
Rindou x Reader
Karakter milik Ken Wakui
......................
"Bagaimana rasanya diambang kematian? "
anggota eksekutif Bonten kewalahan melawan Yuika. mereka tak mampu melawan hal yang tak masuk akal bagi mereka. mereka, para eksekutif harus melawan sosok hitam roh jahat yang bersatu bersama tubuh Yuika.
Yuika hanya tersenyum puas mengejek para petinggi Bonten yang sudah tak berdaya ditangan nya. mata mengejek nya kini mengarah pada orang no. 2 dari Bonten.
"Wanita iblis sialan!" Cerca Sanzu yang sangat marah dengan ejekan Yuika yang mengarah pada semua petinggi Bonten.
"ada apa orang Bonten no.2? Kau tak bisa membunuhku? Mana julukan mu sebagai seorang iblis pembunuh dari Bonten? "
Sanzu berdecak kesal, dia ingin sekali membunuh wanita dihadapannya ini seandainya saja dia memiliki kekuatan yang sama dengannya.
.
Mikey sendiri sudah tidak berdaya, bahkan tubuh mereka para petinggi Bonten sudah tak dapat melawan bayangan-bayangan hitam.
mereka sangat sia-sia melawan Yuika sekarang, sebab mereka melawan sebuah roh dan bukan melawan Yuika sebagai wujud manusia.
Yuika sendiri menertawakan para petinggi Bonten yang sudah tak berdaya. dia sangat puas dengan kekalahan telak organisasi kriminal yang terkenal nomor satu di Jepang.
Baji dan Senju yang sedari tadi di lokasi dimana pertempuran berlangsung tak mampu melawan wanita itu. Mereka berdua tertahan seolah energi dari jiwa mereka berdua separti terhisap oleh bayangan hitam yang berada di sekitar ruangan ini.
"menyerah saja, dan tunduklah padaku."
Senyum jahat merekah dari Yuika, Mikey sendiri merasa kesal dirinya tak berdaya seperti ini. apa yang dilakukan Yuika ini adalah sungguh penghinaan terhadap Bonten.
" Kami lebih baik mati daripada harus tunduk pada wanita tak tahu diri seperti dirimu. " tegas Mikey pada Yuika.
Bonten sama sekali tak bergeming, mereka lebih memilih mati ketimbang harus tunduk pada wanita dihadapanya. Yuika sendiri sangat marah dengan ucapan bos Bonten yang begitu merendahkannya.
"Baiklah! mendekam saja kalian di neraka! "
saat akan mengeluarkan kemampuan Yuika, terdengar mantra terucap dari bibir [name] ketika sampai diruangan. Dia masuk dan segera menyerang Yuika dengan menebas bayangan hitam yang akan mengakhiri nyawa para eksekutif itu.
"[fullname]! kau? " marah Yuika yang di gagalkan acara eksekusi nya oleh [name] yang muncul tanpa terduga.
tebasan belati itu tak hanya menghilangkan bayangan hitam yang akan menyerang para petinggi Bonten, tapi Yuika juga terkena dibagian bahunya.
yuika semakin membenci [name]. Yuika tidak tahan dengan [name] yang dia anggap sebagai penghinaan untuknya. wujud Yuika kini berubah menjadi bayangan hitam itu sendiri dengan mata merah. Yuika telah tertelan oleh roh jahat itu sendiri.
"Kau terlihat menyedihkan! " Ejek [name] dengan nada yang datar.
"Tutup mulutmu! brengsek! kau orang pertama yang akan kubunuh! " teriak Yuika yang begitu marah dan menggema. hingga membuat Kaca-kaca pada jendela pecah berhamburan.
"Lakukan saja kalau kau bisa. Sampah sepertimu yang akan ku kalahkan" sambil mengacungkan belati yang dipegangnya.
"Cih! Kau terlalu banyak bicara omong kosong [name]. Kau hanyalah seorang pecundang sejak dulu!" hina Yuika sambil menunjuk [name].
"Huh! aku tidak peduli. Tapi kau jauh lebih buruk dariku. Kau membunuh orang lain yang tak berdosa bahkan lebih parah lagi kau merusak keluarga Hasegawa hanya karena keserakahan mu. "
"Tahu apa kau tentang keluarga ini. Kau cuma orang luar! sialan!" teriak Yuika yang menjadi-jadi.
"Kau, hanya anak tiri yang bermimpi menjadi seorang putri disini! Sungguh kasihan sekali. " ejek [name] sambil melipat kedua tangannya yang masih memegang belatinya. [name] hanya bisa bersikap sombong untuk memancing emosi Yuika.
"Sialan kau, [name]!!!! " serang Yuika yang sudah sangat murka.
