
Rindou x Reader
Karakter milik Ken Wakui
......................
[Name] kini tinggal dirumah orangtuanya, seperti biasa dia melakukan aktivitas kuliahnya dan club bela diri dikampus. Namun kali ini tak bersama lagi dengan Rindou semenjak kejadian itu, dia sudah tak peduli lagi tentangnya yang bersama Yuika.
Meskipun dia tahu akhirnya sakit hati tapi dia tak bisa selamanya meratapi kesedihan nya. [Name] memang selalu berusaha tegar, itulah yang selalu diajarkan ibunya dan juga support dari sang sahabat Ruki sehingga dia tak mudah runtuh untuk menjalani hidupnya meskipun ini sulit.
Hal itu yang membuat Yuika semakin gencar untuk menghancurkan [name]. Yuika terlalu iri dengan hidup [name].
Mungkin Hasegawa Yuika memiliki harta kekayaan yang melimpah, tapi dia selalu merasa kalah dari [name]. Baik itu dari kemampuan, pertemanan maupun dalam masalah percintaan.
Yuika sendiri adalah orang yang selalu menuntut ini itu untuk menjadi yang sempurna sehingga orang-orang disekelilingnya menjauhinya dan merasa muak terhadap dirinya.
Inilah awal dirinya membenci [name]. Apalagi saat dirinya tidak terpilih sebagai perwakilan dalam festival seni musik pada saat SMA. Dia selalu berfikir apa kurang dirinya padahal dia memiliki segalanya. Bahkan ketika dia tahu Rindou adalah kekasihnya [name], dia semakin membencinya.
Dalam suasana gelap dikamarnya, Yuika meminum wine yang tersedia di meja, dia duduk disofa sambil bergumam nada-nada kebencian dihatinya. Hal itu memicu sosok roh jahat didalam dirinya. Banyak orang yang tidak tahu tentang kemampuan Yuika soal supernatural nya. Namun sayangnya Yuika tak menggunakan nya dengan baik, bahkan dialah pemicu munculnya sosok roh jahat itu.
Yuika tertawa, dia senang dengan kehancuran hubungan [name] dan Rindou saat ini. Tentu saja dia akan memanfaatkan ini. Apalagi sekarang dia tahu Rindou sedang mengawasinya. Dengan ide liciknya, dia akan memanipulasi Rindou, mengendalikan pikirannya, dan akan membuatnya membunuh [name] dengan tangannya sendiri.
...........
Kepergian [name] dari rumahnya membuat Rindou menjadi sensitif. Bahkan dia tampak lesu saat datang ke markas untuk memberikan laporan nya. Rindou pun masuk ruangan Mikey, dan mengatakan berbagai informasi tentang Yuika.
Mikey sendiri mengernyit aneh tentang cerita Rindou tentang Yuika, bahkan dia memberikan rekaman keanehan perempuan itu.
Keanehan lainnya adalah saat kolega yang bersekutu dengan Bonten, kini menjadi tunduk pada wanita itu dan mencoba berkhianat sehingga mau tidak mau Bonten menghabisi mereka.
"Bukankah kau hari ini akan menemui Yuika, Rindou? "
"Ya, bos. Aku akan bertemu dengannya di bar. Aku akan segera menyelesaikan tugas ini dengan segera. "
"Bagus lah, aku tunggu kabar baik darimu. Berkatmu ada titik terang tentang wanita itu dan berhati-hati lah dengannya."
Rindou paham dengan maksud Mikey, dia sendiri sudah mulai curiga pada Yuika yang mencurigai dirinya. Tapi Rindou bertekad akan tetap menyelesaikan misinya agar dia segera menemui [name] dan meminta maaf atas kecerobohan dirinya.
Rindou pun pamit, dia keluar dari ruangan Mikey.
Mikey mengerti tentang pengorbanan Haitani bungsu itu. Dia hanya bisa berharap, Rindou berhasil dengan misinya ini.
...........
[Name] merasa gelisah, tidak seperti biasanya dia seperti ini. [Name] menghentikan sejenak mengetik tugas-tugas nya di laptopnya. Dia sungguh sangat merasa lelah. Dia bersandar ke belakang kursi yang diduduki nya. Saat ini [name] sedang berada perpustakaan umum kota, dia sedang mengetik berbagai sumber dari buku-buku yang menjadi referensi untuk bahan mata kuliahnya. Dirinya memang sibuk karena masa-masa kuliah yang semakin padat.
