
...Rindou x Reader...
...Karakter milik Ken Wakui...
...****************...
sudah hampir 2 bulan, Rindou belum juga sadar dari koma. Ran yang setiap hari mengurusnya benar-benar sedih karena harus melihat adiknya seperti ini. Dengan segala cara dia sudah memberikan berbagai pengobatan yang terbaik untuk adik semata wayangnya itu, namun Rindou tak kunjung bangun. sampai dimana datangnya si gadis indigo yang memiliki kekuatan supranatural datang dan mengatakan hal yang diluar akal sehatnya Ran, dengan terpaksa hanya bisa percaya pada gadis itu.
Setiap seminggu sekali [name] selalu mengunjungi Rindou yang terbaring, tentunya itu sudah mendapatkan izin dari sang kakak yaitu Haitani Ran. [name] selalu mengganti tali yang terlilit di lengan Rindou bahkan [name] selalu melakukan gerakan aneh seperti melakukan ritual kecil. hal itu dia tunjukkan untuk perlindungan Rindou, adiknya. Mungkin bagi Ran itu hal yang konyol, tetapi efeknya terbukti didepan matanya. Dia melihat kondisi Rindou makin membaik.
"[name], bos sudah mengizinkanmu untuk ke markas mengecek lukisan itu." ucap Ran yang sedang duduk disofa sambil mengerjakan tugasnya dilaptop miliknya.
[name] baru saja selesai melakukan ritual, menanggapi ucapan Ran.
"benarkah diizinkan? "
"iya, bos yang langsung bilang padaku."
[name] melirik sejenak ke arah roh Rindou, kemudian ke arah roh Izana juga, mereka berdua mengangguk menyetujui.
"baiklah, kapan aku bisa kesana?"
"itu sebisa mu saja [name]. Kalau kau mau ke markas untuk memeriksa lukisan itu, telepon aku saja."
" aku mengerti. "
selesai melakukan ritual dikamar rawat Rindou, [name] izin pamit pada Ran. Ran yang tadinya ingin mengantarnya ditolak oleh [name] karena [name] tahu Ran terlihat sibuk.
Diluar rumah sakit, dia menuju ke halte bus untuk menunggu datangnya bus yang sudah terjadwal. sambil menunggu, dia menelpon seseorang. Rindou hanya memperhatikan [name] tanpa bertanya, sedangkan Izana hanya memperhatikan mantan rekannya itu. Izana melihat Rindou seperti orang yang mengalami yang namanya kasmaran, padahal yang dia tahu Rindou orangnya sulit diajak bicara, terkesan acuh dan kasar. Tapi setelah dia tau Rindou bersama [name] beberapa sifatnya berubah terhadap gadis itu.
"Hallo.. Ruki, ini aku [name]." ucap [name ] yang menelpon orang yang bernama Ruki.
"iya, ada apa [name]."
"apa kau ada waktu, Aku ingin bertemu. Ada sesuatu yang ingin aku katakan dan ini penting."
Rindou mengerenyit, suara di balik telepon itu adalah laki-laki. Hatinya terasa panas ketika [name] berkomunikasi dengan pria bernama Ruki. Sedangkan Izana tertawa melihat Rindou seperti orang kesal.
"Ternyata dia bisa cemburu juga seperti itu." gumam Izana.
Akhirnya [name] bertemu dengan Ruki ditempat yang sudah dijanjikan. Sebenarnya Rindou sungguh kesal dan malas untuk ikut tetapi dia juga penasaran apa yang akan mereka berdua bicarakan. Sedangkan Izana memperhatikan [name] dan Rindou dibelakang. Izana hanya bisa tersenyum dengan kedekatan mereka berdua.
"oi.. Ruki!" panggil [name] pada Ruki yang duduk di tempat perosotan taman. Ruki melambaikan tangannya untuk mengajak [name] duduk. [name] menghampiri pria berambut hitam ber gradasi hijau dengan style Harajuku itu.
"woah.. kau punya dua gebetan nih? " tanya Ruki tengil.
"Hah? gebetan?"
"itu disampingmu sama belakangmu." tunjuk Ruki kepada Rindou disampingnya dan Izana dibelakang nya. [name] menggeplak kepala Ruki yang bicara sembarangan. Rindou terkejut karena pria itu bisa melihatnya, begitupun izana.
