Tokyo Revengers: Why Me?

Tokyo Revengers: Why Me?
Bagian 9



...Rindou x Reader...


...Karakter milik Ken Wakui...


......................


Darah berceceran ditanah, [name] mengeluarkan belati yang dibawanya. belati itu pemberian dari ayahnya Ruki yang dulu menjadi guru spiritual nya. beliau sengaja memberikan sebagai alat untuk jaga-jaga saat terdesak dan sekarang belati itu [name] akan gunakan. Dengan darahnya sendiri, [name] menuliskan tulisan mantra pada belati itu untuk membunuh roh jahat yang menjelma menjadi Kiyohime. Ini adalah kesempatannya untuk menyerang.


Ruki yang melihatnya merasa kuatir pada [name] yang terluka parah akibat kuku tajam yang menusuk bagian perutnya itu.


"aku harus konsentrasi, aku tidak bisa biarkan [name] mati." ucap Ruki yang memaksimalkan kekuatannya.


"kakucho-san, sebaiknya kau pergi dari sini. ini berbahaya untuk orang awam sepertimu, karena yang kami lawan bukan manusia." kata [name]


"bagaimana denganmu? kau terluka seperti itu." tanya Kakucho


"aku akan baik-baik saja. " jawab [name] sambil tersenyum agar kakucho tidak kuatir.


"baiklah, aku akan menunggumu di mobil."


...****************...


Di apartemen [name], Rindou semakin kesakitan tubuhnya. lehernya serasa tercekik dan tubuhnya panas. Izana yang berada disamping Rindou, hanya bisa berharap [name] dan Ruki dapat berhasil.


Ran tak henti-henti nya berdoa untuk keselamatan Rindou yang makin kritis. Tak lama, Takeomi dan Kokonoi datang menemui Ran yang terlihat kacau.


"Bagaimana keadaan Rindou? " Tanya Takeomi.


"kondisi Rindou tiba-tiba memburuk. aku hanya bisa berharap gadis itu berhasil." jawab Ran dengan perasaan miris.


"huh! ini semua salahku gara-gara membawa lukisan pembawa sial itu. tau begini aku membakarnya saja." ucap koko yang duduk disamping Ran.


"disesali pun percuma, kita hanya bisa berharap pada keajaiban saja." kata Takeomi.


"bagaimana dengan keadaan Mikey?" tanya Ran.


"dia sangat sensitif akhir-akhir ini dan sampai histeris. tapi Haruchiyo sudah mengurusnya." jawab Takeomi.


" huh seharian ini kita tak tidur, aku benar-benar lelah. Tapi malah banyak masalah yang muncul." Kata Koko yang memainkan ponselnya.


kembali ke [name], dia akhirnya dapat mengunci target. [name] menusuk roh jahat itu dibagian dadanya yang menjadi kelemahannya.


"Ruki! cepat lakukan ritual penyuciannya!" teriak [name] pada Ruki.


sosok roh jahat wanita setengah ular yang menyerupai Kiyohime itu memberontak, [name] sekuat mungkin menahan kuncian itu dengan memegang belati yang menusuk dada sosok itu. [name] sebisa mungkin menahan rasa sakitnya, darah terus menerus merembes dari piyama nya yang masih melekat. [name] semakin melemah dan matanyan memburam.


Ruki yang melihatnya sesegera mungkin menyelesaikan ritual penyucian untuk memusnahkan roh jahat yang menyerupai sosok Kiyohime itu. Kertas mantra ditempelkan pada bagian-bagian kelemahan sosok itu. seketika sosok roh jahat dari wanita itu keluar seperti bayangan hitam. Sosok hitam menjerit kemudian musnah seketika setelah disucikan Ruki. Tak lama muncullah sosok perwujudan seorang putri yaitu roh Kiyohime asli yang membungkuk mengucapkan terima kasih.


"akhirnya." gumam [name] yang langsung tidak sadarkan diri.


"[name]!!"


Ruki segera membawa [name], tak lama keluarlah Kakucho dari dalam mobilnya membantu Ruki. secepat mungkin membawa [name] ke rumah sakit terdekat.


...****************...


Rindou akhirnya terbebas dari sosok roh jahat itu, jiwanya telah terpanggil untuk kembali ke tubuh aslinya, sebelum dia melihat tubuhnya memudar dan kembali dia melihat sosok Izana disampingnya.


"syukur lah. "


Rindou terakhir kali melihat sosok Izana yang tersenyum padanya.


Kondisi Rindou membaik, dan dokter menyatakan ini sungguh merupakan keajaiban untuknya. Dokter menyatakan bahwa sebentar lagi Rindou akan siuman. sungguh ini membuat Ran lega, sampai ingin menangis dengan kabar baik ini. Ran sangat berhutang nyawa pada gadis itu, karena gadis itu telah menyelamatkan adik kesayangan nya itu.


akhirnya beberapa jam kemudian Rindou terbangun dari komanya. Disana, dia melihat sosok kakaknya dan rekan-rekannya. Ran yang melihat Rindou siuman langsung memanggil dokter.


"aku kembali?" kata Rindou dalam hati, dia melihat tangannya.


setelah itu dia teringat [name] pergi ditengah dini hari dengan keadaan panik karena dirinya, kejadian berikutnya dia tidak ingat apa yang terjadi dan setelah terakhir dia melihat Izana tersenyum. pikirnya apa dia bermimpi bertemu Izana?


