Tokyo Revengers: Why Me?

Tokyo Revengers: Why Me?
Book 2 Bagian 7



Rindou x Reader


......................


Hari ini [name] banyak diam dirumah, dia mengerjakan banyak tugas karena ketertinggalan nya mata kuliah akibat insiden kemarin-kemarin. Dia hanya bisa pasrah mengerjakan tugas dan laporan yang menggunung meskipun sebagian dia sudah kerjakan.


"Ganbatte! " Gumam [name] menyemangati diri sendiri.


Namun perlahan seiring berjalannya waktu semangat itu entah hilang kemana dan berakhirlah dengan rebahan dilantai. Memang [name] bukan tipe-tipe perempuan elit, padahal dia sudah diperhatikan penjaga keluarga Haitani beserta asisten rumah tangga nya.


Dalam keadaan rebahan, [Name] melihat sebuah grand piano yang terabaikan. Dia memang sering melihat piano itu tak pernah dimainkan oleh pemiliknya, selama dirumah ini suasana selalu terasa hening.


[Name] yang melihat jadi merindukan bermain musik saat SMA dulu. Sudah setahun dia tak menyentuh alat musik itu. Apakah dirinya masih bisa memainkan nya? Pikirnya.


[Name] bangun kemudian menghampiri grand piano yang terkesan pajangan saja.


[Name] membuka dan menekan tiap tutsnya ternyata tersetting dengan baik tanpa ada nada sumbang.


"Padahal ini ter setting dengan baik, sayang sekali kalau tak dimainkan. "


Dia mulai memainkan hamonisasi dari lagu yang dibawakan sambil menyanyikan lirik lagunya yang dia ingat dan dia sering nyanyikan dulu.


.


Rindou yang baru saja pulang bersama Ran, serta Mikey dan Sanzu yang berjalan didepan mereka mendengar permainan piano yang tidak pernah mereka dengar ketika terakhir berkunjung kesini. Ran sendiri penasaran siapa yang memainkannya yang diikuti oleh Rindou, Mikey dan Sanzu dibelakang nya. Saat mendekat terdengar suara nyanyian dari [name] yang membawakan lagu dari musik yang di mainkan dari piano milik sang tuan rumah.


Suara yang tenang dan halus serta pembawaan [name] dalam membawakan lirik tersebut membuat mereka yang mendengarnya terhayut dalam setiap lirik yang [name] nyanyikan.


Akhir permainan musik piano selesai dan lagu yang [name] nyanyikan berhasil dengan baik.


Dibelakang terdengar bunyi tepuk tangan dari Ran dan Sanzu. Rindou sendiri tak percaya [name] bisa memainkan piano yang hanya jadi pajangan dirumahnya. Sedangkan Mikey yang menikmatinya dalam diam, hanya tersenyum sekilas.


[name] kaget melihat ke empat orang yang daritadi mungkin mendengarnya. [Name] hanya menggaruk pipinya dan tersenyum kaku, walaupun sebenarnya dia ingin segera buru-buru kabur melihat audiens dadakan itu.


"Permainan piano yang bagus, nyanyian pun membuat kami terpesona [name]. maukah kau menyanyikan lagi lagu itu untukku?" Ujar Sanzu.


"Te.. Terima kasih Sanzu-san. Mu..mungkin kapan-kapan saja."


Melihat skinship Sanzu dan [name] didepannya, Rindou terbakar cemburu.


Dia menarik lengan [name], menjauhkan Sanzu dari [name].


Sanzu terlihat kesal karena sikap Rindou, dia tak bisa melampiaskannya sebab ada Mikey disini.


"Cih! " Decak Sanzu.


"[Name] lebih baik kamu ke kamarmu. " Perintah Rindou sambil menarik ke kamarnya.


[Name] kewalahan ketika Rindou menariknya. Dia sedikit susah untuk mengikuti langkah Rindou yang cepat.


Ran yang mengetahui Rindou sangat pencemburu hanya bisa menghela nafas dengan sikap sang adik. Mikey sendiri langsung duduk di sofa yang berada ruangan mansion Haitani yang diikuti Sanzu dibelakang nya.


