelamatkan Ruki yang terdesak, menahan serangan langsung roh jahat itu. ya identitas roh jahat itu adalah Kiyohime, yang merupakan sosok wanita yang kini berevolusi menjadi wanita setengah ular seperti apa yang diceritakan dalam legendanya.
"kenapa bisa dia jadi sejahat ini? padahal dalam legenda nya dia tidak sejahat ini dan sudah mendapat ketenangan." tanya [name] sambil menyerang sosok Kiyohime.
"akupun tidak tahu, mungkin ada sesuatu yang merubahnya menjadi roh jahat dan yang pasti kita harus menghabisi roh jahat ini."
[name] mengerti, dia mengikuti intruksi Ruki ketika menyerang roh jahat yang berwujud Kiyohime ini. kakucho yang melihat hanya bisa terpaku dengan kedua sejoli itu. Dia hanya melihat gerakan-gerakan beladiri bercampur dengan beberapa ritual karena mereka mengeluarkan suara seperti merapalkan mantra yang tak dapat dipahami kakucho.
Sosok itu mengibas-ngibas ekornya karena kesakitan akibat serangan [name] dan Ruki yang telak, hal itu membuat semakin marah dan terdesak dengan kombinasi serangan keduanya. keduanya dapat menghindari kibasan ekor itu. namun, sosok roh jahat ini kini berpindah ke arah kakucho. [name] sadar, dia akan menyerang kakucho. [name] segera ke arah Kakucho yang masih terpaku tak percaya, [name] berlari dan dia mendorong Kakucho, sehingga dia terkena kuku-kuku tajam jemari roh jahat itu. Darah merembes dari baju piyama [name] dan [name] batuk mengeluarkan darah.
Kakucho yang melihat ini terkejut, matanya membola melihat darah merembes dari piyama gadis itu. Tapi mata gadis itu terlihat pantang menyerah dengan apa yang dihadapinya dan menahan rasa sakitnya. Kakucho memang tidak bisa melihat sosok itu, tapi dia hanya melihat arah mata [name] yang menatap sosok yang tak dapat dilihatnya. hal ini membuat dia mengingat sosok teman masa kecilnya yaitu Hanagaki Takemichi ketika pertempuran dengan geng lamanya Tenjiku.
......................
[04-03-2022]