
...Rindou x Reader...
...Karakter milik Ken Wakui...
...****************...
Sudah hampir 2 jam [name] berada di ruangan rawat Rindou, dia selalu mengecek jam di HP nya yang ternyata sudah pukul 3 sore. [name] was-was karena sebentar lagi jamnya untuk bekerja paruh waktu di supermarket, dia tidak ingin terlambat karena hal ini. Tetapi karena tertahan oleh Ran dan Sanzu, sekarang dia tidak bisa kemana-mana. Ditambah perasaan buruk yang terpancar dari aura negatif yang kuat dari ruangan ini. Sejujurnya dia merasa mual dan tidak nyaman berada diruangan ini, karena aura negatif ini terus memacu kemampuan supranatural yang dimilikinya. Tentu saja saat melirik ke arah Rindou terbaring, [name] melihat sesosok wanita bertanduk, berambut panjang, memakai baju merah dengan menggunakan setengah topeng berdiri disamping ranjang Rindou menatapnya tajam seolah akan membunuhnya. [name] benar-benar shock dibuatnya, pasalnya sosok tersebut benar-benar memusuhinya seolah dia tidak akan membiarkan [name] menggangu niat buruknya.
"kau kenapa [name]?" Tanya Rindou yang berada disampingnya.
"ruangan ini auranya sangat buruk, ini membuatku mual Rindou-san. " bisiknya kepada Rindou.
"ha? aku tidak merasakannya."
"kau memang gak akan bisa merasakannya, Rindou-san. tapi ini pekat bagiku, sungguh aku tidak kuat." bisiknya cepat berdiri sambil menutup mulutnya ingin muntah.
Ran yang sebenarnya menyelidik [name] tanpa sepengetahuan [name], dia menatapnya aneh dengan gerak-gerik gadis itu.
"kau kenapa?" Tanya Ran melihat [name]
"aku numpang ke toilet, boleh?"
"tentu saja. aku akan mengantarmu."
"aku tidak akan kabur kok." kesal [name]
Ran menatapnya masih tidak percaya.
"sungguh! aku tidak akan kabur."
"baiklah, awas saja kalau kau kabur."
Dia keluar menuju ke arah toilet, diikuti roh Rindou. Disana, [name] benar-benar memuntahkan isi perutnya dan membuat Rindou yang melihatnya nampak kuatir pada gadis ini.
"kau sebenarnya kenapa? kau aneh sejak tadi [name]."
"Rindou-san, apa kau melihat sosok wanita di samping tubuhmu yang tertidur?"
"hah? aku tidak melihatnya."
"sudah kuduga."
"memang ada apa sih?" Tanya Rindou penasaran.
"nanti saja aku akan ceritakan. sungguh! ini membuat energiku seperti terhisap dan membuatku mual."
[name] tampak lemas, sebenarnya dia sudah ingin segera pulang tapi belum bisa karena janjinya pada Ran. kalau sampai dilanggar dia akan benar-benar dibunuh oleh kakaknya Rindou.
...****************...
Akhirnya informasi yang ditunggu datang, apa yang dikatakan [name] benar adanya. Sanzu sudah mendapatkan file yang disembunyikan Rindou dari anak buahnya. [name] yang sudah berada diruangan Rindou hanya menatap interaksi Ran dan Sanzu.
"kapan sih mereka mengeluarkan aku dari sini? " ucapnya dalam hati.
[name] masih merasakan aura negatif itu pekat dari sosok wanita itu. Saat melihat jam di hpnya, ternyata sudah menunjukkan pukul 15.30.
"ya Tuhan, aku bisa telat kerja lagi."
Ran dan Sanzu menghampiri [name] yang sudah nampak tertekan.
"ternyata apa yg kau katakan benar nona. kami sudah sudah menemukannya." Kata Ran
"jadi, kapan aku bisa keluar dari sini? " tanya [name] dengan wajah tersenyum miris.
"tentu saja, sekarang kau boleh pergi. Tapi jangan sampai ini bocor, karena jika ini bocor kamu yang akan kami bunuh." jawab Ran dengan senyum mengancam.
"cih.. tidak adik tidak kakaknya sama saja. " bisiknya pelan. Kemudian [name] berdiri pamit pada Ran dan Sanzu.