.
Para member Bonten yang tadi tak berdaya akhirnya mereka bisa sedikit memulihkan diri. mereka terkejut akan percakapan kedua wanita yang kini saling bertarung.
"saudara tiri? " gumam Mikey yang mengingatkan dirinya akan perseteruan nya dengan izana dimasa lalu yang mengakibatkan Emma harus kehilangan nyawa.
......................
[name] dengan mudahnya menghindar dari setiap serangan. berbagai cara dia lakukan untuk menyerang Yuika.
Aura negatif yang kuat keluar dari tubuhnya, yuika yang sepenuhnya menjadi roh jahat tanpa ampun menyerang terus menerus [name].
[Name] terus menghindar, dan kini berdiri dibelakang para petinggi Bonten.
"Semuanya, aku harap kalian pergi dari sini. aku akan menghalangi Yuika dari sini. "
[name] sendiri membacakan mantra untuk Baji dan Senju agar terbebas dari belenggu Yuika.
Kemudian [name] memerintah kan Baji dan Senju untuk pergi bersama para petinggi Bonten yang ada diruangan ini. [Name] tidak bisa melibatkan pertarungan ini dengan mereka yang tak memiliki kemampuan seperti dirinya sebab itu bisa membunuh mereka semua.
Baji dan Senju hanya bisa menurutinya, nyawa teman-teman serta saudaranya lebih penting saat ini. mereka berdua sepenuhnya percaya akan kemampuan [name].
"kau akan baik-baik saja kan? " Tanya Baji.
"Aku akan baik-baik saja. " Jawab [name]
"Jangan mati. " Ujar Mikey yang menepuk pundak [name].
[name] hanya mengangguk dan tersenyum pada semua petinggi yang akan meninggalkan dia sendiri diruangan ini.
Mereka semua beranjak keluar untuk pergi sedangkan [name] memasang penghalang agar bayangan itu tak mengejar mereka.
Ruangan pun tertutup, hanya ada [name] dan Yuika didalam.
..........
"Kita benar-benar tidak berdaya. " Gumam koko ketika berada diruangan lain yang kini sedang berkumpul bersama.
"Kalian berhutang nyawa pada [name]." Senju duduk di dekat kakaknya Takeomi.
"Cih! Seandainya saja musuh nya orang normal, kita bisa menghabisinya langsung tanpa harus melibatkan orang luar seperti [name]." Kesal sanzu sambil memalingkan muka ke arah lain.
"Huh! Aku berharap gadis itu selamat. " Ucap Kakucho yang agak menyesali ketidakberdayaan nya.
Saat ini mereka berada diruangan yang jauh dari lokasi dimana pertarungan [name] dan Yuika. Baji dan senju sendirilah yang membantu mengarahkan pengevakuasian mereka.
mereka masih memikirkan apa yang dikatakan [name] pada Yuika yang merupakan anak tiri dari keluarga ini. padahal Yuika tak pernah membeberkan apapun sebelumnya tentang jati dirinya. bahkan di media pun dia seolah memang dirinya adalah anggota resmi Hasegawa seorang anak pengusaha yang sukses di abad ini.
kedatangan [name] yang mendadak, beserta kemunculan kedua orang yang mereka kenal membuat misi ini bagaikan mimpi. antara senang ataupun sedih mereka sendiri pun tak tahu untuk sekarang.
"Maaf, aku merahasiakan ini. [name] yang memintaku untuk menyusup kesini." Ran yang duduk kini menyandarkan dirinya disofa. dia menatap matanya kearah atap-atap ruangan ini.
Mikey hanya bisa menghela nafas. tak bisa menyalahkan siapapun.
"Semuanya sudah terjadi, jujur saja kita terbantu dengan kedatangannya. Meskipun tidak dalam rencana." Ujar Mikey yang duduk agak jauh dari anggota lainnya.
.
mereka telah pulih setelah mengistirahatkan diri diruangan lain.
Ran berdiri dan meminta izin pada sang bos untuk mencari Rindou adiknya yang tertinggal diruangan lain.
Mikey mengangguk paham.
Ran segera keluar dari ruangan dimana para petinggi saat ini. Dia mencari keberadaan Rindou yang terpisah sendiri dengan para eksekutif lain.
.
Hanma dan Rindou masih beradu kekuatan fisik. Mereka sama-sama kuat dan memiliki julukan masing-masing ketika remaja hingga sekarang.
"Huh! Aku heran kenapa kriminal seperti mu mau saja berkorban untuk gadis biasa tadi. "
"Jika kau tidak tahu apa-apa lebih baik kau diam, Hanma. "
Hanma tertawa, Rindou terlalu bodoh pikirnya dalam hal tak berlogika macam cinta. Itu hanya buang-buang waktu dan nyawanya saja.