"sakit onna! jangan keluarkan kekuatan monstermu itu." ucap Ruki yang mengelus kepalanya.
[name] hanya senyum jahat dan teramat kesal kepada teman masa SMP nya yang sering jahil.
"bodo amat." ucap [name]
"jadi kau bisa melihatku? " tanya Rindou.
"ya tentu saja, tebakanku kau belum mati kan? dan satu lagi dibelakang kalian ada roh orang yang sudah mati." jawab Ruki pada Rindou.
"roh orang yang sudah mati? maksudmu siapa?" tanya Rindou lagi.
"maksudnya Izana-san, Rindou-san. Dia ada dibelakang kita." jawab [name].
"huh.. memang sih orang yang masih di perbatasan dunia belum bisa melihat sepenuhnya orang yang sudah mati atau roh lain kecuali kau memiliki kemampuan yang sama seperti si cewek monster ini. " ucap Ruki menjelaskan sambil menunjuk [name].
"sialan.. siapa yang kau panggil monster, pendeta gadungan." ucap [name] mengunci leher Ruki.
"lepas! aduh! leherku kecekik [name]."
...****************...
[name] akhirnya mengenalkan Rindou dan Izana pada Ruki. Image Ruki memang tak seperti anak pendeta kebanyakan, dia selalu berpenampilan Harajuku dengan rambut dicat hitam ber gradasi hijau untuk menutupinya. kemudian Ruki mengajak mereka bertiga kerumahnya, yang terhubung dengan kuil untuk membicarakan masalah yang dipikirnya serius.
[name] memang sengaja meminta bantuan Ruki untuk mensucikan roh jahat tersebut karena Ruki adalah seorang anak pendeta yang memiliki kekuatan untuk mengusir dan mensucikan roh. kekuatan Ruki memang tidak main-main karena sejak kecil dia sudah didik untuk menjadi penerus ayahnya kelak dan itu sudah dibuktikan ketika [name] diganggu roh jahat ketika SMP kelas 1, dari sanalah [name] dan Ruki berteman dan [name] juga belajar dari ayah Ruki karena paksaan sang ayah yang selalu kuatir dengan kemampuannya.
[name] menceritakan masalah Izana dan Rindou, dia hanya menyimak sampai habis dan memberikan beberapa pendapat serta saran pada [name] untuk mengatasi roh jahat yang mengganggu Rindou. bahkan dia juga memberikan sebuah jimat pada [name], jika sewaktu-waktu si roh jahat menyerangnya.
ketika menceritakan masalah Izana, dia mengatakan butuh beberapa ritual untuk menenangkan jiwa nya. menurut nya harus ada keikhlasan dari orang-orang terdekatnya, karena itu dapat mempermudah proses ritual pelepasan nya. Ruki berjanji akan membantu [name] untuk masalah ini, karena [name] sudah dianggap seperti adiknya sendiri.
"ya, karena kamu terlihat kesulitan sih seperti anak TK yang sedang merengek gitu."
"siapa yang kau sebut anak TK, sialan!" Ucap [name] dengan perempatan imajiner yang tercetak di dahinya serta [name] menjitak kepala Ruki.
Rindou bisa bernafas lega ketika sudah tahu hubungan antara [name] dan Ruki hanya berteman. Melihat tingkah mereka berdua yang sama-sama absurd, Rindou dan Izana menahan tawanya. pikir Rindou dan Izana, mereka berdua sungguh lucu dimatanya.
...****************...
Seusai pertemuan nya dengan Ruki. Rindou, [name] dan izana berada apartemen [name], mereka membicarakan jadwal dan persiapan yang tepat untuk ke markas Bonten sebab untuk masuk kesana tidak bisa sembarang orang.
"aku beneran takut kesana, Rindou-san."
"tidak usah takut, kakakku disana. Pasti akan menjagamu disana dan tentunya ada aku juga."
"aku juga ada [name], jika mereka macam-macam aku yang turun tangan." kata Izana.
"baiklah, aku percaya saja deh dengan kalian berdua."
...****************...
Hari dimana ke markas Bonten pun tiba. Saat ini berada di markas Bonten bersama Rindou dan Izana. [name] duduk berhadapan dengan sang bos Mikey beserta para eksekutifnya. [name] merasa seperti orang yang akan diadili ketika berhadapan dengan mereka, perasaannya seperti akan segera pergi ke alam baka.
"Tuhan.. gini amat hidupku." batinnya menangis.
