Tokyo Revengers: Why Me?

Tokyo Revengers: Why Me?
Book 2 Bagian 5



Rindou x Reader


......................


Kini [name] berada di apartemen Chifuyu, dia sedang menunggu diruang tamu sang tuan rumah yang kini sedang berganti pakaian. Sambil menunggu dia mengobrol dengan roh Akashi Senju dan Baji Keisuke.


"Jadi kalian berdua saling kenal? "


"Ya,  cewek tomboi ini teman kecilku. "


Senju hanya mengangguk mengiyakan apa yang dikatakan Baji.


"Ngomong-ngomong kenapa kau bisa terlibat dengan Haruchiyo? " Tanya Senju


" Aku pun tidak tahu, dia tiba-tiba saja menculik ku dan yang kau tau kan kejadian tadi. Untung kau tadi menolongku. "


"Memang apa yang dilakukan si Sanzu?" Tanya Baji.


"Haruchiyo ingin melecehkan [name]. "


Baji terkejut,  dia tak menyangka teman kecilnya akan melakukan hal seperti itu.


"Kau serius? "


"Iya, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri Baji.  Haruchiyo benar-benar berubah dari beberapa tahun yang lalu."


"Huh! Aku sudah lama tak bertemu mereka jadi aku tidak tahu jalan pikiran mereka. Setelah kematian ku, keadaan malah makin kacau seperti ini. Bahkan Mikey seenak hati membubarkan Toman dengan membuat organisasi kriminal seperti sekarang. "


[Name] hanya menyimak pembicaraan Baji dan Senju. Dia tak tahu menahu tentang masa lalu mereka yang ternyata berkaitan dengan pemimpin Bonten.  [Name] sendiri tak menyangka, akan seperti ini.


"Jadi Baji-san dan Senju-san temannya Mikey-san? "


"Ya,  aku dan Senju adalah teman masa kecil Mikey termasuk juga Sanzu." Jawab Baji.


"Darimana kau mengenal Mikey? " Tanya Baji kembali.


"Aku mengenal nya belum lama ini karena seseorang.  Tetapi aku tak terlalu dekat. " Jawab [name]


"Sebenarnya Mikey adalah orang baik, cuma mental Mikey tidak sekuat dengan image 'tak terkalahkan-nya'. Mungkin dalam hatinya dia merasa bersalah dan kesepian ketika orang-orang terdekatnya meninggalkannya. " Ucap Baji yang duduk bersila.


"Apalagi ketika kepergianku, Shinichiro, Emma bahkan izana. Dia semakin hancur. " Ucap Baji lagi.


"Aku pernah bertemu dengan izana-san beberapa bulan yang lalu. Dia juga pernah cerita hal yang sama,  bahkan izana-san menyesali itu."


"Aku memang tak mengenal izana, tapi orang itu sangat berpengaruh pada Mikey selain dari adiknya Sano Emma dan kakaknya Sano Shinichiro. Aku paham dia membubarkan Toman, tapi cara yang dia lakukan teramat salah dan malah menjatuhkan dirinya dalam kegelapan. " Ucap Baji.


.


Chifuyu dan Kazutora tak sengaja mendengarkan pembicaraan [name] dibalik pintu kamarnya. Dia merasa aneh dengan gadis itu. Gadis yang mereka temui ini berbicara sendiri, tetapi kenapa dia bisa mengenal Baji Keisuke mantan kapten divisi 1 Toman yang sudah lama tiada bahkan seolah-olah Baji dan gadis itu sedang berkomunikasi secara langsung.


"Maaf Baji-san. Apa yang membuat mu jadi seperti ini. "


"Aku melakukan bunuh diri saat perseteruan geng. Saat itu aku ingin menghentikan Mikey yang akan membunuh Kazutora temanku."


[Name] sungguh tak percaya dengan ini semua, apakah ini sebuah kebetulan saja atau sudah menjadi takdirnya yang harus berada dilingkaran mereka yang menurut nya cukup sulit.  Ini seperti lingkaran setan yang menjeratnya.


Baji Keisuke dan Akashi Senju merupakan teman kecil dari Sano Manjirou yang lebih dikenal Mikey pemimpin dari organisasi kriminal Bonten. [Name] sendiri memang sempat mendengar berita tentang perselisihan antar geng yang menewaskan remaja berusia 15 tahun yang sempat gempar kala itu. Ternyata dia tak menyangka Baji Keisuke lah orangnya,  bahkan dia menceritakan akar permasalahan nya pada [name]. Sebenarnya dari awal [name] tidak ingin mengikuti alur kehidupan mereka tapi pada akhirnya [name] sendiri malah terjebak didalamnya.


