
...Rindou x Readar...
...Karakter milik Ken Wakui...
...****************...
"i.. izana" ucap Mikey melotot tidak percaya. Dihadapannya Izana muncul dengan penampilan dirinya semasa hidup yaitu menggunakan Toppoku Tenjiku dengan usianya belasan tahun.
"kau banyak berubah ya, Mikey. tidak seperti dirimu yang dulu."
Mikey hanya bisa terdiam, melihat Izana yang menghampirinya. langkah Izana menuju samping Mikey, dirinya melihat ke arah pemandangan malam kota. Izana menghela nafas menunggu Mikey bicara, tetapi Mikey diam terpaku. Mikey tak tau harus berkata seperti apa pada Izana, yang terakhir dia ingat adalah Izana melindunginya dari tembakan Kisaki Tetta dan memintanya untuk diselamatkan disaat masa sekarat dan naasnya Mikey tak dapat menolong saudara tirinya itu.
"kau pasti kaget melihatku, Mikey? "
Mikey berbalik, berdiri disamping Izana yang perbedaan tubuhnya kentara.
"bukankah kau sudah mati, kenapa bisa? "
"kenapa ya? Mungkin berkat gadis itu sih. Tapi waktuku tidak banyak, sebelum aku pergi tentunya aku ingin bertemu denganmu."
Mikey menunduk tidak percaya, dia mengingat kembali ke masa lalu dan menyalahkan dirinya.
"aku minta maaf, Mikey. gara-gara aku kau jadi seperti ini. gara-gara aku juga Emma harus mati. Dulu aku begitu egois, aku iri dengan kehidupanmu yang selalu bersama Shinichiro bahkan Emma yang berada di keluarga Sano. Shinichiro selalu bercerita tentangmu terus-menerus hingga aku muak, ditambah kau sangat beruntung banyak memiliki teman. Kau tidak seperti diriku yang selalu sendirian."
Mikey masih menunduk tak menjawab sepatah katapun. Dia sudah tahu apa yang dirasakan Izana saat itu. Izana hanya ingin diakui dan mendapatkan kasih sayang sebagai keluarga.
"tapi setelah aku mati, aku sadar. bahkan Tuhan menghukumku selama beberapa tahun. jiwaku tak tenang dan terombang-ambing hingga aku harus menyaksikanmu, Kakucho bahkan yang lain menjadi seperti sekarang."
"itu bukan kesalahanmu Izana, tapi ini semua salahku. Akulah yang memilih jalan ini."
"apa karena dark Impulsive-mu?" Tanya Izana
Mikey mengangguk.
"aku tidak bisa mengendalikan dark Implusive-ku."
"menurutku, kau terlalu membebankan dirimu Mikey. kau selalu menanggung masalah teman-temanmu sendirian sehingga dark implusive-mu mengendalikanmu."
Izana menghela nafas, menutup mata sejenak lalu berhadapan dengan Mikey sambil memegang kedua bahu Mikey.
"Mikey, aku ingin kau bahagia. Aku sungguh minta maaf. Tolong jangan pernah menyalahkan dirimu, itu membuatku tidak tenang."
tiba-tiba saja Izana menangis, baru pertama kali ini Mikey melihat Izana menangis dihadapannya.
"aku tahu waktu tak bisa diubah, tapi setidaknya kau harus bahagia. Tolonglah Mikey, ini permintaan terakhirku sebelum aku pergi dan benar-benar menghilang."
Izana menangis sambil berjongkok, Mikey pun ikut menyamakan dengan Izana.
"aku harus bagaimana Izana? aku sendiri tidak tahu. aku yang dulu sudah lama mati." kata Mikey yang mengelus surainya yang sama dengan Mikey.
"kembalilah kepada teman-temanmu, Mikey."
"aku sudah tidak bisa kembali, Izana. Jalanku sekarang adalah disini."
Izana tidak bisa berbuat apa-apa lagi, yang dia rasakan adalah penyesalan. Jika dia bertemu Shinichiro dan Emma dia akan memohon ampun kepada mereka berdua.
Izana samar akan menghilang secara perlahan. Mikey, sadar Izana akan menghilang. Mata Mikey membola tak percaya, dia tidak rela Izana pergi dari hadapannya.
"huh.. ternyata sebentar lagi aku akan pergi. Mikey bisakah kau berjanji padaku."
"apa itu? "
"kau harus bahagia dan jangan memendam semua masalahmu sendirian. Percayalah pada mereka yang sekarang menjadi rekanmu yang loyal kepadamu, Mikey."
"aku janji, Izana. "
"oh ya satu lagi, sebelum aku pergi tolonglah jangan kau batasi hubungan Rindou dengan [name]. mungkin ini konyol tapi mereka berdua saling menyukai Mikey. kau harus membiarkan anak buahmu siapapun itu bahagia seperti yang kau lakukan pada teman-temanmu di Toman."
Mikey mengangguk, Izana perlahan menghilang. Mikey segera mendekap tubuh Izana sebelum menghilang, dia sungguh tidak rela Izana yang dihadapannya akan menghilang.
