
...Rindou x Reader...
...Karakter milik Ken Wakui...
......................
Rindou berangsur-angsur pulih, dan hari ini dia bisa keluar dari rumah sakit. Tapi sampai saat ini dia belum mendapat kabar dari [name] bahkan bertemu dengan gadis itupun tidak bisa karena selalu dihalangi Ran. Entah apa yang terjadi seolah-olah ada sesuatu yang disembunyikan oleh kakaknya.
[name] yang sudah 2 minggu dirumah sakit hanya bisa bengong. Semenjak beberapa hari yang lalu Ran menjenguk dan menceritakan tentang kondisi Rindou yang sudah sehat kembali, [name] sangat bersyukur Rindou sudah kembali sehat yang berarti tugasnya selesai. Ran tahu gadis itu menyukai adiknya sebab terlihat dari tatapan matanya ketika Ran bercerita tentang Rindou. gadis itu sangat antusias mendengarkannya.
[name] sendiri tahu saatnya berpisah dengan Rindou, yang tentunya [name] akan melupakan Rindou dan kembali ke kehidupan normal.
sedih? tentu saja, karena bagaimana pun mereka tidak akan bisa bersama itulah yang dipikiran [name].
Rindou disambut oleh anggota Bonten lainnya dimarkas, terutama Sanzu yang selalu membuat kesal dirinya. Rindou memutar bola matanya ketika Sanzu berkata sarkas padanya, dia sudah tahu kelakuan Sanzu dari dulu.
"syukur lah kau kembali." kata Mikey.
"iya boss." ucap Rindou.
tak lama, koko membawa lukisan yang dulu dipinjam [name], dia baru saja menjenguk [name] dan [name] mengembalikan lukisan itu ketika dirumah sakit untuk terakhir kalinya.
"koko. oi, kau bawa lagi lukisan itu? " kata Sanzu.
"ya, gadis itu mengembalikannya dan aku akan melelang nya karena sudah membawa masalah di markas." kata Koko.
"emang bakalan laku?" tanya Ran.
"oi.. Ran, jangan remehkan aku dalam masalah penjualan barang seperti ini." jawab Koko berdecak sebal.
Rindou kini dikamarnya, dia duduk bersandar disofa mewahnya sambil meminum wine. Dia memikirkan gadis itu, sungguh dia sangat merindukannya. tak lama, Ran datang ke kamar nya dan ikut duduk di dekat Rindou.
"Rin, apa kau menyukai [name]? "
"ya, aku menyukai bahkan mencintainya entah sejak kapan. tapi kenapa dia seolah menghindariku bahkan kau juga menyembunyikan sesuatu dariku, Nii-san. apa ini karena perjanjian nya dengan Mikey?"
"huh.. Rin, aku tidak akan mempermasalahkan kau mencintai siapapun hanya saja keputusan Mikey itu mutlak."
"huh sungguh ironis." ucap Rindou yang menyandarkan kepalanya pada belakang sofa. dia menutup sebagian wajahnya dengan tangannya. hatinya sakit karena harus ada penghalang seperti itu. Jikapun dia nekat, yang ada gadis itu yang dalam bahaya.
Izana yang berada dirumah sakit menemani [name], dia hanya bisa memperhatikan [name] yang berhari-hari menjadi pendiam. Biasanya gadis ini akan selalu sewot jika Izana muncul mendadak apalagi disaat dia bekerja.
"kau tidak ingin bertemu atau mengatakan apapun pada Rindou?" tanya Izana.
"tidak, untuk apa Izana-san, aku dan Rindou-san hanya sebagai client. Kami hanya orang yang saling memanfaatkan satu sama lain." jawab [name].
"huh.. kau bahkan mengatakan pada Ran untuk tidak menceritakan apapun pada Rindou kalau kau terluka pasca kejadian itu." Tanya Izana lagi.
"itu lebih baik, lagipula kami kan gak punya hubungan apapun Izana-san." Jawab [name].
Izana menghela nafas, dia sudah tahu [name] menyukai mantan rekannya itu begitupun sebaliknya. Mungkin jika ada kesempatan dia akan meminta Mikey untuk mengizinkan Rindou berhubungan dangan [name] tanpa melibatkan organisasi.
"izana-san, kapan kau siap untuk melakukan ritual pelepasanmu?" tanya [name] yang menopang dagu.
"kapanpun aku siap, aku menunggu kau sembuh dulu baru kita lakukan." jawab Izana yang duduk dikursi sebelah ranjang [name].
...****************...
[name] sudah sembuh, dan kini sudah beraktivitas normal seperti biasanya yaitu berkuliah dan bekerja di supermarket. Sudah sebulan [name] tidak berhubungan lagi dengan Rindou, semua koneksi dengannya kini terputus. namun, tanpa sepengetahuan [name], Rindou selalu memperhatikan [name] dari jauh tanpa sepengetahuan anggota Bonten. Izana selalu tahu apa yang dilakukan Rindou, tapi Izana tidak memberitahu [name].