"Kau sungguh nekat Baji, tapi aku juga sama sih. Aku tewas dalam perselisihan antar geng juga saat itu. " Ujar Senju.


"Maaf kan aku jadi membuka masa lalu kelam kalian."  Ucap [name] yang membungkuk pada Baji dan Senju.


Baji dan Senju tak mempermasalahkan itu, toh pada kenyataannya mereka berdua memang sudah mati. Namun sayang nya ada urusan yang mereka belum selesai yang membuat mereka belum bisa kembali kepada sang Pencipta.


Chifuyu dan Kazutora belum menampakkan diri dibalik pintu kamar.  Mereka berdua jadi mengingat masa lalu nya. Rasa sedih dan bersalah yang selama ini mereka berdua pendam seolah muncul kembali.


Chifuyu dan Kazutora sendiri sungguh tak percaya dengan kemampuan  gadis itu.  Apakah gadis itu benar berkomunikasi dengan Baji?  Apakah benar Baji ada disini? Berbagai macam pertanyaan muncul dibenak mereka.


.


Mereka berdua pun saling mengenalkan diri dan [name] sangat berterima kasih dengan Chifuyu dan Kazutora yang sudah membantunya. Mereka berdua bersikap seolah tak terjadi apa-apa padahal mereka berdua tau gadis ini berbicara hal yang aneh tentang mantan kapten yang mereka kagumi. Baik Kazutora maupun Chifuyu, mereka tak berani menanyakan hal itu.


Tapi sikap Kazutora masih menyelidik, dia menanyai [name] seperti seorang polisi yang sedang menginterogasi pelaku kriminal. Otomatis [name] jadi tegang terhadap sikap Kazutora yang seperti itu. Chifuyu hanya bisa memperingatkan Kazutora untuk tidak menakuti gadis didepannya.


"Jadi,  kau serius dikejar penjahat? " Tanya Kazutora.


[Name] mengangguk, dia menceritakan kronologi nya pada Kazutora dan Chifuyu tanpa menyebutkan nama Bonten sebab dia tak mungkin membawa nama organisasi itu. Dia tak bisa membongkar itu semua pada kedua orang ini.


"Jadi kau korban penculikan?" Tanya Chifuyu.


[Name] mengangguk, membenarkan perkataan Chifuyu agar cepat selesai, sebab dia terlalu malas untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka berdua.


Chifuyu menghela nafas. Dia merasa kasihan dengan gadis ini.


Kedua sosok roh berbeda gender itu hanya menyimak pembicaraan Chifuyu, Kazutora dan [name].


Kazutora menghela nafas, dia mulai menawarkan bantuan.


"Sekarang, apa yang bisa kami bantu? " Tanya Kazutora


"Bolehkah aku pinjam ponsel,  aku ingin menghubungi seseorang karena ponselku rusak." Jawab [name] sambil minta tolong.


"Hanya itu? " Tanya Chifuyu.


[Name] mengangguk.


Ponsel [name] memang rusak karena Sanzu menghancurkannya, dia tahu itu karena Senju yang memberitahukan. Saat [name] tak sadar, Sanzu menghancurkan ponsel [name] karena Rindou menghubungi nya.


.


Chifuyu memberi pinjam ponsel miliknya.


"Silahkan, kau bisa menggunakan nya. "


"Terima Kasih, Chifuyu-san. "


[Name] pun mengambil sebuah buku kecil ditasnya. Dia memang mencatat nomor-nomor penting untuk berjaga-jaga. Lalu [name] mengetik nomor Rindou yang tercatat disana.


[Name] pun izin menelpon secara privasi kepada 2 orang dihadapan nya.


.


Rindou yang berada di mobilnya sudah merasa lelah untuk mencari [name],  dia benar-benar tidak tahu harus mencarinya kemana lagi. Dirinya benar-benar seperti orang putus asa. Jas yang dia kenakan pun sudah berantakan tak karuan. Dia sangat khawatir dengan gadisnya.


Tak lama ponsel di sakunya bergetar, Rindou mengernyit ketika melihat nomor baru terpampang di layar ponselnya. Dia pun mengangkat nya dengan rasa lelah.


"Ya Haitani Rindou disini, siapa ini? "


"Rin, aku [Name]."


