Tokyo Revengers: Why Me?

Tokyo Revengers: Why Me?
Book 2 Bagian 16



Rindou x [name]


karakter milik Ken Wakui


......................


Rindou melihat wujud mengerikan dari Yuika. Yuika sudah bukan lagi berwujud manusia, dia sepenuhnya berwujud roh jahat. Pikir Rindou ini bukan lagi hal normal, tapi pada kenyataannya yang Rindou dan rekan sesamanya di Bonten harus menghadapi mahluk yang menguasai Yuika.


[name] dapat melihat Rindou yang tak mampu melawan mahluk itu. sosok mengerikan itu bukanlah lawan yang seimbang. perbedaan kekuatan mahluk gaib seperti nya hanya bisa dilawan oleh orang yang memliki kemampuan khusus seperti [name] miliki.


"Pergilah, Rin. " [Name] berusaha bangun dengan mengambil belati yang tergeletak di lantai yang jauh dari dirinya dan Rindou.


"Kau jangan nekat, [name]! Kau akan mati jika memaksakan diri! "


Rindou sangat mengkhawatirkan kondisi [name] yang sudah nampak menurun. luka-lukanya sangat parah dibandingkan dirinya yang tak seberapa.


"Aku tahu, Rin. Tapi jika dia tidak dimusnahkan, akan ada korban lain yang menjadi targetnya. Aku tidak mau sampai itu terjadi. " [name] berdiri sempoyongan, darah sudah mengucur ke sebagian lantai.


"[Name]." Rindou begitu takut gadisnya mati, dia hanya bisa mengepalkan tangannya.


"Rin, percayalah padaku. Aku tidak akan mati disini. " [Name] berhadapan dan tersenyum pada Rindou yang berada disampingnya.


Rindou sendiri tidak percaya pada perkataan [name],  terlihat jelas [name] sendiri sudah kewalahan bahkan bisa dikatakan sudah diambang kematian.


"Kalian semua akan mati disini!! " Teriak Yuika ketika melihat Rindou yang ada disini.


Yuika tak bisa lagi dikendalikan karena sepenuh dikuasai wujud roh jahat.


Yuika berusaha menyerang [name] yang berada diposisi Rindou berada dengan bayangan yang mengarah pada keduanya. [Name] tak akan membiarkan bayangan itu melukai Rindou, dia mendorong Rindou dan membacakan mantra untuk memberikan perlindungan padanya. [name] memang sudah sempoyongan, tapi dia tak mau kalah oleh roh jahat yang ada dihadapannya.


.


kesempatan telah berpihak pada [Name], dia membaca mantra, melakukan ritual pembasmian dengan melakukan gerakan seperti orang sedang berdoa. cahaya kebiruan muncul disekitar [name], [name] melakukan gerakan dengan mengayunkan belati yang dipegangnya.


ketika Yuika menyerang kearahnya, [name] telah siap dengan belati yang mengacung ke arah Yuika. dengan membacakan mantra serta posisi [name] yang tengah siap menghunus. pertarungan kembali terjadi. kali ini [name] tak menyia-nyiakan semua kesempatan yang ada, dia berhasil mengunci gerakan musuhnya dengan mantra. roh jahat yang menguasai Yuika pun terikat oleh rantai gaib berwarna biru yang muncul dari tanah, dan [name] sendiri sudah siap pada tahap terakhir untuk menusuk tepat dijantung nya. [name] sendiri kembali membacakan mantra sehingga belati yang dia pegang bersinar kebiruan, kemudian [name] berlari dan menikam musuhnya tepat pada jantung.


roh jahat itu berteriak kencang dan menggema sehingga menghancurkan segala isi ruangan ini. Yuika berusaha mencabut belati [name], tetapi [name] menahan dan mendorong Yuika hingga ke belakang tembok. tembok yang terlihat sudah retak, kini perlahan retakannya membesar hingga retakan itu jebol dan menjatuhkan Yuika.


"jika aku mati, kau juga harus mati [name]! " Teriak Yuika yang menarik tangan [name].


pada akhirnya, [name] dan Yuika jatuh dari tempat ketinggian.


Rindou yang melihat semua kejadian itu segera berlari dan menggapai tangan [name]. Namun sayangnya Rindou tak dapat menggapai tangannya, [name] jatuh begitu saja kebawah bangunan yang rindang dengan pepohonan besar.


"[NAME]!!! " Rindou melihat punggung [name] ketika terjun bebas dari tempat tinggi.


.