"bagaimana dengan [name], nii-san? "


"kakucho belum memberiku kabar, dia mungkin masih bersama [name]. istirahatlah."


Rindou hanya menuruti sang kakak, dia mengalihkan pandangannya kearah jendela kamarnya. Rindou merindukan gadis itu, dia merasa khawatir padanya karena belum mendapatkan informasi keadaan gadis itu.


tak lama Kakucho pun menelpon pada Ran dan mengabari tentang [name]. Ran terkejut mendengar nya, dia segera keluar dari ruang rawat Rindou karena dia tidak mungkin mengabari Rindou yang baru saja siuman dengan hal buruk menimpa gadis itu.


"seperti nya ada masalah." kata koko pada Takeomi.


"entahlah." kata Takeomi yang sedang meminum kopi kalengan.


seusai menerima telepon dari kakucho, Ran pamit keluar dengan alasan ada keperluan mendadak pada adiknya dan tak lupa menitipkan Rindou pada Takeomi dan Koko yang sedang duduk disofa kamar rawat Rindou.


...****************...


[name] masih belum sadar, untung saja [name] terselamatkan meskipun awalnya kesulitan mencari pendonor darah.


orangtua [name] sudah berada dirumah sakit, dia sudah mendengar semua ceritanya dari Ruki tanpa menyebutkan hubungannya ketekaitannya dengan organisasi kriminal Bonten. Kakucho yang berada disana hanya bisa meminta maaf kepada kedua orangtua [name], tetapi orangtua [name] tersenyum tanpa menyalahkan Kakucho dan rekan-rekannya.


Mereka tahu ini keinginan [name] sendiri, ibunya bercerita kepada Kakucho biasanya [name] tidak semudah itu mau membantu orang sampai mengorbankan dirinya seperti itu.


Dia malah membenci kemampuannya semenjak orang sekitarnya tahu [name] adalah anak indigo dan bisa melakukan pengusiran roh kutukan. Mereka takut terkena kutukan sampai menjauhi [name].


[name] berusaha untuk tidak peduli, tapi hal itu malah merambat kepada orangtuanya hingga dia memutuskan memilih keluar daerah agar orang-orang tak mengenal dirinya. satu-satunya teman yang menerimanya adalah Ruki, karena Ruki memiliki kemampuan yang sama dengan [name] dan dia juga sebagai anak Pendeta kuil jadi nasib Ruki tidak seperti dirinya yang dipandang sebelah mata.


Kakucho mengerti dengan keadaannya, dia juga pernah merasakan hal yang sama dimasa lalu. perbedaannya, [name] masih bisa merasakan apa itu kasih sayang orang tua sedangkan dirinya tidak sama sekali.


tak lama Ran menghubungi, Kakucho pamitan pada orang tua [name]. Kemudian dia mengangkat telepon dari dari Ran dan bertemu Ran di parkiran rumah sakit tempat [name] dirawat. Kakucho menjelaskan kondisi [name] yang sempat kritis dan membutuhkan donor darah. Namun Ran lega ketika Kakucho mengatakan gadis itu sudah membaik sekarang.


"apa kau akan mengatakan ini pada Rindou?"


"tidak, dia belum sepenuhnya pulih. Nanti saja ketika dia sudah pulih."


"apa tidak apa-apa"


"itu tanggung jawab ku, biar nanti aku yang menjelaskannya."


"lebih baik kita kembali saja Ran, biarkan [name] istirahat. Disana sudah ada orangtuanya, nanti saja kita menengok setelah dia siuman." Ran pun mengangguk dan mengikuti kakucho.


"apa kau akan kembali kemarkas?" tanya Ran


"ya, aku akan kesana. mungkin mochi sudah duluan menyampaikan laporan kami pada Mikey." jawab Kakucho


...****************...


setelah membersihkan diri, Kakucho segera menemui Mikey yang didampingi oleh Sanzu. Mochizuki sudah berada disana dengan laporan yang sudah dia selesaikan.


"maaf bos aku terlambat tadi ada sedikit masalah."


"aku sudah mendengarnya dari Mochi sebagian laporan mu, apa yang terjadi ketika kau pergi tengah dini hari?" tanya Mikey menatap sorot mata Kakucho meminta penjelasan.


Kakucho menceritakan segalanya pada Mikey, bahkan dia tak percaya Rindou sungguh kembali setelah gadis itu mengalahkan hal yang tak masuk akal hingga sampai terluka dan masuk rumah sakit demi menyelamatkan anggotanya Mikey yang pikirnya adalah seorang kriminal.


"sungguh gila! biasanya orang normal seperti dia mana mau menolong pembunuh seperti kita." kata Sanzu.


"aku juga tidak mengerti Sanzu, tapi itulah kenyataannya." ucap Kakucho.


"berarti kita mewujudkan permintaan gadis itu untuk tidak mengusiknya. malah kita berhutang nyawa padanya." kata Sanzu.


Mikey hanya menyimak pembicaraan Sanzu dan Kakucho tanpa menyela. Dia tahu dia memang berhutang nyawa karena sudah menolong anggotanya Mikey, Rindou dan Kakucho. Mikey sangat berterima kasih pada gadis itu dan berjanji didalam dirinya akan menjaga gadis itu meskipun tidak secara langsung.


......................


[05-04-2022]