
Rindou x Reader
Karakter milik Ken Wakui
......................
Mereka yang mati telah hidup kembali. Baru pertama kali Bonten melawan musuh seperti ini. Ini tak masuk akal, ini bukan adegan film zombi tapi mereka nyata hidup kembali setelah beberapa kali mereka menembakkan peluru ke arah mayat yang sudah mati bahkan hancur.
"Yang benar saja mereka hidup kembali!! " Ujar Ran yang kini bergabung dengan mochi dan juga kakucho.
"Kalau begini, kitalah yang akan mati. "
Ucap kakucho yang segera mengisi peluru untuk kesekian kalinya.
"Yang penting kita cari tempat aman dahulu, mereka bukan musuh biasa. Wanita itu benar-benar seperti dukun dalam film horor saja. Merepotkan!" Ujar Ran yang mencari tempat bersembunyi bersama kakucho dan mucho untuk sekedar menormalkan kembali kondisi fisik mereka yang sudah terkuras habis tenaganya.
.
Mereka hidup layaknya zombi, tetapi mereka terfocuskan untuk menyerang para anggota Bonten yang berada didalam mansion. Memang tak masuk akal tetapi ini sungguh nyata. [Name] tak menyangka kemampuan Yuika sungguh mengerikan. Dia sudah seperti selayaknya penganut iblis sejati yang dapat memanipulasi orang mati. Padahal kemampuan ini sangat beresiko pada penggunanya yang sewaktu-waktu bisa mati oleh kekuatannya sendiri.
Rindou menembakkan mayat hidup yang akan menyerang nya. Sedangkan [name] yang sudah paham akan kekuatan seperti ini. Pikir [name] ini harus dilawan cara yang sama yaitu dengan cara ritual penyucian. Sebab yang Bonten lawan bukan lagi manusia tapi roh jahat yang merasuki mayat tersebut.
Rindou menarik [name] kedalam sebuah ruangan, ternyata orang yang berada didalam ruangan itu adalah Kokonoi Hajime dan Akashi Takeomi yang sedang mengotak atik informasi keluarga Hasegawa berserta aset berharga milik keluarga ini.
"Rindou? [Name]? Kenapa dia juga ikut? " Tanya koko yang menunjuk [name].
[Name] hanya menggaruk pipinya. Rindou lah yang menjelaskan mengapa [name] bersamanya. Takeomi hanya bisa menghela nafas kasar jika [name] ikut menyusup dalam misi. Koko sendiri berfikir gadis dihadapannya sungguh gila.
.
"Ada apa kalian kesini? " Tanya Koko
"Kita benar-benar dikejar mayat hidup koko. Ini sudah seperti film zombi versi nyata. " Ujar Rindou yang masih mengistirahatkan dirinya sambil duduk disofa ruangan kerja yang hening.
Koko dan Takeomi terkejut mendengarnya, mereka sungguh tak percaya dengan penuturan Rindou yang terlihat lelah.
"Sebenarnya mereka sudah mati, tapi roh jahat lah yang mengendalikan itu semua. Seperti nya Yuika melakukan ritual terlarang. Kita harus segera mencari dia. " Ucap [name] yang duduk beberapa meter dari Rindou.
"Mikey yang sedang mencari keberadaannya. Wanita itu benar-benar lebih buruk dari kita semua. " Ujar Koko yang berhasil mendapatkan beberapa data keluarga Hasegawa.
"Kita tak akan bisa keluar kalau begitu jika senjata saja tidak mempan. " Ucap Takeomi yang baru saja mengeluarkan pendapatnya.
"Aku akan mencobanya, apa ini bisa. "
"Kau akan melakukan apa, [name]? "
[Name] mencari media untuk pengusiran. Dia menemukan kertas dan pulpen, dan menuliskan mantra-mantra doa dikertas yang dia temukan tadi.
Mereka yang ada diruang kerja, mulai paham. [Name] sendiri menggambarkan sebuah lingkaran bertuliskan mantra-mantra sebagai pusat energi dalam penyuciannya.
.
Baji dan Senju baru saja datang menemui [name]. Mereka berdua menemukan energi aneh pada ruangan lain lantai paling atas. Dia yakin, dari ruangan itulah Yuika melakukan ritual menghidupkan mayat ini agar menjadi pasukannya untuk melawan Bonten.
"Kita harus menempelkan ini disetiap penjuru rumah. ".
"Apa? Tapi Bagaimana? "
"Kita akan dibantu Baji-san dan Senju-san untuk menempatkan kertas ini."
