Tokyo Revengers: Why Me?

Tokyo Revengers: Why Me?
Book 2 Bagian 12



Rindou x Reader


Karakter milik Ken Wakui


......................


Seminggu setelah pemakaman orang tua [name],  dia menjenguk Ruki yang masih terbaring koma. [Name] menceritakan segalanya pada Ruki meskipun Ruki tak merespon apapun.


Baji dan senju yang menemani terlihat sedih melihat [name] selalu muram akhir-akhir ini. Senyumnya hilang sesaat kematian orangtuanya.


"Ruki,  aku sudah memutuskan, aku akan melawan Yuika. Walaupun aku tahu pada akhirnya aku akan mati tapi setidaknya tidak ada lagi orang yang dia korbankan. "


"Setelah aku tahu kebenaran Rindou yang melakukan itu, kau tahu aku sangat hancur. Aku tahu dia dikendalikan,  aku tahu dia itu kriminal. Tapi ini semua salahku juga kenapa harus mencintai nya sampai seperti itu. Seharusnya aku tetap tak bersamanya dari awal, walaupun aku tahu itu akan membunuh perasaanku sendiri. "


[Name] menangis didalam ruang rawat Ruki. [Name] tidak tahu harus bercerita pada siapa lagi, dia kini sendiri hanya bisa berjuang sendiri. Setiap cobaan selalu datang menimpanya.


"Jika suatu saat aku mati,  kuharap kau secepatnya sadar dan  aku bedoa semoga impianmu terwujud. "


[Name] berusaha tersenyum dalam tangis nya.


Baji mengelus-elus pundak [name] saat mendengarkan [name] membicarakan isi hatinya begitupun dengan senju yang tak kuat menahan airmatanya.  Senju memeluk bahunya dibelakang,  dia hanya menggumamkan kata-kata penyemangat.


[Name] mengusap air matanya.


"Terima kasih, Senju-san, Baji-san. "


....... ...


Ran melakukan pertemuan dengan Rindou tanpa sepengetahuan kedua boss mereka. Ran sungguh sangat marah ketika adiknya lebih memilih wanita gila itu daripada kakaknya sendiri. Dia tak peduli lagi,  secepatnya dia akan memberi pelajaran sang adik agar dia sadar.


Benar saja, Ran menghajar sang adik tanpa ampun. Kesabaran Ran sudah diambang batas.


"Sampai kapan kau akan dikuasai wanita sialan itu, Rin!" Teriak Ran


Rindou awalnya menghindar dari setiap gerakan Ran,  tapi Ran sangat cekatan dan kuat dia sudah tahu titik lemah dari sang adik. Dengan mudah dia menjatuhkan Rindou bahkan Ran tak segan memukulnya dengan tongkat besi yang dibawanya. Ran lebih memilih adiknya mati di tangan nya daripada harus dieksekusi oleh temannya di Bonten.


"kau tidak peduli lagi padaku bahkan kau juga tidak peduli dengan [name] yang selalu menerima setiap kekuranganmu. "


Rindou bereaksi, entah mengapa dia selalu terngiang-ngiang gadis itu. Pikiran nya sangatlah kacau. Kepalanya sangat sakit, lebih-lebih dari pukulan yang diberikan Ran untuknya.


"Sadarlah sialan!! Apakah selamanya kau akan jadi boneka seperti ini!!"  Teriak Ran yang menarik kerah Rindou.


"Lebih kau mati saja!! " Ucap Ran yang siap dengan pemukul yang berada di tangan nya.


"Ran!  Hentikan!" Ujar Kakucho yang menahan gerakan Ran yang akan memukul Rindou. Rindou sendiri sudah tidak berdaya dipukuli Ran dengan brutal


Koko juga berada di tempat, dia sempat menyaksikan perseteruan Haitani brothers itu bersama kakucho.