Rindou terkejut, dia bisa bernafas lega. Dia senang mendengar suara kekasihnya.


"[Name] kau dimana?  Apa yang terjadi? "


"Aku ada di apartemen Chifuyu-san."


"Chifuyu? "


Rindou seperti mengenal nama itu, kemudian dia baru ingat nama Chifuyu Matsuno adalah mantan wakil divisi 1 Toman.


"Kau sedang apa disana? " Ucap Rindou dengan nada datar dan dingin.


"Rin,  aku tak bisa menjelaskannya disini. Yang jelas aku sudah diselamatkan Chifuyu-san dan Kazutora-san. Aku tidak bisa menghubungimu karena ponselku rusak. "


Rindou berusaha untuk tenang dan tidak terbawa emosi,  dia ingin tahu penjelasan dari kekasihnya nanti.


"Baiklah, aku akan menjemputmu. Kau kirimkan alamat nya. "


"Baik."


Rindou menutup telepon nya, tak lama dia mendapat alamat [name] berada.


....... ...


Rindou pun kini sampai pada alamat yang [name] kirim untuk menjemput kekasihnya. Kemudian menaiki tangga untuk menemukan blok apartemen Chifuyu Matsuno.


Suara bel berbunyi,  Chifuyu memeriksa di interkom apartemennya. Dia terkejut dengan kedatangan Haitani Rindou.


"Chifuyu Matsuno,  aku kesini ingin menjemput kekasihku." Ucap Rindou dengan nada datar.


Chifuyu terkejut dengan penuturan Rindou. Benarkah orang Bonten ini kekasih dari gadis yang ditolongnya? Mau tidak mau dia membuka pintunya, Chifuyu tidak ingin membuat masalah didepan apartemen nya.


"Masuklah dia ada didalam."


Rindou pun masuk, dan benar saja [name] ada disana sedang duduk disofa ruang tamu. Kazutora terkejut dengan anggota Bonten didepannya. Dia akan meminta penjelasan pada Chifuyu nanti.


"Rin kau sudah datang. "


"Ya, ayo kita pulang. "


Kemudian Rindou segera menarik tangan [name] untuk pergi dari apartemen Chifuyu. [Name] sendiri sebenarnya tidak mengerti apa yang terjadi. Suasana nya berbeda, terlihat jelas ada ketegangan di antara mereka bertiga.


Baji dan Senju sendiri terkejut, ternyata [name] mempunyai hubungan spesial dengan salah satu Haitani bersaudara.


[Name] berterima kasih pada Chifuyu dan Kazutora, meskipun Rindou membawa nya pergi tanpa mengatakan apapun.


.


"Ya,  kau benar. Bahkan aku terkejut kalau gadis itu kekasihnya Haitani Rindou. "


"Kau serius? "


"Ya, dia mengatakan nya sendiri Kazutora. "


Kazutora sungguh tak percaya dengan  apa yang diucapkan Chifuyu. Seorang gadis yang terlihat polos dan biasa saja bisa menjadi kekasih dari Haitani Rindou yang merupakan seorang eksekutif dari organisasi Bonten.


......... ...


Diperjalanan, Rindou meminta penjelasan detail pada [name] tentang orang dari mantan Toman itu. Bahkan Rindou terlihat marah ketika dia melihat bercak merah yang terpampang dibagian leher.


Mau tak mau [name] menjelaskan agar tak terjadi kesalahan pahaman dengan orang yang menolong nya.


"Mereka benar-benar menolongku. Asal kau tahu aku diculik Sanzu-san saat akan pulang. Tapi untung nya aku bisa melarikan diri.  Dan saat itu kebetulan mobil Chifuyu-san dan Kazutora-san melintas dan aku meminta bantuannya." Ucap [name] tanpa memberitahu Senju yang ikut membantunya.  Sebab [name] tak mau muncul masalah baru lagi setelah ini. Rindou sendiri terlalu overprotective apalagi setelah kejadian ini.


Mobil Rindou mendadak berhenti, suasana begitu sepi dan [name] terkejut dengan rem dadakan nya Rindou. Ketakutan Rindou benar-benar menjadi kenyataan sekarang,  Sanzu mulai berani melakukan hal nekat pada gadisnya.


"Rin,  kenapa kau berhenti mendadak?! "


"Apa tanda itu ulahnya juga? "


"I.. Iya,  maafkan aku. "


Rindou memukul stir mobilnya dengan penuh emosi. Tanpa izinnya, Rindou segera memeriksa bagian-bagian yang Sanzu beri tanda.