"Ba.. Baji?" Ujar Koko.
Takeomi sendiri tak kalah kagetnya mendengar nama Senju adiknya.
"Se.. Senju? "
[Name] mengangguk.
"Mereka berdua yang akan membantu kalian. "
Baji dan Senju memang sudah siap untuk menampakkan diri mereka sebagai misi terakhir. Mereka tahu orang-orang terdekatnya memang menjadi kriminal tetapi tetap saja rasa sayang sebagai teman dan saudara tak bisa terbantahkan meskipun masa depan sangat mereka begitu buruk.
[Name] sendiri sedang melakukan ritual agar wujud roh Baji dan Senju dapat terlihat oleh semua orang. Mereka berdua akan menjadi penunjuk dimana kertas mantra ini akan diaktifkan serta mereka berdua jugalah yang menjadi petunjuk jalan ketempat Yuika nantinya.
.
"Ini bukan film Zombie kan? Sialan mayat-mayat ini hidup kembali. Menjijikan! " Ujar Sanzu yang terus menerus menebas dan menembak mayat hidup tersebut.
Sanzu baru seumur-umur melawan musuh seperti ini, ini jauh lebih sulit pikirnya. Dia memang senang membantai musuh tapi bukan berarti harus musuh seperti ini.
Sanzu sudah merasa lelah, dia teramat kesal hingga hampir diserang jika saja Takeomi dan Senju tidak datang menolongnya.
Sanzu terkejut melihat sosok roh Senju sedang bersama Takeomi, ini sungguh konyol pikir nya. Dia bisa melihat adiknya yang telah lama mati.
"Kau tak perlu melihat Senju seperti itu, Haruchiyo. Aku dan Senju pasti akan menyelamatkan mu dari mayat hidup ini. Ayo ikuti aku. "
Mereka berlari mencari tempat aman. Sekaligus menempel kertas mantra yang [name] berikan tadi.
"Haruchiyo! Cepat bantu aku menempelkan ini. "
"Hah? Apa maksud mu. "
"Ck.. Kau itu lola ya, cepat bantu jangan cuma hah! Takeomi berikan itu pada haruchiyo. "
"Sialan kau Senju, seenaknya menyuruhku! "
Takeomi menghela nafas, bukannya reuni keluarga ini berjalan mulus malah saling berdebat.
"Sudahlah Haruchiyo, kau jangan banyak bicara. Sekarang kita harus mengatasi mayat hidup ini. Kita tidak ingin mati konyol disini. " Ucap Takeomi.
Sanzu berdecak sebal, dia merebut kertas itu dari Takeomi dan membantu menempelkan meskipun harus sedikit kerja keras membuka jalan ke arah yang di intrupsikan Senju.
.
Sedangkan Mikey yang sudah tergabung dengan Ran, Kakucho dan Mochizuki sudah kewalahan. Tenaga mereka sudah hampir habis, bahkan pistol yang mereka gunakan sudah hampir habis karena terpakai.
"Bos, maaf aku terlambat. Ini darurat. "
"Koko sialan kau darimana saja." Kata Ran kewalahan.
Baji menghampiri Mikey yang sudah nampak kacau dan kelelahan.
"Kau tampak kacau ya, Mikey. "
"Baji, itukah kau? "
"Ya, Ini aku. Sudah lama ya kita tak bertemu. "
Mikey nampak terdiam, perasaan nya bercampur aduk. Entah harus senang atau sedih dia tak bisa ekspresikan, hatinya sudah lama lupa akan hal itu.
"Huh aku kesini ingin membantu kalian, ayo cepat bantu si mata duitan ini buat menempelkan kertas itu, Mikey." Tunjuk Baji pada koko yang memegang kertas mantra.
"Ck.. Dasar setan sialan. Kalau aku bisa seperti [name] ku tendang kau ke akhirat tanpa ampun. " Decak Koko yang kesal dengan ucapan Baji.
Baji tidak peduli, bahkan menulikan diri. Ran, Kakucho dan Mochi hanya bisa bertahan untuk melindungi sang bos yang sedang berbicara dengan Koko dan Baji.
"Baiklah."
"Ayo ikuti aku. "
Mereka berlari menuju tempat-tempat yang diinterupsi kan Baji. Meskipun harus habis-habisan melawan mayat hidup yang bangkit kembali.
.
