
Rindou x Reader
Karakter milik Ken Wakui
......................
Ruki melakukan kegiatan rutin kuil saat sore hari, dia selalu di temani Baji dan Senju. Ketika selesai, Ruki bergabung dengan roh beda gender ini dan ikut mengobrol random dengan mereka.
"Awal kita bertemu, aku tak menyangka kau itu anak pendeta. " Ucap Baji
Ruki cuma tertawa saja, dia sudah biasa dengan pertanyaan seperti itu.
"Iya, malah Ruki terlalu stylish untuk jadi penerus pendeta. " Ujar Senju.
"Lah bagus donk! Aku jadi gak kelihatan kuno. Lagipula aku kan menjadi pendeta karena ayahku saja sih selebihnya aku lebih suka bermusik dengan tampilan seperti ini. "
.
Tiba-tiba saja Ruki kedatangan tamu tak diundang, dia memancarkan aura negatif yang pekat. Dengan cepat Ruki sendiri memasang penghalang serta menyuruh roh Baji dan Senju untuk berlindung.
Roh jahat memang tak bisa memasuki penghalang yang dibuat Ruki, tapi manusia bisa melewatinya dengan mudah. Seorang pria tinggi bertato khas dipunggung tangan kanannya berlambang (罰 \= batsu) "hukuman" dan (罪 \= tsumi) "dosa" di tangan kirinya.
Baji dan Senju terkejut dengan kedatangan Hanma Shuuji ke kuil dimana Ruki berada. Mereka berdua tidak tahu maksud kedatangan Hanma kesini. Dengan mengenakan pakaian jas rapi dia menyeringai melihat Ruki.
"Jadi kau bocah merepotkan yang dikatakan si yuika? " Ucapnya yang memperbaiki kacamata bundar sambil memasukkan lengannya ke saku celananya.
Ruki dengan tenang menanggapi kedatangan tamu tak diundang itu. Dengan pakaian khas kuil dia bersikap selayaknya menyambut tamu.
"Oh. Jadi anda datang kesini hanya untuk memastikan saja? Kasian sekali anda datang kesini hanya jadi pesuruh." Ujar Ruki yang berusaha tak peduli dengan kedatangan Hanma Shuuji.
Hanma mengernyitkan dahinya, pikirnya berani sekali bocah yang terpaut jauh darinya berkata kurang ngajar seperti itu. Tak lama seseorang datang lagi datang dengan menodongkan pistol kearah Ruki. Ruki terkejut dengan orang itu, dia mengenal nya, itu adalah Haitani Rindou. Tapi Ruki melihat perubahan darinya. Dia seperti tubuh tanpa jiwa, aura hitam juga melekat dalam dirinya.
Tanpa aba-aba Rindou menembakkan pelurunya, tapi Ruki berhasil menghindar.
"Cih! Sial dia dikuasai Roh jahat. Aku tak bisa mendekat " Ucap Ruki yang berada jauh dari posisinya tadi.
Hanma yang melihat nya sangat menikmati nya, dia tak menyangka bocah itu ternyata cukup gesit menghindari serangan fatal tadi.
Hanma tertawa, kemudian dia ikut menyerang Ruki.
"Oi.. Kalian curang! " Protes Baji yang tentu saja tidak bisa didengar oleh mereka berdua.
Ruki hanya bisa bertahan, diserang oleh kedua orang ini benar-benar kewalahan. Dia berfikir untuk kabur, namun Rindou menghalangi langkahnya dan menendang keras kepalanya yang ditahan oleh kedua tangan Ruki. Ruki terdorong kebelakang beberapa meter.
"Sial! Rindou-san!! Oi.. Sadarlah sialan!" Teriak Ruki kemudian merapalkan mantra untuk mengusir roh jahat yang mengikat tubuhnya.
Hanma sendiri tak mengerti dengan apa yang dilakukan Ruki, ini adalah kesempatannya untuk menjatuhkan Ruki sesuai rencana awal.
Ruki benar-benar tak diberi kesempatan berkonsentrasi. Hanma kembali menyerang nya, dia dibuat terpojok oleh Hanma.
Rindou sendiri sudah siap membidik Ruki dengan pistol miliknya.
"Dor.. "
Tembakan itu tepat mengenai perutnya, darah pun mulai merembes dari pakaian nya. Ruki juga mendapat pukulan telak diwajahnya oleh Hanma hingga tersungkur dengan posisi telungkup.