"Kau jangan membuat keputusan sendiri,  Ran.  Ikutilah aturan Mikey,  dia yang berhak menentukan eksekusinya. "


"Cih!  Justru itulah sialan, aku tidak ingin dia mati dengan cara mikey lakukan. "


"Ran,  aku mengerti apa yang kau rasakan.  Setidaknya kita cari cara lain. Aku tahu didalam hatimu kau menginginkan Rindou kembali dengan alih mati ditanganmu. Tapi jika kau melakukan itu tanpa mikey ketahui kau juga akan mengalami kerugian. "


"Menurut ku,  kau harus meminta bantuan gadis itu. Dialah yang bisa menghilangkan sosok yang kupikir tak masuk akal itu. "


"Koko benar,  itulah jalan satu-satunya.  Agar Rin kembali. Jika Rin sadar,  mungkin Mikey akan mempertimbangkan keputusannya itu. Pikirkanlah kata-kata Koko tadi. "


"Baiklah,  aku akan mencoba meminta bantuan nya. " Ucap Ran yang menurunkan tongkat besinya. Mereka bertiga membawa Rindou yang sudah tidak berdaya.


......... ...


[Name] yang duduk di dekat jendela kamar nya, hanya memandangi suasana malam diluar rumahnya.


Dia hanya melihat aktivitas mahluk astral lain tapi tak bisa melihat jiwa orang tuanya, ternyata Tuhan tak mengizinkan nya untuk melihat orang yang sangat [name] sayangi. Dia sangatlah rindu pada keduanya, bahkan tak berselang lama dia juga sangat rindu pada Rindou. Setelah dia ingat kata-kata Tachibana Naoto yang memberitahu pelaku pembunuhan orangtua nya adalah Haitani Rindou, hati [name] makin tersiksa.


Baji dan Senju yang memperhatikan [name] terlihat sangat frustasi segera mendekatinya. Kedua roh itu selalu berusaha menenangkan nya. Bahkan Senju selalu mencari informasi tentang Yuika secara diam-diam.


Kali ini dia memberitahukan tentang Bonten juga berencana menyerang Yuika bahkan setelah nya mereka akan mengeksekusi Rindou.


[Name] terdiam, dia memang benci Rindou yang dengan mudahnya dikendalikan bahkan menyakiti Ruki dan membunuh orangtuanya. Tapi rasa cinta nya mengalahkan rasa bencinya, dia merasa tak bisa membiarkan Rindou mati dengan cara seperti itu. Mungkin inilah bodoh nya [name] dalam hal cinta, tapi [name] tak bisa menghindari itu semua.


Tak lama, [name] mendapat pesan singkat dari Ran. Entah ada angin apa orang Bonten itu menghubunginya.


Sudah hampir 2 minggu [name] tidak berkomunikasi dengan Ran ataupun Sanzu. Biasanya Sanzu lah yang paling sering bertemu. Bahkan Sanzu sering uring-uringan jika membicarakan penghianat, [name] yang tak mengerti jalan pikiran nya hanya bisa tersenyum kaku. Hanya sanzu lah satu-satunya selalu menjadi teman mengobrol [name] saat Rindou tak ada. Meskipun terkadang perkataan Sanzu tak membantu sama sekali bahkan pikiran nya sangatlah sesat.


Sedangkan Ran sendiri dia terlalu sibuk berbisnis dengan Koko, jadi dia jarang menghubungi [name]. Sekali nya menghubungi dia selalu mengajak [name] jalan-jalan dengan alasan untuk menghiburnya. Bahkan dia sangat loyal pada [name], terkadang [name] menolak pemberian nya yang terlihat mewah dimatanya.


Ran dan [name] bertemu dengannya ditaman. Suasana taman tampak sepi dan sunyi.


Ran berbicara pada [name] tanpa basa basi. Dia meminta bantuan [name] untuk menyadarkan dari roh jahat yang pernah [name] katakan dulu. Ran memintanya dengan sangat memohon. Ran sadar [name] sangat enggan karena peristiwa kematian orangtuanya. Tapi melihat raut Ran yang sama-sama terluka, ego [name] seolah turun dan menyetujuinya.