Ditempat [name] sambil menunggu kode dari Baji dan Senju. [Name] dan Rindou duduk berdampingan. Rindou sudah banyak membicarakan tentang kejadian dirinya dengan Yuika, dia menjelaskan bahwa awalnya Rindou hanyalah menjalankan misi dari Mikey. Namun, dia sendiri malah terjebak.
[Name] paham tahu semua cerita Rindou, tapi tetap saja hatinya masih sakit ketika Rindou lah pelaku yang membunuh orang tuanya beserta pelaku penembakan Ruki.
"Jika kau ingin keadilan untuk orangtuamu dan Ruki. aku akan menyerahkan diri ke polisi dan aku sudah siap jika dieksekusi mati. "
[Name] menunduk, dia jadi serba salah. Disatu sisi dia sungguh marah pada Rindou tapi di sisi lain dia tak mau Rindou mati.
[Name] memegang pakaian jas bagian lengannya.
"Aku memang marah padamu tapi aku tidak ingin kau mati. Aku sudah tak punya siapapun selain dirimu dan Ruki. "
Rindou langsung mendekap dan mengelus kepalanya.
"aku butuh waktu, Rin. "
"Baiklah, aku akan menunggumu kapanpun itu. "
.
[Name] merasakan energi Baji dan Senju.
"Seperti nya mereka berdua sudah selesai. "
[Name] segera bangkit dan Rindou hanya melihat ritualnya saja sambil melihat situasi.
[Name] memejamkan mata untuk berkonsentrasi, merapalkan mantra-mantra yang sudah dia interupsi kan pada Baji dan Senju tadi. Dia berdiri dibagian tengah lingkaran yang tadi dibuat nya.
Muncul cahaya kebiruan dari masing - masing mantra yang mereka tempatkan tadi. Perwujudan aura hitam itu keluar dari masing-masing tubuh mayat-mayat tadi.
Mayat-mayat yang tadi bergerak kini kembali kesemula. Beserta aura hitam yang mulai menghilang dari tubuh mereka.
.............
Yuika muntah darah, dia gagal menyerang Bonten secara supranatural. Dia tahu, ini pasti perbuatan [name]. [Name] ada disini pikirnya. Yuika begitu murka, dia ingin sekali membunuh [name].
"Hanma! Cepat kau cari [name] dan bunuh dia. "
Hanma yang sedang merokok sungguh terganggu dengan wanita gila itu. Tapi dia tak bisa membantah, sebab kekuatan wanita ini diluar nalar. Dia sendiri sudah terjebak, mau tak mau harus menurutinya untuk menjaga kewarasan nya.
"Ya ya baiklah. Kau tak perlu cerewet. Aku akan pergi mencarinya dan membunuh sesuai keinginanmu. "
Hanma pun keluar dari ruangan berada untuk mencari [name]. Dia sudah mempersiapkan pistol ditangannya. Meskipun dia tak mengenal gadis itu tetapi dia mau tak mau membunuh nya daripada harus berurusan dengan wanita gila itu.
.
[Name] merasa begitu kelelahan, Rindou yang berada disampingnya mencoba mencari sesuatu didalam kulkas yang berada diruang kerja itu. Syukur lah disana ada beberapa minuman softdrink. Rindou tahu [name] tak meminum alkohol karena usia nya yang belum mencapai usia legal.
"Minumlah."
"Terima kasih. "
[Name] meminumnya sampai habis, rasa hausnya berkurang dan energinya sedikit naik. Rindou menyuruhnya untuk istirahat disini sejenak sebelum menemui Yuika nantinya.
Terdengar suara langkah kaki menuju ruangan dimana Rindou dan [name] berada. Orang itu membuka pintu, dia menyeringai menemukan gadis yang dicarinya.
"Hanma? Mau apa kau kemari? "
"Aku? Tentu saja membunuh gadismu. "
Hanma menodongkan pistol ke arah [name]. Rindou dengan sigap menghalangi dan menyingkirkan pistol yang dipegang hanma.
"Tidak akan kubiarkan kau menyakitinya, Hanma! "
Rindou mengapit lengan dan leher Hanma, dia tidak akan membiarkan hanma menyakiti [name].
"[Name] cepatlah pergi menyusul yang lain, biar aku yang urus dia. "
Rindou menahan Hanma agar tak mengejar [name].
.
Baji kini berpapasan dengan Senju. Mereka, Bonten saling bertemu dalam satu pintu ruangan dimana Yuika berada.
Kini mereka berhadapan dengan Yuika yang sedang duduk santai.
"Ah.. Ternyata kalian masih hidup ya."
......................
[03-05-2022]