"Sayang sekali ya bocah! Sebenarnya kita tak ada masalah tapi kau harus jadi tumbal cewek sinting itu. Huh! Aku memuji kemampuanmu. " Ucap Hanma yang menepuk-nepuk kepala Ruki
Ruki tampak kesal, matanya sudah memburam akibat luka tembakan yang diterimanya. Darah mengalir deras dari perutnya membuatnya tidak berdaya.
Sebelum Ruki tak sadarkan diri, datang lah sosok lain. Yaitu seorang wanita dengan berjalan angkuh menuju dimana Ruki tak berdaya saat ini.
"Huh kasian juga sih bocah ini. " Ujar Hanma.
"Itu memang sepantasnya bukan, hanma. Siapapun yang menghalangiku pasti ini lah akhirnya. Benarkan, Ruki kun? "
Ruki setengah sadar merasa kesal dengan sosok wanita itu, dia mengenalnya. Itu adalah Hasegawa Yuika.
"Keparat kau Hasegawa!! " Ucap Ruki terbata-bata
Wanita itu tertawa, kemudian dia kembali menatap Ruki yang terkapar tak berdaya.
"Aku pasti akan membunuh [name] dia akan segera menyusulmu, Ruki. " Ucapnya dengan senyum mengejek.
Baji dan senju yang tak dapat melakukan apapun hanya bisa menyaksikan ini semua. Mereka berdua tak berdaya, seandainya saja memiliki tubuh fisik mereka berdua pasti akan membantunya tapi nyatanya mereka tetaplah roh.
"Ah disini juga rupanya ada roh. "
Mereka berdua terkejut, ternyata wanita didepan nya dapat melihat nya. Hanma sendiri tak mengerti dengan wanita yang dia anggap Yuika itu gila. Sedangkan Rindou tak bergeming dia diam seperti boneka.
"Kalian terkejut? " Ujar Yuika.
Ruki tahu apa yang akan dilakukan wanita ini. Dia menyuruh Baji dan Senju untuk pergi. Dengan sedikit kesadarannya, dia membantu roh beda gender itu melarikan diri dari wanita ini.
Ruki merapal mantra, sehingga muncul portal untuk memindahkan ke tempat yang lebih aman agar yuika tidak menganggu jiwa itu. Ruki sudah tahu kemampuan Yuika karena penuturan [name] beberapa hari lalu setelah bercerita dirinya dipanggil bos Bonten yaitu Mikey tentang masalah Yuika yang berkaitan dengan Bonten. Ruki juga sangat yakin otak jahat wanita ini memang tidak bisa diprediksi.
"Cih! Mau mati saja kau tetap menggangguku sialan. " Kesal Yuika yang sudah terbaca niatnya oleh Ruki.
"Kau saja yang bodoh senpai! " Cela Ruki menyeringai
"Brengsek, k.. Kau...!? Hanma! lepaskan aku sialan! "
Hanma menahan tubuh Yuika yang akan menyakiti kembali Ruki yang sudah sekarat.
"Sudah.. Sudah.. Sebentar lagi juga dia akan mati. Ayo kita pergi dari sini sebelum datang banyak orang kesini. " Ucap Hanma yang membawa paksa Yuika.
Mereka bertiga pun pergi meninggalkan Ruki yang terkapar.
"Maaf, aku hanya bisa membantu mu sampai disini [name]" Gumam Ruki, kemudian dia menutup matanya.
....... ...
[Name] yang sedang ditemani sanzu, saat ini dia sedang berada di cafe. Entah ada angin apa seorang sanzu haruchiyo mengajaknya seperti ini. Orang no.2 dari Bonten mengatakan jika dia memang sengaja melakukan pendekatan. Dia ingin memberi pelajaran pada Rindou karena sudah menyia-nyiakan kesempatan yang sudah dia buat. [Name] yang mendengarnya hanya bisa tersenyum kaku.
Ketika [name] akan meminum jus jeruk nya, tiba-tiba gelasnya malah terjatuh tanpa sengaja dan membasahi pakaiannya bahkan gelas tersebut juga pecah. Sanzu yang melihatnya langsung membantunya, begitupun dengan [name] yang daritadi mengelap-ngelap pakaiannya menggunakan sapu tangan yang dia bawa ditasnya.
Perasaan [name] mulai tak enak, dia mulai gelisah. Tak lama ponsel nya berdering, [name] mengangkatnya karena itu dari ayah Ruki.
Sedangkan sanzu sendiri sedang meminta bantuan pada pelayan cafe untuk membereskan kekacauan ini.
[Name] terpaku ketika mendapat kabar Ruki masuk rumah sakit akibat tertembak seseorang.
[Name] juga merasakan kedatangan Baji dan Senju. Mereka terlihat panik, Senju sendiri terlihat menangis.