Baji dan Senju mulai merasakan diri mereka akan menghilang. Pikir mereka berdua seperti nya telah terjadi sesuatu. Mungkin inilah saat nya perpisahan,  gadis itu telah menuntaskan misi terakhirnya meskipun Baji dan Senju tahu pada akhirnya [name] mengorbankan dirinya.


Baji perlahan memudar dari sisi Mikey. Mikey menyadari saat melihat Baji perlahan akan menghilang.


"Huh,  seperti nya [name] berhasil. Oi.. Manjirou ini adalah hari terakhir kita. Aku harap kau bisa kembali kepada teman-teman kita. Jika suatu saat aku terlahir kembali aku akan tetap menjadi temanmu."


"B.. Baji. " Mikey hanya membolakan matanya ketika Baji perlahan akan menghilang.


Baji tersenyum untuk terakhir kalinya. Mikey ingin menggapainya cahaya yang perlahan memudar.  Baji telah menghilang, dia pergi dari hadapannya.


"Sial! Kenapa kau meninggalkanku lagi Baji! " Gumam Mikey.


Mikey menitikan air matanya setelah bertahun-tahun kehilangan Baji. kini dia harus kehilangan Baji lagi setelah beberapa jam yang lalu bersamanya, untuk berjuang bersama. Padahal dia sudah senang bisa melihat nya kembali meskipun hanya berwujud roh saja.


Koko yang menyaksikan tak bisa berbuat apapun,  karena itu bukan bagian dari kehendak manusia. Dia bahkan hanya bisa membiarkan bosnya meluapkan perasaan nya terhadap temannya itu, setidaknya bos mereka masihlah manusia biasa yang memang memiliki perasaan.


Begitupun dengan Senju terakhir kali berbicara pada Sanzu dan Takeomi.


"Nah Haruchiyo saatnya kita berpisah. Maafkan aku. "


Sanzu hanya mengalihkan pandangannya. Sanzu pura-pura tidak peduli, karena egonya lebih besar. Takeomi sebagai kakak sudah paham dengan tabiat Sanzu, dia hanya bisa menghela nafas memahami Sanzu saat ini.


"Pergi ya pergi saja. Cih! " ketus Sanzu sambil melipat tanganya seolah-olah tak peduli.


Senju hanya tersenyum melihat sikap Sanzu saat ini, dia tahu Sanzu masih belum bisa memaafkan kesalahan nya dimasa lalu.


"Takeomi ini terakhir kita bertemu. Tolong tetap jaga Haruchiyo ya. Aku menyayangi kalian berdua. Aku ingin tetap menjadi adik kalian." nada lembut senju keluar dengan air mata yang mengalir ke pipinya. kemudian Senju menghilang dengan memeluk kakak tertuanya Akashi Takeomi.


Sanzu lebih memilih pergi, dia tak suka keadaan seperti ini. Sanzu tetaplah manusia yang masih memiliki hati nurani yang terpaksa dia buang jauh-jauh untuk bisa bertahan hidup ditengah kerasnya kehidupan.


Disisi lain sanzu tak ingin mengingat masa lalu yang membuatnya menjadi seperti sekarang yang disebabkan oleh adik perempuan nya.


Sanzu menghampiri rajanya yang saat ini menangis karena kepergian Baji. Dia membantu Mikey agar dia tetap tenang dan tak menjadi beban untuk mentalnya yang sudah lama hancur.


Mereka berdua sama-sama orang yang kehilangan dan hancur, Sanzu hanya bisa mengobati luka hatinya dengan cara seperti ini dengan loyal kepada Mikey yang dianggap rajanya. Sanzu sendiri memang mengagumi Mikey sejak dirinya berada di toman, ditambah Mikey juga adalah teman kecil Sanzu sama seperti Baji Keisuke.


Mikey kembali tenang,  dia mengambil nafas dan memberi perintah.


"Kita kembali ke atas, untuk memeriksa keadaan. "


.


Hanma terborgol, bahkan mendapat luka-luka penyiksaan dari Ran. Hanma hanya tersenyum miring, disaat terakhirnya pun dia masih bisa mengejek seorang Haitani.


Ran sangat kesal,  dia menodongkan pistolnya dan pelatuk nya diaktifkan tapi Kakucho menghentikan Ran.


"Jangan Ran, kita harus membuka mulut orang ini. Dia kunci utama yang mengetahui semua yang dilakukan Yuika dan keluarga Hasegawa. Jika dia mati disini, kita tak akan dapat informasi apapun."


"Cih! " Decak Ran kesal.


Ran terpaksa menurunkan pistolnya dari dahi Hanma. Mochizuki segera mengamankan sang tawanan untuk di interogasi nanti.


