Tokyo Revengers: Why Me?

Tokyo Revengers: Why Me?
Bagian 12



...Rindou x Reader...


...Karakter milik Ken Wakui...


......................


Rindou tak peduli dirinya lelah, dia harus sesegera mungkin ke apartemen [name]. Dia sangat ingin bertemu gadis itu, dia sangat merindukannya. Sudah hampir 2 bulan, komunikasi [name] dengan Bonten terputus. Bahkan semenjak Rindou sadar dari koma, kabar gadis itu menghilang begitu saja. Ini memang salah dirinya juga tidak memiliki keberanian menemuinya, karena Rindou takut terjadi apa-apa pada [name]. Tapi akhirnya, Tuhan telah mengabulkan permintaannya. Rindou mengakui dirinya adalah pendosa tetapi dia telah menemukan apa yang menjadi kebahagiaannya sekarang, yaitu gadis yang selama berbulan-bulan bersamanya, menyelematkan hidupnya meskipun si gadis hidup dalam kesederhanaan. ya, [full name] adalah gadis yang telah membuat hatinya berdebar, membuatnya dirinya jatuh cinta dan tak ingin melepaskannya kali ini.


menempuh waktu kurang lebih 1 setengah jam, akhirnya Rindou sampai di apartemen [name]. Dia melihat jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi, dia baru ingat gadis yg terpaut 4 tahun lebih muda darinya itu memiliki jadwal kuliah. mengapa Rindou tau itu? Karena Rindou selalu memperhatikan gadis itu melalui anak buahnya yang dia suruh. Tapi dia tak hilang akal, Rindou akan menemui pemilik apartemen untuk meminta kunci duplikat gadis itu bagaimana pun caranya, biarpun harus sedikit menyuap bahkan mengancamnya.


Itu memang dilakukan Rindou, Rindou sudah mendapat kunci apartemen kecil [name] meskipun harus sedikit menyuap pemilik apartemen nya. Baginya itu hal yang kecil, toh bisnisnya itu dimana-mana baik itu yang legal maupun ilegal.


Rindou memasuki apartemen [name], dia mencium aroma dari gadis itu. walaupun tempatnya kecil, tapi barang-barangnya sangat tertata rapi.


setelah membuka sepatu mahalnya, Rindou rebahan diranjang [name] seperti yang pernah dia lakukan ketika dia masih berwujud roh. Rindou sungguh kelelahan karena tidak tidur karena baru saja pulang misi. setelah memberi laporan dan Mikey mengizinkan untuk bertemu dengan [name], dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu dan langsung ke sini.


Rindou tertidur, dia akan menunggu gadis itu pulang.


...****************...


hari sudah siang, jam kuliah [name] selesai sekitar pukul 2 siang. [name] memutuskan untuk pulang dahulu ke apartemen sebelum jam kerja part timenya mulai, toh lagipula tidak jauh jarak apartemen nya dengan tempat kerja part time nya.


sebelum ke apartemen, dia berbelanja bahan makanan terlebih dahulu. Dia memang selalu memasak sendiri untuk menghemat pengeluaran nya agar cukup sampai gajian datang. [name] memang selalu dikirim uang oleh orangtuanya tetapi [name] jarang mengambil pemberian orangtuanya itu kecuali untuk kebutuhan perkuliahan, jadi dia selalu menabung sisa uangnya itu untuk berjaga-jaga.


Ketika sampai di apartemen nya, [name] merasa aneh. seperti nya pintu apartemen nya tidak terkunci, seperti nya ada yang masuk kedalam apartemennya. Benar saja, saat [name] memeriksa, ada sepatu laki-laki. siapa pikirnya, dia coba memeriksanya. [name] menyimpan sembarang bahan makanan yang terbungkus kantong plastik dipantry dan memeriksa ke kamarnya. [name] terkejut melihat Rindou tertidur di kasurnya. Sungguh tidak percaya, pria yang hampir 2 bulan tidak ditemuinya kini muncul dihadapannya sedang tertidur. [name] memang senang melihat Rindou kembali, namun dia mengingat janji yang menjadi imbalannya ketika bernegosiasi dengan Mikey.


Rasanya ingin menangis ketika ingat itu, [name] berbalik arah akan pergi. Namun, Rindou terbangun. dia melihat [name] akan beranjak pergi, namun dengan segera menahan siku [name]. mendorong [name] dalam dekapannya dari belakang.


"jangan pergi!" ucap Rindou yang menyandarkan kepalanya dibahunya menghirup aroma sang gadis yang membuatnya tenang.


[name] hanya terdiam mendengarnya, benar saja [name] menangis. sejauh apapun dia ingin melupakan Rindou, ternyata itu tidak bisa.


"aku menyukaimu. tidak, aku mencintaimu. " Ucap Rindou yang masih menyandarkan dibahunya dengan perbedaan tubuh yang kentara.


hati [name] menghangat, dia sangat senang Rindou mengatakan itu. cintanya terbalaskan, [name] berbalik memeluk Rindou, dia benar-benar menangis didadanya. Rindou memeluknya erat, dia tidak ingin melepaskan gadis ini. gadis ini hanya miliknya, pikir Rindou sekarang.


"aku juga menyukaimu tapi aku tidak bisa melanggar perjanjianku dengan Mikey. jujur saja aku takut."


"kau tak perlu kuatir, Mikey seperti nya berubah fikiran. Aku juga tidak tahu apa yang terjadi, yang jelas dia sudah membiarkanku bebas menemuimu." ucap Rindou yang mengelus rambut sang gadis.


"syukur lah. " ucap [name] yang masih dalam dekapan Rindou.


"apakah ini karena Izana-san? mungkin aku harus berterima kasih padanya dan sesekali jika senggang, aku akan mengunjungi pusara peristirahatan nya." batin [name].