"Terima kasih, Mikey. Tolong ikhlaskan kepergianku. Aku akan meminta kepada Tuhan, agar kau selalu bahagia."
Izana menghilang dari dekapan Mikey, tanpa sadar Mikey menangis dan kini menyisakan sebuah boneka kertas yang tergeletak dilantai rooftop.
Mikey menangis memanggil nama Izana, dia hanya terduduk sambil menopang tubuhnya dilantai.
"Bo.. Bos, kau kenapa?" Tanya Sanzu yang mengkhawatirkan Mikey.
Mikey tak menjawab Sanzu, dia hanya memandang kertas boneka yang bertuliskan tulisan mantra beraksara kanji. air matanya masih terjatuh membasahi lantai yang kering dan sebagian mengenai kertas boneka itu sehingga tulisannya sedikit memudar.
Sanzu membantu Mikey bangun, dan mengantarkan kekamarnya. Sanzu yang baru saja kembali dari kamarnya Mikey ikut berkumpul bersama Takeomi, Ran dan Kokonoi. mereka yang sedang berkumpul memandang heran pada Sanzu yang terlihat khawatir pada Mikey.
"ada apa Sanzu? kau terlihat cemas? " tanya Ran.
"Mikey menangis, entah apa sebabnya. aku juga memukan ini ketika dia menangis." jawab Sanzu sambil menunjukkan boneka kertas itu pada mereka bertiga.
"apa mungkin [name] melakukan sesuatu?" tanya Ran lagi
"entahlah, gadis itu kan sulit ditebak kalau urusan hal mistis." Koko yang menjawab.
"apa perlu aku bunuh saja dia karena sudah membuat Mikey seperti tadi." kesal Sanzu.
"oi.. oi.. yang ada kau dibunuh si Rindou." kata Koko.
"apa peduliku, yang penting raja ku tidak kenapa-kenapa." ucap Sanzu memutar bola matanya.
"lebih baik kau tanyakan sendiri setelah dia tenang, Sanzu. jangan membuat keputusan sendiri, yang ada kau yang dibunuh Mikey." kata Takeomi.
"cih" decak Sanzu.
[name] melihat cahaya itu sudah padam, dia sungguh sedih karena berpisah dengan Izana. [name] sudah sangat dekat dengan Izana selayaknya teman lama, walaupun sebenarnya dia mengenal Izana beberapa bulan lalu. Tapi mau bagaimana lagi Izana memang sudah meninggal dunia, dan dia harus menerima kenyataan itu dengan hati yang lapang.
[name] menghela nafas, dia merasa sendirian sekarang. bahkan waktu sudah menunjukkan tengah malam, dia memutuskan untuk tidur dan membereskan semua alat-alat bekas ritual pelepasan Izana.
...****************...
pagi pun datang, Rindou baru saja kembali dari misi menuju markas Bonten untuk memberikan laporan pada Mikey. Mikey yang sedang duduk dikursi kerjanya sambil memandang Taiyaki yang merupakan makanan kesukaannya. Rindou sendiri sudah terbiasa dengan pemandangan itu, dia pun menjelaskan isi laporan nya.
sebelum pergi Mikey memanggil kembali Rindou, dia heran. ada apa dengan bosnya ini memanggilnya.
"ada apa bos, apa ada tugas lain yang perlu aku lakukan." tanya Rindou.
"tidak." jawab Mikey singkat.
Rindou mengerutkan dahinya heran.
"apa benar kau menyukai [name]. Jawab ya atau tidak" tanya Mikey lagi.
"ya." jawab Rindou tegas.
"sejak kapan? " tanya Mikey sambil memainkan Taiyaki nya
"akupun tidak tahu, aku sadar menyukainya ketika aku sering bersamanya ketika aku masih koma." jawab Rindou lagi
"begitu." ucap Mikey memakan Taiyaki nya.
Rindou penasaran apa yang akan Mikey lakukan setelahnya.
"Kau boleh menemuinya, tapi dengan syarat jangan membawa nama Bonten dan membocorkan apapun tentang Bonten. Maka aku yang akan mengeksekusimu berserta [name]."
Rindou membola matanya tak percaya, apakah ini mimpi baginya? Mikey tiba-tiba berubah pikiran tentang keputusan itu. Dia sungguh senang dengan keputusan Mikey ini.
"baik boss, terima kasih. kau bisa percaya padaku. "
Mikey sudah mengabulkan apa yang Izana minta, dia merasa lega dihatinya. Mikey tersenyum samar sambil menyandarkan punggungnya, dan pandangannya mengarah ke atas.
Rindou pun keluar, dia terlihat senang. tanpa pikir panjang dia sesegera mungkin rencananya akan pergi menuju ke kediaman gadis itu. Namun, dia berpapasan dengan Sanzu.
"Rin? oi.. kau mau kemana? " tanya Sanzu yang akan menuju ruangan Mikey.
"pergilah.. emangnya mau ngapain lagi." jawab Rindou yang ketus pada Sanzu.
"cih.. kau tidak perlu seketus itu kali." kata Sanzu kesal.
"terserahku lah! " ucap Rindou yang melewati Sanzu.
......................
[06-03-2022]