"Kalian tidak akan mendapatkan apapun dariku. " Teriak Hanma.


Kakucho teramat kesal, dia menendang Hanma hingga pingsan.


....... ...


Pria bertubuh tinggi mengenakan jas hitam itu menggendong [name] dengan bridal style. Kemudian berdiri dibelakang tuannya.


"Untung saja kita tepat waktu,  bisa-bisa [name] tidak tertolong. " Ujar wanita berambut pink yang kini rambutnya terikat ponytail.


[Name] diletakkan dibawah pohon, dan pria itu memberikan pertolongan  pertama agar gadis itu tak kehabisan darah. Sebagai mahluk immortal, dia diberi keistimewaan yang lebih.


Kaho wanita berambut pink itu menghampiri yuika yang setengah sadar, dan sekarat dengan belati yang masih menancap di dadanya. Dia sudah tak bisa bergerak karena beberapa tulangnya patah dan retak karena terjun bebas dari atas, itu pun Kaho sedikit membantunya agar tidak berujung pada kematian. Kaho memang dibenci Yuika tapi Kaho sangat menyanyangi Yuika sebagai kakaknya meskipun dia berbuat jahat padanya.


"Nee-san,  lebih baik hentikan. Ini sudah berakhir. "


"Cih!  Monster seperti mu tahu apa. Apa kau kesini ingin mengejekku? Kau yang mahluk abadi peminum darah tak akan pernah mengerti penderitaan diriku. "


kaho hanya menghela nafas, matanya sedih ketika Yuika mengatakan hal-hal buruk tentang nya.


"Huh!  Kau benar nee-san. Aku memang peminum darah walaupun sebenarnya aku ingin jadi manusia. Tapi aku tetap terlahir dari manusia nee-san. Ibuku adalah manusia jadi aku sedikit tahu apa itu penderitaan. "


kaho teringat ibunya yang dicaci maki oleh pihak keluarga sang ayah karena dirinya manusia. Sehingga sang ayah memilih untuk membawanya pergi meninggalkan keluarga besarnya dan memilih mengikuti marga ibunya Hasegawa.


"Nee-san, kau terlalu terobsesi dalam hal ini. Kau menghancurkan dirimu sendiri. Bahkan kau sampai bersekutu dengan mahluk menjijikan itu untuk membunuhku bahkan kebencian mu berlarut-larut hingga kau melampiaskan pada [name]. Padahal aku berharap kau mau berubah setelah kau menjadi bagian keluarga Hasegawa ini."


Kaho duduk dan menatap sang kakak tiri yang masih tergeletak tak berdaya.


"Huh! Berubah? Jangan bermimpi! Siapa yang mau berubah. Aku adalah aku. Bukan seperti kau yang terlahir seperti monster. Aku sangat heran pada ibuku, kenapa bisa dia mencintai ayahmu yang monster itu. Maka dari itu aku menggunakan kekuasaan mu untuk menghancurkan orang-orang yang menghalangi ku. "


Kaho sedih ketika mendengar semua kebencian Yuika terhadap dirinya.


Yuika batuk darah, dan terus mencaci maki Kaho tanpa henti.


"Aku membencimu dan juga mereka.  Aku sungguh sial bisa masuk keluarga ini, bahkan mereka tak menganggap ku ada. Mereka hanya tertuju pada mu terus. Mereka tak mau menerimaku hanya karena ibuku masuk ke rumahmu.  Padahal yang memperlakukanmu dengan buruk itu ibuku bukan aku. Aku tak seperti ibuku tapi mereka menganggap ku sama. Aku sungguh membenci mereka gara-gara dirimu. Sejak saat itu aku ingin menghancurkan keluarga ini dan sekarang menjadi nyata. Hahaha.. "


Kaho menatap sedih, dia tak menyangka itu adalah penyebab utama nya. Dia ingat perlakuan buruk sang ibu tiri terhadap Kaho ketika ayahnya tak ada. Hal itu membuat para pekerja di sana tidak menyukai nyonya baru dirumahnya dan berimbas pada Yuika.


Padahal dulu Yuika adalah anak yang baik dan sering bermain dengannya. Namun, ketika orang-orang rumah mulai memandangnya tidak suka, hal itu membuatnya tersisihkan. Bahkan pasca penculikan Kaho yang membuat sang kepala keluarga meninggal, Yuika makin dibenci oleh mereka akibat dari kesalahan sang ibu.


"Lebih baik aku mati saja daripada aku harus bersama monster seperti dirimu!!kau cuma mahluk terkutuk!! Aku membencimu sampai mati!!! Seharusnya bukan aku yang harus mati tapi kau!!!"