"[Name], Ruki terluka. Kami berdua mencarimu dari tadi." Ujar Senju terisak.
[Name] menangis dan segera bangkit, dia akan pergi. Sanzu yang masih menemaninya menanyakan apa yang terjadi pada [name], sanzu sendiri tampak panik tiba-tiba saja [name] menangis bercampur takut dan shock.
"Aku harus kerumah sakit, temanku mendapat luka tembakan. "
"Ayo, aku akan mengantarmu. " Ucap Sanzu dengan sigap.
Sanzu menyelesaikan pembayaran sejenak, [name] yang menunggunya merasa panik. Dia tak henti-henti menggumam kan doa didalam mobil milik Sanzu. Sanzu yang memperhatikannya tanpa menganggu nya, dia mengantar [name] kerumah sakit yang ayah Ruki beritahukan lewat pesan.
.
Setelah sampai, [name] yang ditemani Sanzu segera menuju dimana Ruki di operasi. [Name] menanyakan keadaannya kepada orangtua Ruki, ayah Ruki sendiri belum tahu karena masih menunggu pihak dokter keluar dari ruangan operasi.
Sambil menunggu, Baji dan Senju menceritakan kronologinya pada [name]. [Name] yang mendengarnya begitu kaget ketika Baji mengatakan kalau Rindou lah pelaku penembakan Ruki. Awalnya [name] tidak ingin percaya, tapi Senju juga mengatakan hal yang sama.
"Menurut Ruki, si Haitani itu dalam kendali roh jahat. Dia berusaha mengusirnya dari si Haitani itu tapi si brengsek Hanma memojokkan Ruki dan akhirnya terjadilah seperti sekarang. " Ucap Baji yang masih menyesali tak bisa berbuat apa-apa.
"Maafkan kami yang tak bisa membantunya [name]." Ucap Senju yang membungkuk.
[Name] sendiri tak bisa mengalahkan Baji ataupun Senju. Mereka berdua hanya lah roh.
[Name] menangis terisak, dia sangat sedih ketika tahu Rindou pelaku penembakan Ruki. Tapi dia bimbang ketika Baji dan Senju mengatakan dia dalam kendali roh jahat.
Sanzu melihat [name] menangis pilu, dia yakin pasti telah terjadi sesuatu yang dia sembunyikan dibalik peristiwa ini. Sanzu akan mengorek informasi nya agar gadis ini mau bercerita padanya.
"Ada apa? Katakan padaku [name]? " Tanya Sanzu dengan raut wajah yang serius.
"Sanzu-san yang melakukan ini adalah Rindou, walaupun aku tahu dia dalam kendali roh jahat tapi kenapa harus dia? " Jawab [name] yang menutup wajahnya dengan telapak tangannya, dia menangis tersedu-sedu.
Sanzu terkejut, dia tidak percaya bahwa Rindou melakukan hal ini. Rindou bukan hanya menyakiti [name] tapi malah membuat gadis disampingnya ini semakin sedih. Sanzu mulai kesal, tapi bagaimana pun dia harus melaporkan kejadian ini pada Mikey. Meskipun Sanzu tahu kaitannya dengan wanita bernama Hasegawa Yuika, tapi dia tak bisa terima jika Rindou menyakiti [name].
.... .... ...
Ketika Sanzu ke markas, dia langsung melaporkan informasi yang didapatnya dari [name] pada Mikey.
Mikey sendiri terkejut ketika mendengar Hanma Shuuji masih hidup dan bergabung dengan Hasegawa Yuika ditambah Rindou juga masuk komplotannya dalam keadaan dikendalikan. Inilah yang Mikey takutkan, walaupun Rindou dikendalikan tetap saja dia berkhianat.
.
[Name] baru selasai menjenguk, Ruki. Keadaannya masih belum sadar. Dia nampak lesu serta lelah, Baji dan Senju yang daritadi menemaninya hanya bisa memaklumi gadis ini. Mereka berdua hanya bisa menguatkan gadis ini sebisanya.
Ketika ke supermarket, [name] membeli beberapa camilan kesukaannya dan juga minuman teh matcha dalam bentuk botol. Saat [name] akan mengambil snack yang tinggal satu itu, seseorang pun sama akan mengambil nya. Ketika saling bertatap muka ternyata dia adalah Kazutora Hanemiya.
"Kau kan? [Name]? "
[Name] menggaruk pipinya yang tak gatal.
"Ambillah, aku bisa mengambil yang lain. "
"Terima kasih. "
[Name] membungkuk, sebagai ucapan Terima kasih.
