
...Rindou x Reader...
...Karakter milik Ken Wakui...
...----------------...
Hari minggu tiba, pagi yang cerah telah menyambut dunia. sebelum berangkat, mereka berdua yaitu [name] dan Rindou menikmati sarapan berdua. Tentu saja, [name] yang menyiapkan sarapannya. Rindou sangat suka dengan masakan [name], dia tak menyangka gadis yang memiliki kemampuan supernatural ini pandai memasak dan statusnya sekarang adalah kekasihnya.
setelah selesai sarapan, [name] membersihkan peralatan makan, kemudian merapihkan. Kemudian segera bersiap karena mereka berdua akan menuju tempat pemakaman Kurokawa Izana. [name] menaiki mobil Rindou, dan menikmati setiap perjalanannya yang cukup jauh dari apartemen [name].
Tak lama mereka pun sampai di area tempat pemakaman, tak lupa [name] membeli bunga krisan putih tentunya untuk sang sahabat yang beberapa bulan yang lalu dia kenal meskipun awalnya terpaksa membantu. Tetapi setelah mengenal dan berjuang bersama, rasa terpaksa itu hilang dan akhirnya saling menerima satu sama lain.
[name] telah kehilangan Kurokawa Izana, meskipun begitu [name] senang dia sudah menemukan kebahagiaannya disana.
sampailah di pusara bertuliskan nama Kurokawa Izana di bagian nisan nya. [name] membersihkan dan mengganti bunga yang sudah layu dengan bunga krisan putih yang dia bawa. setelah selesai [name] dan Rindou berdoa untuk Izana.
"Izana-san, akhirnya kau sudah kembali. huh.. kau tau, aku sempat kesepian loh. padahal Izana-san suka tiba-tiba muncul dan mengangguku saat bekerja."
Rindou yang berada disampingnya hanya memperhatikan [name] yang berbicara di pusara Izana. Dia tahu, [name] juga merasakan kehilangan Izana meskipun [name] baru mengenalnya.
Rindou kemudian merangkul dan mengacak-acak kekasihnya.
"Rindou jangan Mengacak-acak rambutku."
"suka-suka ku lah. "
"tuh lihat Izana-san, dia menyebalkan." tunjuk [name].
Rindou tertawa, sungguh lucu gadisnya ini. [name] benar-benar gadis yang selalu membuat hari suramnya hilang.
"Jangan tertawa." ucap [name] agak sebal.
"baik-baik."
Rindou berhenti tertawa dan memperhatikan lagi gadisnya berbicara pusara Izana.
"Izana-san terima kasih. aku akan selalu berdoa untukmu dan lain kali aku juga akan mengunjungimu lagi." [name] sambil ber-ojigi, memberi penghormatan kepada Izana.
mereka berdua selesai berziarah ke makamnya Izana. [name] segera bersiap meninggalkan pusara nya Izana.
"Ketua aku sungguh berterima kasih padamu." kata Rindou ber-ojigi memberi penghormatan pada mantan ketuanya itu dan menyusul [name] dari belakang.
ketika akan keluar dari area pemakaman, [name] dan Rindou berpapasan dengan Mikey, dibelakangnya Sanzu juga Kakucho. mereka saling terhenti sejenak, Rindou lah yang menyapa mereka bertiga.
"selamat siang boss."sapa Rindou yang menyapa Mikey sambil berojigi.
Mikey tidak menjawab, dia hanya mengangguk saja.
"selamat siang, [name]" sapa Kakucho yang beramah-tamah ke [name] yang berada dibelakang Rindou.
"siang Kakucho-san. " balas [name] mengangguk tak berani menatap.
sedangkan Sanzu hanya menatap sebal pada [name] yang berada dibelakang Rindou yang memegang lengannya.
"oi.. Rindou kau benar-benar bucin." sarkas Sanzu.
"terserah ku lah, makanya sana cari pacar jangan nyabu mulu sialan! " balas Rindou.
"Rindou sudah, ayo. " bisiknya pelan.
Rindou menghela nafas, dia tahu [name] takut dan enggan berbicara dengan mereka.
"Kami pamit boss." kata Rindou berojigi. [name] yang berada belakang hanya mengekori Rindou sambil memegang siku lengannya.
"dasar pasangan bucin." celetuk Sanzu ketika pandangannya sudah jauh.
"setidaknya Rindou tidak melupakan tanggung jawabnya di Bonten." kata Kakucho.
Mikey tak terlalu peduli dengan semua itu, dia segera menuju pusara Izana berada.
kembali kepada [name] dan Rindou, mereka berdua kini didalam mobil Rindou. Rindou menjalankan mobilnya keluar area pemakaman. sepanjang perjalanan, mereka berdua tidak banyak bicara. Rindou focus mengendarai sedangkan [name] sendiri bingung mau bicara apa.
tak lama kemudian Rindou membuka suara.
"kau masih takut dengan mereka."
"ya iyalah, siapa sih yang gak takut sama anggota Bonten. "
"padahal aku juga anggota Bonten loh. "
"ya memang, tapi kamu kan tidak mungkin membunuh ku kan? "
"ya tidak, tapi jika kamu selingkuh dariku aku akan membunuh selingkuhanmu dan kau sendiri akan ku kurung. "
"dih sampai segitunya sih, Rindou."
"tentu saja, orang lain tak boleh memiliki mu. kamu itu cuma milik aku."
"huh.. se obsesi itu? itu tidak baik Rindou. itu bukan hal yang dibenarkan."
"aku emang bukan orang baik kok. Aku tidak mau milikku direbut siapapun. jadi apanya yang salah."
[name] menghela nafas, ternyata berbicara dengan Rindou sungguh bikin sakit kepala. tapi ngeri juga sih kalau dia memiliki sisi lain seperti itu, pikirnya.
"[Name], ayo kita kencan." ajak Rindou.
"kencan? kemana?"
"ya kemana saja, asalkan kita bisa berdua."
"baiklah, tapi jangan melakukan hal yang aneh-aneh ya."
"tidak kok sayang, tenang saja. kamu pasti suka deh tempatnya. "
[name] hanya mengangguk, dia merona dengan ajakan kencannya Rindou. ini pertama kalinya Rindou mengajak [name] pergi kencan diluar selain menghabiskan berdua di apartemen [name] yang kecil.
Rindou tersenyum, dia mengenggam tangan [name] serta menciumnya. Dia sangat bahagia, gadis yang dia cintai kini bersamanya.
......................
End
[08-03-2022]