"R.. Rin apa yang kau lakukan?! " Ucap [name] yang memegang lengan Rindou gemetaran.


"Sanzu! Sialan! "


[Name] melihat jelas raut emosi Rindou. Dia benar-benar terbakar rasa cemburu. Rindou tak terima miliknya disentuh.


"Rin tenangkan dirimu, jangan emosi seperti ini. Sebisa mungkin aku akan menghilangkan tanda ini" Ucap [name] yang berusaha meredakan emosinya.


Bukannya mendengarkan, Rindou tanpa peringatan melakukan hal yang sama dengan apa yang Sanzu lakukan untuk menutupi tanda merah itu dengan tanda miliknya.


[Name] sendiri kaget dengan tindakan Rindou yang seperti ini,  dia tidak bisa bergerak karena Rindou mengunci gerakannya. Wajah [name] sudah merah padam,  dia hanya bisa melenguh, dan meringis bahkan menangis dengan seluruh tubuh sudah gemetar takut ketika Rindou melakukannya.


Rindou mengelus pipi [name]. Wajah [name] sudah merah padam,  dia terisak. [Name] menutup wajahnya yang menangis dengan kedua telapak tangannya, dia gemetaran. [Name] sangat takut dan trauma dengan apa yang dilakukan Rindou yang persis seperti Sanzu lakukan tadi.


"Maaf, aku terbawa emosi. Jangan menangis. " Ucap Rindou yang langsung memeluk menenangkan [name].


"Aku masih takut Rin. "Ucap [name] yang menangis dalam dekapanya.


[Name] memang ketakutan saat itu,  dia hanya berusaha kuat. Sekuat apapun dirinya, dia tak mungkin dapat mengimbangi kekuatan seorang pria apalagi sekelas Sanzu Haruchiyo.


Rindou terus mengelus rambutnya yang terurai, menenangkan gadisnya.


.


[Name] pun sudah tenang, Rindou pun mengusap air matanya. Kemudian dia mencium bibir manis kekasihnya. Mereka berdua saling bertautan, Rindou sendiri lebih mendominasinya sehingga [name] tak dapat mengimbanginya. tak lama, [Name] memukul pelan dada Rindou karena kehabisan nafas. Rindou melepaskan kan tautannya. [Name] hanya bisa meraup oksigen, Rindou sendiri mengusap bibir [name] yang nafasnya masih tersengal. Mata Rindou sendiri memancarkan rasa bersalah dan ketidakberdayaan nya.


"Aku akan melindungi mu." Ucap Rindou. Dia mendekap [name] kembali.


wajah [name] memerah,dan jantungnya berdebar cepat dengan kejadian tak terduga ini. Emosi Rindou  sendiri juga mereda, dia merasa bersalah sudah membuat [name] ketakutan seperti tadi.


"Sekarang istirahatlah,  nanti aku akan membangunkanmu saat sampai rumah. " Ucap Rindou yang mengelus rambut [name]. Kemudian menyampirkan jas miliknya pada tubuh gadisnya.


.


.


Ketika sampai rumah, Rin melihat kakaknya Ran tertidur disofa. Padahal dia sudah menyuruh sang kakak untuk beristirahat dikamar nya.


"Ran-san, kenapa kau tidur disini?" Ucap [name] yang membangunkan Ran.


[Name] sebenarnya tak tega membangunkannya, tapi tak baik juga untuk nya tidur disofa seperti ini.


Ran terbangun,  dia melihat [name] dan langsung memeluk nya.


"Syukurlah,  akhirnya kau pulang. "


Ran bersyukur [name] selamat, dia sangat mengkhawatirkan gadis ini juga. Baginya [name] sudah jadi bagian dari keluarganya.


"Nii-san lepaskan [name]." Ucap Rindou dengan nada yang datar.


"Rin,  kau tak perlu cemburu seperti itu pada kakakmu ini. Aku sudah menganggap [name] adikku juga. Lebih tepatnya adik iparku. "


[Name] hanya menunduk malu, ternyata Ran benar-benar menggodanya lagi. Sedangkan Rindou sendiri hanya memutar bola matanya yang malas terhadap kakaknya ini.


"Bukankah aku sudah menyuruh nii-san tidur dikamar. " Tanya Rindou.