Rindou sendiri tidak peduli dengan Hanma yang menurutnya itu hanya omong kosong yang tak berguna. Rindou sedikit lengah ketika serangan dadakan Hanma lagi sehingga dia mendapat pukulan diwajahnya serta tendangan dari Hanma Shuuji.
Rindou tersungkur menopang tubuhnya yang roboh karena Hanma. Hanma tersenyum miring ketika mengenainya. Darah sudah mengalir dari bibir dan pelipis Rindou, dia meludahkan darah yang berada di bibir nya dan menghapusnya dengan lengan jasnya.
"Kena! Kau lengah Haitani Rindou. " Ujar Hanma yang tertawa mengejek.
"Cih! brengsek kau sialan! " Decak Rindou.
...........
Penampilan [name] sudah kacau berantakan, darah sudah sudah mengalir dari pelipisnya bahkan dibeberapa tubuh lainnya. Yuika yang terlihat masih dalam wujud bayangan hitam dia hanya menertawakan [name] yang sudah terluka dimana-mana.
"Seharusnya aku membunuhmu saja waktu itu, kau benar-benar pengganggu. Tidak kau tidak dengan adikku kalian berdua sama-sama menganggu hidupku! "
"Heh? Menganggu? Apa kau tidak sadar diri juga. Penyakit hati yang kau punya itu justru merusak dirimu sendiri. Sekarang lihatlah dirimu, kau nampak mengerikan untuk seorang manusia. "
"Cih! Omong kosong! kau tahu, aku akan membunuh kalian semua yang ada disini tanpa jejak sedikitpun. "
Yuika memporak-porandakan seluruh ruangan yang ada disini dengan kemampuan yang dimilikinya. [Name] sendiri berhasil menghindar dari setiap serangan yang menyerupai bayangan itu.
[name] membacakan mantra pada belati itu hingga belati itu bersinar kebiruan dengan tulisan-tulisan mantra berhuruf kanji ditengah bilahnya. dia siap menebas roh jahat yang keluar seiring waktu dari tubuh Yuika sebagai serangan. [Name] yang menebas secara berurutan dan penuh strategi yang kini mencapai titik lemah Yuika yang berada tepat di jantungnya.
[name] memang kesulitan melawan Yuika. roh jahat yang mengendalikan nya sangat kuat dan tak kenal ampun. wujud itu akan menyerang objek yang ada di ruangan ini jika tak dibekali kemampuan supranatural seperti ini.
[name] harus memutar otaknya di setiap kesempatan meskipun gagal berkali-kali. Namun, [Name] tekad lebih kuat untuk mengakhiri lingkaran setan dalam hidupnya disebabkan oleh keegoisan seorang yuika.
.
Rindou dan Hanma sudah sama-sama terluka, dan kacau berantakan. Hanma sendiri sudah merasa kesal sebab Rindou belum juga tumbang olehnya.
Hanma tahu Haitani Kyoudai memang sangat terkenal akan kemampuan nya jika mereka bertarung secara bersamaan tapi kali Hanma benar-benar telah meremehkan kemampuan personalnya.
Rindou sendiri sedang melenturkan otot-otot nya, pertarungan nya dengan Hanma belum selesai. Rindou sangat benci diremehkan, dia akan mematahkan tulang Hanma jika perlu.
"Ayo maju, Hanma! " Seringai Rindou.
.
Baji yang sejak tadi berada disamping Mikey baru saja mulai mengungkapkan isi hatinya pada Mikey.
"Mikey, apa kau tak kepikiran untuk kembali kepada Toman? " Baji yang berada disamping Mikey sambil memainkan kakinya yang dilipat.
"Aku sudah tidak bisa, Baji. Ini adalah duniaku sekarang. " Mikey hanya menunduk sambil menginsi amunisi untuk pistol yang dipegangnya saat ini.
"Huh! Begitu rupanya. Baiklah aku mengerti. Aku hanya berharap kau bisa kembali. Mereka menunggumu kembali, Mikey." Baji menatap ke arah luar jendela yang sudah terlihat gelap.
Mikey sendiri tak menjawab apapun lagi, dirinya memang sudah berada dalam kegelapan setelah semua orang meninggalkannya satu persatu. Meskipun sekarang dia bisa melihat roh baji tetap saja dia tak bisa menuju cahaya yang sudah lama hilang dihidupnya.
.
Anggota Bonten yang tersisa seperti Koko, Takeomi dan Sanzu sedang berkutat pada kegiatan masing-masing. mereka sedang mencari sesuatu agar dapat menemukan hal yang bisa mereka manfaatkan disini untuk dijadikan senjata dan juga menghapus jejak penyerangan keluarga Hasegawa sebelum tercium oleh pihak kepolisian. Sedangkan Kakucho dan Mochi menyusul Ran setelah Ran menghubungi nya lewat pesan singkat.