"Baiklah aku akan membantunya, tapi Ran-san harus memenuhi permintaanku juga. "


"Apa itu?"


"Tolong bawa aku dalam misi penyerangan keluarga Hasegawa, meskipun harus dengan cara menyusup. "


Ran membola matanya,  pikirnya apakah [name] sudah gila sebab itu akan membunuh nya.


"Apa tidak ada yang lain? "


"Tidak Ran-san, aku hanya ingin memberi pelajaran pada wanita itu sekaligus menghilangkan kemampuannya beserta roh jahat yang dia kendalikan"


Ran berfikir sejenak,  tapi gadis duduk disamping nya sangatlah serius saat ini.


Ran menghela nafasnya.


"Baiklah,  aku akan membantumu menyusup kesana saat kami menyerang keluarga itu. "


Usai bertemu Ran,  [name] berjalan beriringan dengan Baji dan Senju.  Mereka tak menyangka dengan  keputusan [name] yang sangat beresiko dan gegabah.


"Kau yakin akan menyusup kesana. "


"Ya, Baji-san. Sudah tidak ada jalan lain lagi. Aku tidak punya kekuasaan untuk melawan Yuika.  Cara satu-satunya melawan dia hanyalah dengan menyusup dalam penyerangan Bonten ke keluarga Hasegawa. "


"[Name], jujur itu terlalu beresiko. Kau bisa Mati.


Senju mengatakan itu dengan rasa khawatir.


"Huh, kau itu terlalu baik. Kau sangat mirip seperti temanku Takemichi. Tapi perbedaan nya,  kau jauh lebih nekat darinya. " Ujar baji yang melipat kedua tangan nya.


[Name] hanya bisa tersenyum kaku, dia memang mengenal Hanagaki Takemichi tetapi dia tak mengenal kepribadian nya se-spesifik itu seperti Baji.


"Huh!  Kalau sudah begini aku akan ikut. Aku tak bisa melihatmu berjuang sendiri. Setidaknya sebelum aku benar-benar menghilang aku ingin membantu sampai akhir. Aku tak akan membiarkanmu mati. "


"Ya,  Baji benar. Kita berdua akan membantumu. "


"Memang kalian bisa? "


"Oi.. Jangan remehkan kami sebagai Roh ya [name] bocah tengik. "


Baji kesal diremehkan,  [name] jadi bisa tertawa ketika Baji mengeluarkan ekspresi ngambeknya yang sangat lucu seperti anak kecil.


[Name] sangat bersyukur akan hal itu, dia akan melindungi roh baji dan Senju ketika melawan Yuika nanti.


........ ...


Ran mengajak [name] ke markas Bonten. Di sana tampak sepi, seperti nya para eksekutif lain sedang menjalankan misinya. Bahkan sang Bos pun tak nampak terlihat.


[Name] diajak kedalam ruangan tahanan, disana ada Rindou yang kondisinya mengenaskan. Terlihat luka dimana-mana, serta borgol dan tali yang mengikat dirinya.


[Name] yang melihat nya sangat tidak tega, Rindou sendiri menatap nya dengan kosong.


"Rin akan dieksekusi setelah melakukan penyerangan pada keluarga Hasegawa. "


[Name] sudah tahu itu,  entah senang atau sedih dia tak bisa mengekspresikan itu semua.


"Sebelum Rin dieksekusi, kuharap kau bisa menyadarkan dia [name]."


" Baiklah,  Ran-san. "


[name] membuat sebuah lingkaran bertuliskan mantra.  Ran sendiri hanya bisa memperhatikan dan membantu sebisanya.


"Apakah seperti ini? "


"Iya,  Terima kasih. "


Rindou yang terikat hanya memberontak, dia tak bisa bergerak barang sejengkal pun.


[Name] mulai membaca mantra, dia memulai melakukan ritual.


Suasana menjadi mencekam, bahkan Rindou mulai berteriak kesakitan. [Name] sendiri tak henti-hentinya membaca mantra. Aura negatif keluar dari tubuh Rindou.  Rindou mulai tak sadarkan diri karena kekuatan mahluk itu sangat besar.