Hari pelepasan izana pun akan dilakukan malam hari, kebetulan [name] libur dari bekerja part time nya. Di apartemennya, [name] dan izana akan melakukan ritual pelepasannya. sesuai saran Ruki, dia membuat sebuah lingkaran yang berisikan tulisan mantra-mantra dilantai dengan menggunakan kapur tulis. Izana berdiri ditengah, sesuai intruksi [name].
"izana-san apa ada yang ingin kau sampaikan pada orang-orang terdekatmu sebelum pergi?"
"ada sih, tapi apa bisa? "
"tentu saja, izana-san bisa mengatakan langsung kepada orangnya tetapi waktunya tidak banyak."
"baiklah, serahkan padaku?"
[name] mengambil sebuah boneka kertas dilacinya, fungsinya adalah sebagai media Izana untuk memunculkan diri dihadapan orang yang akan ditemuinya. [name] menyimpan boneka kertas itu di tengah lingkaran bersama Izana didalamnya. [name] membacakan mantra, didalam lingkaran itu muncullah cahaya.
"Terima kasih [name]" ucap Izana sebelum pergi.
Roh Izana mamasuki boneka kertas itu dan menghilang menuju tempat orang yang akan Izana temui.
Di markas bonten, Kakucho yang berada diruangannya sedang membuat laporan untuk dilaporkan pada Mikey. tak lama dia mendengar suara langkah kaki menuju arahnya. ketika Kakucho melihat, dia terkejut bahwa orang yang dihadapannya adalah Kurokawa Izana, rajanya yang terlihat berusia belasan tahun. namun ada sedikit perbedaan, Izana dihadapannya terlihat lebih hidup dari sorot matanya. dia menemui Kakucho memakai seragam Tenjiku seperti saat kematiannya dulu.
"I.. izana."
"hai, Kakucho. ternyata kau sudah besar ya."
kakucho tak kuat menahan air matanya, ini seperti mimpi melihat Izana didepannya. Izana yang melihat menghampiri nya, dia berdiri didepan kakucho yang duduk dikursi kerjanya.
"kau tak pernah berubah Kakucho, kau tahu aku selalu mengawasimu loh."
Izana mendekap kakucho dan menopangkan kepalanya di bahunya Izana. Kakucho hanya bisa menunduk, dia senang melihat Izana dihadapannya.
"kakucho, maafkan aku. kau jadi seperti ini gara-gara keegoisanku."
"itu tidak benar Izana, justru akulah yang lemah hingga kau tertembak saat itu."
Izana hanya menggeleng, dia tersenyum.
"tidak, justru kau lah yang selalu melindungiku Kakucho, kau yang menemaniku sampai akhir."
Izana kini bertatapan dengan Kakucho, dia tersenyum dan mengusap airmatanya kakucho.
"kakucho, ini yang terakhir kita bertemu. aku berharap kau menemukan kebahagiaanmu. jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri."
Kakucho hanya mendengar perkataan Izana, ini membuatnya sedih karena harus berpisah dengan sang raja.
"jangan sedih seperti itu donk! senyumlah sebelum aku pergi. Kau selalu terlihat dingin seperti aku dulu sekarang. "
Kakucho berusaha tersenyum sesuai permintaan rajanya. jika ini mimpi bertemu dengan raja, dia berharap dia tidak bangun dan ingin tetap bersama rajanya.
"ah sudah waktunya, Kakucho ini permintaan terakhirku sebelum aku pergi."
Kakucho terlihat tidak rela Izana pergi dari hadapannya dan Izana tahu itu.
"hei, kau jangan berwajah seperti itu, aku harap kau bisa mengikhlaskanku pergi kakucho."
kakucho kembali menangis dia memeluk Izana.
"kakucho biarpun aku sudah tidak ada, aku tetap mengawasi mu disana. aku akan meminta kepada Tuhan, jika suatu saat aku terlahir kembali aku ingin bertemu lagi denganmu dan kita tetap berteman."
izana mengelus punggung kakucho berusaha menenangkannya.
"oh ya, aku ingin minta tolong padamu. jagalah Mikey, aku selalu khawatir padanya dan kau juga harus bahagia kakucho."
Izana memudar dan menghilang dihadapan Kakucho. Kakucho menangis dengan kepergian Izana seperti beberapa tahun yang lalu ketika Izana meninggal dunia.
...****************...
[name] yang di apartemen nya masih melihat cahaya itu, nampaknya Izana masih belum pergi dari dunia ini. dia tetap mempertahankan gerakan ritualnya itu, mungkin urusan izana belum selesai pikirnya. jika urusan izana selasai, cahaya dalam lingkaran itu akan padam yang menandakan roh orang tersebut benar-benar telah pergi.
benar saja, izana menemui Mikey yang sedang duduk sendiri di rooftop sebuah gedung dengan tatapan kosongnya yang memandang pemandangan kota di malam hari. Mikey merasakan ada sesuatu yang datang dari belakang, saat dia berbalik Mikey melihat sosok Izana. Matanya membola, sungguh tak percaya apakah itu benar Kurokawa Izana saudara tirinya yang beberapa tahun lalu meninggal atau hanya ilusi bagi dirinya untuk membuatnya semakin jatuh dalam kegelapan.
"Hai Mikey, kau terlihat tidak baik ya."
......................
[05-03-2022]