"Ya,  tapi aku cemas kepada kalian berdua. Tapi syukurlah kau kembali membawa [name] pulang. "


"Kalian istirahat lah,  sekarang sudah jam 3 pagi. Aku akan kembali ke kamarku. " Kata Ran lagi, dia ke pergi kamarnya.


"Aku akan tidur denganmu. "


"Hah? "


"Tidak ada kata hah. Ayo cepat kita tidur. aku lelah "


[Name] masih ngelag,  Rindou yang melihatnya langsung menarik tangannya.


"Tidak usah lebay seperti itu,  aku hanya akan tidur saja denganmu.  Tapi kalau kamu memang mau meneruskan yang tadi,  ya aku siap saja. "


"Ih...mulutmu! "


[Name] menutup mulut Rindou dengan telapak tangannya, [name] sendiri sudah memerah jika mengingat kejadian tadi. Itu sungguh membuatnya malu setengah mati.


.


Keesokan nya, Ran terlihat menyelidik. Dia melihat [name] menutupi lehernya dengan pakaian yang menutupi lehernya. Tapi Ran sadar,  dia melihat sedikit bekas merah yang sedikit terlihat dari [name]


"Jadi, sudah sampai sejauh mana kalian melakukan itu. "


[Name] ngelag, Rindou sendiri tiba-tiba terbatuk ketika meminum kopinya.


"Huh! Jadi aku akan punya keponakan nih. Padahal [name] kan belum lulus kuliah loh, Rin."


"Nii-san jangan ngomong sembarangan, aku tidak melakukan sampai sejauh itu. "


[Name] sendiri sudah memerah malu karena digoda Ran.


"Yakin nih? "


"Sudah nii-san jangan menggodaku dan [name]." Ucap Rindou ketus.


Ran menghela nafas,  kemudian dia mulai bertanya serius.


"Jadi,  apa yang terjadi dengan [name] kemarin? "


"Sanzu menculik [name], bahkan [name] hampir diperkosa olehnya. "


Rindou menjelaskannya dengan agak emosi.


"Sanzu keterlaluan! Padahal Mikey sudah memperingatkan kita untuk tidak menggangu atau pun menyakiti [name]."


[Name] terkejut dengan ucapan Ran, dia tidak tahu jika Mikey mengatakan itu pada anggotanya.


[Name] tidak banyak menjelaskan, dia agak trauma untuk mengingat hal kemarin.


Ran juga sangat kesal dengan Sanzu, dia tak menyangka akan melakukan itu pada [name]. Sanzu sudah melanggar batas, bahkan dia melupakan apa yang Mikey katakan untuk tidak melakukan apapun pada gadis ini. 


....... ...


Sanzu teramat kesal karena rencananya yang gagal. Di mansionnya dia benar-benar menghabisi orang-orang yang gagal menangkap [name]. Dirinya benar-benar kacau.


Senju yang melihatnya sungguh kasihan pada korban yang dibunuhnya secara sadis. Pikir Senju,  Haruchiyo benar-benar seorang psikopat. Obsesinya terhadap gadis itu sungguh mengerikan.


"Haruchiyo, kekacauan apa ini? " Tanya Takeomi yang baru saja datang bersama Kakucho.


Sanzu tak menjawab,  dia sungguh malas untuk menjawab semua hal tak berguna baginya.


"Kau bahkan membunuh anak buahmu sendiri? " Ucap Kakucho yang melihat anak buahnya mati mengenaskan.  Bahkan kondisi rumah Sanzu terlihat penuh dengan ceceran darah dilantainya juga beberapa bercak merah darah pada properti dimansionnya.


"Bahkan kau menakuti asisten rumah tanggamu juga. " Ucap Takeomi.


"Aku tidak peduli. Mereka tak becus menangkap mangsaku. Jadi itu adalah hukuman yang setimpal." Ucap Sanzu sekenanya.


Kakucho dan Takeomi tak mengerti apa maksud dari Sanzu. Tapi kelakuan nya ini sungguh diluar perintah Mikey dan itu akan membuat nya marah jika informasi ini sampai bocor keluar.


"Kau jangan melakukan yang aneh-aneh,  jika ini sampai bocor ke pihak luar kau yang akan kena hukuman Mikey,  Sanzu. "


"Cih! Aku tahu!  Aku akan segera membereskannya. "


Sanzu segera beranjak,  Takeomi dan kakucho menyuruh anak buahnya untuk membantu Sanzu membereskan semua kekacauan ini. Sedangkan Takeomi dan kakucho akan menutup mulut orang-orang yang berada di mansion ini.


.


[12-04-2022]