Rindou menghapus air mata [name], mencium sekilas bibir manis gadisnya. [name] langsung merona hebat ketika diperlakukan seperti itu, karena ini adalah pengalaman pertama nya seorang pria memperlakukan dengan lembut seperti ini apalagi orang itu adalah Rindou yang sekarang berstatus sebagai kekasihnya.


Rindou sangat gemas melihat kekasihnya seperti ini, dia tersenyum sambil mengacak-acak rambut sang gadis yang lebih pendek darinya.


"kau sangat lucu [name], kau harus terbiasa nanti."


"ha? a.. apa sih? "


[name] menjadi gagap ketika Rindou menggoda nya. secepatnya [name] mengalihkan pembicaraan.


"apa kau lapar Rindou san? "


Rindou menaikkan alisnya, kekasihnya ini masih memakai embel-embel di belakang namanya.


"mulai sekarang panggil namaku Rindou tanpa embel-embel ok. ya aku lapar, tadi tidak sempat sarapan dan langsung kesini. "


[name] menangguk mengerti.


"kalau begitu aku akan memasakkan sesuatu untukmu, kita akan makan bersama tapi mungkin itu bukan seleramu."


"apapun yang kau masak, aku akan memakannya [name]."


[name] mulai memasak untuk makan siangnya bersama Rindou, Rindou hanya menunggu dimeja kotatsu sambil memainkan ponselnya untuk mengabari sang kakak yaitu Ran dan menyuruh anak buahnya mengambilkan beberapa pakaian untuknya. Rindou belum sempat mengabari kakaknya itu karena buru-buru ke apartemen [name]. setelah selesai, dia memperhatikan [name] yang sangat cekatan dalam hal memasak. Rindou memang suka memperhatikan nya dulu, namun belum sampai mencicipi masakannya itu karena dulu dia hanya lah seorang roh.


Rindou mencicipi nya dan rasanya sangat enak, [name] sungguh pandai memasak pikirnya. Rindou memakan nya dengan lahap tanpa sisa, mereka berdua makan bersama. Hati Rindou menghangat akan suasana ini, mengingatkan dirinya dimasa lalu ketika ibunya masih hidup dan makan bersama kakaknya Ran.


setelah selesai makan [name] menyajikan teh untuk Rindou, sedangkan [name] sendiri membereskan peralatan bekas makan mereka berdua.


"seperti nya ada yang datang." ucap [name] yang mendengar suara bel apartemennya.


"Biar aku saja yang buka." ucap Rindou yang membuka pintu dan ternyata itu adalah anak buahnya yang mengantarkan pakaian pribadinya.


kemudian Rindou meminta izin menggunakan kamar mandinya [name] dan segera membersihkan diri dikamar mandi. setelah selesai, Rindou kembali duduk kembali dibawah meja kotatsu [name] lagi.


"kau masih bekerja di supermarket? "


[name] mengangguk.


"lebih baik kau berhenti bekerja, aku tidak ingin kau kelelahan. aku selalu melihatmu pulang malam terus." kata Rindou yang menyenderkan kepalanya dimeja kotatsu.


"aku tidak bisa, aku tidak ingin membebankan orangtuaku."


"gunakan ini, dan kau tidak perlu bekerja lagi. fokus saja pada kuliahmu." kata Rindou memberikan black cardnya.


[name] melongo melihat Rindou memberikan black cardnya semudah itu.


"ya Tuhan sekaya apa sih dia?" gumam [name].


untung saja Rindou tidak mendengar gumaman [name], bisa malu dia.


"kenapa diam saja? ambil."


" tidak bisa, aku tidak bisa menerima ini Rindou. ini jadi membebaniku tahu. aku jadi kek orang yang gak tau diri kalau menggunakan uangmu."


Rindou menghela nafas, sungguh kekasihnya ini keras kepala. Dia mendekati [name] dan merangkulnya sekaligus mengacak-acak rambutnya.


"sayang ini tidak akan membebanimu. sekarang kau adalah tanggung jawab ku. kau bisa gunakan kartu ini untuk kebutuhanmu. Aku memaksa." ucap Rindou yang menekankan kata memaksa.


[name] malah mengerucutkan bibirnya, selain dipaksa untuk berhenti kerja part time, dia juga harus menerima black cardnya Rindou. Mau tidak mau dia menerimanya, sedikit banyak dia tau sifat Rindou.


"baiklah." ucap mengambil black cardnya.


"nah begitu donk. udah gak usah manyun gitu, jelek tau. " ucap Rindou yang menekan-nekan pipi [name].


"aku emang jelek kok. sadar diri aku." ucap [name].


Rindou makin gemas dengan kekasihnya ini, dia mencium pipinya [name].


"ih jangan cium-cium, malu akunya tau." jujur [name].


Rindou tertawa mendengar ungkapan jujur [name].


"oh ya Rindou, apakah kau mau mengantarkanku ke pemakaman Izana-san.


"boleh, kapan?"


"hari minggu saja, bisa? "


"tentu saja, aku bisa mengantarmu."


"Terima kasih."


tidak terasa sebentar lagi waktunya [name] untuk bekerja part time. Dia segera mempersiapkan diri, untuk berangkat kerja. Setelah selesai dia pamit pada Rindou yang masih di apartemennya.


Rindou sebenarnya tidak ingin [name] pergi bekerja part time. Tapi mau bagaimana lagi, kekasihnya belum berhenti bekerja dari part timenya. Mau tidak mau dia harus menunggunya sampai malam. Tapi Rindou tetap mengawasi kekasih nya itu melalui anak buahnya yang dia tugaskan demi keamanannya.


......................


[07-03-2022]