Thief From Silmarin

Thief From Silmarin
BAB 52. JURANG GELAP



Suara melengking di sertai kepakan sayap yang sangat banyak terdengar dari jurang gelap di gua raksasa dungeon Gorgor sesaat setelah terjadinya gempa bumi dan jelas itu bukanlah suara sayap burung karena burung tidak tinggal di dalam gua.


Ribuan atau bahkan puluhan ribu sosok kelelawar hitam raksasa beterbangan dari dalam jurang sebagian terlihat naik menuju jauh keatas lorong yang tidak terlihat ujungnya.


Para assassin menyaksikan gerombolan kelelawar raksasa itu yang berputar ke atas tapi beberapa menuju kearah mereka hingga para assassin yang bersama Kirt Johan berusaha menghindar serta mempertahankan diri dari sambaran mereka.


"Berhati-hatilah itu bukan kelelawar biasa itu adalah kelelawar raksasa Desmodus yang sama dengan yang ada di gunung api Vargo di utara, Monster kelelawar itu hidup bergerombol dan memangsa mahkluk hidup lainnya termasuk manusia." Ucap Yura memberikan peringatan kepada yang lain.


"Apa jadi ada monster kelelawar yang mampu memangsa manusia?" Ucap Dirta Lamerta.


"Kelewar Desmodus biasanya akan menyambar binatang atau manusia di darat dan membawanya terbang tinggi tapi tentu saja mahkluk kegelapan itu juga akan mencabik dan menghisap darah dari korbannya sampai habis." Terang kembali Yura.


"Kalau begitu ini gawat, kita harus bergegas pergi dari sini sebelum mahkluk kegelapan itu menargetkan kita." Kata Estella Hardin tapi itu sedikit terlambat karena sebagian kelelawar itu sudah menyadari keberadaan mereka dan segera terbang mendekat dengan cakar dan taringnya.


Kirt Johan terus mencoba menyayatkan pisaunya ke arah kelelawar yang terbang di sekitarnya tapi jumlah kelelawar yang berukuran lebih besar dari seorang pria dewasa itu terlalu banyak.


Para assassin lainya juga berusaha kabur dengan memanfaatkan celah bebatuan serta lorong sempit di sekitar gua itu tapi Estella masih terlihat bertarung untuk menghalangi para monster menuju rekan-rekannya.


Beberapa kelelawar berhasil menyambar tubuh Orlando dan berusaha membawanya terbang menuju ke atas jurang dan Estella langsung berusaha menyelamatkannya dengan melemparkan pisau ke tubuh salah satu monstet itu tapi tubuh Orlando kembali di sambar oleh kelelawar yang lain saat terjatuh dan di bawa pergi.


Estella juga dalam bahaya karena monster kelewar raksasa juga berhasil menangkapnya dan Ia di bawa terbang meskipun assassin Estella berusaha melepaskan diri tapi posisinya cukup sulit karena dia berada di pinggir jurang yang tidak terlihat dasarnya.


"Gawat monster kelelawar itu akan membawa terbang Estella!" Teriak Bara Shindarty yang melihat kapten timnya dalam bahaya.


"Biar aku yang kesana membantunya kalian berlindunglah karena terlalu berbahaya jika kalian ikut kesana." Ucap Kirt Johan yang kemudian bergegas ke tempat Estella yang kakinya telah di tangkap dua ekor kelelawar yang memperebutkannya hingga Estella tergelantung terbalik saat di bawa terbang.


Kirt berlari kemudian melompat sambil menghantam salah satu monster kelelawar yang menangkap Estella.


Kelelawar itu langsung terlihat kelilangan keseimbangan dan langsung mengarah ke dinding jurang karena kelewar dapat menempel di dinding jurang berbatu dengan cakar di kaki dan di kedua sayapnya.


Kirt masih bergelantungan memegang salah satu kaki kelelawar di dinding jurang tapi terlihat monster kelelawar itu tidak membiarkannya begitu saja dan berusaha menyerang tapi Kirt juga tetap bertahan berbalik menyerang tubuh kelelawar itu dengan pisau belatinya hingga akhirnya Kelelawar itupun juga terperosok lebih dalam di dinding jurang karena menahan berat dari tubuh Kirt.


Kelelawar yang membawa Estella Hardin mendarat di dinding gua lebih dalam dari Kirt karena kelelawar yang menangkapnya juga mengalami kesulitan membawa terbang tubuh Estella tapi tubuh dan kepala Estella terbentur dinding gua hingga pingsan.