Pria berjas hitam itu sangat teramat murka mendengar perkataan buruk Yuika terhadap anak dari tuannya. Dia membunuh Yuika dengan membuka sarung tangan nya dan menebas tubuhnya hingga membakarnya.


Api membakar Yuika yang sudah mati secara mengenaskan.  Kaho melotot tak percaya dengan apa yang dilakukannya.


"Rihito, kau.. "


Pria itu menatap datar mayat yang terbakar. Pria bernama Morisuke Rihito ini adalah salah satu kepercayaan ayahnya untuk menjaga Kaho.


Yuika tewas mengenaskan ditangan Rihito. Mayatnya sulit dikenali bahkan hangus terbakar.


"Padahal aku ingin memberinya kesempatan lady. " Ucapnya dengan nada yang datar sambil memakai kembali sarung tangannya.


Kaho masih tak percaya Rihito melakukan hal sekejam itu.


"Lady,  jangan merasa bersalah seperti itu. Orang seperti dia memang pantas mati sejak dulu."


"Rihito bukan itu maksudku. Apa yang kau lakukan itu sama saja dengan  Yuika. "


"Lady,  aku bukan mahluk yang berbaik hati separtimu. Jika aku sudah tidak suka aku akan membunuhnya tanpa ampun"


Kaho sendiri hanya bisa menangis atas kejadian ini. Rihito sendiri hanya terlihat tenang tanpa berdosa. Dia hanya tidak ingin membiarkan siapapun menyakiti tuannya yang sekarang.


"Lady ayo kita pergi,  sebentar lagi orang-orang itu akan kesini. "


Kaho masih tak bergeming, tapi Rihito tak peduli dengan situasi yang ada asalkan keselamatan sang tuan lebih utama. Dia menggendong sang tuan seperti karung beras.


"Rihito!!  Turunkan aku!!"


Rihito menulikan diri, dan pergi meninggalkan lokasi.


....... ...


Mikey, Sanzu, Takeomi dan koko kini kembali ketempat dimana terakhir kali [name] melawan sosok roh jahat. Disana ada Rindou yang terpaku gemetaran karena tak bisa menyelamatkan [name].


"Oi,  Rin kau kenapa? " Ucap Sanzu yang menghampiri Rindou.


"Sanzu, aku tak bisa menyelamatkan [name]. Aku tak bisa menggapai tangannya. "


Sanzu membola matanya terkejut,  begitu pun dengan Mikey beserta yang lainnya.


"Apa maksudmu? "  Tanya Mikey.


"Dia terjatuh kebawah. " Jawab Rindou dengan nada tak berdaya.


"Lebih baik kita memastikan, kita akan kebawah mencari jasadnya." Ucap Mikey yang sebenarnya tidak menerima ini semua. Dia tak menerima orang yang sudah menjadi bagian dirinya harus pergi lagi.


.


Mereka mencari secara berpencar. Rindou dan Sanzu mencari dibagian lokasi [name] dan Yuika terjatuh. Tak lama mereka berdua menemukan [name] beserta jasad mengenaskan dari Yuika.


Rindou sendiri segera menuju [name] yang tergeletak dibawah pohon. Seolah tak percaya, [name] masih hidup ketika dia memeriksa nadinya. Bahkan [name] terlihat baik-baik saja,  lukanya nampak menghilang ditubuh nya. Rindou sendiri nampak tak percaya, ini sungguh keajaiban. Dia menggendong gadisnya yang belum sadar.


Sedangkan Sanzu yang memeriksa mayat Yuika terasa aneh. Dia mengambil gambar untuk dijadikan laporan.


Pikirnya ini bukan hanya sekedar jatuh dari atas tapi ada orang lain yang menghabisinya secara tak wajar dari terbakar nya si mayat. Terlihat dari kondisi mayatnya sangat berbeda, ini tak seperti orang terjatuh.


...... ...


Bonten menghancurkan segala yang ada di keluarga Hasegawa.  Mereka membakar habis mansion untuk menghilangkan jejak yang ada disana seolah-olah ini semua adalah kebakaran biasa. Mereka akan memanipulasi pihak kepolisian ketika menginvestigasi kejadian ini.


Mereka kembali ke markas, dengan membawa keberhasilan.  Begitu dengan [name] yang berada di dekapan Rindou. Rindou benar-benar overprotective terhadap [name] ketika membawanya di perjalanan.


"Terima kasih sudah menolong kami semua,  [name]."


......................


[09-05-2022]