Ruangan yang hening, menjadi bergemuruh dengan suara angin tak tahu datang dari mana. [Name] membaca mantra untuk menahan semua kekuatan Roh jahat itu.


Ran sendiri tak mengerti konsepnya,  dia hanya bisa terdiam. Melihat kondisi aneh di ruangan ini.  Tiba-tiba saja seperti ada yang menggerakkan dan memporak-porandakan. Bahkan  dia merasakan sesuatu yang membuat bulu kuduk nya berdiri.


Roh jahat yang keluar dari tubuh Rindou mulai menyerang. [Name] menghindar dari berbagai serangannya,  untung saja dia membawa senjata nya berupa belati sehingga dia dapat menyerang balik.


[Name] terdorong sampai keluar ruangan.  Tak lupa Ran dan Rindou diberikan mantra pelindung agar roh jahat itu tak masuk lagi kesalah satunya.


Wujud hitam itu terus menerus menyerang. [Name] sendiri membaca mantra sehingga belati itu berefek pada wujud roh jahat yang merasuki Rindou.


"Mati saja kau manusia!! "


[Name] membaca mantra yang ayah ruki pernah ajarkan.


Mikey yang baru saja kembali bersama Kakucho dan Sanzu ke markas. Mereka bertiga mendengar bunyi kegaduhan seperti sedang terjadi peperangan.


"Brak..!! "


Dentuman terdengar keras diruang tahanan Bonten,  mereka segera memeriksanya kesana.


Terlihat kekacauan disana,  mereka melihat [name] dengan gerakan cepat sedang mencabik-cabik sesuatu yang tak bisa mereka lihat. [Name] sangat terlihat lincah dan  lihai menggunakannya.


"Aku tidak akan kalah dari mahluk tak sempurna seperti dirimu. "


Roh jahat itu tertawa.


"Kau lupa manusia!  Aku terlahir dari kebencian kalian sendiri. Meskipun aku kau habisi aku akan bisa hidup kembali dari jiwa lain. "


"Ya aku tahu,  tapi akan ada aku yang lain dimasa yang akan datang untuk tetap menghabisi mu. "


"Dasar manusia sombong! "


[Name] beradu kekuatan, dan menimbulkan benturan keras.


[Name] sendiri terlempar akibat kekuatan besar itu hingga beberapa meter.


Mikey, kakucho dan Sanzu melihat itu.


Mereka bertiga terdiam melihat [name] seperti terlempar oleh kekuatan besar. Darah sudah keluar dari bibir gadis itu. namun gadis itu tak gentar dan segera bangkit. Mikey dan Sanzu sendiri yang melihat nya sungguh tak masuk akal. Kakucho sendiri sudah mengerti siapa yang [name] lawan.


"Seperti nya [name] melawan sosok roh jahat. "


"Heh?  Serius Kakucho?  Ini sangat gila. " Ujar Sanzu yang masih tak percaya.


Pertarungan sangat sengit, [name] bertarung sambil membacakan mantra dibibirnya untuk perlindungan diri. Ketika mendapat kesempatan [name] langsung menunjukan gerakan seperti ritual dengan menggunakan belati nya.


Sosok roh berwujud hitam itu seperti terikat oleh mantra-mantra yang [name] sehingga sulit bergerak. [Name] sendiri bergerak menghampiri dan mulai menusukkan katana nya pada titik lemah mahluk itu.


"Kau tak seharusnya mengendalikan orang lain. Kau bukanlah Tuhan yang seenak hati mengatur manusia! "


Sosok itu lenyap, aura nya kembali seperti biasa. [Name] langsung duduk, dirinya sangat lelah karena energinya banyak terkuras.


Mikey menghampiri, dia mengulurkan tangannya untuk membantu nya bangkit.


[Name] mengangkat kepalanya keatas, melihat Mikey. Kemudian [name] menerima uluran tangan Mikey.


"Walaupun aku tak mengerti, tapi kau sangat hebat. "


........ ...


[27-04-2022]