Takeomi yang tak jauh dari sekitar Sanzu kini seperti bereuni keluarga karena adanya Senju disini. Sanzu yang merasa jengkel dan kesal dengan keadaan seperti ini hanya bisa menggerutu tak jelas.
"Haruchiyo, aku minta maaf. " Senju memainkan jemarinya.
"Cih! Untuk apa? Semua sudah berlalu dan aku tidak peduli. " sanzu tetap mencari sesuatu agar bisa dimanfaatkan.
"Ya aku mengerti. Tapi setidaknya aku sudah mengatakannya. " Senju melipat tangannya kebelakang kepalanya sebagai sandaran.
"Itu bukan salahmu, Senju. Akulah yang paling bertanggung jawab atas kalian. Aku telah gagal sebagai seorang kakak. " Takeomi menemukan sesuatu barang peninggalan dari keluarga Hasegawa yang sepertinya sangat penting. sebuah foto anak kecil berambut pink yang wajahnya sengaja dirusak oleh seseorang.
Takeomi pun menyalakan rokoknya, dia memang merasa bersalah kepada adik-adik nya yang menimbulkan perpecahan dikeluarga Akashi.
"Huh! Sudahlah! Aku tidak peduli! Masa lalu tetaplah masa lalu dan tak akan pernah bisa kembali. " Ujar Sanzu yang teramat sebal.
"Kau jangan berkata seperti itu, Haruchiyo. Niat Senju baik terhadapmu. " ucap Takeomi yang menghembuskan asap rokok.
"Sudahlah Takeomi tidak apa-apa. Aku mengerti. " Senju tersenyum memaklumi. Haruchiyo tak bisa memaafkan dirinya.
Sanzu hanya mendengus, dia sangat malas membahas tentang masa lalu. Lagipula dia sudah melupakan itu semua. Itu terlalu mengerikan jika dia harus mengingatnya.
.
Ran sendiri akhirnya bisa menemukan keberadaan Rindou. Dia mendengar suara dentuman keras pertarungan didalam sana. Ran sudah berada diambang pintu, disana terlihat sangat kacau. ruangan tersebut sangat berantakan akibat pertarungan Hanma dan Rindou. Rindou terlihat terluka disekujur tubuhnya, begitu juga dengan Hanma.
"Nii-san." Ucap Rindou melihat sang kakak yang baru saja datang.
Hanma mengambil kesempatan untuk mengambil senjata pistol yang tergeletak dan akan menembak Rindou. Namun Ran yang sadar dengan cepat segera menghentikan pergerakannya dengan menembakkan peluru dari pistol yang dipegangnya ke arah lengan Hanma sehingga pistol itu terlepas dari tangannya dan Rindou segera mengunci pergerakan nya.
"Kau akan mati kali ini Hanma. " teriak Rindou Kesal.
Hanma tertawa, dia sudah tidak peduli lagi. Dia memang akan mati mungkin setelah ini, dia sangat sadar itu.
"Ya.. Ya.. Tapi apa kau tidak tahu meskipun aku tidak membunuh nya tapi gadismu akan mati oleh wanita gila itu. Kau tau, wanita itu iblis sesungguhnya. "
Ran mengambil alih Hanma dari Rindou, dialah yang mengunci tubuh Hanma bahkan memborgolnya yang sudah Ran persiapkan sebelumnya.
"Rin pergilah, biar aku yang urus Hanma disini. Lagipula sebentar lagi Mochi dan Kakucho akan menyusul kesini. "
"Baik nii-san."
Rindou segera berlari menuju tempat [name], dia membuka satu persatu pintu ruangan atas.
Ketika menuju ruangan terakhir dilantai paling atas.
Rindou mendengar suara dentuman keras menggema. Rindou melihat [name] terlempar keluar dengan retakan tembok karena tubuhnya. Rindou terkejut melihatnya dan segera berlari untuk melihat kondisi [name] sudah terluka parah dengan berlumuran darah di sepanjang tubuhnya. [name] juga mengeluarkan batuk darah akibat terluka dibagian dalam.
"R.. Rin kenapa kau kesini? " Tanya [name] dengan suara yang terbata-bata dengan pandangan terlihat sayu. Rindou sendiri merasa miris melihat tubuh kekasihnya harus seperti ini. Rindou mengepalkan tangannya sambil mendekap tubuhnya dan menyandarkan kepalanya di bahunya.
"maafkan ketidakberdayaan ku, [name]."
..........
[05-05-2022]