........ ...


Kedatangan Mikey yang didampingi oleh Sanzu ke mansion Haitani karena tentang misi untuk mencari tahu tentang partner bisnis bonten yang dicurigai olehnya selama ini telah melanggar perjanjian.


Sesuai dengan laporan dari Ran yang didapat Koko, mereka telah memanipulasi seluruh laporan kepada Bonten dengan sangat aneh dan diluar nalarnya. Padahal dengan jelas Koko sudah memperhitungkan segala sesuatu nya dengan benar dan mendetail tetapi Koko sulit membuktikan itu semua.


"Jadi, aku meminta salah satu dari kalian untuk masuk dan menyelidiki perusahaan ini. " Ucap Mikey.


"Rin, bukankah anak perempuan pemilik perusahaan itu menyukaimu,kan? Kenapa tidak kau saja yang menyelidiki dan mengorek informasi darinya. " Celetuk Sanzu.


"Cih! Kau tahu kan Sanzu. Aku jijik dengan wanita itu. Kenapa tidak kau saja yang melakukannya. " Sanggah Rindou


Mikey mendengar perdebatan Sanzu dan Rindou lagi. Mereka berdua memang tak pernah akur akhir-akhir ini.


"Apa kau ada ide yang lain selain dari yang Sanzu sarankan? " Tanya Mikey.


Rindou menggeleng, dia tak memiliki ide saat ini.


"Tapi, nii-san. Kalau aku harus mendekati wanita itu, aku tidak mau. Lebih baik aku menyusup saja daripada harus mencari informasi dari wanita itu. " Kesal Rindou


Ran memberi pengertian pada sang adik untuk misi kali ini. Ran tahu adiknya tidak ingin menyakiti [name] dalam misi ini, tetapi dia harus profesional menjalankan tugasnya. Ran mengatakan hanya itu jalan satu-satunya untuk mendapatkan informasi tanpa harus merugikan pihak Bonten.


"Kau harus profesional Rin, misi adalah misi jangan campur adukkan dengan masalah pribadi mu. " Celetuk Sanzu.


Rindou jujur saja kesal dengan pernyataan Sanzu.


"Baiklah, keputusan akhir adalah kau Rindou. Aku menugaskanmu untuk mencari tahu informasi itu dari Hasegawa Yuika apapun caranya. " Final Mikey


Rindou sejujurnya sangat tidak terima dengan keputusan misi kali ini. Rindou sangat membenci wanita itu karena satu fakta yang dia tahu bahwa wanita itulah yang membuat dirinya tak bisa kembali ketubuhnya saat mengalami koma. Wanita itu juga bersekutu dengan iblis, mengendalikan roh jahat untuk memisahkan jiwa Rindou dari tubuh aslinya.


Rindou tahu itu semua ketika wanita bernama Hasegawa Yuika mengatakan sendiri ketika pertemuan antar kolega bisnis Bonten. Wanita itu sungguh terobsesi dengan Rindou, sehingga dia mau melakukan apapun untuknya. Tapi karena penolakan Rindou berkali-kali dan terkesan dingin wanita itu sengaja memberi pelajaran pada Rindou agar dia tunduk dan patuh terhadapnya.


.


Senju mengunjungi [name], dia bisa datang pada [name] karena kekuatan supernaturalnya kuat. Jadi dia dengan mudah menemukan keberadaan [name].


"[name] kau sibuk ya? " Tanya Senju yang baru saja datang kekamar [name].


"Iya, tugasku numpuk nih, gara-gara aku banyak absen. Huh! Aku sangat lelah. " Jawab [name] yang menyenderkan punggung nya sambil menengadah keatas melihat atap langit-langit kamar nya.


"Ayo yang semangat. Kamu pasti bisa. " Ucap Senju menyemangati.


[Name] cuma menghela nafas lelah, dia memutar-mutar dirinya dikursi belajarnya.