...****************...
"akh.. beneran telat! "
[name] menaiki kereta yang agak sepi penumpang, karena bagaimanapun dia akan berkomunikasi dengan Rindou yang tidak bisa dilihat orang.
"maaf, kau jadi telat. "
"ha? aku tidak salah dengar kan kamu mengatakan maaf Rindou-san."
"cih!! " Rindou berdecih dan berwajah masam.
"ya sudah aku pergi, jangan memaksakan diri dan aku tunggu kau di apartemenmu." Rindou berdiri memunggunggi [name].
"tu.. tunggu. aku kan sudah menyampaikan pesanmu itu jadi kau jangan menggangguku lagi. "
" kata siapa?" Rindou berbalik, dia melipat tangannya di dada dan menunduk bertatap mata dengan [name].
"itu kan memang perjanjiannya. "
"sayang sekali, tugasmu belum selesai."
"heh? tidak bisa begitu! "
Rindou tersenyum remeh.
"sudah ya, aku akan menunggu di apartemenmu."
Rindou menghilang begitu saja.
"cih.. seenaknya! "
...****************...
Hari menjelang tengah malam, [name] baru saja selesai kerja paruh waktu. [name] benar-benar merasa lelah hari ini, menurutnya hari ini adalah hari yang sangat sial dengan kejadian-kejadian disiang hari tadi. Liburan kuliah yang seharusnya bersantai diapartemennya sebelum kerja paruh waktu malah harus tersita gara-gara masalah Rindou.
Seperti biasa, di sepanjang perjalanan dia selalu melihat berbagai aktivitas mahluk tak kasat mata, dan tentu saja [name] selalu mengabaikan. Semenyeramkan apapun bentuk wujudnya dia tidak takut karena sudah terbiasa baginya.
Sampailah di apartemen kecilnya itu, dia masuk ke dalam dan mengunci pintu. disana ada Rindou yang sedang duduk lesehan sambil memangku dagunya dimeja.
"kau sudah pulang. "
[name] mengabaikannya, dia sungguh malas dan lelah menanggapi Rindou yang pasti ujung-ujungnya adu mulut.
[name] langsung ke kamarnya, menjatuhkan badannya dikasur. Rindou menyusul kekamar nya, Rindou melihat [name] berbaring telungkup dan begitu kelelahan. Rindou tidak tega membangunkannya, jadi dia memutuskan besok saja untuk bicara dengannya.
...****************...
Sano Manjirou atau yang biasa dipanggil Mikey, dia adalah pemimpin dari organisasi Bonten. saat ini Mikey duduk mendengarkan laporan dari Sanzu Haruchiyo beserta eksekutif Bonten yang ada disana. Rapat kali ini membahas tentang laporan yang didapat oleh Rindou tentang penghianatan Hanma Shuuji beserta beberapa bukti file-file yang didapatkan.
Tak lupa Sanzu juga mengatakan jika informasi dan file ini didapat dari seorang gadis yang bernama [fullname] yang menjadi perantara Rindou. Sanzu menceritakan [name], si gadis indigo yang dapat berkomunikasi dengan roh Rindou dan itu dibenarkan oleh Ran.
"sungguh ini tidak masuk akal! tapi informasi nya sungguh tepat." Kata Koko sedikit tertawa.
"tapi kemampuan seperti itu justru lebih menyeramkan daripada membunuh musuh." ucap Takeomi sambil menghisap rokoknya.
"kemampuan supranatural ya? " gumam Kakucho.
Sedangkan mochi hanya memperhatikan mereka semua.
Akhirnya Mikey membuat keputusan dengan informasi yang lengkap ini.
"Kakucho, Takeomi dan Mochi bunuh Hanma beserta semua orang-orang di file ini." Final Mikey.
"Baik bos. " ucap Takeomi, Kakucho, dan Mochi serempak.
"koko cari tahu informasi gadis itu dan Sanzu, Ran kalian bedua pertemukan aku dengan gadis itu. ada beberapa hal yang aku ingin bicarakan dengan gadis itu. "
"siap bos. " ucap Koko, Ran dan Sanzu serempak.
...----------------...
[01-03-2022]