"Oh ya, karena kebetulan bertemu. Aku ingin bicara sesuatu padamu. "
[Name] hanya menyetujui permintaan nya, walau bagaimana pun kazutora adalah orang yang telah menolong nya waktu itu.
Seusai membayar, mereka berdua keluar. Ternyata kazutora ditunggu oleh seseorang diluar.
"Maaf Takemichi, aku bicara dulu dengan dia."
Takemichi hanya cengo saja ketika melihat Kazutora memiliki teman perempuan.
"[Name] kenalkan dia temanku. "
[Name] dan Takemichi saling berkenalan. Setelah itu Kazutora mengajak [name] ke perkumpulan teman-temannya sebab dia bilang ada reuni dengan teman lamanya. [Name] sendiri tersenyum kaku, dan berusaha berfikir positif. Baji hanya bisa memaklumi kelakuan Kazutora. Senju sendiri hanya bisa memperhatikan interaksi [name] dan Kazutora.
Ketika sampai, banyak sekali orang yang berkumpul, kebanyakan dari mereka adalah laki-laki meskipun untuk perempuan nya sendiri hanya bisa dihitung jari. [Name] merasa tidak enak diacara reuni ini karena [name] bukan bagian dari mereka. Tapi [name] mengenal beberapa orang disini dan dia tersenyum menyapa.
"Ah [name]-chan, kau kesini? " Sapa Mitsuya yang mengenali [name]
"Eh? Mitsuya-san? Draken-san? Chifuyu-san?"
Draken dan Chifuyu juga menyapanya dan [name] membalas sapaan mereka. Baji yang ikut, hanya bisa melihat mereka semua. Dia tersenyum melihat mereka dalam keadaan baik.
Senju sendiri tak terlalu kenal mereka, yang dia kenal hanya Draken saja sebab dia pernah masuk gengnya dimasa lalu.
"Kazutora jadi maksudmu wanita ini yang bisa berkomunikasi dengan Baji? " Ucap Kawata Nahoya yang biasa dipanggil Smiley.
"Ya kau benar, Smiley. "
[Name] sendiri menjadi bingung, dia kesini dan bertemu dengan orang-orang yang sebagian tak dikenalnya. Dia jadi canggung.
"Kalau Kazutora aneh-aneh jangan didengar kan." Ucap Yuzuha Shiba yang berbisik.
Kemudian Kazutora memulai pembicaraan serius pada [name] dia ingin menanyakan tentang Baji. Baji sendiri sebenarnya tidak mau memunculkan dirinya dihadapan mereka, walaupun bagaimanapun dirinya sudah lama mati. Tapi dia juga harus mulai memikirkan [name] karena saat ini dia menjadi bebannya bahkan menyusahkan dirinya untuk tetap ada. Baji memang harus berada di tempat seharusnya dia berada, kembali kepada Tuhan.
.
"[Name] kesini akan menjelaskan tentang Baji. Selama ini jiwa Baji ada di sekitar kita. " Ujar Kazutora.
"Kau serius? " Tanya Draken.
"Aku serius. " Jawab Kazutora.
Semua yang ada disana terdiam, mereka menjadi penasaran apa yang akan diceritakan nya. Mitsuya sendiri yang lebih awal mengenal [name] sungguh tak percaya [name] memiliki kemampuan seperti itu.
"Tolong ceritakan tentang Baji kepada kami, [name]." Ucap Draken yang memohon.
[Name] merasa tidak enak dengan permohonan ini, mau tidak mau dia menceritakan tentang roh Baji Keisuke yang selalu memperhatikan mereka bahkan [name] menceritakan dirinya sering berkomunikasi. Baji sendiri selalu antusias ketika bercerita tentang teman-temannya di Toman dan masa kejayaannya dulu.
Mereka yang menyimaknya hanya bisa tersenyum sendu, bahkan Chifuyu dan Takemichi hampir menangis ketika mendengarkan [name] yang bercerita tentang Baji.
"Jika kalian ingin melihatnya, aku sedikit bisa membantu. Tapi ini tidak akan lama. "
[Name] sedikit berdiskusi dengan Baji, dan dia menyetujui bertemu dengan teman-temannya itu. [Name] meminta semua orang disini menutup mata. Mereka percaya tidak percaya mengikuti saja. Dia membaca mantra dan sedikit ritual.
"Kalian boleh membuka mata. " Ujar [name]
Mereka semua terkejut, Baji ada di hadapan mereka yang duduk disamping [name] sambil menopang kepalanya di meja kotatsu.
"Apa kabar kalian semua? . " Sapa Baji dengan senyuman ciri khas nya yang bertaring.
......................
[23-04-2022]