Kirt berusaha melawan seekor kelelawar meskipun Ia sangat kesulitan karena melakukannya sambil bergelantungan di dinding gua tapi salah satu tangannya terus bergerak menusukan pisaunya ke tubuh kelelawar hingga akhirnya kelewar itu terbang dan kabur di kegelapan.


Kirt berusaha menuruni dinding jurang berbatu itu untuk menuju ke tempat kelelawar yang menangkap Estella dan ketika sudah cukup dekat di atas monster itu Kirt Johan melompat menjatuhkan diri ke tubuhnya untuk menangkap leher kelelawar itu kemudian menusukan pisaunya ke leher mahkluk itu.


Kelelawar itu mati tapi Kirt Johan serta Estella juga terjatuh ke dalam jurang yang tidak di ketahui dasarnya.


"Bagaimana Estella belum juga kembali sampai sekarang." Ucap Dirta yang terlihat sangat mengkhawatirkan Estella.


"Bersabarlah kita tidak dapat keluar karena jumlah kelelawar di sana terlalulu banyak jadi kita hanya dapat menunggu sekarang." Ucap Yura.


"Tapi bagaimana bila terjadi apa-apa padanya!" Ucap kembali Dirta tapi mereka semua hanya diam karena tidak dapat berbuat banyak untuk saat ini.


Waktu berlalu dan suara kelelawar dari luar sudah tidak terdengar lagi jadi para assassin itupun keluar untuk memeriksa tempat pertarungan mereka sebelumnya tapi mereka tidak melihat Estella ataupun Kirt Johan di tempat itu.


Jalan menuju lorong kembalipun juga sulit di jangkau karena harus memanjat dinding gua jadi tidak mungkin Estella ataupun Kirt kesana dengan para monster kelewar yang dapat terbang menyerangnya jadi hanya ada dua kemungkinan tersisa yaitu Estella dan Kirt terjatuh ke dalam jurang atau di bawa oleh monster kelelawar sebelumnya.


"Tidak ada, Estella tidak ada di manapun, Bara bagaimana sekarang." Ucap Dirta yang terlihat panik tapi Bara tidak menjawabnya dan hanya diam.


Sementara itu Yura menemukan ceceran darah di pinggir jurang kemudian ia memeriksa darah itu.


"Ini darah kelelawar sepertinya Estella dan Kirt Johan terjatuh ke dalam jurang." Kata Yura hingga Dirta terlihat panik.


"Mereka terjatuh, kita harus mencarinya." Ucap Dirta yang bergegas menuju pinggir jurang tapi Bara saling menghentikannya.


"Dirta tenanglah, jurang itu terlalu dalam untuk di turuni!" Ucap Bara kepada Dirta.


"Tapi bagaimana dengan Estella kita tidak mungkin pergi meninggalkannya." Sahut Dirta tapi terlihat Yura kemudian berbicara.


"Kehidupan petualang memang sulit dan berbahaya tapi kita harus merelakan bila salah satu rekan kita tewas."


"Yura apa yang kamu katakan, Estella tidak mungkin mati, tidak itu tidak mungkin terjadi, kita tidak boleh pergi tanpa memastikannya." Kata Dirta yang marah kareba tidak suka mendengar perkataan Yura, jadi Bara berbicara padanya.


"Dirta kita tenanglah kita akan tetap mencari Estella tapi kita harus mencari jalan yang lain untuk turun ke bawah jurang itu." Sahut Bara.


"Benarkah kita akan mencari Estella, setelah ini kalian tidak menipu aku bukan?" Ucap Dirta karena merasa Yura dan Shasa tidak terlalu ingin melakukannya.


"Kami juga akan ikut mencari Estella ataupun Kirt Johan meskipun kemungkinan mereka selamat sangatlah kecil." Kata Yura.


"Benar apa yang di katakan kakak Yura, kita juga tidak dapat keluar dari tempat ini tanpa Kirt Johan jadi yang dapat kita lakukan saat ini hanyalah melakukan pencarian dan berharap mereka berdua masih hidup di bawah sana." Tambah Shasa.


Para Assassin itu pun akhirnya memutuskan untuk melakukan pencarian terhadap Estella dan Kirt karena pintu keluar dari tempat itu juga sudah di penuhi oleh orang-orang dari Silmarin yang tidak akan membiarkan mereka lewat tanpa adanya Kirt Johan bersama mereka.