[Name] sangat kepikiran dengan Rindou terus, padahal dia sangat marah dan kecewa padanya. beberapa kali menepisnya pun tetap saja, Rindou lagi yang dia pikirkan.
[Name] ingin sekali menghubungi nya, namun rasa gengsinya terlalu kuat sehingga mengurungkan niatnya itu. Tapi sungguh hati nya sangat takut jika terjadi apa-apa pada Rindou.
.
Hari sudah menjelang sore, [name] mendapat pesan dari nomor tak dia kenal, [name] mengecek siapa pemilik nomor ini dengan membalasnya. Tak lama orang itu membalas, dia mengaku bahwa dirinya adalah Kokonoi Hajime.
[Name] sendiri terkejut, mengapa orang ini menghubungi nya melalui pesan. Ketika dicari tahu, dia mengatakan dalam pesannya akan menjemput dimana [name] berada.
Hari sudah makin gelap, sekitar pukul 19.00 malam [name] bertemu Kokonoi Hajime berserta Mochizuki Kanji.
Koko sendiri yang sudah kenal [name] melakukan basa-basi padanya ketika menyapa. Berbeda dengan Mochizuki yang terbilang tak akrab jadi mochi sendiri lebih banyak diam menyaksikan interaksi antara [name] dan koko.
"Koko-san ada perlu apa denganku? "
"Mikey ingin bertemu denganmu, katanya penting. "
[Name] mengernyit, tak biasanya bos Bonten itu ingin bertemu dengannya. Sebenarnya [name] sendiri segan menemuinya karena saat terakhir bertemu dengannya beberapa bulan yang lalu masih merasa merinding ketika berhadapan dengannya.
Tapi jika dia tidak datang yang ada kedua orang ini bisa bertindak kasar. Jadi [name] memilih untuk mengalah daripada dia celaka sendiri.
.
[Name] menaiki mobil mewah nya milik Kokonoi Hajime. Dia duduk dibagian belakang bersama Koko dan Mochi. Sedangkan yang menjalankan mobil koko adalah anak buahnya.
Dari perpusatakaan kota menuju markas Bonten memerlukan waktu 30 menit. Tak lama akhirnya mereka sampai markas. Koko dan Mochi keluar lebih dahulu dari mobil, kemudian disusul [name] setelahnya.
[Name] mengikuti koko dan Mochi dari belakang menuju ruangan Mikey. [Name] melihat para eksekutif sudah berkumpul diruangan sang bos.
Dia menjadi tegang sendiri, bahkan suasananya tak mengenakkan untuknya meskipun dia kenal dengan beberapa orang didalamnya.
[Name] jadi berfikir sebenarnya apa yang terjadi, padahal dirinya bukan lah bagian dari Bonten dan tak pernah berbuat salah pada mereka. Pikiran negatif mulai bermunculan, dia hanya bisa pasrah jika terjadi sesuatu padanya disini.
[Name] melihat semua anggota nya, tetapi dia tak melihat Rindou di sana. Apakah dia sedang misi? pikirnya.
Ran dan yang lainnya menyambut nya dengan baik kecuali Mikey yang memang wajahnya flat tanpa ekspresi. Sedangkan koko dan mochi duduk dimana kakucho berada. [Name] sendiri duduk diantara mereka semua.
"Jadi, ada apa Mikey-san memanggilku? " Tanya [name] merasa gagap ketika berbicara berhadapan dengan bos Bonten itu.
"Aku ingin meminta pendapatmu tentang keanehan ini, apa kau tahu sesuatu." Ucap nya dengan nada yang datar tanpa ekspresi.
Kakucho menunjukkan sebuah video hasil misi dari Rindou.
Ketika [name] melihatnya, dia mengernyitkan dahinya. Dia melihat sosok bayangan hitam yang mengendalikan orang dalam video itu. Bahkan aura negatifnya begitu kuat, aura tersebut sama dengan roh jahat yang menyulitkan diri Rindou dulu.