Senju duduk di ranjang [name], dia bercerita tentang roh Baji yang jarang terlihat bahkan dia aneh akhir-akhir ini. [Name] sendiri tak mengerti apa maksud dari Senju. [Name] sendiri belum bertemu Baji akhir-akhir ini karena kesibukan tugas kuliah. Mungkin lain hari [name] akan menemuinya.


....... ...


[Name] yang mulai sibuk di pertengahan semester, dia lebih banyak menghabiskan seharian di perpustakaan kampus untuk belajar dan juga latihan klub bela diri yang dia geluti di kampus.


[Name] jadi jarang bertemu Rindou, walaupun sebenarnya dia sangat merindukannya. Tapi mau bagaimana lagi, Rindou sendiri sibuk dengan misi kali ini. [Name] harus memaklumi itu dan tak boleh menuntut apa-apa pada Rindou. [Name] sendiri tidak tahu apa misi kali ini, yang jelas jika itu Bonten pasti berbahaya. Terkadang dia selalu was-was dan cemas kepadanya, sebab terakhir kali [name] selalu melihat Rindou yang pulang dalam keadaan memar dan terluka.


Ketika [name] mengunjungi kafe bersama teman kuliahnya untuk sekedar menghilangkan penat usai mengerjakan tugas, tak sengaja [name] melihat Rindou bersama seorang perempuan.


Perempuan itu sangat lengket padanya, seperti tak mau terpisahkan.


[Name] cemburu, tapi dia tak mau dulu salah sangka. Dia harus bisa mengendalikan emosinya, selain ada teman-teman kuliahnya, ini juga adalah tempat umum dan itu memalukan jika dia emosi ditempat seperti ini.


[Name] dan teman-teman nya duduk lebih jauh dari posisi Rindou dan perempuan itu. Hatinya menjadi sakit ketika melihat mereka terlihat seperti sepasang kekasih. Apakah Rindou selingkuh darinya? Pikir [name].


[Name] pun izin ke toilet kepada teman-teman nya. Dia berusaha menenangkan diri, dengan membasuh mukanya dengan air. Dia tak boleh terbawa emosi. Dia bercermin di kaca wastafel sambil merapikan sedikit make up dan juga pakaiannya. Kemudian menghela nafas, lalu berjalan meninggalkan toilet perempuan.


Saat berjalan dia tak sengaja menabrak perempuan yang bersama Rindou tadi. Alangkah terkejutnya, ternyata perempuan itu adalah orang yang [name] kenal. Perempuan bernama Hasegawa Yuika adalah pelaku yang berusaha menghilangkan suara [name] setahun yang lalu disaat acara festival seni musik saat SMA.


"Ah ternyata kita bertemu lagi ya dan sekarang kau masih bisa bicara ya. Kukira suaramu tidak akan kembali. "


[Name] mengepalkan tangan. Dia sungguh membenci perempuan dihadapannya ini.


"Cih! Memangnya kau, seharusnya penjahat sepertimu masuk penjara. Tapi lucunya kau malah jadi publik figur."


Yuika tertawa, dia mengejek [name].


"Kau sungguh kasian ya [name], polisi tidak akan bisa menangkapku karena aku adalah anak pengusaha hebat di jepang. Disuap beberapa juta yen saja mereka langsung tutup mulut bahkan langsung ditutup kasusnya. Benarkan?" Ucapnya mengejek [name].


[Name] benar-benar kesal dengan mulut perempuan ini. [Name] Ingin sekali menonjok wajahnya kalau saja kedudukan nya setara. Tapi [name] tahu diri, dia tidak bisa melakukan itu karena Yuika memiliki kedudukan diatasnya yang ada [name] lah yang dijebloskan ke penjara.


"bye.. Pencundang! Aku duluan ya, kekasihku menunggu tuh. "


Perempuan itupun pergi dengan langkah yang begitu sombong dan merendahkan [name]. [Name] hanya melihat punggungnya saja sudah kesal, namun ketika [name] diperhatikan lagi. Aura negatif yang kuat mengitari perempuan itu dengan sesosok roh jahat yang mendampinginya.


"Roh jahat? "


........ ...


[16-04-2022]