"ehm.. bukankah kau ingin melihat lukisan itu?" Tanya Koko
[name] mengangguk, tidak berani bicara karena dia berada disarang kriminal. kemudian [name] mengikuti Koko ketempat penempatan lukisan itu. disetiap lorong ruangan, [name] dapat melihat penampakan orang-orang yang mati yang mungkin saja korban dari mereka yaitu Bonten. [name] hanya bisa mengabaikan dan miris dengan akhir hidup mereka yang sangat tragis.
"ini lukisannya." tunjuk Koko yang berhenti di lorong dekat pintu kamar seseorang.
[name] yang melihatnya merasakan aura negatif yang kuat di lukisan itu dan di lukisan itu terdapat gambaran seorang putri kerajaan dengan berambut hitam berpakaian kimono kuno berwarna merah.
tak lama, muncul sosok tangan yang akan menarik Rindou dari lukisan itu. namun [name] dan Izana sadar, Izana segera menarik Rindou, Rindou terdorong ke belakang sedangkan [name] menangkis tangan itu hingga wujudnya benar-benar keluar. sosok wanita roh jahat itu muncul dihadapan [name], Rindou, Izana dan Koko. namun sayangnya, Koko tidak dapat melihat sedangkan Rindou baru pertama kali melihat perwujudan sosok wanita itu.
"Koko-san, bisakah kau pergi dari sini? "
"Ha? apa maksudmu? " tanya Koko
"roh jahat itu muncul saat ini, Koko-san. ini sangat berbahaya."
tiba-tiba saja, roh jahat itu menyerang dan mencekik [name]. Koko melihat [Name] terdorong ke lantai sambil memegang lehernya, dia melihat [name] seperti orang yang tercekik.
"Koko san! Rindou-san! izana-san! cepat pergi!" teriak [name].
Koko menatap tidak percaya, dia menjauh dari [name] disana. Sedangkan izana dan Rindou berusaha menolong [name], namun gagal karena roh jahat itu lebih kuat keduanya.
"Rindou-san, Izana-san lebih baik kalian mundur aku akan melawan roh jahat ini."
"tapi [name]" ucap Rindou yang kuatir.
"cepat! " ulangnya lagi.
Izana dan Rindou malah terdorong oleh kekuatan roh jahat itu. Koko sendiri masih tak mengerti suasananya, dia hanya bisa terdiam ditempat. Koko merasakan suasana sangat mencekam, dan sungguh tak masuk akal.
[name] merapalkan mantra dalam hati, dia mengambil sesuatu didalam sakunya dan menempelkannya ke dada si roh jahat itu. benda itu adalah pemberian dari Ruki beberapa hari yang lalu.
Roh jahat wanita itu melepaskan cekikannya, dan berteriak kesakitan hingga kaca di sekitar nya pecah. [name] terbatuk dan berusaha meraup oksigen, dan menunduk untuk melindungi kepalanya menggunakan tangannya agar tak terkena serpihan kaca itu.
Koko pun melakukan hal yang sama, melindungi dirinya dari serpihan kaca. Dia benar-benar shock dengan apa yang terjadi, baru kali melihat kejadian aneh seperti ini dan membuat anggota eksekutif lain terutama Mikey datang karena mendengar kegaduhan ini. seketika, lukisan itu terjatuh dari tempat nya dan mengeluarkan asap seperti terbakar. Namun masih mengeluarkan aura negatif yang pekat.
Mikey dan anggota ekskutif lain yang melihatnya memandang tak percaya dengan apa yang terjadi saat mereka datang.
"haha.. ini tidak masuk akal. aku menyaksikan hal gila ini." kata Koko yang menyandar sambil duduk dilantai.
"[name] kau baik-baik saja?" kata Rindou yang menghampiri [name] yang masih menunduk menopang tubuhnya.
"kaca jendelanya sampai pecah. ini gila!" kata Sanzu seperti psycho.
[name] bangun dibantu oleh Rindou, keadaannya benar-benar kacau dengan tubuhnya terdapat luka sayatan kaca pecah tadi ditambah terdapat bekas cekikan roh jahat tersebut.
Izana menatap lukisan itu, sungguh dia merasa kesal dan lemah dengan kejadian ini.
"kuharap, jelaskan apa yang terjadi sebenarnya disini." kata Mikey mutlak.
...****************...
[03-03-2022]