Aura negatif yang terlihat di video, memancarkan aurat yang pekat. [Name] sungguh merinding bahkan merasakan mual yang luar bisa ketika melihat aura dalam video itu. [Name] menutup mulutnya, dia ingin mengeluarkan isi perutnya. Sanzu yang peka terhadap gelagat [name] segera membantunya, dia mengantar [name] kekamar kecil.
Didalam bilik kamar kecil, [name] mengeluarkan isi perutnya. Sanzu tanpa rasa jijik tetap menunggu gadis itu, dirinya khawatir.
Setelah selasai, Sanzu melihat kondisinya. Gadis didepannya terlihat pucat.
"Jangan memaksakan dirimu. " Ujar Sanzu membantu [name] berjalan.
"Sanzu-san Aura hitam yang terdapat divideo itu cukup kuat, aku seperti terhisap kedalamnya. " Ucap [name] yang memberi tahu Sanzu sambil berjalan menuju ruangan Mikey. Sanzu sendiri antara percaya dan tidak percaya sebab dia tak terlalu mengerti masalah kemampuan diluar nalar itu.
Mereka berdua kembali ke ruangan Mikey. Sanzu membantu [name] duduk di tempat tadi.
"Kau terlihat pucat, [name]." Tanya Ran yang segera mengambil segelas air putih hangat untuk menghilangkan rasa mualnya.
"Minumlah." Ucap Ran lagi.
[Name] meminum air putih itu, dia merasa baikan. Kemudian dia mulai menceritakan sosok dalam video itu.
Mikey masih menyimak apa saja yang akan dikatakan gadis dihadapannya ini.
"Sebenarnya roh jahat itu sama dengan yang waktu itu berada di lukisan milik Koko-san. Tapi sepertinya sosok itu lebih menunjukkan eksistensi nya pada kalian yang ada disini dengan cara memanipulasi orang terdekat kalian. Bagi manusia biasa tidak akan bisa merasakannya." Ucap [name] yang sudah mulai merasakan kegelisahan.
"Apa yang harus kami lakukan? " Tanya Mikey sambil memperhatikan gadis itu.
"Menjauhinya atau menghancurkan sumbernya." Jawab [name]
Mikey membola, dia baru saja ingat Rindou menemui perempuan itu. [Name] sendiri mulai merasa tak enak dihatinya.
"Ran! Cepat hubungi Rindou. " Ujar Mikey dengan nada datarnya.
Ran mengangguk, dia segera menghubungi Rindou, tapi Rindou tak mengangkatnya.
.........
Rindou sendiri tak sadarkan diri karena ulah Yuika. Yuika melakukan hal seperti ritual untuk memanipulasi pikiran Haitani Rindou.
Rindou sendiri dibawah alam sadarnya merasa tertahan oleh sosok hitam. Dirinya seperti terikat tak bisa lepas, bahkan matanya terasa berat. Satu dipikirkan dia hanyalah tertuju pada [name], setelah itu jiwanya seperti tertidur.
Yuika tertawa, akhirnya apa yang dia inginkan akan terwujud. Dengan begini dia bisa menghancurkan bukan hanya Bonten tapi [name] yang merupakan sumber kebenciannya.
.
"Bos, Rin tidak bisa dihubungi. " Ujar Ran.
Mikey merasa tak enak dengan perasaan nya, dia merasakan sesuatu yang buruk akan menimpa Bonten.
[Name] masih diruangan bos Bonten itu sekilas mendengar suara Rindou memanggilnya dengan nada yang parau. Perasaan nya makin tidak karuan. Apalagi ketika Ran mengatakan pada semua orang disini, Rindou tak bisa dihubungi.
"Rin." Batin [name]
.
Rindou yang terbangun, terlihat kosong seperti boneka hidup. Aura hitam yang memancar keluar dari tubuhnya. Dia berjalan beriringan dengan Yuika keluar dari tempat dia melakukan ritual tadi.
"Oi.. Kau ngapain saja sih dengan si Haitani itu. " Ucap pria bertato khas di di belakang kedua telapak tangannya yang sedang meminum bir di ruangan mewah mansion milik yuika.
"Ah kau tidak perlu tahu, Hanma. Ini urusan sepasang kekasih. "
"Cih! Malesin. "
Yuika yang berjalan bersama Rindou menghampiri Hanma Shuuji yang sedang menikmati bir.
"Ayo kita mulai rencana nya. "
......................
[21-04-2022]